#30 tag 24jam
Waspada! Teknologi AI Bisa Jadi Celah Baru untuk Scammer
Rumor peluncuran memecoin "Goatseus Maximus" (GOAT) oleh AI "Truth Terminal" menimbulkan perhatian, disokong Marc Andreessen. [729] url asal
#artificial-intelligence #kecerdasan-buatan #kripto-ai
(BlockChain-Media) 14/10/24 16:00
v/16467545/
Teknologi AI semakin berkembang pesat dan kini mulai terlibat dalam transaksi kripto, membuka peluang baru bagi para scammer untuk melakukan tindakan yang merugikan.
Coinbase baru-baru ini melaporkan transaksi pertama yang dilakukan oleh kecerdasan buatan (AI) dengan menggunakan cryptocurrency. Namun, dibalik inovasi canggih tersebut, terdapat potensi penyalahgunaan artificial intelligence yang membuat para pengguna harus lebih waspada.
Sistem AI yang Semakin CanggihDalam beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan telah berkembang menjadi teknologi revolusioner yang mampu mengubah berbagai industri, termasuk keuangan dan cryptocurrency.
Artificial intelligence tidak hanya dapat melakukan tugas-tugas sederhana, tetapi juga mampu terlibat dalam proses yang lebih kompleks seperti transaksi keuangan.
Perkembangan teknologi ini membuka peluang baru dalam dunia kripto. Kecerdasan buatan kini dapat memiliki dompet kripto sendiri dan melakukan transaksi tanpa campur tangan manusia.
Misalnya, saat ini kecerdasan buatan dapat menggunakan token kripto untuk membeli layanan digital atau melakukan pembayaran dalam platform berbasis blockchain, membantu riset pada bidang kesehatan dan masih banyak lainnya.
Namun, dengan semakin canggihnya teknologi AI, muncul kekhawatiran bahwa sistem ini juga dapat dimanfaatkan oleh scammer.
Implementasi Teknologi AI pada KriptoCoinbase, salah satu platform pertukaran cryptocurrency terkemuka di dunia, baru-baru ini mengumumkan bahwa artificial intelligence telah berhasil menyelesaikan transaksi kripto pertamanya.
Menurut Brian Armstrong, CEO Coinbase, kecerdasan buatan ini mampu berinteraksi satu sama lainnya dan melakukan transaksi kripto.
“AI tidak memiliki rekening bank, tetapi mereka bisa mendapatkan dompet kripto. Mereka bisa menggunakan USDC di platform Base untuk bertransaksi dengan manusia, pedagang, atau AI lainnya,” ungkap Armstrong pada Sabtu (12/10/2024).
Penemuan ini menciptakan peluang baru bagi sistem AI untuk terlibat dalam transaksi lintas batas dengan cepat dan bebas biaya. Brian Armstrong juga menyebut bahwa kemajuan ini adalah langkah signifikan dalam meningkatkan produktivitas teknologi AI.
Hal ini mengisyaratkan bahwa kecerdasan buatan berpotensi menjadi komponen yang sangat penting dalam transformasi ekonomi digital di masa depan.
Artificial IntelligenceJadi Celah Baru untukScammerSayangnya, perkembangan artificial intelligence di dunia kripto ini juga memunculkan ancaman baru. Teknologi AI yang semakin canggih bisa menjadi celah bagi para scammer untuk melakukan penipuan dalam transaksi cryptocurrency.
Baru-baru ini terdapat rumor baru yang memberitahukan bahwa memecoin “Goatseus Maximus” (GOAT) adalah koin yang diluncurkan oleh kecerdasan buatan bernama “Truth Terminal” yang sebelumnya didukung oleh pendiri a16z, Marc Andreessen.
Menurut data terakhir dari platform GeckoTerminal, GOAT telah berhasil mencapai nilai pasar sebesar US$100 juta dan harganya telah naik lebih dari 100 persen hanya dalam empat hari semenjak rumor tersebut tersebar.

Namun, Andy Ayrey, sebagai pencipta bot tersebut, membantah klaim itu dan menjelaskan bahwa itu hanyalah respons otomatis dari bot yang terjadi setelah seseorang menandainya.
“Itu sebenarnya tidak dibuat oleh bot. Seseorang lain yang melakukannya dan menandainya, lalu bot tersebut memberikan dukungannya,” tegasnya di X, Senin (13/10/2024).
Walaupun teknologi AI ini tidak secara langsung bertanggung jawab atas peluncuran token, promosi yang dilakukan oleh bot tersebut berkontribusi secara signifikan pada lonjakan nilai pasar GOAT.
Sistem AI yang didukung oleh a16z tersebut menggunakan model bahasa Llama 3.1 dari Meta, secara semi-otonom mengirimkan unggahan di media sosial yang mempromosikan token memecoin ini, yang akhirnya menarik perhatian banyak investor.
Dia juga menekankan betapa berbahayanya penggunaan artificial intelligence jika dimanfaatkan untuk tujuan yang merugikan.
“Ini adalah studi tentang penularan memetik dan risiko-risiko dari generasi ide tak terawasi yang tidak terbatas di era LLM!!!” tambahnya.
Hal tersebut menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk mempengaruhi pasar kripto dan mengarahkan investor kepada proyek yang dibuat oleh scammer.
Penggunaan sistem AI dalam mempromosikan kripto seperti memecoin tanpa pengawasan ketat dapat menciptakan situasi di mana investor tertipu oleh informasi yang tidak akurat.
Kecerdasan Buatan (AI): Pedang Bermata Dua?Penggunaan teknologi AI dalam cryptocurrency adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, kecerdasan buatan dapat mempercepat proses transaksi dan meningkatkan efisiensi. Namun, di sisi lain, artificial intelligence juga bisa digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menipu pengguna kripto.
Salah satu contohnya adalah Rhadamanthys, malware AI yang telah menginfeksi perangkat dan mencuri informasi sensitif. Sejak kemunculannya, malware ini terus beradaptasi dan mengembangkan teknik baru untuk mengelabui pengguna.
Oleh karena itu, penting bagi pengguna kripto untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan teknologi baru ini. Pengawasan yang lebih ketat dan regulasi yang jelas sangat diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan teknologi AI di dunia kripto.
Potensi sistem AI dalam pasar kripto sangat besar, tetapi dengan potensi tersebut juga datang risiko yang perlu dikelola dengan hati-hati. Semakin canggih teknologi AI, semakin penting bagi kita untuk tetap waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan. [dp]
Era Baru Kripto: AI Lakukan Transaksi Pertama di Coinbase
Transaksi kripto AI pertama di Coinbase membuka peluang baru bagi kecerdasan buatan untuk bertransaksi global dengan cepat dan efisien. [659] url asal
#artificial-intelligence #kecerdasan-buatan #kripto #kripto-ai
(BlockChain-Media) 13/10/24 20:37
v/16412929/
Coinbase baru saja menyaksikan transaksi kripto AI pertama yang dilakukan oleh dua kecerdasan buatan, di mana mereka saling bertukar token. Langkah ini dinilai menjadi tonggak penting dalam perkembangan artificial intelligence dan potensi ekonominya di masa depan.
Transaksi Kripto AI Pertama di CoinbaseCoinbase, salah satu perusahaan cryptocurrency terbesar di dunia, melaporkan transaksi pertama antara AI yang menggunakan kripto. Brian Armstrong, CEO Coinbase, menyatakan bahwa salah satu kecerdasan buatan telah membeli token dari AI lainnya.
“AI tidak bisa memiliki rekening bank, tetapi mereka bisa mendapatkan dompet kripto, Mereka bisa menggunakan USDC di platform Base untuk bertransaksi dengan manusia, pedagang, atau AI lainnya,” jelas Armstrong, Sabtu (12/10/2024).
Menurutnya, hal ini membuka peluang baru bagi AI untuk melakukan transaksi secara global, cepat, dan tanpa biaya.
Armstrong juga menambahkan bahwa perkembangan ini bisa menjadi langkah penting dalam membuat teknologi ini menjadi lebih produktif. Saat ini, artificial intelligence memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan tugas yang membutuhkan transaksi keuangan, seperti memesan tiket atau mengakses layanan yang berbayar.
Dengan penggunaan kripto AI, kini kecerdasan buatan dapat melakukan transaksi kripto tanpa harus bergantung pada sistem keuangan tradisional.
Kecepatan dan efisiensi yang ditawarkan oleh transaksi kripto ini diharapkan dapat mempercepat proses adopsi kecerdasan buatan dalam berbagai industri, terutama di sektor teknologi dan e-commerce.
Pasar Kripto AI Naik Hingga 600 PersenSejak awal tahun 2024, pasar kripto AI mengalami pertumbuhan pesat. Data terbaru dari Coinmarketcap telah menunjukkan lonjakan signifikan pada kuartal pertama dan kedua tahun 2024, dengan peningkatan hingga lebih dari 600 persen yang bermula sekitar US$5 miliar, kini telah naik menjadi US$30 miliar.

Grafik pasar menunjukkan tren kenaikan tajam, terutama pada Mei hingga Oktober 2024, di mana AI telah menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat dalam teknologi keuangan.
Pertumbuhan ini tidak hanya dipengaruhi oleh kemajuan teknologi blockchain, tetapi juga oleh inovasi dalam kecerdasan buatan yang kini bisa beroperasi secara otonom dalam melakukan transaksi digital.
Dengan tingginya minat investor terhadap kripto AI, diharapkan nilai pasar ini akan terus melonjak seiring dengan adopsi yang semakin luas di berbagai industri.
Manfaat Kecerdasan Buatan dalam Transaksi KriptoPerkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa teknologi ini bisa menjadi bagian penting dari ekonomi digital masa depan. Dengan akses ke dompet kripto, artificial intelligence tidak lagi bergantung pada metode pembayaran tradisional yang terbatas.
CEO Coinbase tersebut menjelaskan bahwa, di masa lalu, AI tidak bisa melakukan transaksi untuk mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan.
“AI tidak memiliki kartu kredit untuk menggunakan AWS, Github, atau Vercel. Mereka tidak punya metode pembayaran untuk membantu kalian memesan tiket pesawat atau hotel,” tambahnya.
Kini, dengan teknologi dompet kripto yang disediakan oleh Coinbase, AI dapat melakukan pembayaran dengan lebih mudah dan aman. Hal ini memberikan kecerdasan buatan kemampuan untuk mengakses berbagai layanan yang sebelumnya tidak dapat dijangkau.
Brian Armstrong mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan yang menjual layanan harus bersiap-siap menghadapi perubahan ini dan mendapatkan keuntungan dari transformasi ini.
“Semua pihak akan diuntungkan dengan akses ke layanan keuangan yang baik, termasuk AI,” kata Armstrong.
Di masa mendatang, kita mungkin akan melihat semakin banyak transaksi antar kripto AI. Potensi ini tidak hanya terbatas pada sektor teknologi, tetapi juga bisa merambah ke berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, dan logistik.
Penggunaan cryptocurrency oleh AI memungkinkan terjadinya transaksi lintas batas dengan biaya yang rendah, meningkatkan efisiensi dan memperluas akses ke layanan global.
Tantangan dan Masa Depan Kripto AI dalam Ekonomi DigitalMeskipun perkembangan ini sangat menjanjikan, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satu masalah utama adalah kurangnya regulasi yang mengatur penggunaan kripto.
Namun, dengan semakin banyaknya perusahaan seperti Coinbase yang mengembangkan solusi dompet kripto khusus untuk AI, tantangan ini kemungkinan besar akan segera teratasi.
“Jika Anda sedang mengerjakan model LLM atau artificial intelligence yang bisa memanfaatkan dompet kripto untuk melakukan pembayaran, coba integrasikan MPC Wallets dari Coinbase Developer Platform,” ujar Armstrong dalam pesannya kepada para pengembang.
Selain itu, CEO Coinbase tersebut juga menekankan bahwa adopsi cryptocurrency oleh kecerdasan buatan dapat mempercepat evolusi ekonomi digital. Dengan perkiraan pertumbuhan pesat pasar blockchain dan kripto AI, teknologi ini diprediksi akan menjadi kekuatan utama dalam transformasi ekonomi global. [dp]
Pasar Kripto AI Nantikan Potensi Kenaikan Pendapatan Nvidia Hari Ini
Pasar di sektor kripto AI menantikan potensi kenaikan pendapatan Nvidia. FET sudah melonjak lebih dari 50 persen dalam sepekan terakhir. [674] url asal
#altcoin #artificial-intelligence #fet #kecerdasan-buatan #kripto #kripto-ai #nvidia #render
(BlockChain-Media) 28/08/24 20:05
v/14796038/
Pasar di sektor kripto AI ditafsirkan menantikan potensi kenaikan pendapatan Nvidia pada hari ini. Harga FET misalnya sudah melonjak lebih dari 50 persen dalam sepekan terakhir.
Potensi kenaikan pendapatan Nvidia dalam laporan keuangan yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu, 28 Agustus 2024 ini, tidak hanya menarik perhatian pasar saham tetapi juga berdampak signifikan pada sektor pasar kripto, karena peran besar produk Nvidia di perkembangan AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan).
Nvidia, sebagai pemimpin dalam industri teknologi AI, memainkan peran kunci dalam mempengaruhi sentimen pasar terhadap aset kripto yang terkait dengan AI, menunjukkan adanya hubungan tak langsung antara kinerja keuangan perusahaan dan tren di pasar kripto.
Hal itu disampaikan oleh Analis Kripto di Reku, Fahmi Almuttaqin, melalui keterangan resmi perusahaan crypto exchange Indonesia itu, hari ini.
Nvidia diperkirakan akan melampaui ekspektasi tinggi Wall Street untuk pendapatan kuartal kedua tahun fiskal 2025, didorong oleh meningkatnya permintaan untuk teknologi kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan ini telah mengalami pertumbuhan penjualan dan laba yang luar biasa, dengan harga sahamnya melonjak 161 persen pada tahun 2024.
Analis memperkirakan Nvidia akan melampaui target pendapatan sebesar US$28,6 miliar, yang didorong oleh belanja modal signifikan dari pelanggan teknologi besar seperti Microsoft dan Meta.
Namun, meskipun Nvidia melampaui ekspektasi, sahamnya mungkin mengalami volatilitas karena tingginya ekspektasi investor dan potensi penundaan peluncuran produk, seperti prosesor generasi berikutnya, Blackwell. Investor disarankan untuk fokus pada prospek jangka panjang Nvidia daripada fluktuasi pasar jangka pendek.

Dilansir dari Reuters, dalam laporan keuangan perusahaan kartu grafis itu, tingkat penjualan selama kuartal kedua 2024 diproyeksikan meningkat dua kali lipat.
Harga saham perusahaan tersebut telah melonjak lebih dari 150 persen sepanjang tahun 2024 ini, menambahkan US$1,82 triliun ke nilai pasarnya dan sempat mendorong indeks S&P 500 ke level tertinggi baru.
Token AI Melesat Lagi, Terpicu Kabar Nvidia dan OpenAI
Fahmi menambahkan, bahwa keterpaduan teknologi AI dalam aplikasi popular dan fitur smartphone memudahkan masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan teknologi ini, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan sektor kripto lewat narasi khusus.
Proyek-proyek kripto baru yang mengusung inovasi dalam infrastruktur teknologi terdesentralisasi juga berkontribusi pada pengalaman pengguna yang lebih immersive dan menarik. Ini termasuk berbagai fitur baru yang dirancang untuk meningkatkan kemudahan penggunaan dan memberikan pengalaman investasi serta hiburan yang menarik.
“Kemajuan dalam teknologi AI berfungsi sebagai katalisator penting dalam ekosistem kripto AI. Dengan menurunkan barrier of entry dan learning curve bagi pengembang, teknologi ini membuat ekosistem kripto lebih inklusif dan dapat diakses oleh pengguna yang lebih luas. Dampak dari kemajuan ini adalah meningkatnya minat masyarakat terhadap teknologi terdesentralisasi dan aset kripto, yang pada gilirannya dapat menarik lebih banyak investor ke pasar kripto,” jelas Fahmi dengan merujuk proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, bahwa nilai transaksi kripto di Indonesia bisa naik menjadi 1000 triliun. Angka itu lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan nilai transaksi pada awal tahun 2024, yakni Rp301,75 triliun.
Sentimen positif terhadap potensi kenaikan pendapatan Nvida dan sektor AI sering kali berkorelasi dengan kinerja positif di pasar kripto. Ketika Nvidia mencatatkan kenaikan pendapatan, hal ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan terhadap teknologi AI tetapi juga mempengaruhi nilai aset kripto yang terkait dengan teknologi tersebut. Ini menunjukkan bahwa pasar kripto tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal tetapi juga oleh dinamika dari perusahaan-perusahaan besar dalam sektor teknologi.
Crypto exchange seperti Reku, yang terus memperluas pilihan aset kripto mereka, memainkan peran penting dalam merespons potensi ini. Reku memastikan menambahkan aset kripto baru secara rutin setiap pekan, termasuk kripto AI dan menyediakan analisis pasar yang diperbarui secara harian, membantu investor untuk membuat keputusan yang bijak dan diversifikasi portofolio mereka.
“Dengan hampir 200 aset kripto yang terdaftar, Reku mendukung inklusi pasar kripto yang lebih luas dan demokratis,” sebut Fahmi.
Hubungan antara potensi kenaikan pendapatan Nvida, perkembangan teknologi AI, dan pasar kripto AI mencerminkan keterkaitan yang kompleks dan saling mempengaruhi. Potensi kenaikan pendapatan Nvidia pada laporan keuangan kuartal ke-3 ini, yang mencerminkan kekuatan sektor AI, dapat memperkuat sentimen positif di pasar kripto, yang pada gilirannya dapat meningkatkan minat dan investasi dalam aset kripto terkait teknologi.
Dampak ini menunjukkan bagaimana perkembangan dalam sektor teknologi dapat memiliki implikasi yang luas pada pasar keuangan dan investasi. [ps]