#30 tag 24jam
Akses GPU Dipermudah, Token ATH dari Aethir Mendorong Inovasi AI dan Gaming
Token ATH dari Aethir disebut ikut serta dalam mendorong inovasi AI (kecerdasan buatan) dan gaming, Akses ke GPU pun lebih mudah dan murah. [1,093] url asal
#game #gaming #gpu #kecerdasan-buatan #rendering
(BlockChain-Media) 06/09/24 19:50
v/14913866/
Token ATH dari Aethir disebut ikut serta dalam mendorong inovasi AI (kecerdasan buatan) dan gaming, serta tata kelola blockchain, dengan mendesentralisasikan sumber daya komputasi GPU secara lebih mudah dan murah.
Di era digital saat ini, khususnya perkembangan masif inovasi AI, kebutuhan akan sumber daya komputasi yang cepat, efisien, dan terjangkau menjadi semakin krusial. Aethir muncul sebagai solusi untuk kebutuhan tersebut, menawarkan akses yang lebih luas dan terjangkau bagi para pengembang inovasi AI dan gamer melalui pemanfaatan sumber daya graphics processing unit (GPU) yang terdistribusi. Dalam konteks ini, token ATH tidak hanya sekadar medium transaksi, tetapi juga fondasi dari ekosistem Aethir yang bertujuan memecahkan masalah mendasar terkait sumber daya komputasi.
Aethir Mendukung Inovasi AI dan GamingDi situs resmi Aethir disebutkan bahwa Aethir sedang merevolusi konsep DePIN(Decentralized Physical Infrastructure Networks) dengan menghadirkan infrastruktur komputasi berbasis GPU kelas enterprise yang canggih dan terdistribusi, yang dirancang khusus untuk mendukung inovasi AI dan gaming.
Decentralized Physical Infrastructure Networks (DePIN) adalah konsep yang mengacu pada jaringan infrastruktur fisik yang dioperasikan secara desentralisasi. Dalam jaringan DePIN, aset fisik seperti pusat data, perangkat keras, server, atau sumber daya komputasi, termasuk GPU untuk inovasi AI, proses rendering dan gaming, dioperasikan oleh banyak entitas independen tanpa kendali terpusat. DePIN memungkinkan pemilik individu atau kelompok untuk berpartisipasi dalam menyediakan dan mengoperasikan infrastruktur, seringkali dengan insentif berbasis token kripto.
Dalam konteks Aethir, DePIN merujuk pada infrastruktur fisik berupa enterprise-grade GPU dengan spesifikasi sangat tinggi yang digunakan untuk mendukung komputasi AI dan gaming.

“Aethir berfokus pada penyediaan layanan komputasi untuk klien AI berskala besar yang membutuhkan AI chip paling kuat di dunia, seperti NVIDIA H100s, serta memberikan pengalaman cloud gaming terbaik bagi ratusan ribu pemain di seluruh dunia. Semua ini dicapai melalui arsitektur terdesentralisasi, yang membawa komputasi GPU ke komunitas dan membuat sumber daya komputasi dapat diakses oleh semua pihak,” tertera di situs itu.
Prinsip kerja Aethir seperti sebuah pusat energi terdistribusi yang mampu menggerakkan pabrik-pabrik besar (AI enterprise) dan sekaligus menyediakan listrik untuk ribuan rumah tangga (gamers di seluruh dunia). Biasanya, sumber daya ini hanya bisa diakses oleh perusahaan-perusahaan besar dengan biaya tinggi, namun dengan pendekatan Aethir yang desentralisasi, “energi” atau daya komputasi tersebut didistribusikan kepada masyarakat luas untuk inovasi AI. Ini seperti membangun pembangkit listrik kecil di banyak tempat secara terpisah, sehingga semua orang, baik itu perusahaan besar maupun individu, bisa mendapatkan akses yang setara terhadap sumber daya yang sebelumnya hanya dimiliki oleh segelintir pihak.
Bayangkan juga daya komputasi sebagai “bahan bakar” bagi kendaraan bernama inovasi teknologi. Saat bahan bakar itu dikuasai oleh segelintir pihak besar, maka hanya sedikit kendaraan yang dapat bergerak maju dengan kecepatan optimal. Aethir, melalui kripto ATH yang tersedia diperdagangkan di Coinstore ini, menciptakan sistem di mana bahan bakar tersebut dapat diakses oleh banyak pihak, memungkinkan lebih banyak kendaraan untuk melaju, memfasilitasi lebih banyak inovasi di berbagai sektor.
Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Aethir memanfaatkan jaringan desentralisasi yang mengagregasi GPU chip kelas enterprise, yang mampu menyediakan sumber daya komputasi cloud secara on-demand, yang pada muaranya meningkatkan inovasi AI.
Dalam skema biasa, perusahaan-perusahaan AI dan para gamer sering kali terhalang oleh keterbatasan dan biaya tinggi dalam mendapatkan akses ke sumber daya komputasi yang memadai.
“Melalui model terdistribusi yang diusung oleh Aethir, hambatan ini dapat teratasi dengan penyediaan solusi yang lebih skalabel, terjangkau, dan berlatensi rendah. Solusi ini tidak hanya membuka peluang baru bagi perusahaan-perusahaan yang fokus pada inovasi AI untuk melatih model-model mereka, tetapi juga bagi gamer untuk mendapatkan pengalaman realtime rendering yang optimal,” sebut pengembang.
Peran Token ATHToken ATH sendiri memiliki peran krusial dalam ekosistem Aethir. Dengan total suplai sebanyak 42 miliar, ATH berfungsi sebagai alat transaksi utama di dalam platform ini. Para operator node, yang menyediakan daya komputasi GPU, akan menerima kompensasi dalam bentuk ATH atas kontribusi mereka. Dengan analogi sederhana, ATH ini bisa disamakan dengan “mata uang” di dalam sebuah ekosistem digital, di mana setiap unit daya komputasi yang disediakan atau digunakan membutuhkan medium pertukaran yang setara dan transparan.
Fungsi ATH tidak hanya terbatas pada transaksi, tersebut dalam keterangan itu. Seiring dengan pertumbuhan ekosistem Aethir, token ini juga memiliki peran dalam mekanisme governance alias tata kelola, di mana para pemegang token dapat berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan.
“Mereka yang memiliki ATH dapat mengusulkan, membahas, dan memberikan suara terhadap perubahan-perubahan penting di platform. Hal ini menunjukkan pendekatan desentralisasi dalam tata kelola yang memungkinkan ekosistem berkembang secara organik dan demokratis, dengan keterlibatan komunitas yang kuat,” sebut mereka.
Salah satu aspek menarik dari ATH adalah penggunaannya yang terdiversifikasi seiring dengan perkembangan ekosistem. Selain sebagai alat pembayaran untuk daya komputasi, ATH juga akan digunakan dalam merge mining dan di pasar-pasar terpadu yang sedang dikembangkan oleh Aethir. Ketika semakin banyak pengguna bergabung dalam ekosistem ini, use case ATH akan terus bertambah, memperkuat posisi token kripto ini sebagai komponen vital.
Ekosistem AethirEkosistem Aethir sendiri dibangun dengan struktur yang kokoh, terdiri dari lima komponen inti. Pertama, ada Resource Owners yang bertanggung jawab menyediakan daya komputasi melalui GPU chip. Mereka adalah pemain kunci yang memastikan sumber daya tetap tersedia bagi para pengguna akhir.
Kedua, ada Aethir Network, yang terdiri dari Containers, Checkers, dan Indexers, yang berfungsi mengelola sumber daya dan memastikan kualitas tetap terjaga. Containers bertindak sebagai wadah yang menampung daya komputasi, Checkers bertugas memverifikasi kinerja sumber daya, sementara Indexers memastikan data dan transaksi dapat diakses dengan mudah.
Ketiga, terdapat Compute Buyers dan para gamer yang menjadi pengguna utama dari daya komputasi tersebut. Mereka memanfaatkan jaringan Aethir untuk berbagai keperluan, baik itu pelatihan model AI maupun gaming. Dalam konteks ini, pengguna memiliki akses yang lebih fleksibel dan terjangkau dibandingkan jika mereka harus bergantung pada penyedia sumber daya komputasi tradisional yang umumnya dikuasai oleh beberapa perusahaan besar. Ini adalah ilustrasi dari bagaimana Aethir mendemokratisasi akses terhadap teknologi, memungkinkan lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam kemajuan inovasi teknologi.
Keempat, Aethir memiliki Treasury yang berfungsi mengelola biaya protokol jaringan dan memastikan keberlanjutan operasional dari jaringan.
Dan terakhir, kelima, ada Settlement Layer, yang menggunakan teknologi blockchain untuk mencatat setiap transaksi dan mendukung skalabilitas, efisiensi, serta insentif bagi para peserta di dalam ekosistem. Layer ini bisa diibaratkan sebagai tulang punggung dari ekosistem Aethir, menjaga agar setiap elemen dapat berfungsi secara efisien dan transparan.
Secara keseluruhan, ATH dan ekosistem Aethir menawarkan solusi yang mendukung inovasi AI dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada di industri AI, gaming, dan komputasi virtual. Dengan token ATH sebagai alat pertukaran dan tata kelola, Aethir tidak hanya menciptakan ekosistem yang efisien, tetapi juga memberdayakan komunitas untuk ikut berperan aktif dalam pengembangan platform ini di masa depan. Token ini pula menjadi representasi dari potensi teknologi terdesentralisasi yang dapat mengubah cara kita mengakses dan memanfaatkan sumber daya komputasi. [ps]
Pasar Kripto AI Nantikan Potensi Kenaikan Pendapatan Nvidia Hari Ini
Pasar di sektor kripto AI menantikan potensi kenaikan pendapatan Nvidia. FET sudah melonjak lebih dari 50 persen dalam sepekan terakhir. [674] url asal
#altcoin #artificial-intelligence #fet #kecerdasan-buatan #kripto #kripto-ai #nvidia #render
(BlockChain-Media) 28/08/24 20:05
v/14796038/
Pasar di sektor kripto AI ditafsirkan menantikan potensi kenaikan pendapatan Nvidia pada hari ini. Harga FET misalnya sudah melonjak lebih dari 50 persen dalam sepekan terakhir.
Potensi kenaikan pendapatan Nvidia dalam laporan keuangan yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu, 28 Agustus 2024 ini, tidak hanya menarik perhatian pasar saham tetapi juga berdampak signifikan pada sektor pasar kripto, karena peran besar produk Nvidia di perkembangan AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan).
Nvidia, sebagai pemimpin dalam industri teknologi AI, memainkan peran kunci dalam mempengaruhi sentimen pasar terhadap aset kripto yang terkait dengan AI, menunjukkan adanya hubungan tak langsung antara kinerja keuangan perusahaan dan tren di pasar kripto.
Hal itu disampaikan oleh Analis Kripto di Reku, Fahmi Almuttaqin, melalui keterangan resmi perusahaan crypto exchange Indonesia itu, hari ini.
Nvidia diperkirakan akan melampaui ekspektasi tinggi Wall Street untuk pendapatan kuartal kedua tahun fiskal 2025, didorong oleh meningkatnya permintaan untuk teknologi kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan ini telah mengalami pertumbuhan penjualan dan laba yang luar biasa, dengan harga sahamnya melonjak 161 persen pada tahun 2024.
Analis memperkirakan Nvidia akan melampaui target pendapatan sebesar US$28,6 miliar, yang didorong oleh belanja modal signifikan dari pelanggan teknologi besar seperti Microsoft dan Meta.
Namun, meskipun Nvidia melampaui ekspektasi, sahamnya mungkin mengalami volatilitas karena tingginya ekspektasi investor dan potensi penundaan peluncuran produk, seperti prosesor generasi berikutnya, Blackwell. Investor disarankan untuk fokus pada prospek jangka panjang Nvidia daripada fluktuasi pasar jangka pendek.

Dilansir dari Reuters, dalam laporan keuangan perusahaan kartu grafis itu, tingkat penjualan selama kuartal kedua 2024 diproyeksikan meningkat dua kali lipat.
Harga saham perusahaan tersebut telah melonjak lebih dari 150 persen sepanjang tahun 2024 ini, menambahkan US$1,82 triliun ke nilai pasarnya dan sempat mendorong indeks S&P 500 ke level tertinggi baru.
Token AI Melesat Lagi, Terpicu Kabar Nvidia dan OpenAI
Fahmi menambahkan, bahwa keterpaduan teknologi AI dalam aplikasi popular dan fitur smartphone memudahkan masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan teknologi ini, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan sektor kripto lewat narasi khusus.
Proyek-proyek kripto baru yang mengusung inovasi dalam infrastruktur teknologi terdesentralisasi juga berkontribusi pada pengalaman pengguna yang lebih immersive dan menarik. Ini termasuk berbagai fitur baru yang dirancang untuk meningkatkan kemudahan penggunaan dan memberikan pengalaman investasi serta hiburan yang menarik.
“Kemajuan dalam teknologi AI berfungsi sebagai katalisator penting dalam ekosistem kripto AI. Dengan menurunkan barrier of entry dan learning curve bagi pengembang, teknologi ini membuat ekosistem kripto lebih inklusif dan dapat diakses oleh pengguna yang lebih luas. Dampak dari kemajuan ini adalah meningkatnya minat masyarakat terhadap teknologi terdesentralisasi dan aset kripto, yang pada gilirannya dapat menarik lebih banyak investor ke pasar kripto,” jelas Fahmi dengan merujuk proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, bahwa nilai transaksi kripto di Indonesia bisa naik menjadi 1000 triliun. Angka itu lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan nilai transaksi pada awal tahun 2024, yakni Rp301,75 triliun.
Sentimen positif terhadap potensi kenaikan pendapatan Nvida dan sektor AI sering kali berkorelasi dengan kinerja positif di pasar kripto. Ketika Nvidia mencatatkan kenaikan pendapatan, hal ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan terhadap teknologi AI tetapi juga mempengaruhi nilai aset kripto yang terkait dengan teknologi tersebut. Ini menunjukkan bahwa pasar kripto tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal tetapi juga oleh dinamika dari perusahaan-perusahaan besar dalam sektor teknologi.
Crypto exchange seperti Reku, yang terus memperluas pilihan aset kripto mereka, memainkan peran penting dalam merespons potensi ini. Reku memastikan menambahkan aset kripto baru secara rutin setiap pekan, termasuk kripto AI dan menyediakan analisis pasar yang diperbarui secara harian, membantu investor untuk membuat keputusan yang bijak dan diversifikasi portofolio mereka.
“Dengan hampir 200 aset kripto yang terdaftar, Reku mendukung inklusi pasar kripto yang lebih luas dan demokratis,” sebut Fahmi.
Hubungan antara potensi kenaikan pendapatan Nvida, perkembangan teknologi AI, dan pasar kripto AI mencerminkan keterkaitan yang kompleks dan saling mempengaruhi. Potensi kenaikan pendapatan Nvidia pada laporan keuangan kuartal ke-3 ini, yang mencerminkan kekuatan sektor AI, dapat memperkuat sentimen positif di pasar kripto, yang pada gilirannya dapat meningkatkan minat dan investasi dalam aset kripto terkait teknologi.
Dampak ini menunjukkan bagaimana perkembangan dalam sektor teknologi dapat memiliki implikasi yang luas pada pasar keuangan dan investasi. [ps]