Sehari setelah diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5, aktivitas masyarakat di Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat belum kembali normal. - Bagian all [219] url asal
BANDUNG, iNews.id- Sehari setelah diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5, aktivitas masyarakat di Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat belum kembali normal, Kamis (19/9/2024). Kerusakan sejumlah fasilitas umum, termasuk sekolah dasar (SD) dan puskesmas, membuat aktivitas terhenti, termasuk siswa sementara diliburkan.
Salah satunya, bangunan SD Negeri Lebaksari, Kecamatan Kertasari rusak parah. Puing-puing bangunan tembok dan atap masih berserakan, sementara beberapa bagian dinding tembok jebol.
Bahkan, beberapa ruangan kelas miring dan tidak layak digunakan. Akibat kerusakan tersebut, pihak sekolah meliburkan seluruh siswa dari kegiatan belajar mengajar.
"Merubuhkan lima kelas rusak berat kemudian kemudian tiga kelas rusak ringan. Pada waktu kejadian siswa sedang istirahat di luar, tidak ada korban jiwa. Mereka (siswa) panik dan trauma jadi untuk hari ini belum bisa belaja di sekolah. Mereka dikasih tugas saja di rumah," ujar Kepala SDN Lebaksari Nia Sutarsih, Kamis (19/9/2024).
Meski tidak sepenuhnya normal karena sebagian siswa dan orang tua masih trauma, pihak sekolah memberlakukan belajar daring untuk sebagian siswa. Namun, hal ini terkendala karena sebagian besar warga mengungsi di tenda atau di luar ruangan.
Selain sekolah, sejumlah bangunan fasilitas umum seperti puskesmas, kantor kecamatan dan kantor urusan agama juga mengalami kerusakan. Layanan kesehatan dan layanan umum bagi masyarakat untuk sementara terhenti.
Puskesmas saat ini dijadikan salah satu posko bagi layanan kesehatan korban terdampak bencana gempa.
BANDUNG, iNews.id - Rentetan gempa susulan masih mengguncang sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat hingga Rabu (18/9/2024) siang ini. Tercatat terjadi empat kali gempa beruntun yang dirasakan masyarakat.
Kondisi ini menyebabkan warga dilanda kepanikan dan ketakutan, khususnya masyarakat Kecamatan Kertasari daerah paling parah dilanda gempa.
Pantauan iNews, sepanjang jalan utama hingga permukiman banyak warga masih berada di luar. Mereka takut masuk ke dalam rumah karena masih terus terjadi gempa.
"Ini sudah tiga sampai empat kali gempa. Takut kami mau masuk rumah. Ini baru berani karena harus tetap masak buat jualan." ujar Asep Wahyu salah satu pedagang di Kertasari, Rabu (18/9/2024).
Bahkan gempa susulan kembali mengguncang saat wartawan sedang wawancara dengan Kapolsek Kertasari Iptu Fajar Sodiq.
"Ini lagi gempa lagi. Ini sudah yang keempat kali beruntun. Kami terus imbau warga agar tidak masuk dalam rumah. Cek kondisi bangunan yang retak-retak atau membahayakan," ujar Kapolsek.
Menurutnya saat ini sudah ada 24 warga dilarikan ke Puskesmas Kertasari karena menderita luka ringan.
"Alhamdulillah sampai saat ini korban jiwa negatif atau tidak ada namun ada korban luka-luka sudah dibawa untuk mendapat perawatan medis," katanya.
Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, polisi berkoordinasi dengan Forkopimcam Kecamatan Kertasari untuk mengimbau masyarakat agar berada di tempat aman mengingat kondisi gempa bumi bisa terjadi setiap saat.
"Kami terus imbau masyarakat dan turun langsung untuk penanganan dampak gempa bumi ini," ucapnya.
Diketahui gempa bumi dengan Magnitudo 5,0 mengguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Gempa tersebut berada pada kedalaman 10 km dengan episenter titik koordinat 7.19 Lintang Selatan dan 107.67 Bujur Timur.
Lokasi terdampak gempa paling parah yakni Kecamatan Kertasari dan Pangalengan. Sejumlah rumah warga hingga fasilitas umum mengalami kerusakan.
Banyak rumah warga di Kecamatan Kertasari rusak akibat gempa bumi Magnitudo 5,0 yang mengguncang Kabupaten Bandung, Rabu (18/9/2024). - Bagian all [393] url asal
BANDUNG, iNews.id - Gempa Bandung berkekuatan Magnitudo 5,0 memporak-porandakan dua kecamatan yakni Kertasari dan Pangalengan, Rabu (18/9/2024) pukul 09.41 WIB. Kedua daerah ini menjadi yang paling terparah mengalami kerusakan bangunan akibat gempa.
Pantauan iNews di lapangan, terlihat beberapa rumah warga hancur diguncang gempa. Beberapa bagian struktur bangunan seperti tembok dan atap berhamburan di tengah jalan.
Salah satunya terlihat di sepanjang Jalan Raya Kertasari. Banyak pecahan genting, plafon hingga bagian depan rumah warga terlihat rusak parah. Tak hanya itu, tiang listrik di pinggir jalan sebagian besar ambruk tertimpa pepohonan. Bahkan ada pohon besar tumbang menghalangi akses jalan.
Kondisi bangunan rusak juga terlihat di Kantor Kecamatan Kertasari, Kantor KUA, Puskesmas Kertasari serta satu bangunan sekolah SD. Beberapa warga masih trauma lantaran khawatir adanya gempa susulan.
Untuk menampung warga sementara, ada 6 tenda telah didirikan di lapangan sepak bola depan kantor Kecamatan oleh warga menggunakan kayu, sarung dan terpal.
Salah satu warga Desa Cibereum Ilyas Firmansyah (30) mengatakan, gempa berlangsung selama 4 detik dan guncangannya terasa cukup kuat.
Dia mengaku sempat menyaksikan langsung bagaimana beberapa rumah warga tiba-tiba ambruk saat gempa.
"Gempanya sebentar gak lama cuman memang besar. Saya juga lihat depan mata rumah tetangga ambruk, ada jeritan, saya lagi ada di dalam rumah juga langsung keluar," katanya.
Ilyas baru menyadari adanya gempa ketika barang-barang di rumahnya bergoyang. Dia pun langsung pergi keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
"Ya saya langsung ke luar aja pas liat barang di rumah goyang, nyelamatin diri di rumah kebetulan cuma saya doang," ujarnya.
Salah satu warga lain Nandar Rahman (33) mengatakan saat terjadi gempa dia sedang tidur bersama anaknya. Kemudian terasa guncangan cukup besar hingga membuatnya lari membawa anaknya keluar rumah.
“Saya lagi tidur sama anak, terus ada guncangan makin membesar, saya itu langsung lari bawa anak. Pas udah di luar kerasa bangunan rumahnya sebagian temboknya ngelupas," ucapnya.
Nandar mengaku rumahnya mengalami kerusakan di bagian ruang tamu.
"Sisa retak-retak di bagian atap dan dinding. Sementara saya masih menunggu keluarga yang lain untuk memastikan saya mau di tenda atau enggak," katanya.
Diketahui gempa bumi dengan Magnitudo 5,0 mengguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Gempa tersebut berada pada kedalaman 10 km dengan episenter titik koordinat 7.19 Lintang Selatan dan 107.67 Bujur Timur.
Lokasi terdampak gempa paling parah yakni Kecamatan Kertasari dan Pangalengan. Sejumlah rumah warga hingga fasilitas umum mengalami kerusakan.