Electrum merilis motor listrik H3i di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2024. Motor listrik compact yang didesain untuk komuter harian itu dibanderol mulai dari Rp 19,9 juta.
"Huruf 'i' dalam H3i berarti 'individual,' mencerminkan bahwa setiap pengguna dapat menemukan gaya unik yang sesuai dengan kepribadiannya," kata Audie Fitradi, Head of Marketing & Digital Platforms Electrum.
Fleksibilitas menjadi salah satu fitur unggulan tipe H3i ini, pengguna dapat memilih untuk mengisi daya di rumah, memanfaatkan jaringan Battery Swapping System Electrum untuk menukar baterai, ataupun keduanya.
"Kami memahami kebutuhan pengguna yang beragam, sehingga fleksibilitas energi ini kami tawarkan agar pengguna mempunyai opsi yang sesuai dengan gaya hidup masing-masing," imbuh Audie.
Motor listrik ini dibekali satu buah baterai NCM yang tahan jarak tempuh hingga 65 km. Output tenaganya 1.8 kWh dan torsi 150 Nm. Motor ini bisa mencapai top speed 165 km/jam.
Selain itu H3i juga dibekali fitur cruise control yang berkendara dengan kecepatan konstan. Kemudian bantuan opsi mundur dengan fitur reverse assist.
Dengan dua pilihan harga, pengguna dapat memiliki baterai dan charger dengan harga Rp 23,9 juta atau menggunakan opsi rental baterai seharga Rp 19,9 juta yang dilengkapi dengan langganan gratis selama 18 bulan.
Dalam gelaran IMOS 2024, Electrum juga memperkenalkan model BSS terbaru yang memiliki 12 slot tanpa pintu, menjadikan proses penukaran baterai semakin cepat dan efisien. Dengan desain ini, waktu penukaran dapat dipersingkat menjadi kurang dari 10 detik, memungkinkan para pengguna untuk kembali melanjutkan perjalanan tanpa hambatan.
Baterai nikel tetap aman digunakan untuk kendaraan listrik. Baterai mobil listrik telah melalui serangkaian tes keamanan sebelum dipasarkan. [471] url asal
Belum lama ini heboh perdebatan antara keamanan baterai lithium ferro phosphate (LFP) dengan baterai nickel cobalt mangan (NCM) untuk kendaraan listrik. Dalam perdebatan itu, baterai LFP disebut lebih aman daripada baterai nikel. Namun, baterai nikel atau NCM juga aman kok untuk kendaraan listrik.
Menurut Joseph Ananta, Professional of Cell Electrode Production PT HLI Green Power (produsen baterai mobil listrik di Indonesia), baterai kendaraan listrik yang diproduksi PT HLI untuk mobil listrik Hyundai sudah dipastikan aman. Sebab, baterai tersebut telah melalui serangkaian pengetesan, bahkan dalam kondisi ekstrem.
"Jadi untuk pengujian baterai kita sudah sesuai dengan standard li-ion battery testing. Baterai NCM punya densitas energi yang tinggi sehingga standar pengujiannya pasti lebih banyak dan ketat supaya aman digunakan," kata Joseph kepada detikOto di Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.
Lanjut Joseph, salah satu pengujian baterai kendaraan listrik NCM adalah nail penetration test. Dalam pengetesan ini, sel baterai ditusuk menggunakan semacam paku berdiameter 1 mm dalam kondisi baterai terisi 100 persen State of Charge (SOC).
"Kriterianya adalah tidak boleh terbakar atau meledak," ujar Joseph.
Baterai yang telah dipakai di mobil listrik itu sudah dipastikan lulus uji nail penetration test. Jadi, baterai tidak akan terbakar atau meledak sekalipun selnya tertusuk paku.
"Selain itu ada cycler test pada kondisi suhu ekstrem dan kondisi fast CDC (charging-discharging). Itu juga membuktikan durability baterai NCM kita," sebut Joseph.
Dalam pengetesan itu, baterai dicas secara berulang-ulang dari 0-100 persen kemudian discharging dari 100 ke 0 persen dengan kondisi ekstrem. Pengetesan itu membuktikan bahwa baterai tidak mengalami panas berlebih saat dipakai dalam kondisi ekstrem.
"Pengetesan secara berulang-ulang charging dari 0-100 persen kemudian discharging dari 100-0 persen dengan kondisi yang ekstrem. Kita sesuaikan dengan kondisi aktual di Indonesia. Polanya sudah kita uji sesuai dengan kondisi lapangan yang ada di Indonesia. Artinya dari pengujian di HLI itu sudah menunjukkan bahwa baterai kita grade A, artinya tidak ada masalah untuk thermal runaway," jelas Joseph.