REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Abu Hamza, juru bicara militer Brigade al-Quds, sayap bersenjata gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), mengumumkan pasukan perlawanan berhasil menetralisir pasukan penjajah Israel dari jarak dekat di lingkungan al-Shujaiya, Gaza utara.
Dalam sebuah pernyataan, Abu Hamza menekankan ketidakefektifan strategi penjajah Israel di Rafah, lingkungan Shabora, Yibna, dan Tell al-Sultan. Abu Hamza mengonfirmasi alat peledak menargetkan dan merusak tank-tank penjajah. Dia menegaskan, para pejuang masih mampu mempertahankan berbagai wilayah.
Abu Hamza juga mengutuk penganiayaan terhadap para tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, dan menggambarkannya sebagai cerminan dari kebrutalan dan ketidakadilan Zionis yang sistematis. Dia menegaskan bahwa hak-hak tahanan dilanggar pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh pasukan pendudukan.
Dia menegaskan bahwa perlawanan Palestina memprioritaskan nasib para tawanan, dengan menyatakan, “Pembebasan mereka tidak bisa dihindari meskipun ada arogansi dan penindasan dari musuh.”
Selain itu, Abu Hamza menuduh penjajah Israel menggunakan taktik “tercela” dengan menargetkan warga sipil dan melakukan pembantaian untuk menutupi kegagalan operasional mereka.
Dia menegaskan kembali bahwa pihak perlawanan bertekad untuk melanjutkan perjuangan dengan segala cara dan metode yang tersedia sampai penjajah diusir. Para pejuang pun menyerukan mobilisasi dan upaya tempur yang berkelanjutan.
Pasukan pendudukan Israel mengumumkan pada Kamis bahwa mereka akan menghentikan serangan mereka terhadap al-Shujaiya. Pengumuman ini bertepatan dengan serangan lanjutan yang dilakukan oleh Perlawanan, yang menggarisbawahi kehadiran Perlawanan yang gigih di daerah tersebut, serta kemampuan operasionalnya yang kuat.
Brigade al-Quds mengatakan, para pejuang mereka menembakkan rentetan peluru mortir ke arah pasukan pendudukan Israel yang diposisikan di puncak bukit di tenggara al-Shujaiya.
Para pejuang Brigade Al-Quds yang kembali dari garis depan pada Rabu juga melaporkan telah melakukan beberapa serangan yang mencakup konfrontasi langsung dengan pasukan penjajah dan operasi penembakan.
Faksi Perlawanan mengungkapkan, para pejuangnya menyerang pasukan khusus Israel yang diposisikan di sebuah bangunan di lingkungan itu. Mereka mengonfirmasi adanya korban di antara pasukan pendudukan.
Pejuang Brigade Al-Quds juga meledakkan beberapa alat peledak IED, menargetkan kendaraan Israel, dan terlibat dalam pertempuran jarak dekat dengan pasukan Israel di lingkungan tersebut. Sebuah unit penembak jitu juga menembak seorang tentara Israel di dekat puncak bukit yang disebutkan sebelumnya.
Pasukan penjajah Israel (IDF) akhirnya mengakui bahwa mereka menderita kerugian besar di Gaza ketika mereka menjelaskan mengapa perempuan tidak dapat dimasukkan dalam beberapa brigade. Seberapa banyak kerugian kendaraan tempur tersebut?
IDF pada Senin mengumumkan bahwa mereka akan menunda integrasi awak tank perempuan ke dalam korps lapis baja di Gaza karena kekurangan tank dan amunisi yang signifikan. Banyak di antaranya rusak dalam konfrontasi baru-baru ini, demikian dilaporkan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth.
Keputusan ini muncul setelah adanya petisi yang menuntut agar instruktur tank perempuan diizinkan bergabung dengan pasukan tempur di Gaza setelah mereka berpartisipasi dalam konfrontasi yang terjadi setelah Operasi Topan al-Aqsa pada 7 Oktober.
Kepala Staf Israel memutuskan untuk menunda integrasi tentara wanita ke dalam korps lapis baja yang bermanuver hingga November 2025 karena kekurangan tank dan amunisi akibat perang yang berkepanjangan.
Menurut petisi tersebut, pasukan pendudukan Israel telah merencanakan program percontohan untuk awak tank wanita mulai bulan Oktober, namun karena kendala perang, program tersebut ditunda hingga November 2025.
Ini menandai pertama kalinya IDF mengakui kehilangan sejumlah besar tank dalam perang di Gaza dan menderita kekurangan peluru serta banyak tentara dan komandan yang terluka atau tewas dalam pertempuran.
“Ada banyak kendala yang menghalangi diresmikannya program integrasi tahun depan, termasuk tidak dapat dioperasikannya banyak tank, kekurangan amunisi, dan sejumlah besar rekrutan yang diperlukan untuk mengisi posisi di korps lapis baja di selatan dan utara. sebagai bagian dari program, dan kurangnya personel pelatihan,” pendudukan Israel menanggapi petisi Mahkamah Agung.
“Kesulitan obyektif telah muncul akibat pertempuran di Jalur Gaza dan front lainnya, terutama di unit tempur IDF, di mana komando dan perhatian sistemik terfokus pada perang tersebut,” tambah tanggapan tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Kelompok-kelompok perlawanan Palestina di Gaza melancarkan operasi militer berupa serangan langsung yang menargetkan tentara-tentara Israel. Para pejuang mulai beralih dari mode bertahan ke mo
de menyerang pada hari ke-273 perang.
Menurut rilis dari kelompok perlawanan yang didapatkan Palestine Chronicle, dalam satu operasi tunggal, Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, telah berhasil membunuh sepuluh tentara Israel dari jarak dekat, dalam sebuah operasi kompleks di lingkungan Shujaiya, sebelah timur Kota Gaza.
Video yang paling dramatis, bagaimanapun, dirilis oleh Brigade Al-Quds, yang mendokumentasikan serangan diam-diam di sebuah rumah di Shujaiya, yang sebelumnya diduduki oleh tentara Israel.
Adegan dramatis tersebut menunjukkan para pejuang Palestina melepaskan tembakan ke arah tentara penjajah, diikuti dengan akibat dari pertempuran tersebut.
Berikut ini adalah pernyataan terbaru dari dua pasukan perlawanan Brigade Al-Qassam dan Brigade Al-Quds usai melakukan serangan kepada pasukan Israel yang dirilis Palestine Chronicle pada Sabtu (6/7/2024). Pernyataan-pernyataan tersebut disampaikan melalui saluran Telegram.
Brigade Al-Qassam (Hamas)
-Pejuang Al-Qassam berhasil menembak mati seorang serdadu Zionis di sekitar Tal Zorob, sebelah barat Kota Rafah, Jalur Gaza selatan.
-Brigade Al-Qassam menargetkan sebuah tank Merkava 4 Zionis dengan peluru Al-Yassin 105 di sebelah timur Jalan Al-Nazaz di lingkungan Al-Syuja'iyya, sebelah timur Kota Gaza.
-Setelah kembali dari garis tempur, para pejuang kami melaporkan bahwa kemarin mereka berhasil menewaskan 10 serdadu Zionis dalam sebuah operasi kompleks di sebelah timur Jalan Al-Nazaz di lingkungan Shuja'iyya, Kota Gaza.
Mereka menargetkan sebuah bangunan di mana pasukan Zionis dibentengi dengan peluru TBG, kemudian maju ke arah bangunan yang ditargetkan dan menghabisi anggota pasukan yang tersisa dari jarak dekat.
Selama penarikan mundur, mereka meledakkan sebuah alat peledak di dalam gedung. Selanjutnya, penerbangan helikopter turun tangan untuk mengevakuasi tentara yang tewas dan terluka.
-Brigade Al-Qassam menargetkan sebuah tank Merkava 4 Zionis dengan peluru Al-Yassin 105 di tengah Jalan Baghdad di lingkungan Al-Shujaiya, sebelah timur Kota Gaza.
-Brigade Al-Qassam, bekerja sama dengan Brigade Nasser Salah al-Din, menargetkan tempat komando dan kontrol musuh di poros Netzarim, selatan Kota Gaza, dengan beberapa roket jarak pendek.
-Sejumlah besar pejuang Al-Qassam menyerbu markas operasi musuh yang dibentengi di sebelah tenggara lingkungan Tal Al-Sultan di Rafah dengan peluru anti-benteng, peluru anti-personil, operasi penembakan jitu, dan senapan mesin menengah. Operasi tersebut mengakibatkan beberapa tentara musuh terbunuh dan terluka.
Operasi Brigade Al-Quds...
Brigade Al-Quds (Jihad Islam)
-Kami membombardir posisi serdadu Zionis dan kendaraan-kendaraan mereka dengan peluru mortir di poros Netzarim di selatan Kota Gaza.
-Kami menargetkan serdadu Zionis yang ditempatkan di gerbang perlintasan Rafah dengan rentetan peluru mortir.
-Kami membombardir dengan rentetan peluru mortir biasa dan berat serdadu dan kendaraan Zionis yang bergerak maju di lingkungan Shuja'iyya di timur Kota Gaza.
-Kami, bekerja sama dengan Brigade Ansar, membom tentara dan kendaraan musuh yang menembus lingkungan Syuja'iyya dengan rentetan peluru mortir.
-Dalam operasi bersama dengan Brigade Syuhada Al-Aqsha, kami mengebom kibbutz dan markas komando operasi musuh di Nahal Oz dengan rentetan roket.