#30 tag 24jam
Perkembangan dan Kemajuan Aplikasi Seluler Kupunesia
Para peneliti mencoba memetakan dan menginventaris jenis kupu yang ada di Indonesia Halaman all [714] url asal
(Kompas.com) 12/07/24 11:16
v/10520195/
Oleh: Djunijanti Peggie, Fariq Izzudien Ash Shidiq, dan Imti Yazil Wafa
MINAT penggemar kupu-kupu Indonesia dapat dijawab dengan hadirnya Aplikasi seluler (mobile App) Kupunesia dalam genggaman. Dengan tumbuh dan berkembangnya minat yang melibatkan sains warga atau citizen science.
Aplikasi global iNaturalist menampung data berbagai tumbuhan dan hewan yang dilaporkan oleh masyarakat dari berbagai belahan dunia.
Dengan memperhatikan kedaulatan data kupu-kupu Indonesia, aplikasi Kupunesia dikembangkan dengan visi untuk memperoleh data kupu-kupu Indonesia dan memetakan distribusinya.
Jika kalian senang kupu-kupu dan ingin tahu apa nama spesiesnya, Aplikasi Kupunesia dapat dengan mudah diakses pada telepon seluler android.
Siapapun yang berminat dengan berbagai latar belakang dapat menggunakan Panduan Identifikasi dan dapat secara sukarela mengirimkan foto kupu-kupu beserta keterangan singkat yang dapat dijadikan data dukung keberadaan spesies kupu-kupu tersebut.
Aplikasi Kupunesia mulai diluncurkan pada November 2022 dan dapat terwujud karena dedikasi tim yang secara sukarela dan tanpa lelah bekerja mengumpulkan dan memverifikasi data, serta membangun halaman Panduan Identifikasi.
Djunijanti Peggie, Swiss Winasis Bagus Prabowo, dan Imti Yazil Wafa adalah pendiri (co-founders) Aplikasi Kupunesia, didukung oleh tim inti Kupunesia: Fariq Izzudien Ash Shidiq, Lutfi Irwansyah, Soenarko, Nabila Rahma, dan Abdul Mutholib Shahroni.
Aplikasi kupunesiaAplikasi Kupunesia dikembangkan dan diimplementasikan dengan tahap berikut: (1) awal sebelum peluncuran; (2) versi beta; (3) periode peluncuran selama satu bulan; (4) periode implementasi.
Pada tahap (1), tim Kupunesia mempersiapkan seluruh data milik pribadi dan mengumpulkan foto kupu-kupu dari fotografer yang bersedia karyanya dimasukkan ke dalam Aplikasi. Pada tahap ini tersedia 741 spesies dengan foto pada Panduan Identifikasi, 1249 buah foto dari 70 orang fotografer.
Pada tahap (2), antara tanggal 23 Agustus hingga 7 September 2022, Aplikasi Kupunesia versi beta dirilis, dengan maksimal 32 pendaftar siap menguji fitur-fiturnya. Pada tahap ini terjadi peningkatan menjadi 837 spesies dengan 1426 foto dari 80 orang fotografer. Terdata 209 spesies kupu-kupu dari 93 checklist yang dilakukan oleh pengguna Kupunesia.
Pada tahap (3), lebih dari 500 pengguna mengunduh Aplikasi Kupunesia. Dalam Waktu satu bulan setelah peluncurannya, Aplikasi Kupunesia memuat halaman Panduan Identifikasi dengan 869 spesies yang mencakup 1488 foto dari kupu-kupu yang diambil oleh 90 fotografer.
Ada 284 orang mendaftar, 101 orang diantaranya menyumbangkan data observasi, dan terkumpul 304 checklist observasi dengan 315 spesies kupu-kupu terekam di dalamnya.
Pada tahap (4), lebih dari 1000 pengguna mengunduh Kupunesia. Dalam waktu 17 bulan setelah peluncurannya, foto yang termuat pada Panduan Identifikasi berjumlah 1672 foto dari 998 spesies kupu-kupu yang diambil oleh 122 fotografer.
Sebanyak 328 orang mendaftar, dan 360 orang telah menyumbangkan data observasi, menghasilkan total 1640 checklist dengan 678 spesies terobservasi.
Cakupan geografi
Setelah titik-titik observasi dari kontributor dipetakan, terlihat banyak daerah sudah terwakili dalam Aplikasi.
Pengamatan di Pulau Jawa merupakan yang tertinggi dibandingkan di pulau lainnya. Sebanyak 703 titik lokasi di Pulau Jawa telah terpantau, sedangkan lokasi di Maluku masih sangat sedikit (hanya 9 titik).
Peningkatan partisipasi dari berbagai area di Indonesia diharapkan terus berlanjut seiring meningkatnya antusiasme untuk ikut mengamati dan memantau kupu-kupu. Seluruh penggiat kupu-kupu dapat menyebarkan semangat dan edukasi tentang kupu-kupu agar peran sains warga dapat menular.
Hal sederhana seperti aktivitas berjalan pagi di area sekitar rumah dapat ditingkatkan manfaatnya menjadi kontribusi yang sangat berharga dalam perekaman distribusi kupu-kupu.
Mari menjadi bagian dari komunitas penggiat kupu-kupu yang sehat, ceria, semangat, dan bermanfaat.
Salah satu capaian yang diharapkan adalah terkumpulnya data kupu-kupu Indonesia, yang dapat dijadikan landasan untuk pertimbangan konservasi dan lestarinya kupu-kupu Indonesia.
Harapan ke depannya juga adalah tersusunnya buku Atlas kupu-kupu Indonesia oleh kita bersama. Saat ini antusiasme dan partisipasi sains warga cukup menggembirakan dan kami berharap masih banyak lagi kekuatan sains warga yang dapat bergabung.
Bersama kita dapat mewujudkan kedaulatan data kupu-kupu Indonesia.
Djunijanti Peggie, Fariq Izzudien Ash Shidiq, dan Imti Yazil Wafa
Entomologist BRIN, Kupunesia
Jokowi Minta Daerah Kembangkan Wisata: Modal Lihat Kupu-Kupu Bisa Cuan
Jokowi meminta agar setiap kepala daerah untuk mendorong keandalan pariwisata di setiap daerahnya masing-masing. [529] url asal
#jokowi #jokowi-modal-kupu-kupu #pariwisata #kepala-daerah #destinasi-wisata
(Bisnis.Com) 10/07/24 13:32
v/10303726/
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar setiap kepala daerah untuk mendorong keandalan pariwisata di setiap daerahnya masing-masing.
Orang nomor satu di Indonesia itu menegaskan bahwa persaingan antarnegara makin ketat. Sehingga dirinya menitipkan agar potensi yang ada di daerah harus dikembangkan, baik dari sisi keuangan, pangan, energi, industri, teknologi, hingga pariwisata.
“Saya berikan contoh. Bhutan, tidak punya minyak, gas, dan lingkungannya sangat alami, tradisi budayanya sangat terjaga, tetapi dia tidak buka negaranya untuk turis sebanyak-banyaknya. Dia mengambil hanya volume tertentu di kuota, dan mengambil turis yang pasar atas, high value dan low volume. Ini bisa kita tiru seperti ini. Banyak alam kita yang lebih bagus dari Bhutan,” tuturnya saat membuka peresmian pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2024 di Ruang Cendrawasih Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (10/7/2024)..
Menutnya, Indonesia pun tak kalah dengan kekayaan kabupaten yang unik, tetapi sayangnya, kata Jokowi, banyak kepala daerah yang belum mengetahui cara yang tepat dalam mempromosikan dan mengemas pariwisata di masing-masing daerah.
Padahal, Kepala Negara pun melanjutkan bahwa di Bhutan setiap turis akan dikenakan iuran yang cukup besar untuk melindungi alam mereka, sehingga dia meyakini ada banyak cara bagi setiap daerah untuk memajukan potensi wisatanya.
“Mereka sudah datang, mahal, masih kena iuran untuk melindungi alam. Saya cek berapa sih dia kena iuran untuk perlindungan alamnya ini, hampir setengah triliun didapat, bukan dari ekonominya, tapi dari iurannya saja, setengah triliun,” ucapnya.
Tak hanya itu, Presiden Ke-7 RI itu juga mencontohkan wisata lain seperti Maldives, Maladewa yang terkenal dengan keindahan pantainya. Optimisme Jokowi, 85% Kota/Kabupaten Indonesia yang telah dikunjunginya memiliki pantai yang tidak kalah dengan Maldives.
Dia memerinci 30% pendapatan Maldives berasal dari turisme. Namun, tak berhenti sampai di sana, pemeritah daerah di sana, kata Jokowi, mampu menciptakan segmen pariwisata baru. Salah satunya konferensi di tepi pantai,
“Rapatnya di tepi pantai, yang rapat tidak boleh pakai sepatu, nyeker, kan yang rapat seneng gitu. Ide-ide seperti ini yang diperlukan,” imbuhnya.
Dia melanjutkan contoh lain yang bisa ditiru adalah Negara Afrika yang mengandalkan wildlife tourism dengan menawarkan safari yang otentik agar wisatawan dapat melihat satwa di habitat aslinya. Menurutnya, Afrika bisa menghasilkan Rp196 triliun per tahun hanya dengan berfokus mengurus potensi wisata tersebut.
Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan Indonesia bisa mencontek wisata tersebut lantaran sudah memiliki banyak lokasi serupa, misalnya Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Pulau Komodo dan Banyuwangi, Jawa Timur untuk melihat banteng, badak, dan orangutan.
“Contoh di Sulawesi Selatan, di Maros, kupu-kupunya sangat banyak sekali. Bapak bupati maros ada? Ini sangat unik. Tapi tolong pembangunannya yang benar gitu, sentuhannya yang benar. Jangan sampai barangnya bagus, justru disentuh dengan semen-semen, tembok-tembok, bukan itu. Harusnya yang banyak ditanami pohon-pohon yang mendatangkan kupu-kupu lebih banyak lagi,” imbuhnya.
Jokowi optimistis bahwa masyarakat akan rela untuk merogoh kocek besar untuk membeli tiket apabila daerah wisata mendapatkan promosi dan jenama yang tepat serta spesifik.
“Jangan justru di tempat-tempat yang seperti ini, tembok dan semennya yang dibanyakin, bukan itu. Tolong dicarikan arsitek landscape yang pintar. Kalau daerah tidak siap, surati Bappenas untuk merencanakan agar barang yang bagus itu menjadi sebuah berlian yang baik bagi kita semua,” pungkas Jokowi.