#30 tag 24jam
Tes Lengkap BYD M6 Superior: Calon Mobil Listrik Sejuta Umat, Nih?
BYD M6 menjadi pilihan menarik bagi masyarakat Indonesia yang hendak meminang mobil listrik untuk keluarga. Calon mobil listrik sejuta umat? [61] url asal
#byd #byd-m6 #mobil-listrik #ototest #otobuzz #calon-mobil-listrik-sejuta-umat #mobil-listrik-sejuta #simak #masyarakat #indonesia #nih #indikator #sejuta-umat #tes-lengkap-byd-m6-superior #lengkap #kali #tes-lengk
(detikFinance) 11/10/24 10:17
v/16296926/
Jakarta - BYD M6 menjadi pilihan menarik bagi masyarakat Indonesia yang hendak meminang mobil listrik untuk keluarga. Selain karena kemampuan akomodasinya, mobil ini juga dihadirkan dengan spesifikasi hingga fitur keselamatan yang mumpuni.
Indikator tersebut membuat kami menilai mobil ini layak jadi mobil listrik sejuta umat. Namun apakah benar demikian? Simak penilaian lengkap kami terhadap BYD M6 di program Ototest kali ini!
(mhg/)
Tes Lengkap Honda Beat Deluxe, Bahas Tampilan sampai Biaya Servis Halaman all - Kompas.com
Honda Beat varian Deluxe Smart Key atau yang menjadi varian termahal mendapat ubahan yang signifikan. Halaman all?page=all [680] url asal
#honda-beat #test-ride #tes-lengkap #beat-deluxe-smart-key #honda-beat-deluxe
(Kompas.com) 13/09/24 08:02
v/15017842/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Astra Honda Motor (AHM) belum lama ini memperbarui motor matik paling lakunya, yakni All New BeAT. Pada varian Deluxe Smart Key atau yang menjadi varian termahal, ubahannya cukup signifikan.
Pertama dari pilihan warna, Deluxe Smart Key punya tiga warna, yaitu Deluxe Matte Blue, Deluxe Matte Green, dan Deluxe Matte Black.
Khusus untuk varian Smart Key, seluruh pilihan warna hanya tersedia dalam matte atau doff, sehingga membuatnya jadi terlihat paling mewah.
Bicara soal desain, secara keseluruhan Beat model baru tampak lebih besar. Jadi walaupun Beat terkenal sebagai skutik yang kecil dan simpel, tapi motor ini terlihat lebih lebar.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test rideHonda Beat Deluxe Smart KeyTerutama di bagian fascia dan sayap depan, yang membuat motor ini jadi agak mirip Vario 125. Begitu juga dengan bodi bagian samping yang terkesan lebih gambot.
Desain cover setang bagian depan juga mengalami ubahan. Sekarang terlihat lebih runcing dan ada bagian bodi yang melebar. Spion motor ini juga mengalami ubahan, di mana saat ini terlihat lebih clean dan minimalis.
Beralih ke headlamp barunya yang kini terlihat lebih besar, dibanding sebelumnya yang tampak meruncing. Di dalamnya, lampu depan sudah pakai LED, tapi lampu sein masih bohlam.
Bagian kaki-kaki, sepatbor mengalami ubahan sedikit. Namun, suspensi depan, desain pelek, rem cakram, kaliper rem Nissin, dan ban Federal ukuran 80/90-14 masih sama dengan sebelumnya.
Ciri khas varian ini juga terlihat dari batok setang yang ditutup cover sesuai dengan warna bodi. Misal buat warna Deluxe Matte Green, cover setang juga dilabur dengan warna hijau doff.
Beranjak ke bagian penyimpanan, di bawah setang terdapat laci yang lebih lebar dan lebih dalam di sebelah kiri. Cocok buat menaruh botol air mineral.
Sebelah kanan terdapat laci dengan penutup, yang di dalamnya terdapat power outlet. Sedangkan di bagian tengah terdapat gantungan untuk barang-barang.
Bagian dek tengah mungkin tidak berubah banyak, tapi desain sayap memang tampak lebih lebar. Membuat kaki pengendara bisa lebih aman dari embusan angin.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride Honda Beat Deluxe Smart KeyKemudian, penyimpanan juga tersedia di bagasi bawah jok. Ruang seluas 12 liter ini memang tidak muat helm, tapi cukup untuk barang-barang lainnya seperti jaket, jas hujan, sarung tangan, dan sebagainya.
Sebelah bagasi, terdapat tangki bahan bakar 4,2 liter yang tidak berubah. Tapi detail-detailnya cukup rapi tertutup cover plastik.
Selain tampilan, salah satu yang baru dari Beat Deluxe adalah fitur yang makin lengkap dan aman. Karena, Beat Deluxe varian teratas kini mendapatkan tambahan Smart Key alias kunci keyless.
Meski begitu khusus varian Deluxe Smart Key ini tidak mendapatkan alarm. Sebab, alarm hanya disematkan pada varian CBS, Deluxe, dan Street.
KOMPAS.com/ADITYO Sistem Smart Key di All New Honda BeATSisi harga, pembaruan fitur ini membuat Beat Deluxe Smart Key kini dijual Rp 19,830 juta, naik dari sebelumnya Rp 19,180 juta. Sedangkan Beat Deluxe terbaru dihargai Rp 19,3 juta.
Pengereman, semua varian Beat telah mendapatkan rem CBS (Comby Brake System). Selain itu, terdapat fitur Parking Brake Lock yang kini makin mudah cara pakainya, lebih empuk dan dengan satu tangan juga bisa dipakai.
Lanjut bahas layar instrumen, yang masih menampilkan spidometer dan odometer serta fuel meter dengan background warna biru. Tak ketinggalan terdapat indikator Eco untuk memastikan konsumsi bahan bakar tetap irit.
Bagian atasnya, terdapat informasi Idling Stop System, informasi tegangan baterai, indikator engine check, dan indikator keyless.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride Honda Beat Deluxe Smart Key
Tes Lengkap Burgman Street 125EX, dari Desain sampai Biaya Kepemilikan
Ukuran Burgman Street 125EX mirip dengan Honda Vario 125 atau Yamaha Freego 125. Tapi posisi berkendara yang ditawarkan mirip NMAX atau PCX. Halaman all [1,762] url asal
#test-ride #burgman-street-125 #suzuki-burgman #tes-lengkap #suzuki-burgman-street-125ex
(Kompas.com) 29/08/24 17:12
v/14823374/
JAKARTA, KOMPAS.com –Suzuki Burgman Street 125EX yang meluncur pada ajang IMOS 2023 menjadi produk bergaya skutik gambot, tapi dengan dapur pacu berkapasitas kecil.
Secara dimensi, Burgman Street 125EX memiliki ukuran (PxLxT) 1.875 mm x 700 mm x 1.140 mm, serta jarak sumbu roda 1.290 mm.
Ukurannya kurang lebih mirip dengan Honda Vario 125 atau Yamaha Freego 125. Tapi posisi berkendara yang ditawarkan mirip NMAX atau PCX dengan setang yang lebih rendah.
Kemudian, Burgman Street 125EX mengusung ban ukuran 90/90-R12 di depan dan 100/80-R12 di belakang.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Test rideSuzuki Burgman Street 125EXDengan bodi yang cukup besar dan roda ukuran kecil membuat desain motor ini memang agak unik dibandingkan kompetitornya.
Meski terbilang unik dari sisi tampilan, motor ini menawarkan kepraktisan dan fungsionalitas tinggi. Cocok buat Anda yang sehari-hari mengandalkan motor buat beraktivitas.
Pertama, Burgman Street 125EX punya beberapa kompartemen yang berguna bagi pengendara. Pada laci depan misalnya, selain bisa menaruh ponsel pintar, juga bisa untuk mengecas. Bahkan laci di depan kiri juga bisa untuk menaruh botol air mineral 600 ml.
Sementara di laci sebelah kanan terdapat ruang terbuka yang berguna untuk menaruh sarung tangan, uang receh buat parkir, atau barang-barang lainnya.
Kemudian di dek tengah, terdapat dua gantungan tepatnya di bawah setang dan bawah jok. Kemudian deknya juga lebar bisa untuk menaruh galon atau tas ukuran besar.
Keunggulan berikutnya terdapat pada bagasi seluas 21,5 liter, yang muat beberapa jenis helm. Saat tidak ditempati helm, bagasi ini amat berguna buat menaruh berbagai keperluan pengendara.
Berlanjut ke fitur, meskipun bukan yang paling canggih, sederet fitur dan teknologi dimiliki oleh Suzuki Burgman Street 125EX. Mulai panel instrumen berupa layar LCD monokrom, yang bentuknya mirip dengan mayoritas motor Suzuki keluaran baru yang dijual saat ini.
Isinya terbilang lengkap, ada spidometer digital besar, indikator suhu mesin di sebelah kanan, fuelmeter, jam digital, fuel cons. realtime, fuel cons. average, odometer, tripmeter A & B, tegangan aki dan pengingat interval penggantian oli.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride Suzuki Burgman Street 125EXPada sisi kanan dan kiri layar LCD terdapat indikator lampu jauh, sein, indikator MIL, ECO yang akan menyala hijau serta indikator EASS (Engine Auto Stop-Start) yang akan menyala ketika diaktifkan.
EASS dapat diaktifkan dengan menekan tombol di setang kanan, tombol ini menjadi satu dengan tombol start di bagian bawahnya.
Tingkat kecerahan juga terbilang baik. Layar instrumen dapat terlihat jelas saat berkendara pada siang dan malam hari.
Kemudian, pada bagian kompartemen sebelah kiri dilengkapi dengan USB power outlet 2A. Fitur ini jelas berguna buat mengecas ponsel pintar, apalagi terdapat penutup untuk keamanan.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride Suzuki Burgman Street 125EXSementara itu, Burgman Street masih menggunakan kunci kontak dengan anak kunci konvensional, belum model Smart Key.
Meski begitu, sistem kuncinya sudah menggunakan pengaman magnet yang dapat ditutup dengan menekan tombol. Lubang kunci juga sekaligus dapat digunakan untuk membuka bagasi, jadi tak perlu lagi cabut anak kunci.
Sistem pengereman motor ini pakai cakram 190 mm yang dijepit oleh kaliper Nissin 1 piston di depan. Adapun rem belakang menggunakan teromol. Performa pengereman terbilang biasa saja, tapi tuas rem rasanya empuk di genggaman.
Beralih ke suspensi, depan pakai teleskopik. Sedangkan sokbreker belakang masih bertipe single shock. Bantingannya terasa nyaman saat dipakai boncengan, Sementara saat sendiri agak kaku.
Menariknya, Suzuki masih menyematkan starter engkol pada Burgman Street 125EX. Tentu ini jadi pilihan yang bijak untuk menyalakan motor tatkala aki mulai lemah.
Singkatnya, fitur Suzuki Burgman Street 125EX terbilang sederhana, tapi cukup fungsional buat pemakaian sehari-hari.
Setelah membahas desain dan fitur, bagaimana dengan rasa berkendara Burgman Street 125EX? Mulai dari posisi berkendara, di mana skutik ini meskipun berkapasitas mesin kecil tapi punya ruang kaki yang lega.
Alhasil posisi duduk bisa santai seperti naik Yamaha NMAX atau Honda PCX. Buat test rider setinggi 163 Cm, skutik ini rasanya cukup besar.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride Suzuki Burgman Street 125EXSaat berdiri dengan kedua kaki, tidak bisa menapak sempurna. Bahkan, ketika satu kaki diangkat, kaki lainnya masih perlu jinjit.
Sebetulnya jok Burgman Street 125EX yang berprofil 780 mm tidak terlalu tinggi. Tapi, karena joknya lebar membuat kaki harus lebih mengangkang saat duduk.
Bicara soal pengendalian, Burgman Street 125EX menawarkan karakter yang ringan buat dipakai harian, walaupun tampilannya gambot. Pertama, karena jarak sumbu roda yang pendek sebesar 1.290 mm, mirip Vario 125. Kemudian bobotnya juga hanya 111 Kg.
Buat selap-selip di jalanan perkotaan yang padat dan macet cukup mudah. Lalu buat menikung juga masih lincah. Beralih ke redaman suspensi, untuk di depan terasa cukup empuk, tapi bukan yang paling nyaman.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride Suzuki Burgman Street 125EXSementara sokbreker belakang masih terasa agak keras, terutama saat berkendara sendiri. Tapi, kalau buat boncengan, redaman kedua suspensi sudah pas.
Sedangkan ground clearance terbilang tinggi mencapai 160 mm, sehingga tidak khawatir mentok. Selain itu, suspensi depan juga jarang sekali bottoming.
Beralih ke sektor mesin, Suzuki Burgman Street 125EX dibekali dengan mesin 125 cc SEP-Alpha bertenaga 8,6 Tk pada 6.500 rpm dan torsi 10 Nm pada 5.500 rpm.
Dapur pacu ini merupakan generasi terbaru mesin skutik Suzuki yang sudah menggunakan sistem starter halus dan sistem idling stop. Boleh dibilang Suzuki tertinggal dari Honda dan Yamaha yang sudah menggunakan teknologi ini sejak beberapa tahun lalu.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Test ride Suzuki Burgman Street 125EXNamun Suzuki tetap memiliki ciri khas, yaitu tenaga dan torsi yang tidak menonjol di kelasnya. Tapi karakter motor yang kalem justru punya penggemar tersendiri.
Untuk mencapai kecepatan 60 Kpj mungkin agak lama dibandingkan motor sekelasnya. Rasanya seperti menggunakan roller CVT ukuran berat.
Kemudian setelah 60 Kpj, beranjak ke 80 Kpj, karakter mesinnya mulai enak. Di mana mesin terasa santai, tidak meraung tinggi, dan getaran pun terasa minim.
Tapi buat mengejar kecepatan maksimal rasanya cukup berat. Untuk mencapai 100 Kpj butuh jalan yang panjang dan waktu agak lama.
Tampaknya skutik ini memang tidak mengejar performa yang kencang, tapi lebih cocok buat cruising santai. Buat perkotaan masih oke, tapi bukan untuk pengendara yang suka agresif.
Dengan karakter mesin yang tidak mengejar performa kencang, bagaimana dengan konsumsi BBM motor ini?
Untuk mengetahui hasilnya, sengaja motor diajak berkendara melewati rute dari kawasan Sentul di Kabupaten Bogor menuju Palmerah di Jakarta Barat.
Dalam pengetesan ini, motor diajak berkendara melewati rute pulang-pergi yang agak memutar. Melewati jalan lengang dan sibuk pada hari kerja. Selain itu, karakter pengendara juga normal saja, tidak agresif tapi juga tidak santai.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride Suzuki Burgman Street 125EXPada kali ini metode full to full dipilih agar bisa menggambarkan pemakaian sehari-hari. Maka dari itu, sebelumnya motor diisi dengan BBM RON 92 sampai penuh.
Setelah menempuh jarak hingga 97,9 Km pada layar MID, sebanyak 2,3 liter BBM pun diisi ke tangki Burgman Street 125 EX, yang berkapasitas maksimal 5,5 liter.
Dengan membagi jarak tempuh (97,9 Km) dengan jumlah pengisian BBM pada pengisian kedua (2,3 liter), maka konsumsi BBM rata-rata Burgman Street 125EX lewat metode full to full menghasilkan 42,5 Km per liter.
Adapun untuk hasil yang dicatat MID sebesar 45,6 Km per liter. Bisa dibilang, konsumsi BBM Burgman Street 125EX bukan yang paling irit di kelasnya, dan tidak juga yang paling boros.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride Suzuki Burgman Street 125EXBerlanjut bahas biaya kepemilikan, karena hal ini jadi salah satu yang dipertimbangkan konsumen ketika akan membeli sepeda motor. Atau lebih tepatnya ongkos yang harus ditanggung selama memiliki kendaraan tersebut.
Suzuki Burgman Street 125EX menawarkan biaya pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp 300.000 dan SWDKLLJ sekitar Rp 35.000, artinya pengeluaran pajak per tahun hanya menghabiskan Rp 335.000.
Kemudian dengan hasil tes konsumsi BBM 42,5 Km per liter dan tangki BBM berkapasitas 5,5 liter, Burgman Street 125EX sanggup melaju hingga 233,75 Km saat full tank.
Adapun biaya BBM dalam sekali pengisian sampai penuh, dengan harga Pertamax Rp 13.700 per liter (Agustus 2024), menghabiskan sekitar Rp 75.350.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride Suzuki Burgman Street 125EXAndai motor dipakai setiap hari selama 365 hari, dengan jarak tempuh kurang lebih 50 Km per hari, maka dalam satu kali pengisian full tank setidaknya bisa dipakai buat 4 hari. Artinya, biaya BBM selama setahun berkisar Rp 6.875.687.
Lalu untuk biaya servis, total estimasi selama tiga tahun pemakaian, biaya yang dihabiskan Burgman Street 125EX mencapai Rp 3.844.500. Bila dibagi per tahun, maka konsumen perlu menyiapkan dana Rp 1.281.500.
Sementara untuk biaya perawatan per bulannya hanya menghabiskan Rp 106.791. Sedangkan untuk biaya perawatan per hari cukup Rp 3.559.
Secara total, dengan biaya pajak Rp 335.000 per tahun, biaya BBM per tahun Rp 6.875.687, dan biaya servis 1.281.500 per tahun, artinya estimasi biaya kepemilikan Burgman Street 125EX menghabiskan Rp 8.492.187 selama setahun.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride Suzuki Burgman Street 125EXAdapun untuk estimasi total biaya kepemilikan per bulan yang harus ditanggung konsumen berkisar Rp 707.682.
Perlu diingat, hitung-hitungan kasar yang redaksi himpun ini mungkin tidak mutlak bagi seluruh konsumen. Namun bisa jadi patokan kisaran biaya pengeluaran saat memiliki Burgman Street 125EX.
Kini, setelah hampir setahun setelah diluncurkan, skutik ini telah mengalami kenaikan harga dari sebelumnya Rp 24,7 juta menjadi Rp 26,2 juta on the road Jakarta.
Dengan naiknya harga jual, skema kredit yang ditawarkan diler juga mengalami perubahan. Waktu pertama meluncur, Burgman Street 125 EX bisa didapatkan dengan DP mulai Rp 2,5 juta dan tenor dari 11 kali hingga 35 kali cicilan.
Untuk tenor 11 kali besaranya Rp 2.581.000. Sementara untuk angsuran sebanyak 35 kali, per bulannya Rp 999.000.
Sekarang, DP Burgman Street 125 EX paling minim Rp 2,7 juta, angsurannya mulai Rp 996.000 selama 36 kali atau Rp 2.300.000 selama 12 kali.
Sedangkan untuk DP besar sekitar Rp 9,7 juta, cicilannya bisa lebih kecil mulai Rp 717.000 selama 36 kali, atau Rp 1.631.000 selama 12 kali.
Tes Lengkap Yamaha Nmax Turbo, Bahas Desain sampai Biaya Servis Halaman all - Kompas.com
Nmax generasi ketiga atau yang dikenal Nmax Turbo yang baru meluncur membawa perubahan desain menyeluruh. Halaman all?page=all [755] url asal
#review #test-ride #tes-lengkap #yamaha-nmax-turbo #nmax-turbo
(Kompas.com) 17/07/24 11:02
v/11167828/
JAKARTA, KOMPAS.com – Yamaha Nmax generasi ketiga atau yang dikenal Nmax Turbo yang baru meluncur membawa perubahan desain menyeluruh. Dari bodi-bodi, headlamp, lampu belakang, hingga beberapa detail.
Fascia motor ini tampak lebih agresif dan terkesan misterius berkat lampu LED dengan dimensi lebih kecil.
Begitu juga dengan lampu belakang yang tampak semakin kecil dari model-model sebelumnya. Lampu-lampu belakang sudah pakai LED, baik itu lampu rem maupun lampu sein.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Yamaha Nmax Turbo Tech MaxBeranjak ke bagian samping, desain Nmax Gen 3 terlihat berubah drastis tapi dengan ciri khas Nmax generasi-generasi sebelumnya.
Kalau dilihat dari samping, tampak bahwa fascia Nmax Turbo seperti lebih pesek dari sebelumnya. Tapi garis desainnya jadi makin mirip dengan Xmax.
Karena ini merupakan Nmax Gen 3 versi Tech Max, maka di bagian samping terdapat stiker tambahan ‘Tech Max’.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Impresi awal Yamaha Nmax TurboKemudian windshield secara kasat mata tampak lebih tinggi dibandingkan Nmax Gen 2. Lalu desain sepatbor juga mengikuti desain Xmax yang menutupi seluruh bagian sokbreker depan.
Berkat sepatbor tersebut, kaki-kaki jadi terlihat makin padat. Cuma sayang pelek masih pakai desain yang sama seperti Nmax Gen 1 yang keluar sejak 2015.
Selain itu, kaki-kakinya masih sama dengan model lama. Ban depan pakai 110/70-13 dan belakang 130/70-13.
Paling perbedaan terletak pada sokbreker yang lebih tinggi yang membuat posisi duduknya berbeda jadi lebih tinggi.
Kondisi ini turut berpengaruh pada posisi kaki yang tidak bisa selonjoran seluruhnya seperti Nmax Gen 1 ataupun Gen 2. Singkatnya, posisi duduk di Nmax Gen 3 lebih sigap dan tegak.
Buat yang mengincar varian Nmax Turbo, sayang pilihan hanya terdapa warna doff, yaitu Magma Black dan Elixir Dark Silver.
Dok. YIMM Yamaha NMAX Turbo hadir dengan pembaruan fitur yang cukup canggih di kelasnya. Kehadiran fitur baru bertujuan untuk meningkatkan performa skutik bongsor ini, walaupun berdasarkan spek di atas kertas tidak berbeda jauh dengan model sebelumnya.Bahkan pada varian Turbo Tech Max dan Turbo Tech Max Ultimate hanya tersedia dalam warna Magma Black.
Adapun untuk warna yang lebih cerah, konsumen bisa pilih varian Neo Version dan Neo S Version, dengan warna Black, Red, Dull Blue, dan White.
Setelah membahas desain, Yamaha Nmax Turbo punya sejumlah fitur kekinian yang sayang bila dilewatkan.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Penyimpanan Yamaha Nmax TurboDari sisi pengemudi, kehadiran banyak saklar di area setang kemudi tentu jadi pembeda dibandingkan model sebelumnya.
Di sebelah kiri setang, terdapat tombol klakson, lampu sein, dan lampu jauh, serta terdapat tombol Y-Shift dan tombol untuk pilih-pilih menu layar MID.
Di bagian depannya, tempat yang biasanya menjadi tombol pass beam, terdapat tombol mode berkendara T-Mode dan S-Mode.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Tombol Y-Shift di saklar sebelah kiri Nmax Turbo, fitur yang bisa mengubah karakter motor dengan seketika.Beralih ke saklar kanan, secara umum masih sama dengan model sebelumnya, terdapat tombol starter, hazard, dan fitur start-stop system.
Pada laci penyimpanan Nmax Turbo Tech Max juga sudah terdapat soket charger Type-C, sedangkan pada varian Neo tipe lighter, sehingga sudah dapat mengakomodir kebutuhan sehari-hari.
Performa penerangan juga makin baik dengan hadirnya lampu LED di depan dan belakang. Bahkan untuk di depan sudah terdapat Dual Projector.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Tampilan layar instrumen Yamaha Nmax TurboLanjut ke layar instrumen di dasbor yang bikin motor ini kelihatan canggih dan keren, karena sudah sama seperti Xmax Connected.
Di sini pengendara bisa melihat mode berkendara, indikator Y-Shift, takometer, hasil konsumsi BBM, spidometer, hingga kecepatan rata-rata.
Tak ketinggalan terdapat navigasi, pesan, notifikasi, cuaca, dan musik, karena layar instrumen motor ini sudah dapat terkoneksi dengan smartphone. Termasuk indikator suhu radiator, indikator tegangan aki, dan trip meter.
Dan tentunya fitur unggulan pada Nmax Turbo adalah YECVT yang dapat dioperasikan melalui Y-Shift di setang sebelah kiri.
Di mana fitur Turbo memiliki tiga tingkatan, yakni Low (1), Medium (2), dan High (3) sehingga cocok dioperasikan ketika ingin mendahului kendaraan di depan, melewati tanjakan, ataupun saat berkendara tandem.
Tes Lengkap Yamaha Nmax Turbo, Bahas Desain sampai Biaya Servis
Nmax generasi ketiga atau yang dikenal Nmax Turbo yang baru meluncur membawa perubahan desain menyeluruh. Halaman all [2,096] url asal
#review #test-ride #tes-lengkap #yamaha-nmax-turbo #nmax-turbo
(Kompas.com) 17/07/24 11:02
v/11058241/
JAKARTA, KOMPAS.com – Yamaha Nmax generasi ketiga atau yang dikenal Nmax Turbo yang baru meluncur membawa perubahan desain menyeluruh. Dari bodi-bodi, headlamp, lampu belakang, hingga beberapa detail.
Fascia motor ini tampak lebih agresif dan terkesan misterius berkat lampu LED dengan dimensi lebih kecil.
Begitu juga dengan lampu belakang yang tampak semakin kecil dari model-model sebelumnya. Lampu-lampu belakang sudah pakai LED, baik itu lampu rem maupun lampu sein.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Yamaha Nmax Turbo Tech MaxBeranjak ke bagian samping, desain Nmax Gen 3 terlihat berubah drastis tapi dengan ciri khas Nmax generasi-generasi sebelumnya.
Kalau dilihat dari samping, tampak bahwa fascia Nmax Turbo seperti lebih pesek dari sebelumnya. Tapi garis desainnya jadi makin mirip dengan Xmax.
Karena ini merupakan Nmax Gen 3 versi Tech Max, maka di bagian samping terdapat stiker tambahan ‘Tech Max’.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Impresi awal Yamaha Nmax TurboKemudian windshield secara kasat mata tampak lebih tinggi dibandingkan Nmax Gen 2. Lalu desain sepatbor juga mengikuti desain Xmax yang menutupi seluruh bagian sokbreker depan.
Berkat sepatbor tersebut, kaki-kaki jadi terlihat makin padat. Cuma sayang pelek masih pakai desain yang sama seperti Nmax Gen 1 yang keluar sejak 2015.
Selain itu, kaki-kakinya masih sama dengan model lama. Ban depan pakai 110/70-13 dan belakang 130/70-13.
Paling perbedaan terletak pada sokbreker yang lebih tinggi yang membuat posisi duduknya berbeda jadi lebih tinggi.
Kondisi ini turut berpengaruh pada posisi kaki yang tidak bisa selonjoran seluruhnya seperti Nmax Gen 1 ataupun Gen 2. Singkatnya, posisi duduk di Nmax Gen 3 lebih sigap dan tegak.
Buat yang mengincar varian Nmax Turbo, sayang pilihan hanya terdapa warna doff, yaitu Magma Black dan Elixir Dark Silver.
Dok. YIMM Yamaha NMAX Turbo hadir dengan pembaruan fitur yang cukup canggih di kelasnya. Kehadiran fitur baru bertujuan untuk meningkatkan performa skutik bongsor ini, walaupun berdasarkan spek di atas kertas tidak berbeda jauh dengan model sebelumnya.Bahkan pada varian Turbo Tech Max dan Turbo Tech Max Ultimate hanya tersedia dalam warna Magma Black.
Adapun untuk warna yang lebih cerah, konsumen bisa pilih varian Neo Version dan Neo S Version, dengan warna Black, Red, Dull Blue, dan White.
Setelah membahas desain, Yamaha Nmax Turbo punya sejumlah fitur kekinian yang sayang bila dilewatkan.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Penyimpanan Yamaha Nmax TurboDari sisi pengemudi, kehadiran banyak saklar di area setang kemudi tentu jadi pembeda dibandingkan model sebelumnya.
Di sebelah kiri setang, terdapat tombol klakson, lampu sein, dan lampu jauh, serta terdapat tombol Y-Shift dan tombol untuk pilih-pilih menu layar MID.
Di bagian depannya, tempat yang biasanya menjadi tombol pass beam, terdapat tombol mode berkendara T-Mode dan S-Mode.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Tombol Y-Shift di saklar sebelah kiri Nmax Turbo, fitur yang bisa mengubah karakter motor dengan seketika.Beralih ke saklar kanan, secara umum masih sama dengan model sebelumnya, terdapat tombol starter, hazard, dan fitur start-stop system.
Pada laci penyimpanan Nmax Turbo Tech Max juga sudah terdapat soket charger Type-C, sedangkan pada varian Neo tipe lighter, sehingga sudah dapat mengakomodir kebutuhan sehari-hari.
Performa penerangan juga makin baik dengan hadirnya lampu LED di depan dan belakang. Bahkan untuk di depan sudah terdapat Dual Projector.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Tampilan layar instrumen Yamaha Nmax TurboLanjut ke layar instrumen di dasbor yang bikin motor ini kelihatan canggih dan keren, karena sudah sama seperti Xmax Connected.
Di sini pengendara bisa melihat mode berkendara, indikator Y-Shift, takometer, hasil konsumsi BBM, spidometer, hingga kecepatan rata-rata.
Tak ketinggalan terdapat navigasi, pesan, notifikasi, cuaca, dan musik, karena layar instrumen motor ini sudah dapat terkoneksi dengan smartphone. Termasuk indikator suhu radiator, indikator tegangan aki, dan trip meter.
Dan tentunya fitur unggulan pada Nmax Turbo adalah YECVT yang dapat dioperasikan melalui Y-Shift di setang sebelah kiri.
Di mana fitur Turbo memiliki tiga tingkatan, yakni Low (1), Medium (2), dan High (3) sehingga cocok dioperasikan ketika ingin mendahului kendaraan di depan, melewati tanjakan, ataupun saat berkendara tandem.
Menariknya, tidak hanya saat akselerasi, Y-Shift juga dapat dipakai untuk melakukan deselerasi kecepatan motor ketika menghadapi jalanan yang menurun dan juga saat masuk tikungan (cornering).
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Tampilan sokbreker belakang Yamaha Nmax TurboSelain itu, terdapat fitur Riding Mode yang menawarkan 2 mode berkendara, yaitu T-Mode (Town Commuting) dan juga S-Mode (Sport Touring).
Kedua mode berkendara ini dapat dioperasikan melalui tombol 'Mode' pada bagian depan stang kemudi kiri.
Untuk meningkatkan performa, motor ini turut dilengkapi dengan rem ABS dual channel, Traction Control System (TCS), dan Rear Sub-Tank Suspension dengan pengaturan preload.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Jok Yamaha NMAX TurboBerlanjut ke performa ketika berkendara di perkotaan. Tidak hanya mencoba mesin 155 cc generasi terbaru, pada kesempatan ini fitur YECVT (Yamaha Electric Continuously Variable Transmission) juga diekspolarasi lebih jauh.
Diawali dari posisi duduk Nmax Turbo dibandingkan Nmax Gen 2. Sebetulnya kedua motor ini sama-sama nyaman, khas skutik bongsor dengan posisi kaki bisa lurus ke depan.
Tapi pada Nmax Turbo, posisi kaki tidak bisa selonjor banget, alias agak tertekuk dikit. Kemudian, buat pengendara dengan tinggi 163 Cm dan berat sekitar 63 Kg, posisi kaki lebih jinjit saat kedua kaki turun ke jalan.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Tampilan kaki-kaki Nmax TurboSelain itu, jok Nmax Turbo juga masih terbilang nyaman, busanya empuk khas skutik-skutik Yamaha. Pada varian ini motifnya juga tampak keren, seperti jok aftermarket.
Saat dijajal di perkotaan, bobot motor memang terasa agak berat, khususnya buat yang tidak terbiasa naik skutik bongsor.
Tapi manuver terasa cukup ringan. Handling mungkin sedikit terkorbankan karena sokbreker belakang yang lebih empuk.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Test ride Yamaha Nmax TurboAlhasil bantingan jadi lebih mantul-mantul, namun enaknya motor jadi lebih nyaman saat melibas jalan rusak dibandingkan model sebelumnya.
Berdasarkan spesifikasi di atas kertas, mesin Nmax Turbo menghasilkan tenaga maksimal sekitar 11,3 kW atau setara 15,1 Tk pada 8.000 rpm dan torsi 14,2 Nm pada 6.500 rpm, naik dari sebelumnya 13,9 Nm pada rpm yang sama.
Dengan mesin tersebut, tenaga Nmax Turbo terasa bertenaga buat pemakaian dalam kota. Karakternya seperti punya Lexi LX, tapi bedanya di Nmax Neo terasa lebih halus, lebih padat, dan lebih enak buat jalan jauh.
Soal teknologi YECVT, secara umum fitur ini memang tidak begitu terpakai saat melewati kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.
Y-Shift sesekali mungkin berguna untuk meningkatkan deselerasi saat masuk tikungan atau ingin mendapat efek engine brake.
Selebihnya fitur ini lebih sering menganggur, karena pengendara justru lebih butuh kepraktisan gas dan rem saja, ketimbang menaik-turunkan rasio gigi saat merayap di kemacetan.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Nmax TurboSementara fitur S-Mode terasa bermanfaat saat melakukan stop and go di jalan macet atau kawasan perumahan yang banyak polisi tidur.
Putaran gas jadi tidak perlu terlalu dalam, karena secara natural motor sudah lebih berteriak di rpm yang lebih tinggi.
Adapun fitur T-Mode terasa bermanfaat untuk cruising di dalam kota, serta untuk meraih efisiensi bahan bakar yang optimal.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Yamaha Nmax Turbo Tech Max dijual dengan harga Rp 43,250 juta saat meluncur pada Juni 2024Urusan kepraktisan, kapasitas bagasi Nmax Turbo meningkat 1 liter menjadi 25 liter yang lebih besar dari sebelumnya. Bagasi ini juga muat helm half face dan full face tipe tertentu.
Adapun di depan ada dua laci penyimpanan, yang terbuka dan satu lagi pakai penutup, serta terdapat soket charger.
Dengan performa yang lebih baik dari model sebelumnya, lantas bagaimana dengan konsumsi BBM Nmax Turbo?
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Bagasi Yamaha Nmax TurboUntuk mengetahui hasilnya, sengaja motor diajak berkendara melewati rute dari kawasan Citayam di Kabupaten Bogor menuju Palmerah di Jakarta Barat.
Pada kali ini metode full to full dipilih agar bisa menggambarkan pemakaian sehari-hari. Maka dari itu, sebelumnya motor diisi dengan BBM RON 92 sampai penuh.
Setelah menempuh jarak hingga 65 km pada layar MID, atau setara perjalanan PP Citayam-Jakarta, penunjuk BBM mengisyaratkan untuk mengisi lagi.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Tampilan blok CVT pada Nmax TurboSebanyak 1,61 liter BBM pun diisi ke tangki Nmax Turbo yang berkapasitas maksimal 7,1 liter. Di mana ukurannya cukup besar buat motor berkapasitas murni 155,09 cc.
Dengan membagi jarak tempuh (65 km) dengan jumlah pengisian BBM pada pengisian kedua (1,61 liter), maka konsumsi BBM rata-rata Nmax Turbo lewat metode full to full menghasilkan 40,3 km per liter.
Sebagai informasi, hasil tersebut juga didapat dengan mengaktifkan fitur S-Mode dan Y-Shift saat ingin menyalip atau ingin mendapatkan efek engine brake.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Yamaha NMAX TurboDengan gaya berkendara tersebut, hasil konsumsi BBM di layar MID menghasilkan 39,1 km per liter, atau selisih 1,2 km per liter dengan metode full to full.
Sementara itu, redaksi juga menjajal Nmax Turbo dengan gaya berkendara Eco Riding, serta hanya menggunakan T-Mode. Hasilnya konsumsi BBM rata-rata berdasarkan perhintungan MID bisa lebih irit mencapai 41,4 km per liter.
Bagi yang tertarik dengan Nmax Turbo, konsumen bisa membeli dengan skema kredit DP ringan dan angsuran rendah.
KOMPAS.com/ Adityo Wisnu Peluncuran Yamahan Nmax TurboSalah satu tenaga penjual Yamaha di Jakarta, mengatakan, konsumen yang tertarik dengan Nmax Turbo bisa memberikan DP minimal sebesar Rp 3,8 juta.
“Untuk DP Rp 3,8 juta, angsurannya mulai Rp 1.862.000 selama 35 bulan. Atau untuk tenor 17 bulan, cicilannya sekitar Rp 2.890.000,” ujar pramuniaga tersebut kepada Kompas.com (19/6/2024).
Adapun buat konsumen yang ingin uang muka lebih besar, bisa pilih DP Rp 5,7 juta dengan angsuran mulai Rp 1.796.000 selama 35 bulan.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Lampu belakang Yamaha Nmax Turbo tampak makin kecil dibandingkan sebelumnya.Sedangkan untuk tenor yang lebih singkat selama 17 kali, angsurannya menjadi Rp Rp 2.755.000 per bulan.
Sementara itu, salah satu tenaga penjual Yamaha di Depok, Jawa Barat mengatakan, inden Nmax Turbo memakan waktu sekitar 1-2 bulan.
“Saat ini Nmax Turbo belum ada diskon, kalau mau diskon ada di Nmax model lama, kurang lebih Rp 1 juta,” kata dia.
Dok. YIMM Ilustrasi berkendara dengan Yamaha Nmax TurboTak hanya di Jakarta dan Depok, permintaan Nmax Turbo juga mulai banyak di daerah Tangerang Selatan.
Salah satu pramuniaga Yamaha di Tangerang Selatan juga mengatakan hal yang sama. Inden Nmax Turbo mulai mengular dan memakan waktu 1-2 bulan.
“Bisa lebih cepat nanti kalau ada yang cancel, akan kami kabari lagi. Normalnya saat ini sekitar 1-2 bulan,” ucap dia.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Test ride Yamaha Nmax TurboTerakhir, setelah memiliki Nmax Turbo, konsumen tentu ingin tahu berapa biaya servis skutik berteknologi YECVT ini.
Meski lebih canggih, skutik ini diklaim punya biaya perawatan berkala yang sama dengan model sebelumnya.
Ferry Nurul Fajar, Service Education PT YIMM, mengatakan, tidak ada tambahan biaya perawatan berkala pada sistem YECVT.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Impresi awal Yamaha Nmax Turbo“Biaya servis masih sama (dengan model sebelumnya), karena CVT gear itu tidak perlu perawatan khusus. Malah enggak ada perawatan dibandingkan Nmax standar,” ujar Ferry, kepada Kompas.com belum lama ini.
Nantinya, pemilik Nmax Turbo bakal mendapatkan KSG alias Kartu Servis Gratis yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan perawatan berkala.
Dengan fasilitas ini, servis motor pada 1 bulan setelah pembelian atau 1.000 Km pertama sudah ditanggung. Di mana konsumen bakal mendapatkan gratis oli mesin dan biaya jasa servis.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Perawatan berkala pada Yamaha Nmax TurboPada Yamaha Nmax, KSG akan berlaku sampai 4 kali atau maksimal pada bulan ke-12 atau 12.000 Km. KSG ini sayang buat dilewatkan, karena selain gratis, juga akan berkaitan dengan garansi motor.
Setelah KSG habis, maka konsumen akan dikenakan biaya reguler untuk servis dan spare part yang berlaku di diler Yamaha.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Tampilan komponen CVT motor Yamaha NMAX TurboBerikut ini daftar biaya servis dan spare part Yamaha Nmax Turbo:
- Jasa servis ringan: Rp 110.000
- Jasa servis CVT: Rp 100.000
- Jasa servis throttle body: Rp 130.000
- Servis kelistrikan ringan: Rp 75.000
- Paket Injector Cleaner: Rp 200.000
- Oli Yamalube Super Matic 1 liter: Rp 74.000
- Oli gardan Yamalube: Rp 18.500
- Kampas rem depan: Rp 76.000
- Kampas rem belakang: Rp 62.000
Tes Lengkap Honda CRF250L, dari Desain sampai Biaya Kepemilikan
Honda CRF250L jadi lini produk andalan Honda di segmen motocross 250cc, berikut ini tes lengkap dari Kompas Otomotif Halaman all [1,166] url asal
#motor-trail #motocross #honda-crf250l #tes-lengkap #tes-lengkap-honda-crf250l
(Kompas.com) 13/07/24 15:22
v/10645123/
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra Honda Motor (AHM) punya produk andalan buat segmen motocross 250cc, yakni CRF250L. Punya harga Rp 79.925.000, CRF250L tampil gagah dan punya fitur yang lengkap.
Redaksi Kompas.com dapat kesempatan buat mengetes CRF250L beberapa hari. Pada tulisan kali ini, penguji membahas secara lengkap, dari desain motornya, spesifikasi, sampai biaya kepemilikan dalam satu tahun pertama.
Desain CRF250L
Bahas pada bagian depan, CRF250L sudah dapat pembaruan di bagian lampu utama yang LED. Desainnya berbeda dengan yang terpasang ke CRF150L, lebih ramping tapi mempunyai bentuk yang tegas, tajam-tajam.
Begitu juga ada sepatbor depan yang besar berwarna merah tepat menempel ke lampu depan. Sayangnya buat dudukan pelat nomor, posisinya harus ada di atas lampu utama, jadi menutup desain cover lampu.
Kemudian di bagian tangan, terpasang hand guard yang senada warnanya, merah. Begitu pun di bagian suspensi, ada pelindung di bagian bawah dekat dengan cakram, jadi bisa menahan dari ranting atau semak-semak.
Soal bodi samping, desainnya menyatu dari bagian tangki sampai ke belakang. Dimensinya cukup besar dengan kombinasi warna merah, putih dan biru, serta ada logo CRF yang besar.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250LLayaknya motor trail, knalpotnya bagai ditarik ke bagian atas sisi kanan, jadi dekat dengan jok belakang. Buat tempat duduk, desainnya simpel, layaknya motor trail, jadi rata dan memudahkan pengendara maju-mundur menyesuaikan posisi.
Pada bagian belakang, cuma lampu rem saja yang masih memakai bohlam. Sedangkan lampu utama, lampu sein, sudah LED.
Beralih ke bagian kaki-kaki, suspensi depan pakai model upside down berwarna emas. Sedangkan yang belakang, modelnya monoshock dengan prolink yang dipasang ke swingarm dari aluminium.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250LBuat pelek, susunannya seperti motor trail, di mana yang depan lebih besar yakni 21 inci, dan belakang 18 inci. Modelnya jari-jari dibalut dengan ban tahu bawaan Honda, memang cocok buat melewati rintangan jalan yang berat.
Pada bagian klaster instrumen, sudah memakai model digital yang lengkap. Mulai dari kecepatan, putaran mesin, sisa BBM, trip A dan B, posisi gigi, dan lain-lain.
Spesifikasi CRF250L
Sebenarnya, CRF250L merupakan basis motor buat varian Rally. Jadi secara dimensi, CRF250L lebih kecil dari CRF250 Rally, tapi ada beberapa perbedaan yang besar.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250LUkuran CRF250L punya panjang 2.229mm, lebar 903mm, dan tinggi 1.203mm. Lebih detail, CRF250L sedikit lebih pendek, lebih ramping, dan tidak setinggi versi Rally, jadi seharusnya lebih pas kalau mau dibawa trabasan ke trek yang sempit.
Bicara soal mesin, sebenarnya sama saja dengan yang Rally. CRF250L dibekali dengan mesin berkapasitas 249,67cc satu silinder yang menghasilkan tenaga 18,9 kW atau setara 25,3 TK di 8.500 RPM dan torsi 23,1 Nm di 6.500 RPM.
Kalau lihat di atas kertas, spesifikasi mesin CRF250L dan versi Rally sama persis. Tapi ada perbedaan di bobot motor, CRF250L beratnya 140 Kg, sedangkan versi Rally lebih berat 12 Kg karena memakai fairing dan tangki BBM yang lebih besar, 12,8 liter.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250LBobot CRF250L yang lebih ringan juga karena penggunaan tangki yang lebih kecil. Selisih lima liter dari CRF250 Rally alias cuma 7,8 liter saja, terbilang kecil sebenarnya buat motor harian.
Kemudian soal kaki-kaki, CRF250L dibekali dengan suspensi depan upside down dengan merek Showa yang berukuran 43mm. Sedangkan di belakang, pakai monoshock dari Showa juga dengan Pro-Link yang terhubung ke swingarm aluminium.
Sedangkan di bagian ban dan pelek, CRF250L pakai pelek berukuran 21 inci dengan ban 80/100 dan 18 inci yang dibalut ban berukuran 120/80. Soal kaki-kaki antara CRF250L dan Rally sama persis, bedanya cuma di bagian pengereman.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250LUkuran cakram rem depan di CRF250L lebih kecil, yakni 256mm dengan kaliper piston ganda. Sedangkan di CRF250 Rally, ukurannya 296mm dengan model floating. Kalau yang belakang, keduanya sama, cakram 220mm dengan kaliper satu piston.
Soal fitur, CRF250L dilengkapi dengan lampu utama dan sein yang sudah LED, tinggal lampu remnya saja yang masih pakai bohlam. Buat dasbor, sudah pakai klaster instrumen digital yang lengkap informasinya.
Rasa Berkendara CRF250L
Kompas.com langsung bawa trail Honda ini bertualang ke daerah Bogor, tepatnya di Telaga Saat, Puncak. Sebelum ke Telaga Saat, penguji mengetes CRF250L di jalan perkotaan yang cenderung rata dan macet.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250LSetelah itu, buat jalan ke Puncak penguji lewat jalan alternatif yang banyak tanjakan dan saat di lokasi, kondisi jalan berbatu, pas buat mengetes keandalan CRF250L.
Secara ergonomi duduk, CRF250L punya gaya motor trail. Artinya setang lebar dan pengendara cenderung tegak.
Selain itu, jok CRF250L yang panjang, membuat pengendara leluasa maju atau mundur badannya. Jadi bisa menyesuaikan dengan medan jalan yang dilewati, mau turunan atau tanjakan, bahkan loncatan.
KOMPAS.com/FATHAN Honda CRF250LSoal rasa berkendara, CRF250L punya rasa yang tidak berbeda jauh dengan versi Rally. Cuma bobot CRF250L yang 12 kg lebih ringan, membuat bantingan suspensi terasa lebih kaku.
Efeknya, motor jadi lebih enak dibawa di jalan yang berbatu serta di aspal. Mengingat suspensinya CRF250 Rally saat dibawa di aspal lebih mengayun.
Soal performa, lagi-lagi antara CRF250L dan CRF250 Rally sama, 249cc satu silinder yang menghasilkan tenaga 25,3 TK dan torsi 23,1 Nm. Tapi karena bobot yang lebih ringan, CRF250L terasa lebih responsif.
Pada bagian pengereman, CRF250L sebenarnya punya piringan cakram depan yang lebih kecil dari versi Rally. Cuma buat dipakai harian, ukuran tadi tidak terlalu pengaruh, masih pakem saja buat di jalan aspal maupun bebatuan.
Biaya Kepemilikan CRF250L
Buat biaya servis, Honda memberikan voucher gratis jasa servis saat beli motor baru. Satu bulan atau 1.000 Km dapat gratis oli, servis kedua di 6.000 Km atau enam bulan juga cuma-cuma, sekadar bayar oli saja.
Begitu juga servis setahun atau 12.000 Km cuma bayar oli saja, gratis servis. Sedangkan buat ganti oli, disarankan setiap 2.000 Km, Kapasitas oli CRF250L adalah 1,6 liter, harga pelumas ini di diler Honda Rp 136.000.
Berarti dalam setahun, ada lima kali ganti oli yang harus dilewati. Jadi buat tahun pertama, biaya servisnya sekitar Rp 680.000.
Kemudian buat biaya BBM, berdasarkan pengetesan Kompas.com, CRF250L mencatatkan konsumsi BBM 28,7 Km per liter.
Jika asumsi dalam setahun motor dipakai sejauh 12.000 Km, maka butuh 419 liter BBM. Kalau dikalikan dengan harga Pertamax (Ron 92) per Juli yakni Rp 12.950, maka total biaya BBM dalam setahun jadi Rp 5.426.050.
Jadi jika dijumlahkan, biaya kepemilikan CRF250L di tahun pertama, siapkan dana sebanyak Rp 6.106.050. Kalau dibagi lagi, per bulannya sekitar Rp 500.000 dan per hari cuma Rp 16.000.