Sebanyak 250 crosser siap beradu nyali di Sirkuit GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan pada 26-27 Oktober 2024. Ini adalah kesempatan terakhir atau seri pamungkas untuk merebut Wild Card Road To MX [373] url asal
JAKARTA, investor.id – Sebanyak 250 crosser siap beradu nyali di Sirkuit GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan pada 26-27 Oktober 2024. Ini adalah kesempatan terakhir atau seri pamungkas untuk merebut Wild Card Road To MXGP 2025.
Marketing Manager Kratingdaeng, David Dwi Santoso, mengatakan, seri terakhir Kratingdaeng Supercrosser 2024 Dirtwar Energy ini menjadi ajang pembuktian siapa crosser tertangguh dari masing-masing seri khususnya pulau Sulawesi. Dua seri sebelumnya digelar di Banjar dan Tulungagung.
“Persaingan di seri penutup di Makassar dipastikan lebih seru dan sengit. Sirkuit GOR Sudiang yang di desain sedemikian rupa pastinya akan memberikan tontonan yang seru dan mendebarkan. Kratingdaeng Supercrosser 2024 Dirtwar Energy seri ketiga di Makassar ini akan menjadi puncak keseruan kejuaraan tahun ini,” ungkap David.
David juga meyakini, seri di Makassar akan menyajikan kejutan di semua kelas yang diperlombakan terutama dari crosser-crosser muda berbakat. Sama seperti dua seri sebelumnya, di seri ke 3 ini juga akan digelar beberapa kategori lomba di tiap kelasnya. Diperkirakan akan ada 250 lebih crosser yang ikut ambil bagian, mulai pembalap pemula hingga crosser yang sudah malang melintang di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.
Para pembalap akan memperebutkan total hadiah ratusan juta rupiah serta wild card untuk dapat mengikuti kejuaraan MXGP tahun depan (2025) yang merupakan kejuaraan level tertinggi dari balap Motocross. Pastinya juga ada Grand Prize 1 buah unit motor bagi para penonton yang datang langsung ke acara ini di GOR Sudiang.
Dari ajang Kratingdaeng Supercrosser 2024 Dirtwar Energy seri pertama di Banjar Patroman, Rizky HK keluar sebagai Juara Umum kategori Pro untuk kelas Grasstarck dan Aldo Bilkis sebagai Juara Umum kategori Pemula. Di seri kedua yang diadakan di Tulungagung, Jawa Timur, M. Zidane Alnesa Pratama dan Bayu Seto Aji berhasil mengukuhkan dominasinya dengan keluar sebagai juara umum, setelah melewati pertarungan sengit dengan para pesaingnya.
Selanjutnya, kita tunggu siapakah yang akan menjadi juara umum di Makassar? Selain keseruan di lintasan sirkuit, Kratingdaeng juga sudah menyiapkan keseruan lain di seputar arena balap. Event ini akan dimeriahkan dengan pameran UMKM, freestyle motorcross dari rider international, pameran modifikasi motor, dan penampilan dari penyanyi Makassar lintas generasi Ridwan Sau dan grup music kenamaan Tipe-X.
Pencapaian ini kian menambah mentereng prestasi sang pembalap yang juga baru meraih medali emas PON XXI Aceh-Sumut 2024 dari cabor grasstrack. [511] url asal
Malang: Pembalap tim Rizqy Motorsport, Lantian Juan, sukses merengkuh gelar juara umum Trial Game Dirt 2024 di kelas utama FFA dan Campuran Open. Prestasi ini ia pastikan setelah bertanding di seri pamungkas yang berlangsung di Sirkuit Lapangan Rampal, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu 12 Oktober 2024.
Pada sesi Heat 3 dan Heat 4 yang berlangsung pada sore hingga malam, Lantian Juan bermain cerdik dan mampu mengamankan posisinya di klasemen. Di kelas Campuran Open, Lantian memastikan diri menjadi juara umum setelah mengantongi total 120 poin.
Sementara di kelas FFA, Lantian Juan juga berjaya sebagai juara umum dengan raihan total 119 poin. Perlawanan sengit Ivan Harry Nugroho pun kandas dan harus puas di peringkat dua dengan 92 poin. Untuk posisi ketiga diisi oleh M. Excel yang mengumpulkan 86 poin.
Pencapaian ini kian menambah mentereng prestasi sang pembalap yang juga baru meraih medali emas PON XXI Aceh-Sumut 2024 dari cabor grasstrack. Kemudian, Juan jadi mencetak rekor sebagai juara umum Trial Game Dirt selama dua tahun berturut-turut.
Kepada awak media, Juan mengaku bahwa kemenangan ini sangat luar biasa baginya karena persaingan race tahun ini lebih ketat dibanding saat juara umum tahun lalu. Menurutnya, seri terakhir di Malang ini merupakan yang terberat.
"Rider-rider yang lebih junior sudah banyak yang mampu unjuk kemampuan. Jadi, walaupun di seri Malang ini belum bisa juara dan belum maksimal, tapi karena sudah mengumpulkan poin dari seri-seri sebelumnya, Alhamdulillah akhirnya bisa menjadi juara umum," kata Juan.
Sementara itu pada kelas Campuran Non Seeded, rider Reyno Aprilian berhasil menjadi juara dengan total 50 poin. Menyusul sebagai juara dua Findo Mumun dengan koleksi 42 poin, diikuti Athaya Sen di posisi ketiga dengan 40 poin.
Terakhir di kelas tambahan FFA Master, Djohan Irawan unggul atas lawan-lawannya berkat koleksi 50 poin. Membuntuti di posisi kedua ada Wahyu Gareng dengan total 44 poin, dan juara ketiga diraih Endy Endot dengan 36 poin.
Agnes Wuisan selaku perwakilan pihak penyelenggara 76Rider mengaku bangga dengan performa maksimal yang ditunjukkan seluruh rider di Trial Game Dirt 2024. Ia meyakini gelaran sepanjang tahun ini memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ekosistem olahraga motocross dan grasstrack di Indonesia.
"Top performance ditunjukkan oleh semua rider yang berlaga di Trial Game Dirt. Mereka menunjukkan bahwa nyali saja enggak cukup. Dibutuhkan konsistensi dan effort maksimal untuk bisa jadi juara di sini. Ke depan, kita berharap ekosistem balap motor trail semakin berkembang dan semakin banyak calon juara-juara baru," ujar Agnes Wuisan.
Selain seru di lintasan, Trial Game Dirt 2024 Malang juga sukses menghibur ratusan penonton yang hadir dengan konsep sportainment. Selain permainan kembang api di penutupan, penonton juga disuguhi live performance dari Matheo In Rio serta NASA Band.
Tak ketinggalan, aksi BMX dan MTB Freestyle dari Wendy and Friends yang menampilkan berbagai trik seru dan menantang seperti 360, superman, pendulum, backflip, tailwhip, frontflip, dan beragam aksi lainnya.
Malang: Puluhan crosser siap bertanding pada kejuaraan Trial Game Dirt 2024 seri 5 yang terselanggara selama dua hari (11-12 Oktober) di Sirkuit Lapangan Rampal, Kota Malang, Jawa Timur. Terhitung, ada empat kelas yang dilombakan dalam kejuaraan motocross bergengsi ini.
Empat kelas itu terdiri dari FFA (Free For All) Open, Campuran Open, Campuran Non Seeded dan FFA Master. Para rider yang menjadi peserta di empat kelas itu bakal gaspol demi titel juara dalam ajang yang diinisiasi 76Rider.
"Peserta di kelas FFA ada 22 crosser, Campuran Open ada 15 crosser, Non Seeded ada 9 crosser. Untuk kelas Master karena lombanya besok, kita masih buka pendaftaran sampai besok pagi, maka jumlah belum bisa diketahui," kata Race Director Trial Game Dirt 2024, Jim Sudaryanto, Jumat (11/10/2024). Baca juga: Bigfoot Jump Mobil VW jadi Tantangan Baru di Putaran Final Trial Game Dirt 2024
Jim menerangkan, jumlah peserta kelas FFA Open dan Campuran Open pada tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Namun untuk peserta kelas Campuran Non Seeded mengalami penurunan.
"Kalau untuk peserta FFA dan Campuran Open stabil karena pembalap sudah terbiasa. Kalau untuk Non Seeded memang sangat menurun karena pesertanya kita harapkan dari lokasi tetapi beberapa waktu terakhir pebalap lokalnya tidak muncul. Jadi itu PR buat kita untuk peserta Non Seeded," jelasnya.
Untuk kelas FFA Master, Jim menargetkan dapat diikuti oleh sekitar 10 crosser. Sebab, syarat peserta di kelas FFA Master harus berusia di atas 40 tahun dan sudah tidak aktif di kelas utama Trial Game Dirt.
"Jadi memang istilahnya pembalap-pembalap yang sudah berumur itu boleh ikut kelas Master. Itu pun juga peminatnya tidak terlalu banyak, sekitar 10 peserta besok," bebernya.
Sebagai informasi, belasan crosser elite nasional juga bakal bertarung habis-habisan demi merebut gelar juara umum pada putaran final kali ini. Beberapa di antaranya Lantian Juan, M. Excel, Savona Okky, Ivan Harry Nugroho, Ananda Rigi dan Marcellino Rigi.
Pada kelas utama FFA Open, Lantian Juan menjadi sang pemuncak klasemen dengan 97 poin dan disusul oleh M. Excel yang memiliki 82 poin. Di bawah Excel, terdapat Ivan Harry Nugroho (72 poin), serta duo bersaudara Ananda Rigi (68 poin) dan Marcellino Rigi (62 poin).
Sementara di kelas Campuran Open, peta persaingan juga masih didominasi Lantian Juan dengan 95 poin. M. Excel lagi-lagi membuntuti di posisi kedua dengan 77 poin, diikuti secara berurutan oleh Ivan Harry Nugroho (71 poin), Ananda Rigi (70 poin) dan Savona Okky (59 poin).
Keseruan Trial Game Dirt 2024 bukan hanya tersaji di lintasan balap saja. Mengusung konsep sportainment, putaran final di Malang ini juga akan menggelar berbagai aktivitas hiburan yang seru di luar arena.
Mulai dari atraksi BMX freestyle, wheelie simulator, live band performance, shopping booth & official merchandise, hingga beragam kuliner dari food truck yang dihadirkan di venue. Konsep ini bakal ditutup dengan pesta kembang api yang memukau.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Usai empat seri di Yogyakarta, Tasikmalaya, Surabaya, dan Subang, ajang balap supermoto bergengsi Superchallenge Supermoto Race 2024 Seri Kejurnas bakal segera memasuki putaran terakhir di Boyolali, Jawa Tengah. Deretan rider elite supermoto siap bertarung habis-habisan memperebutkan gelar juara umum di Sirkuit Boyolali, pada Jumat hingga Sabtu, 30-31 Agustus 2024 mendatang.
Sebagai seri pamungkas, event ini juga bakal makin seru dengan konsep sportainment yang secara khusus menghadirkan lady stuntrider asal Thailand Rattana Pangpond Fhaisiri. Rattana bakal berduet dengan jagoan stuntrider Indonesia Wawan Tembong untuk menghibur para pegila supermoto yang hadir dengan aksi-aksi ekstrem mereka.
Di lintasan, putaran terakhir ini dipastikan bakal panas dengan persaingan dari para rider kenamaan seperti Tommy Salim, Yaasin Somma, Gerry Salim, Doni Tata, hingga Farudila Adam. Hingga putaran terakhir di Boyolali, nama-nama tersebut masih berpeluang merebut gelar juara umum, khususnya di kelas utama FFA 250 dan FFA 180 Open.
Perwakilan Superchallenge, Mario Putra mengatakan, peruntungan para pebalap bakal ditentukan oleh konsistensi, strategi, hingga kerja keras mereka di seri terakhir nanti. Terlebih posisi klasemen sementara di masing-masing kelas masih cukup terbuka dan memungkinkan tiap pebalap untuk menyodok posisi teratas.
“Empat seri yang sudah berlangsung sebelumnya sangat kompetitif dan setiap rider berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya demi meraih poin maksimal. Nah, di seri terakhir ini peta persaingan terutama di kelas FFA 250 dan FFA 180 Open akan sangat ketat demi memperebutkan gelar juara umum pada masing-masing kelas. Hal ini tentu menjadi menarik untuk disaksikan siapa yang terbaik dari yang terbaik,” ujar Mario Putra.
Rivalitas memang sudah meruncing, khususnya di kelas utama FFA 250. Tommy Salim, yang tampil moncer di empat seri sebelumnya masih memuncaki klasemen dengan 173 poin. Namun pebalap dari “Tim Super Rider” ini wajib waspada, mengingat Yaasin Somma menempel cukup ketat di belakangnya dengan 162 poin. Peluang serupa masih dipunyai Maliki Somma di posisi ketiga dengan 153 poin.
Persaingan yang menarik juga terjadi di kelas utama lainnya, FFA 180 Open. “The Salim Brothers” yakni Tommy Salim dan Gerry Salim menguasai dua posisi teratas standing point. Tommy yang perkasa di puncak dengan 173 poin, harus bisa mengatasi perlawanan sang adik, Gerry Salim, yang membuntuti dengan 150 poin. Sedangkan di posisi ketiga ada Farudila Adam yang siap merangsek dengan modal 142 poin.
“Kans masih sangat terbuka lebar. Kita harapkan semua rider bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka di lintasan demi menjadi Juara Umum Superchallenge Supermoto Race 2024. Dengan persaingan yang kompetitif seperti ini, tentu juga akan jadi tontonan yang menarik buat semua penggemar supermoto, khususnya di Boyolali dan sekitarnya,” ungkap Mario.
Sedangkan di kelas 180 Junior, tiga teratas standing point diisi oleh rider Benaya Farel harus mempertahankan torehan 176 poin dari ancaman Davin CP (156 poin) dan Maliki Somma (146 poin). Selain kelas FFA 250, FFA 180 Open, dan 180 Junior, ajang Superchallenge Supermoto Race 2024 juga memperlombakan kelas FFA 450, FFA 450 Master, Trail 180 Rookie, dan Trail 180 Master.
Abed Nego Antoro dari Genta Auto & Sport selaku promotor, mengatakan, Sirkuit Boyolali telah dipersiapkan maksimal demi memastikan mulusnya persaingan dari para rider yang bakal berlaga. Dengan panjang lintasan sekitar 1.150 meter dan lebar 10 meter, Sirkuit Boyolali punya 10 tikungan dengan layout yang sangat menantang.
Abet menyebut kemampuan dan kecekatan para pebalap dalam menentukan breaking point bakal sangat menentukan hasil akhir race. “Sirkuit Boyolali ini adalah sirkuit permanen dan aspalnya sangat cocok untuk pebalap gaspol penuh. Namun tentu mereka juga wajib waspada dengan tikungan-tikungan yang challenging dan tidak mudah untuk ditaklukan,” imbuh Abet Nego.
Optimisme Tommy Salim
Jelang race akhir pekan nanti, rider Tommy Salim sudah melontarkan optimistisme mempertahankan puncak klasemen dan merebut juara umum. Rider bernomor start 75 ini melakukan berbagai latihan dan persiapan demi memaksimalkan aksinya di lintasan dan mengatasi perlawanan rival-rivalnya. Menurut Tommy, meski posisinya di atas angin, namun ia tidak boleh lengah dan menghindari blunder dalam perlombaan nanti.
“Pada Superchallenge Supermoto Race 2024 saya turun di dua kelas yaitu FFA 250 dan 180 Open. Kebetulan di dua kelas tersebut poin saya paling tinggi dari yang lain. Tapi hal ini juga menjadi tantangan tersendiri agar bisa mempertahankan poin dan menyegel gelar juara umum di dua kategori sekaligus. Sejauh ini persiapannya lebih banyak istirahat supaya lebih bugar ketika race mendatang,” jelas Tommy.
Ajang Superchallenge Supermoto Race 2024 Seri Kejurnas bukan cuma menyajikan keseruan di lintasan saja. Superchallenge selaku penyelenggara juga menghadirkan berbagai keseruan di luar lintasan, berkonsep sportainment, untuk para penggemar dan komunitas supermoto. Salah satu yang paling menarik minat komunitas adalah Kontes Modifikasi Supermoto dengan hadiah yang pastinya menggiurkan.
Para pegila supermoto juga bakal disajikan aksi ekstrem freestyle dari jagoannya stuntrider Indonesia Wawan Tembong. Namun beda dengan seri-seri sebelumnya, Juara Stuntride Asia 2019 ini bakal beraksi head to head dengan lady stuntrider asal Thailand, Rattana Pangpond Fhaisiri yang khusus didatangkan Superchallenge untuk memuaskan para penonton di Boyolali.
JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu model motor di segmen trail 250cc yang menarik adalah Honda CRF250L. Motornya terbilang lengkap, punya mesin yang andal ala Honda serta fitur yang mumpuni.
Buat banderol di laman resmi Astra Honda Motor (AHM), harganya Rp 79.925.000. Cuma harganya belum menyesuaikan dengan diler, karena berbeda-beda di berbagai daerah.
Buat spesifikasi, ukuran CRF250L punya panjang 2.229mm, lebar 903mm, dan tinggi 1.203mm. Lebih detail, CRF250L sedikit lebih pendek, lebih ramping, dan tidak setinggi versi Rally, jadi seharusnya lebih pas kalau mau dibawa trabasan ke trek yang sempit.
Bicara soal mesin, sebenarnya sama saja dengan yang Rally. CRF250L dibekali dengan mesin berkapasitas 249,67cc satu silinder yang menghasilkan tenaga 18,9 kW atau setara 25,3 TK di 8.500 RPM dan torsi 23,1 Nm di 6.500 RPM.
Kalau lihat di atas kertas, spesifikasi mesin CRF250L dan versi Rally sama persis. Tapi ada perbedaan di bobot motor, CRF250L beratnya 140 Kg, sedangkan versi Rally lebih berat 12 Kg karena memakai fairing dan tangki BBM yang lebih besar, 12,8 liter.
Pada tulisan ini, Kompas.com sudah menyiapkan skema kredit untuk CRF250L. Buat harganya, mengacu ke diler Wahana yakni Rp 80.122.000.
Tersedia beberapa pilihan skema kredit, mulai dari DP ringan atau angsuran yang rendah. Paling murah DP-nya bisa Rp 12,5 juta, paling murah angsurannya kalau pilih tenor 35 kali, cicilannya Rp 3.458.000.
Sedangkan kalau mau angsuran yang ringan, maka DP yang dipilih harus lebih tinggi. Kalau pilih tenor 35 kali, angsurannya cuma Rp 2.101.000 dengan DP Rp 41 juta.
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra Honda Motor (AHM) punya produk andalan buat segmen motocross 250cc, yakni CRF250L. Punya harga Rp 79.925.000, CRF250L tampil gagah dan punya fitur yang lengkap.
Redaksi Kompas.com dapat kesempatan buat mengetes CRF250L beberapa hari. Pada tulisan kali ini, penguji membahas secara lengkap, dari desain motornya, spesifikasi, sampai biaya kepemilikan dalam satu tahun pertama.
Desain CRF250L
Bahas pada bagian depan, CRF250L sudah dapat pembaruan di bagian lampu utama yang LED. Desainnya berbeda dengan yang terpasang ke CRF150L, lebih ramping tapi mempunyai bentuk yang tegas, tajam-tajam.
Begitu juga ada sepatbor depan yang besar berwarna merah tepat menempel ke lampu depan. Sayangnya buat dudukan pelat nomor, posisinya harus ada di atas lampu utama, jadi menutup desain cover lampu.
Kemudian di bagian tangan, terpasang hand guard yang senada warnanya, merah. Begitu pun di bagian suspensi, ada pelindung di bagian bawah dekat dengan cakram, jadi bisa menahan dari ranting atau semak-semak.
Soal bodi samping, desainnya menyatu dari bagian tangki sampai ke belakang. Dimensinya cukup besar dengan kombinasi warna merah, putih dan biru, serta ada logo CRF yang besar.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Layaknya motor trail, knalpotnya bagai ditarik ke bagian atas sisi kanan, jadi dekat dengan jok belakang. Buat tempat duduk, desainnya simpel, layaknya motor trail, jadi rata dan memudahkan pengendara maju-mundur menyesuaikan posisi.
Pada bagian belakang, cuma lampu rem saja yang masih memakai bohlam. Sedangkan lampu utama, lampu sein, sudah LED.
Beralih ke bagian kaki-kaki, suspensi depan pakai model upside down berwarna emas. Sedangkan yang belakang, modelnya monoshock dengan prolink yang dipasang ke swingarm dari aluminium.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Buat pelek, susunannya seperti motor trail, di mana yang depan lebih besar yakni 21 inci, dan belakang 18 inci. Modelnya jari-jari dibalut dengan ban tahu bawaan Honda, memang cocok buat melewati rintangan jalan yang berat.
Pada bagian klaster instrumen, sudah memakai model digital yang lengkap. Mulai dari kecepatan, putaran mesin, sisa BBM, trip A dan B, posisi gigi, dan lain-lain.
Spesifikasi CRF250L
Sebenarnya, CRF250L merupakan basis motor buat varian Rally. Jadi secara dimensi, CRF250L lebih kecil dari CRF250 Rally, tapi ada beberapa perbedaan yang besar.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Ukuran CRF250L punya panjang 2.229mm, lebar 903mm, dan tinggi 1.203mm. Lebih detail, CRF250L sedikit lebih pendek, lebih ramping, dan tidak setinggi versi Rally, jadi seharusnya lebih pas kalau mau dibawa trabasan ke trek yang sempit.
Bicara soal mesin, sebenarnya sama saja dengan yang Rally. CRF250L dibekali dengan mesin berkapasitas 249,67cc satu silinder yang menghasilkan tenaga 18,9 kW atau setara 25,3 TK di 8.500 RPM dan torsi 23,1 Nm di 6.500 RPM.
Kalau lihat di atas kertas, spesifikasi mesin CRF250L dan versi Rally sama persis. Tapi ada perbedaan di bobot motor, CRF250L beratnya 140 Kg, sedangkan versi Rally lebih berat 12 Kg karena memakai fairing dan tangki BBM yang lebih besar, 12,8 liter.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Bobot CRF250L yang lebih ringan juga karena penggunaan tangki yang lebih kecil. Selisih lima liter dari CRF250 Rally alias cuma 7,8 liter saja, terbilang kecil sebenarnya buat motor harian.
Kemudian soal kaki-kaki, CRF250L dibekali dengan suspensi depan upside down dengan merek Showa yang berukuran 43mm. Sedangkan di belakang, pakai monoshock dari Showa juga dengan Pro-Link yang terhubung ke swingarm aluminium.
Sedangkan di bagian ban dan pelek, CRF250L pakai pelek berukuran 21 inci dengan ban 80/100 dan 18 inci yang dibalut ban berukuran 120/80. Soal kaki-kaki antara CRF250L dan Rally sama persis, bedanya cuma di bagian pengereman.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Ukuran cakram rem depan di CRF250L lebih kecil, yakni 256mm dengan kaliper piston ganda. Sedangkan di CRF250 Rally, ukurannya 296mm dengan model floating. Kalau yang belakang, keduanya sama, cakram 220mm dengan kaliper satu piston.
Soal fitur, CRF250L dilengkapi dengan lampu utama dan sein yang sudah LED, tinggal lampu remnya saja yang masih pakai bohlam. Buat dasbor, sudah pakai klaster instrumen digital yang lengkap informasinya.
Rasa Berkendara CRF250L
Kompas.com langsung bawa trail Honda ini bertualang ke daerah Bogor, tepatnya di Telaga Saat, Puncak. Sebelum ke Telaga Saat, penguji mengetes CRF250L di jalan perkotaan yang cenderung rata dan macet.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Setelah itu, buat jalan ke Puncak penguji lewat jalan alternatif yang banyak tanjakan dan saat di lokasi, kondisi jalan berbatu, pas buat mengetes keandalan CRF250L.
Secara ergonomi duduk, CRF250L punya gaya motor trail. Artinya setang lebar dan pengendara cenderung tegak.
Selain itu, jok CRF250L yang panjang, membuat pengendara leluasa maju atau mundur badannya. Jadi bisa menyesuaikan dengan medan jalan yang dilewati, mau turunan atau tanjakan, bahkan loncatan.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250L
Soal rasa berkendara, CRF250L punya rasa yang tidak berbeda jauh dengan versi Rally. Cuma bobot CRF250L yang 12 kg lebih ringan, membuat bantingan suspensi terasa lebih kaku.
Efeknya, motor jadi lebih enak dibawa di jalan yang berbatu serta di aspal. Mengingat suspensinya CRF250 Rally saat dibawa di aspal lebih mengayun.
Soal performa, lagi-lagi antara CRF250L dan CRF250 Rally sama, 249cc satu silinder yang menghasilkan tenaga 25,3 TK dan torsi 23,1 Nm. Tapi karena bobot yang lebih ringan, CRF250L terasa lebih responsif.
Pada bagian pengereman, CRF250L sebenarnya punya piringan cakram depan yang lebih kecil dari versi Rally. Cuma buat dipakai harian, ukuran tadi tidak terlalu pengaruh, masih pakem saja buat di jalan aspal maupun bebatuan.
Biaya Kepemilikan CRF250L
Buat biaya servis, Honda memberikan voucher gratis jasa servis saat beli motor baru. Satu bulan atau 1.000 Km dapat gratis oli, servis kedua di 6.000 Km atau enam bulan juga cuma-cuma, sekadar bayar oli saja.
Begitu juga servis setahun atau 12.000 Km cuma bayar oli saja, gratis servis. Sedangkan buat ganti oli, disarankan setiap 2.000 Km, Kapasitas oli CRF250L adalah 1,6 liter, harga pelumas ini di diler Honda Rp 136.000.
Berarti dalam setahun, ada lima kali ganti oli yang harus dilewati. Jadi buat tahun pertama, biaya servisnya sekitar Rp 680.000.
Kemudian buat biaya BBM, berdasarkan pengetesan Kompas.com, CRF250L mencatatkan konsumsi BBM 28,7 Km per liter.
Jika asumsi dalam setahun motor dipakai sejauh 12.000 Km, maka butuh 419 liter BBM. Kalau dikalikan dengan harga Pertamax (Ron 92) per Juli yakni Rp 12.950, maka total biaya BBM dalam setahun jadi Rp 5.426.050.
Jadi jika dijumlahkan, biaya kepemilikan CRF250L di tahun pertama, siapkan dana sebanyak Rp 6.106.050. Kalau dibagi lagi, per bulannya sekitar Rp 500.000 dan per hari cuma Rp 16.000.