#30 tag 24jam
Contoh Surat Rekomendasi Perusahaan untuk Mengajukan KPR
Jika kamu berencana untuk mengajukan KPR, berikut ini adalah contoh surat rekomendasi perusahaan yang bisa digunakan dikutip dari beberapa sumber. [381] url asal
#surat-rekomendasi-kpr #kpr #mengajukan-kpr #contoh-surat-rekomendasi-perusahaan #tips-rumah #tips-properti
(MedCom - Properti) 24/09/24 14:54
v/15489932/
Jakarta: Untuk mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), ada sejumlah persyaratan yang perlu kamu penuhi. Salah satunya adalah surat rekomendasi perusahaan. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti kredibilitas dan kelayakan peminjam di mata pihak bank.Surat rekomendasi ini isinya menjelaskan bahwa calon debitur merupakan karyawan di perusahaan tempatnya bekerja. Dalam beberapa kasus, surat rekomendasi ini disebut juga dengan surat keterangan kerja.
Jika kamu berencana untuk mengajukan KPR, berikut ini adalah contoh surat rekomendasi perusahaan yang bisa digunakan dikutip dari beberapa sumber.
Cara memperoleh surat rekomendasi perusahaan
Untuk mendapatkan surat rekomendasi perusahaan, peminjam perlu mengajukan permohonan kepada atasan atau bagian Human Resources (HR) perusahaan. Peminjam dapat menjelaskan tujuan penggunaan surat dan memberikan informasi tambahan yang diperlukan.Format surat rekomendasi perusahaan
Dengan adanya surat rekomendasi perusahaan yang kuat, peminjam akan memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan persetujuan KPR dan mewujudkan impian memiliki rumah sendiri. Berikut format surat rekomendasi perusahaan.- Kop surat perusahaan
- Nama dan jabatan pemberi rekomendasi
- Nama dan alamat peminjam
- Tanggal pembuatan surat
- Posisi
- Masa kerja
- Penghasilan
- Kinerja
Contoh surat rekomendasi
Surat rekomendasi perusahaan memiliki struktur yang sama, karena tergolong sebagai surat resmi. Berikut susunan surat resminya dikutip dari OCBC.Sebagai surat resmi perusahaan, surat rekomendasi ini umumnya ditandatangani oleh direktur perusahaan atau kepala divisi yang menjadi atasan langsung karyawan atau calon debitur.
Surat rekomendasi
Berikut ini dua contoh surat rekomendasi perusahaan untuk pengajuan KPR yang bisa kamu jadikan referensi.PT. Energi Star
Jalan Haji Saidi Kav. 33-34 Grogol Petamburan
Telp. (021) 2345678 Email. direksi@energistar.com
Nomor: 07/SR/PT-AS/5/2024
Perihal: Surat Rekomendasi
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: Hari Bagus Budaya
Jabatan: Presiden Direktur PT Energi Star
dengan ini menerangkan bahwa:
Nama: Adi Rajib
Alamat: Jalan Haji Omar Nomor 48 Kebayoran Lama
NIP: 2277663310
Jabatan: Head of Finance PT Agung Setosa
adalah benar bahwa Saudara Adi Rajib merupakan karyawan tetap di perusahaan kami yaitu PT Energi Star sejak 2017. Saat ini, yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Departemen Keuangan PT Agung Sentosa.
Adapun surat keterangan ini dibuat secara sadar untuk persyaratan pengurusan KPR yang bersangkutan. Dengan ini, semua hal yang berkaitan dengan pembayaran tagihan KPR menjadi tanggung jawab karyawan tersebut.
Demikian surat keterangan kerja ini dibuat secara sadar dan tanpa paksaan agar dipergunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta Selatan, 13 Mei 2023
Hormat kami
Hari Bagus Budaya
Presiden Direktur
(KIE)
Beli Rumah Rp250 Juta, Berapa Kira-Kira Angsurannya?
Di bawah ini akan dijelaskan tentang besaran angsuran yang tepat untuk pengajuan KPR rumah Rp250 juta seperti dikutip dari laman OCBC. [527] url asal
#kpr #tips-mengajukan-kpr #dp-rumah #dp-kpr
(MedCom - Properti) 06/08/24 21:22
v/13554597/
Jakarta: Memiliki rumah menjadi keinginan setiap orang. Namun banyak orang merasa kesusahan untuk membeli rumah secara cash atau tunai karena harga yang selalu naik setiap tahunnya.Salah satu hal yang bisa membantu seseorang mewujudkan impian untuk punya rumah adalah dengan kredit kepemilikan rumah (KPR). Kemampuan orang untuk mengambil besaran KPR juga berbeda-beda.
Hal itu terkait dengan kemampuan membayar down payment (DP) dan kemampuan membayar cicilan KPR. Di bawah ini akan dijelaskan tentang besaran angsuran yang tepat untuk pengajuan KPR rumah Rp250 juta seperti dikutip dari laman OCBC.
Misalnya, ada seorang pria yang sudah berkeluarga dengan satu anak sangat ingin membeli rumah. Kemampuannya untuk membayar DP sekitar Rp50 Juta. Dia tidak bisa joint income saat mengajukan KPR karena istrinya tidak bekerja. Jadi, kemampuan membayar cicilan KPR hanya dari gaji atau penghasilan dirinya saja.
Penghasilannya dalam sebulan adalah Rp10 Juta dan tidak punya cicilan tetap. Kira-kira, berapa harga rumah yang bisa dibeli dengan KPR? Apakah dengan gaji Rp10 Juta bisa mengambil KPR Rp250 Juta?
Kemampuan membayar cicilan
Berdasarkan metode 50:30:20:10, dia bisa membagi penghasilannya dalam empat kategori yaitu 50 persen untuk biaya rumah tangga, 30 persen untuk cicilan utang, 20 persen untuk tabungan, dan 10 persen untuk biaya sosial.Artinya, dari Rp10 Juta, dia perlu menyisihkan Rp5 Juta untuk biaya rumah tangga, Rp2 Juta untuk tabungan, Rp1 Juta untuk biaya sosial, dan Rp3 Juta bisa untuk membayar cicilan utang atau KPR.
| Baca juga: Beli Rumah Rp400 Juta, Gajinya Harus Berapa? |
Jadi agar kondisi finansial keluarga tetap aman meski punya utang, angsuran maksimal yang bisa dibayar adalah Rp3 Juta. Setelah mengetahui hitung-hitungannya, sekarang tinggal mencari rumah dengan budget yang masuk dalam hitungan keuangan.
Dengan cicilan maksimal Rp3 Juta, dia bisa membeli rumah dengan harga Rp400 Juta dengan simulasi DP Rp40 Juta dan cicilan Rp2.791.076 dengan tenor 15 tahun, bunga fix 10 tahun, dan seterusnya bunga floating.
Pertama dia harus menyiapkan angsuran pertama Rp2.291.076, DP Rp40 Juta, dan biaya lainnya sekitar Rp21.600.000. Jadi total pengeluaran Rendy untuk pembayaran pertama adalah Rp64.391.076.
Minimal Down Payment
Hitungan itu adalah untuk pembayaran DP 10 persen. Namun apakah bank bisa menerima DP 10 persen? Sejak tanggal 21 Maret 2021, Bank Indonesia telah memberlakukan ketentuan DP minimal untuk pembiayaan kredit kepemilikan rumah (KPR).Aturan baru tersebut memiliki ketentuan sebagai berikut:
- DP KPR rumah tapak dan rumah susun untuk tipe di atas 70 menjadi sebesar 5 persen untuk pembiayaan fasilitas KPR I (Pertama) dan 10 persen untuk pembiayaan fasilitas KPR II (Kedua).
- DP KPR rumah tapak dan rumah susun untuk tipe di atas tipe 21 sampai tipe 70 menjadi sebesar 5 persen baik untuk pembiayaan fasilitas KPR I (Pertama) dan pembiayaan fasilitas KPR II (Kedua) .
- DP KPR rumah tapak dan rumah susun untuk tipe 21 ke bawah menjadi sebesar 0 persen untuk pembiayaan fasilitas KPR I (Pertama) dan 5 persen untuk pembiayaan fasilitas KPR II (Kedua).
Jadi buat yang ingin mengajukan KPR, sebaiknya mencari informasi yang detail baik dari Bank tempat pengajuan KPR atau membaca informasi tentang KPR di situs terpercaya.
(KIE)
Beli Rumah Rp400 Juta, Gajinya Harus Berapa?
Di bawah ini akan dijelaskan tentang berapa besaran gaji yang harus dimiliki untuk membeli rumah KPR seharga Rp400 juta? [709] url asal
#kpr #tips-beli-rumah #mengajukan-kpr #tips-mengajukan-kpr
(MedCom - Properti) 05/08/24 14:38
v/13382800/
Jakarta: Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan solusi yang dipilih masyarakat untuk memiliki rumah impian. Proses pengajuan KPR memang sulit, banyak persyaratan yang perlu dilengkapi saat mengajukan KPR salah satunya terkait dengan besaran gaji.Untuk itu, kamu perlu menghitung atau memperkirakan sendiri besar cicilan yang akan kamu tanggung agar bisa diketahui berapa harga rumah yang cocok untuk danamu. Lalu, bagaimana cara menghitungnya?
Di bawah ini akan dijelaskan tentang berapa besaran gaji yang harus dimiliki untuk membeli rumah KPR seharga Rp400 juta? Berikut ini penjelasannya dikutip dari laman OCBC.
Simulasi KPR Rp400 juta
Untuk menghitung berapa cicilan bulanan KPR, kamu perlu mengetahui berapa harga rumah, DP yang kamu siapkan, hingga suku bunga yang ditetapkan bank. Kemudian, perhitungan cicilan akan bergantung pada kebijakan suku bunga dari bank, apakah fixed atau floating.1. Cara hitung cicilan dengan bunga fixed
Andi ingin membeli rumah KPR seharga Rp400 Juta di kawasan Tangerang, dan sudah menyiapkan DP 20 persen dari harga yang artinya Rp80 juta, serta berencana memilih tenor 15 tahun.| Baca juga: Mau Ajukan KPR Rp200 Juta? Segini Minimal Gajinya |
Andi kemudian mengajukan KPR ke bank yang menawarkan bunga fixed sebesar 10 persen. Lalu bagaimana menghitung cicilannya?
Dalam hal ini, Andi harus mengetahui berapa hutang pokoknya terlebih dulu. Caranya, harga rumah dikurangi dengan DP yang dibayarkan. Perhitungannya sebagai berikut:
Hutang pokok = Harga rumah - DP yang dibayarkan
= Rp400 Juta - 20 persen
= Rp400 Juta - Rp80 Juta
= Rp320 Juta
Maka hutang pokok yang dimiliki Andi setelah membayar DP adalah sebesar Rp320 Juta. Dengan tenor 15 tahun atau 180 bulan, maka cicilan pokok Pak Ahmad adalah Rp320 Juta / 180 = Rp1.777.777.
Setelah mengetahui hutang dan cicilan pokok, berikutnya Andi harus menghitung cicilan bunga per bulan. Rumusnya Pinjaman x Bunga Tetap (%) x Tenor dalam tahun / Tenor dalam bulan.
Cicilan bunga per bulan = Rp320 Juta x 10 persen x 15 /180
= Rp2.666.666
Setelah itu, untuk mengetahui besar cicilan per bulan, Pak Ahmad harus menjumlahkan cicilan pokok dan cicilan bunga, yaitu Rp1.777.777 + Rp2.666.666 = Rp4.444.443.
Maka, Rp4.444.443 adalah cicilan per bulan untuk rumah KPR Rp400 Juta tenor 15 tahun dengan bunga fixed 10 persen.
2. Cara hitung cicilan dengan bunga floating
Bunga floating atau floating rate adalah produk KPR yang tidak memiliki suku bunga tetap. Artinya, cicilan bisa berbeda dari tahun pertama dan berikutnya, tergantung pada fluktuasi suku bunga.Meski demikian, cara menghitung cicilan hampir sama seperti pada cara pertama di atas. Bedanya, kamu tinggal menjumlahkan berapa bunga floating yang ditetapkan pada tahun tersebut.
Dengan contoh yang sama, pada bulan pertama bank yang dipilih Andi memberikan bunga fixed sebesar 10 persen. Maka cicilan tahun pertama yang harus dibayar Andi adalah Rp4.444.443.
Kemudian pada tahun kedua, terjadi fluktuasi bunga sehingga Pak Ahmad harus membayar bunga sebesar 11 persen. Maka perhitungannya adalah:
Cicilan bunga per bulan = Rp320 Juta x 11 persen x 15 /180
= Rp2.933.333
Dengan cicilan pokok sebesar Rp1.777.777 dan ditambah cicilan bunga sebesar Rp2.933.333 Juta, maka cicilan per bulan di tahun kedua Pak Ari adalah sebesar Rp4.711.110.
Berapa gaji yang pas beli rumah Rp400 juta
Berapa gaji yang tepat agar Andi bisa membeli rumah KPR seharga Rp400 juta dengan estimasi cicilan per bulan sebagaimana simulasi di atas? Dalam hal ini, Andi perlu menghitung Debt Burden Ratio (DBR), yaitu perbandingan antara pendapatan bersih dengan cicilan utang per bulan.DBR menjadi salah satu tolok ukur yang digunakan bank untuk melihat kemampuan calon debitur dalam membayar cicilan bulanan. Besaran DBR umumnya berkisar antara 30-40% dari gaji take home pay (THP).
Dalam kasus Andi, ternyata bank yang dipilih menetapkan DBR sebesar 30 persen dari penghasilan THP. Dengan asumsi Andi tidak punya cicilan atau pinjaman lain, maka gaji THP minimal yang harus dimiliki Andi adalah Rp15 Juta.
Jumlah penghasilan minimal ini akan berbeda ketika Pak Ahmad juga memiliki pinjaman atau cicilan lain.
Sebagai contoh, Andi memiliki cicilan mobil sebesar Rp2 juta per bulan. Sehingga, setelah mengambil KPR dengan angsuran Rp4.711.110 per bulan, total tanggungan Andi dalam satu bulan menjadi Rp6.711.110.
Dengan jumlah cicilan tersebut, berdasarkan ketentuan DBR 30 persen, maka gaji minimal yang harus dimiliki Pak Ahmad adalah Rp21,5 Juta per bulan. Itulah ulasan mengenai estimasi gaji yang pas untuk mengajukan KPR dengan harga Rp400 Juta dan tenor 15 tahun.
(KIE)
Tips Wawancara KPR Bank agar Diterima dan Contoh Pertanyaannya
Di bawah ini beberapa pertanyaan yang biasanya diberikan bank saat mengajukan KPR serta tips menjawabnya. [595] url asal
#tips-mengajukan-kpr #kpr #wawancara-kpr #ajukan-kpr #mengajukan-kpr
(MedCom - Properti) 08/07/24 12:11
v/10070755/
Jakarta: Membeli rumah dengan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan solusi bagi sebagian orang untuk memiliki hunian idaman. Namun, proses pengajuan KPR tidaklah mudah.KPR merupakan pembiayaan dengan jumlah yang besar, sehingga bank perlu memastikan calon debiturnya memiliki stabilitas finansial dan mampu menyelesaikan tanggung jawabnya.
Untuk itu, Bank akan melakukan wawancara untuk menilai stabilitas finansial dan kemampuan calon debitur memenuhi kewajibannya. Di bawah ini beberapa pertanyaan yang biasanya diberikan bank serta tips menjawabnya.
Sebelum wawancara

Tips wawancara KPR serta jawabannya. Ilustrasi: Shutterstock
1. Pahami kondisi keuangan
Buat rincian pendapatan bulanan, pengeluaran, dan tabungan. Ini akan membantu kamu menjawab pertanyaan tentang penghasilan dan kemampuan finansial kamu.| Baca juga: Penjelasan Biaya Provisi dan Cara Menghitungnya |
Siapkan dokumen pendukung. Kumpukan dokumen, seperti slip gaji, laporan keuangan, dan bukti kepemilikan aset. Ini akan mendukung informasi yang kamu berikan dalam wawancara.
2. Pelajari tentang KPR
Ketahui jenis-jenis KPR, suku bunga, dan persyaratan umumnya. Ini akan menunjukkan keseriusan kamu dan pemahaman kamu tentang proses KPR.Saat wawancara

Tips wawancara KPR serta jawabannya. Ilustrasi: Freepik
1. Berpenampilan rapi dan profesional
Kesan pertama sangat penting. Berpakaianlah dengan sopan dan datang tepat waktu.2. Jujur dan terbuka
Berikan informasi yang akurat dan transparan tentang kondisi keuangan kamu. Hindari menyembunyikan atau melebih-lebihkan informasi.3. Menjawab pertanyaan dengan jelas dan ringkas
Dengarkan pertanyaan dengan seksama dan jawablah dengan jelas dan ringkas. Hindari bertele-tele atau memberikan jawaban yang berbelit-belit.4. Tunjukkan antusiasme dan keseriusan
Ekspresikan antusiasme kamu untuk membeli rumah dan komitmen kamu untuk memenuhi kewajiban KPR.5. Bertanya
Jangan ragu untuk bertanya jika kamu tidak memahami sesuatu atau memiliki pertanyaan. Ini menunjukkan keterlibatan kamu dan keinginan untuk mendapatkan informasi yang lengkap.Pertanyaan umum KPR

Tips wawancara KPR serta jawabannya. Ilustrasi: Freepik
Wawancara KPR bisa dilakukan secara langsung dengan datang ke kantor cabang bank atau secara online melalui saluran telepon. Keduanya mungkin mempunyai tantangan tersendiri bagi calon debitur.
Namun demikian, pertanyaan yang diajukan bank pada dasarnya sama, yaitu bertujuan untuk mengetahui stabilitas finansial calon debitur. Berikut beberapa pertanyaan umum saat wawancara KPR dikutip dari laman resmi OCBC.
1. Alasan membeli properti
Biasanya, bank akan menanyakan alasan mengapa kamu ingin membeli properti tersebut. Dengan pertanyaan ini, bank ingin memahami motivasi kamu dalam membeli rumah. Apakah ini rumah pertama, investasi, atau pindah dari rumah yang lama.| Baca juga: Mau Ajukan KPR Rp200 Juta? Segini Minimal Gajinya |
Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini tentu dengan menyampaikan alasan secara jelas. Misalnya, "Ini adalah rumah pertama saya dan keluarga. Kami mencari lingkungan yang lebih baik untuk anak-anak kami dan rumah ini menawarkan fasilitas yang kami butuhkan."
2. Kondisi keuangan
Berikutnya, bank akan mencari tahu bagaimana kondisi keuanganmu saat ini. Dengan pertanyaan ini, bank ingin menilai kemampuanmu dalam membayar cicilan hingga selesai.Untuk menjawabnya, berikan gambaran jelas tentang pendapatan bulanan, pengeluaran, dan tabungan. Contoh, "Saya memiliki penghasilan bulanan sebesar Rp10 Juta, dengan pengeluaran sekitar Rp5 Juta. Saya juga memiliki tabungan darurat sebesar Rp30 Juta."
3. Kepemilikan hutang
Bank akan mengevaluasi beban utangmu untuk memastikan kamu tidak memiliki beban keuangan yang terlalu berat.Dalam menjawab pertanyaan ini, kamu perlu menyebutkan semua hutang atau pinjaman yang sedang kamu miliki. Contoh, "Saya memiliki cicilan mobil sebesar Rp1 Juta per bulan dan kartu kredit dengan saldo sekitar Rp2 Juta."
4. Rencana pembayaran bicilan
Dengan pertanyaan ini, bank ingin tahu strategi dan kesiapan dalam membayar cicilan KPR secara rutin.Jelaskan sumber pendapatan utama dan cadangan jika ada. Misalnya, "Saya berencana membayar cicilan KPR dari gaji bulanan saya. Selain itu, saya memiliki penghasilan tambahan dari bisnis sampingan yang bisa digunakan sebagai cadangan."
Itulah ulasan mengenai tips wawancara, dan pertanyaan umum saat wawancara KPR yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat.
(KIE)