Mobil Xiaomi SU7 laris manis, buntutnya muncul desain sangat mirip dengan Xiaomi SU7. Namanya Yunlei kendaraan listrik kecepatan rendah (LSEV). [167] url asal
LONDON, iNewsSerpong.id -- Mobil Xiaomi SU7 laris manis, buntutnya muncul desain sangat mirip dengan Xiaomi SU7. Namanya Yunlei kendaraan listrik kecepatan rendah (LSEV), produksi perusahaan teknik Shandong Yanlu New Energy.
Kendaraan ini dirancang untuk penggunaan perkotaan dengan jarak tempuh terbatas dan kecepatan maksimum yang dibatasi, menjadikannya populer karena harga yang sangat terjangkau (di bawah 4.200 USD) serta perawatan yang mudah.
Namun, yang menarik perhatian adalah bahwa bagian depan Yunlei, termasuk lampu depan, desain kap, dan bumper, hampir 100% identik dengan Xiaomi SU7.
Seperti dilansir dari Autopro, warna yang digunakan juga sangat mirip, yaitu Blue Bay. Perbedaan utama antara Yunlei dan Xiaomi SU7 terletak pada desain; Yunlei menggunakan desain SUV kompak, sedangkan SU7 mengusung desain supercar.
Seorang pengguna media sosial asal China bahkan menyebut bahwa Yunlei seharusnya diberi nama "Redmi SU7," yang merujuk pada merek smartphone terjangkau produksi Xiaomi.
Selain meniru desain Xiaomi SU7, LSEV di China juga sering meniru desain dari merek-merek populer lainnya, termasuk Hummer H2, Bugatti Chiron, dan Volkswagen UP! (*)
Satu per satu merek mobil listrik asal China masuk Indonesia. Wuling sebagai merek mobil China yang sudah mendirikan pabrik di Indonesia tetap optimistis menjadi market leader di segmen mobil listrik.
Menurut Public Relations Manager Wuling Motors Brian Gomgom, Wuling saat ini telah menjadi pemimpin pasar di segmen mobil listrik. Itu berkat trio mobil listrik andalannya yaitu Wuling Air EV, BinguoEV dan Cloud EV.
"Wuling ini kan brand EV nomor satu di Indonesia, kalau lihat pasarnya sih masih belum ada ya (pesaing terbesar). Karena market share untuk Wuling di EV di angka 52 persen. Artinya kita masih dominan di segmen EV," kata Gomgom saat ditemui dalam acara media test drive Wuling Cloud EV di Bogor, Selasa (13/8/2024).
Gomgom menegaskan, meski banyak merek China masuk Indonesia baru-baru ini, Wuling tetap percaya diri masih menjadi pemimpin pasar mobil listrik. Salah satu modalnya adalah karena Wuling sudah mendirikan pabrik di Indonesia sejak 2017.
"Kalau untuk yg ini untuk kompetisi di EV kami dari Wuling masih percaya diri sama produk-produk kami. Lalu berikutnya kami punya pabrik di Indonesia udah dari 7 tahun lalu dan kami udah punya lebih dari 20 ribu customer EV. Yang artinya bahwa untuk kompetitif kami di segmen EV itu bekalnya sudah panjang. Udah ada lebih dulu dan udah matang. Dan pasar sendiri itu terlihat dari beberapa event ke belakang, bahwa pertumbuhan penjualan Wuling EV secara bulannya itu terus naik. Meskipun di saat yang sama banyak pemain-pemain yang masuk ke Indonesia dan menjajakan EV-nya," beber Gomgom.
Lanjut Gomgom, pihaknya masih yakin merek Wuling masih menjadi brand yang pertama kali muncul di pikiran konsumen di segmen kendaraan listrik. Meski begitu, Wuling tetap mempelajari perkembangan tren mobil listrik ke depannya.
"Dalam waktu dekat seperti ini kami lihat Wuling masih top of mind untuk segmen EV dari sisi masyarakat. Untuk ke depannya seperti apa, kita akan melihat, karena apa yang menjadi motif orang membeli EV itu berbeda dengan ketika dia membeli mobil ICE (mobil bermesin konvensional). Dan ini trennya pun beda. Ini kita lihat trennya ke mana. Apakah lari ke EV yang modelnya seperti apa, atau range harga berapa itu kita lihat. Karena pasarnya pun baru terbentuk sekarang segmen EV-nya," katanya.
Mobil listrik terlaris di Indonesia masih didominasi oleh merek-merek China. Berikut ini daftar lengkapnya.
Merek mobil China makin banyak berdatangan ke Indonesia. Kebanyakan mereka menjajakan mobil listrik sebagai pilihan baru bagi masyarakat dalam negeri. Usaha para produsen China untuk menjual mobil listrik di Indonesia itu tampaknya berbuah manis. Terlihat mobil tanpa asap buatan China itu mendominasi daftar penjualan mobil listrik terlaris di Tanah Air.
Dihimpun detikOto dari data distribusi wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), bila dirunut 10 model mobil listrik terlaris, delapan di antaranya merupakan merek China. Sedangkan dua sisanya adalah merek Korea Selatan yang diwakili oleh Hyundai.
Daftar Mobil Listrik Terlaris di Indonesia
BYD Seal: 1.290 unit
Wuling Cloud EV: 550 unit
Chery Omoda E5: 394 unit
BYD Atto 3: 388 unit
MG 4 EV: 332 unit
Hyundai Kona Electric: 248 unit
BYD Dolphin: 207 unit
Wuling Air ev: 205 unit
Wuling BinguoEV: 128 unit
Hyundai Ioniq 5: 123 unit
Neta V-II: 111 unit
MG ZS EV: 101 unit
BYD M6: 40 unit
Citroen E-C3: 35 unit
BMW iX1 eDrive20: 31 unit
MINI Cooper SE: 25 unit
BMW iX xDrive40: 8 unit
BMW i7 xDrive60: 7 unit
Kia EV 9: 7 unit
DFSK Gelora: 7 unit
MINI Countryman SE: 7 unit
Hyundai Ioniq 6: 6 unit
BMW i5: 5 unit
BMW iX xDrive50: 4 unit
MINI Cooper SE Hatch: 4 unit
Volvo C40: 3 unit
Volvo XC40: 3 unit
Toyota BZ4X: 2 unit
BMW i4 CBU: 1 unit
Mercedes-Benz EQE 350: 1 unit
Mercedes-Benz EQS SUV 450: 1 unit
Kalau diperhatikan merek Jepang memang belum banyak menawarkan mobil listrik. Saat ini merek Jepang yang menawarkan mobil listrik di Indonesia baru ada tiga merek yaitu Toyota, Nissan, dan Mitsubishi. Pun produk yang dihadirkan juga baru ada satu model dari masing-masing merek Jepang. Secara penjualan juga masih kalah dengan merek-merek China. Tapi kalau bicara mobil konvensional lain ceritanya. Dominasi merek Jepang di pasar mobil konvensional belum terkalahkan.