#30 tag 24jam
Eri Cahyadi Cuti Kampanye, Kadinsos Jatim jadi PJs Wali Kota Surabaya - kumparan.com
Sebelum memulai cuti, Eri menyerahkan Nota Pengantar Tugas kepada Penjabat Sementara (PJs) Wali Kota Surabaya, Restu Novi Widiani. #publisherstory #beritaanaksurabaya [474] url asal
#pemkot-surabaya #kampanye #cuti #surabaya
(Kumparan.com - News) 25/09/24 07:57
v/15523831/
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi secara resmi mulai menjalani masa cuti kampanye Pilkada pada hari ini Rabu (25/9). Sebelum memulai cuti, ia menyerahkan Nota Pengantar Tugas kepada Penjabat Sementara (PJs) Wali Kota Surabaya, Restu Novi Widiani.
Dalam penyerahan itu, keduanya juga melakukan pertemuan untuk mensinergikan berbagai proyek strategis yang akan diteruskan PJs selama masa cutinya hingga 23 November 2024.
Eri menyampaikan bahwa seluruh kegiatan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah ia laporkan kepada PJs Restu Novi. Seperti di antaranya adalah proyek-proyek infrastruktur pembangunan yang masih berjalan.
"Kami serahkan buku terkait proyek-proyek yang masih berlanjut dan kapan akan selesai sesuai kontrak yang ada. Termasuk semua kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah kami laporkan. Saya cuti dan tugas pemerintah kota dilanjutkan oleh Bu PJs," kata Eri.
Eri juga memastikan bahwa seluruh program di tingkat kelurahan yang dimintanya selesai sebelum November 2024, sudah rampung. Seperti di antaranya Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga pembangunan paving di perkampungan.
"Sudah selesai semuanya, seperti paving, PJU-PJU, itu sudah selesai. Tapi pengerjaan box culvert yang (proyek) besar-besar belum selesai, seperti di Jalan Kartini," paparnya.
Ia mengungkapkan bahwa proyek-proyek besar seperti pembangunan Rumah Sakit (RS) Surabaya Timur, pelebaran Jalan Wiyung hingga beberapa proyek infrastruktur lainnya akan tetap berjalan di bawah pengawasan PJs.
"Ada beberapa proyek besar seperti pelebaran Jalan MERR menuju Novotel Samator, diversifikasi Gunung Sari, dan Jalan Radial Road yang akan diteruskan oleh PJs. Itu sebagian proyek yang besar-besar," jelasnya.
Menurut dia, salah satu target utama Pemkot Surabaya adalah penyelesaian RS Surabaya Timur. Di mana kontrak pengerjaan rumah sakit tersebut seharusnya selesai pada November 2024.
"Kalau dari kontraknya sampai November selesai, tapi kami yang minta sampai bulan Oktober selesai," kata dia.
Sementara itu, Restu Novi Widiani, yang dikukuhkan sebagai PJs Wali Kota Surabaya oleh Pj Gubernur Jawa Timur, menyatakan kesiapan penuh untuk melanjutkan tugas-tugas Eri Cahyadi selama masa cuti.
"Saya sudah dikasih buku tebal oleh Pak Eri Cahyadi, jadi harus belajar cepat. Tentunya apa yang diarahkan beliau, saya tinggal mengawasi dan memastikan proyek-proyek itu jalan," kata perempuan yang juga Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Jatim ini.
Ia juga menegaskan bahwa tugas utamanya adalah menjaga agar pemerintahan Surabaya tetap kondusif. Termasuk pula bagaimana meneruskan program-program yang sudah direncanakan tetap terlaksana dengan baik.
"Karena beliau itu kan cuti, mesti kembali lagi. Jadi saya harus menjaga rumahnya ini tetap aman, dan program-program berjalan sebagaimana yang diharapkan," ujarnya.
Dalam masa kampanye Pilkada, PJs Restu Novi memastikan untuk menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Surabaya.
"Yang jelas sebagaimana peraturan, PJs itu harus menjaga kondusif, menjaga netralitas ASN dan tentu saja saya harus netral," tegas dia.
Selain itu, PJs Restu Novi juga mengungkapkan bahwa sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), setiap kebijakan strategis yang diambil selama ia menjabat harus melalui konsultasi dengan Kemendagri.
"Untuk kebijakan tertentu, kita harus berkonsultasi dengan Kemendagri, termasuk dalam penyusunan Raperda," tukasnya.
Pemkot Surabaya Bangun Skatepark Indoor Skala Internasional, di Sini Lokasinya - kumparan.com
“Kita akan membangun skatepark indoor berskala internasional di Hitech Mall. Karena Hitech Mall akan saya jadikan tempatnya anak muda, ada skateboard,," ujarnya. #publisherstory #beritaanaksuraba [607] url asal
(Kumparan.com - News) 07/09/24 19:23
v/14919525/
Untuk memberikan kenyamanan bagi komunitas skateboard dan BMX di Kota Pahlawan ketika berlatih atau bertanding skateboard, Pemkot Surabaya akan membangun skatepark indoor berskala internasional.
“Kita akan membangun skatepark indoor berskala internasional di Hitech Mall. Karena Hitech Mall akan saya jadikan tempatnya anak muda, ada skateboard, e-sport, dan macam-macam di lantai atas yang bekasnya bioskop,” ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Sabtu (7/9).
Eri ingin mengintegrasikan eks Taman Remaja Surabaya (TRS) dan Taman Hiburan Rakyat (THR) dengan Hitech Mall. Yaitu, menjadi area multifungsi dengan konsep MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang berkorelasi dengan ruang publik untuk komunitas dan menampung kegiatan kreasi (creation), produksi (production), distribusi (distributor), konsumsi (consumption), hingga konservasi (archiving) masyarakat Surabaya. Baik secara indoor maupun outdoor.
Selain bersiap membangun skatepark indoor berskala internasional, saat ini Pemkot Surabaya sedang merevitalisasi area Skate & BMX Park Ketabang dan Taman Bungkul.
Untuk skatepark di area Taman Bungkul, ditargetkan akan selesai terlebih dahulu dalam dua minggu mendatang.
“InsyaAllah untuk di Bungkul, ditargetkan selesai dua minggu lagi dan akan dibuat untuk FORDA (Festival Olahraga Masyarakat Daerah). Untuk yang di skatepark belakang Plaza Surabaya juga sama, akan direvitalisasi dan gambar desainnya juga sudah dilihat oleh komunitas,” kata Eri.
Eri mengaku, revitalisasi yang dilakukan pada skatepark di area Taman Bungkul maupun di Kalimas turut melibatkan komunitas skateboard, BMX, dan para konsultan.
“InsyaAllah di bulan November, skatepark di Kalimas ini ditargetkan jadi (selesai). Dua minggu lagi yang di Bungkul jadi,” jelasnya.
Revitalisasi yang dilakukan untuk Skate & BMX Park Kalimas akan menyasar pada desain area obstacle, penambahan penerangan, mural, dan lain sebagainya.
Pemkot akan membenahi area track obstacle sesuai dengan desain yang sudah disepakati dengan komunitas skateboard dan BMX. Karena dalam membangun sebuah skatepark terdapat aturan atau mekanisme. Sehingga, pembangunannya tidak boleh asal-asalan.
“Jadi kita ubah, area awal atau depan bisa untuk pemula, kalau (pemain) sudah bisa nanti ke area kedua. Nah, di area kedua bisa digunakan untuk BMX,” imbuhnya.
Pemkot Surabaya juga akan melakukan perantingan terhadap beberapa pohon yang dinilai mengganggu pancaran sinar cahaya dari lampu-lampu di sepanjang area tersebut. Bahkan, Eri meminta lampu-lampu penerangan untuk ditambah. Sehingga, para wisatawan Perahu Air dari arah Monkasel Surabaya bisa melihat aktivitas para pemain skateboard dan BMX.
“Kita terangkan semuanya, kita buat suasana yang berbeda. Jadi pemerintah punya aset, ketika membangun skatepark, pemerintah bersinergi dengan komunitas skateboard dan BMX. Alhamdulilah disupport penuh oleh komunitas,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bangunan Gedung, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian menjelaskan, setelah revitalisasi skatepark di area Taman Bungkul selesai, selanjutnya perbaikan untuk Skate & BMX Park Kalimas akan dimulai.
“Jadi nanti teman-teman di sini (Kalimas) akan beralih berlatih di sana (Taman Bungkul). Untuk pekerjaan Skatepark di Hitech Mall dan Kalimas dilakukan bersamaan, sekarang yang di Hitech Mall sudah mulai kerja karena menggunakan obstacle portable, semua jadi lebih cepat,” kata Iman.
Sedangkan untuk pekerjaan di Skate & BMX Park Kalimas, pekerjaan akan dilakukan pada bagian depan. Di mana, akan ada penambahan delapan obstacle. Penambahan ini berdasarkan hasil diskusi antara Pemkot Surabaya bersama komunitas skateboard dan BMX.
“Untuk area lain akan dikerjakan secara bertahap. Segmen ini selesai, area lain masih bisa dipakai. Jadi perapian obstacle dan yang rusak kita tutup semua karena pengerasan (material) beton membutuhkan waktu,” terangnya.
Selain itu, Iman membenarkan bahwa Wali Kota Eri juga menginginkan adanya pembangunan skatepark indoor berskala internasional. Pemkot Surabaya pun telah memilih lokasi yang sangat strategis, yakni berada di area Hitech Mall.
“Biar Hitech Mall menjadi area skena (tempat berkumpul) anak muda. Arahan Pak Wali di Lt 4 bekas bioskop digunakan untuk skatepark indoor. Lalu obstacle portable ada di basement, sekarang diutamakan aktivasi di basement dan Lt 1, sedangkan Lt 4 bertahap,” tandasnya.
Walkot Eri Cahyadi Terima Penghargaan Tertinggi Bintang LVRI dari Legiun Veteran Republik Indonesia
Walkot Surabaya Eri Cahyadi dinilai berjasa dalam perkembangan dan kemajuan Veteran di Kota Surabaya. Halaman all [423] url asal
#veteran #pemkot-surabaya #eri-cahyadi #kota-surabaya
(Kompas.com) 06/08/24 21:36
v/13558140/
KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima penghargaan tertinggi dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) berupa Bintang LVRI.
Penghargaan tersebur diberikan karena komitmen Eri Cahyadi terhadap para veteran yang telah mengorbankan waktu, energi, dan kehidupan mereka demi melindungi Tanah Air.
Penghargaan tersebut disematkan kepada Eri Cahyadi secara langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat LVRI, Laksamana Madya TNI Purnawirawan Djoko Sumaryono di Balai Kota Surabaya, Selasa (6/8/2024).
Eri Cahyadi mendapatkan penghargaan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK)-86/MBLV/XII/12/2023 tentang Penetapan Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Legiun Veteran RI.
Djoko mengatakan, Eri berjasa dalam perkembangan dan kemajuan Veteran di Kota Surabaya.
“Penghargaan LVRI ada tingkatannya, mulai dari tingkatan biasa bentuk selembar piagam, Satya Lencana, hingga Bintang LVRI. Bintang LVRI (yang diberikan kepada Eri) merupakan yang tertinggi karena kontribusinya besar sekali,” ujar Djoko dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa.
Dok. Pemkot Surabaya Walkot Surabaya Eri Cahyadi dinilai berjasa dalam perkembangan dan kemajuan Veteran di Kota Surabaya. Untuk itu, Eri menerima penghargaan tertinggi dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) berupa Bintang LVRI.Menghargai veteran, kata Djoko, merupakan bentuk apresiasi terhadap mereka yang telah mengorbankan waktu, energi, dan kehidupan untuk bangsa dan negara.
Penghormatan terhadap veteran berarti mengakui pengorbanan besar yang telah mereka lakukan.
Eri pun mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan.
Penghargaan tersebut menjadi penambah semangat dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Surabaya.
“Matur nuwun (terima kasih). Anda semua adalah panutan, orang tua, dan penyemangat saya dalam membangun Kota Surabaya,” ucap Eri.
Dok. Pemkot Surabaya Eri Cahyadi berjanji, dirinya bersama jajaran Pemkot Surabaya akan meneruskan perjuangan para pahlawan dan veteran untuk membangun Kota Surabaya semakin baik.Eri berjanji, dirinya bersama jajaran Pemkot Surabaya akan meneruskan perjuangan para pahlawan dan veteran untuk membangun Kota Surabaya semakin baik.
Selama ini, Pemkot Surabaya telah berkontribusi untuk para jajaran veteran di Kota Surabaya.
Salah satunya, pemberian bantuan pembebasan Pajak Bumi Bangunan (PBB) bagi veteran kemerdekaan dan memberikan pengurangan PBB sebesar 75 persen bagi veteran non-kemerdekaan.
Selain itu, menggratiskan biaya PDAM, bantuan kematian berupa ambulans, pemakaman, dan santunan ketika ada veteran meninggal dunia.
Para veteran, kata Eri Cahyadi, telah memberi inspirasi bagi Pemkot Surabaya untuk mengembangkan berbagai program.
Dari beliau-beliau inilah kami bisa mengembangkan Sekolah Kebangsaan SD-SMP,” imbuhnya.
Sebagai informasi, penyerahan penghargaan Bintang LVRI itu disaksikan oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Brigjen TNI Marinir Joni Sulistiawan, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) LVRI Provinsi Jawa Timur Brigadir Jenderal (Brigjen) Purnawirawan Ismadi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya, serta jajaran LVRI di Kota Surabaya.
Rayakan HUT ke-1, Kebun Raya Mangrove Surabaya Gelar Berbagai Acara Menarik Ini - kumparan.com
Pemkot Surabaya telah menyiapkan serangkaian acara untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Kebun Raya Mangrove (KRM) pada 26-28 Juli 2024. #publisherstory #beritaanaksurabaya [685] url asal
#pemkot-surabaya #mangrove #surabaya
(Kumparan.com) 26/07/24 07:47
v/12150700/
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan serangkaian acara untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Kebun Raya Mangrove (KRM) pada 26-28 Juli 2024. Berbagai rangkaian acara itu telah disiapkan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2024.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menuturkan bahwa persiapan acara telah mencapai tahap finalisasi. Di hari pertama, acara diisi dengan penanaman 3.000 bibit mangrove mulai pukul 06.00 WIB di KRM Gunung Anyar Surabaya.
"Sebelum penanaman para peserta akan mengikuti briefing. Karena untuk penanaman pohon mangrove beda dengan yang biasa. Jadi ada standar untuk teknik menanamnya," kata Antiek, Jumat (26/7).
Nah, setelah para peserta menerima briefing sekitar 15 menit, mereka akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok akan didampingi staf DKPP Surabaya untuk menuju titik lokasi areal yang telah disiapkan.
"Kita sudah siapkan lokasinya satu areal, tapi nanti kita bagi per kelompok. Mereka akan didampingi staf kita supaya tahu teknik menanamnya, cara berjalan di lumpur bagaimana," bebernya.
Antiek menjelaskan, kegiatan penanaman mangrove melibatkan sekitar 500 orang peserta. Ratusan peserta itu berasal dari berbagai elemen masyarakat, komunitas pemerhati lingkungan, akademisi, pelajar, Generasi Berencana (Genre) hingga jajaran di lingkup Pemkot Surabaya.
"Pada hari Jumat (26/7) juga ada kegiatan finger printing, dalam rangkaian memperingati Hari Anak Nasional. Jadi selain ada kegiatan penampilan kesenian dari anak-anak, mereka juga akan melukis mangrove dengan tangan," ujar Antiek.
Selain penanaman mangrove, di hari yang sama pula acara juga diisi dengan Pasar Tani di KRM Gunung Anyar. Di sana, para petani akan menjual langsung produk-produk pertanian mereka kepada masyarakat.
"Pasar Tani dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 26-28 Juli 2024," bebernya.
Tidak hanya itu, di hari pertama juga ada kegiatan workshop "Mangrove For Nature For Future" di Auditorium Mangrove. Workshop lingkungan akan diisi pembicara dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
"Jadi ada empat kegiatan bersamaan di hari Jumat," ujar Antiek.
Kemudian pada hari kedua, Sabtu, 27 Juli 2024, acara dimulai dengan ajang kreativitas anak yang melibatkan 100 anak PAUD. Ajang kreativitas itu di antaranya berupa kegiatan mewarnai dan menghias bekal sekolah anak bersama ibu mereka.
Selain ajang kreativitas anak, Antiek mengungkap jika di hari yang sama ada Live Cooking Olahan Seafood bersama Ketua Tim Penggerak PKK Surabaya, Rini Indriyani, dengan audience sekitar 500 orang. "Nah, sebelum live cooking, akan ada diskusi kesehatan mengenai pentingnya gizi ikan," imbuh Antiek.
Menurut Antiek, Sabtu juga menjadi hari peluncuran Surabaya Urban Farming Competition. Pada tahun ini kompetisi urban farming fokus pada budidaya tanaman pengendali inflasi seperti cabe dan bawang merah. Jika sebelumnya, kompetisi urban farming difokuskan pada budidaya melon.
"Harapannya dengan mereka menanam bersama-sama, bisa menghasilkan produk cabe dan bawang merah untuk menekan kenaikan inflasi di Surabaya," harapnya.
Selama tiga hari kegiatan pada 26-28 Juli 2024, DKPP Surabaya akan menayangkan 100 foto dan 10 video terbaik lomba di lokasi acara sebagai bagian dari perayaan. Sedangkan puncak acara HUT ke-1 KRM pada Minggu, 28 Juli 2024, akan diawali dengan Mangrove Eco Run dengan rute 5k dan 10k.
"Kemudian kita ada seremonial HUT ke-1 Kebun Raya Mangrove. Sebelumnya nanti Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sekaligus menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba foto dan video," kata dia.
Di hari yang sama, Antiek menjelaskan bahwa Wali Kota Eri Cahyadi juga akan menerima secara simbolis dari para pihak yang telah memberikan kontribusi bantuan tentang tanaman mangrove. "Puncak acara juga akan diisi dengan pengundian hadiah dan doorprize," ungkap Antiek.
Antiek berharap, di HUT ke-1 Kebun Raya Mangrove ini masyarakat semakin peduli terhadap keberadaan KRM yang memiliki fungsi luar biasa dalam menyerap karbon dan menghasilkan oksigen. "Tentunya ini akan memperbaiki lingkungan kita di Surabaya khususnya dan Jawa Timur serta Indonesia pada umumnya," harapnya.
Lebih dari itu, Antiek berharap, pihaknya bisa memberikan informasi secara utuh kepada masyarakat bahwa keberadaan Kebun Raya Mangrove ini memiliki enam fungsi. Keenam fungsi ini tentunya akan berdampak juga terhadap kesejahteraan masyarakat Surabaya.
"Jadi selain fungsi edukasi dan riset, Kebun Raya Mangrove juga berfungsi sebagai konservasi, jasa lingkungan, pariwisata, dan yang paling kita angkat adalah sebagai sumber alternatif pangan," pungkasnya.
Pemkot Surabaya Luncurkan Program Satu RW Satu Nakes - kumparan.com
Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan program inovasi 1 RW 1 nakes (R1N1) untuk memudahkan layanan kesehatan bagi masyarakat [648] url asal
#pemkot-surabaya #surabaya #nakes
(Kumparan.com) 20/07/24 13:12
v/11422377/
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dengan meluncurkan program integrasi layanan primer (ILP) melalui inovasi 1 RW 1 tenaga kesehatan (R1N1). Program R1NI dirancang untuk menyediakan layanan kesehatan di 1.177 Balai RW dengan menempatkan satu nakes di setiap balai RW.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, layanan kesehatan R1N1 bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan medis. Program ini juga diharapkan mampu mengurangi antrean di Puskesmas dengan memberikan pemeriksaan rutin di balai RW.
"Kalau warga merasa kurang sehat, bisa segera periksa ke nakes di balai RW. Sehingga bisa segera ditangani dan mendapatkan obat yang dikirim ke balai RW,” kata Eri saat meresmikan layanan R1N1 di Kelurahan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, pada Rabu (17/7).
Eri menyebut, R1N1 menjadi langkah pencegahan dini terhadap penyakit ringan maupun berisiko tinggi. Dengan pemeriksaan rutin dan akses yang mudah, warga yang merasakan gejala ringan bisa segera mendapatkan penanganan tanpa harus antre di puskesmas.
"Jika itu tertangani cepat, angka harapan hidup dan kesehatan warga Surabaya menjadi semakin baik," katanya.
Dalam penyediaan layanan R1NI, Pemkot Surabaya menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Surabaya dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Surabaya untuk memastikan program berjalan dengan baik.
Selain itu, layanan R1N1 juga dilengkapi dengan peralatan medis ringan seperti alat pemeriksaan gula darah dan kolesterol. Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya bahkan berencana menambahkan dokter penanggung jawab di setiap layanan primer pada 2025.
"Maka nanti di 2025 ada dokter penanggung jawabnya, dengan begitu penanganan kesehatannya akan lebih cepat," ujar Eri yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tersebut.
Tidak hanya menggandeng nakes, Pemkot Surabaya juga merangkul perguruan tinggi dalam mendukung program R1N1.
Eri berharap, mahasiswa kedokteran bisa melakukan praktik di layanan R1N1, serupa dengan program Sinau Bareng yang melibatkan perguruan tinggi.
"Nantinya bisa dijadikan praktik untuk mahasiswa kedokteran. Kita bergeraknya seperti sekarang yang kita lakukan Sinau Bareng di balai RW juga dari perguruan tinggi," jelasnya.
Eri juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam program R1N1. Ia berharap program ini dapat meningkatkan penerapan ILP di Kota Surabaya.
“Setiap kelurahan nanti akan memiliki satu layanan primer yang terkoneksi dengan dokter, sehingga penanganan kesehatan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina menambahkan, pemerintah kota juga menyediakan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan dasar di program R1N1. Seperti di antaranya konsultasi kesehatan, skrining kesehatan dan pengobatan dasar.
“Jadwalnya nanti menyesuaikan masing-masing balai RW. Kami agendakan Senin sampai Jumat. Nah ini kami adakan di 1.177 Balai RW se-Surabaya,” ujar Nanik.
Selain R1N1, Pemkot Surabaya juga meluncurkan layanan 1 kelurahan 1 ambulans yang diluncurkan Wali Kota Eri Cahyadi pada 22 Juli 2024.
Program ini bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah akses masyarakat ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
Peningkatkan layanan kesehatan melalui program 1 ambulans 1 kelurahan juga didasari akan tingginya permintaan masyarakat.
Misalnya, pada bulan Juni 2024, ambulans Dinas Sosial telah melayani sebanyak 142 kali antar jemput jenazah dan 1.065 kali antar jemput pasien. Pelayanan pasien kontrol dan terapi ke rumah sakit ini dilakukan dalam dua shift, dengan rata-rata 3 hingga 4 kali dalam sebulan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajrihatin menjelaskan, layanan 1 kelurahan 1 ambulans merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ambulans yang dikelola pemkot dan swadaya milik masyarakat, akan diintegrasikan dengan layanan Command Center (CC) 112.
"Saat ini 153 kelurahan se-Surabaya sudah terpenuhi ambulans-nya. Artinya, 1 kelurahan sudah punya 1 ambulans, tinggal sistemnya yang akan terintegrasi," kata Anna.
Dengan integrasi pelayanan tersebut, maka pembagian tugas ambulans menjadi lebih efisien.
Anna berharap dengan adanya layanan 1 kelurahan 1 ambulans, antar-jemput pasien menjadi lebih efisien dan tepat waktu.
“Program ini penting agar tidak ada warga yang menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Anna.
Dengan semangat gotong royong, Pemkot Surabaya berharap program ini dapat mempercepat dan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan.
“Ini adalah hasil gotong royong masyarakat dan pemerintah kota,” pungkas Anna.
Artikel ini dibuat oleh kumparan Studio
Luncurkan Program R1N1, Pemkot Surabaya Permudah Warga Akses Layanan Kesehatan
Berkat rogram R1N1, warga Surabata yang merasakan gejala ringan bisa segera mendapatkan penanganan tanpa harus antre di Puskesmas. Halaman all [757] url asal
#jaminan-sosial #pemkot-surabaya #kota-surabaya #eri-cahyadi #program-r1n1
(Kompas.com) 19/07/24 15:55
v/11318969/
KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kota Pahlawan.
Terbaru, Pemkot Surabaya meluncurkan program Integrasi Layanan Primer (ILP) Kesehatan melalui inovasi 1 RW 1 Tenaga Kesehatan (R1N1).
Untuk diketahui, program R1N1 dirancang untuk menyediakan layanan kesehatan di 1.177 Balai RW dengan menempatkan satu tenaga kesehatan (nakes) di setiap Balai RW.
Layanan kesehatan R1N1 bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan medis.
Wali Kota (Walkot) Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, program R1N1 diharapkan mampu mengurangi antrean di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dengan menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan rutin di Balai RW.
Hal itu disampaikan Eri dalam peresmian layanan R1N1 di Kelurahan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Rabu (17/7/2024).
"Kalau warga merasa kurang sehat bisa segera periksa ke nakes di Balai RW. Dengan begitu, bisa segera ditangani serta mendapatkan obat yang dikirim ke Balai RW,” ujar Eri dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (19/7/2024).
Eri melanjutkan, program R1N1 juga menjadi langkah pencegahan dini terhadap penyakit ringan ataupun berisiko tinggi.
Dengan pemeriksaan rutin dan kemudahan akses, warga yang merasakan gejala ringan bisa segera mendapatkan penanganan tanpa harus antre di puskesmas.
"Jika tertangani dengan cepat, angka harapan hidup dan kesehatan warga Surabaya akan semakin baik," imbuhnya.
Dok. Pemkot Surabaya Pemkot Surabaya menyediakan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan dasar lewat program R1N1. Adapun program tersebut menghadirkan layanan konsultasi kesehatan, skrining kesehatan, dan pengobatan dasar.Dalam penyediaan layanan R1N1, Pemkot Surabaya menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Surabaya dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Surabaya.
Eri menilai, kerja sama tersebut penting untuk memastikan program berjalan dengan baik.
Selain itu, lanjut Eri, layanan R1N1 juga dilengkapi dengan peralatan medis ringan, seperti alat pemeriksaan gula darah dan kolesterol. Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya bahkan berencana menambahkan dokter penanggung jawab di setiap layanan primer pada 2025.
"Pada 2025, ada dokter penanggung jawab. Dengan begitu, penanganan kesehatan menjadi lebih cepat," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) itu.
Tidak hanya menggandeng nakes, Pemkot Surabaya juga merangkul perguruan tinggi dalam mendukung program R1N1.
Eri berharap, mahasiswa kedokteran bisa melakukan praktik di layanan R1N1, serupa dengan program Sinau Bareng yang melibatkan perguruan tinggi.
"Nantinya bisa dijadikan praktik untuk mahasiswa kedokteran. Kami bergerak seperti sekarang yang sudah lakukan, yakni Sinau Bareng di Balai RW juga dari perguruan tinggi," jelasnya.
Pihaknya pun mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam program R1N1.
Ia berharap, program tersebut dapat meningkatkan penerapan ILP di Kota Surabaya.
“Setiap kelurahan akan memiliki satu layanan primer yang terkoneksi dengan dokter, sehingga penanganan kesehatan bisa lebih cepat,” imbuhnya.
Dok. Pemkot Surabaya Selain R1N1, Pemkot Surabaya juga meluncurkan layanan 1 kelurahan 1 ambulans. Layanan ini diluncurkan Wali Kota Eri Cahyadi pada 22 Juli 2024. Program tersebut bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah akses masyarakat ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).Layanan pemeriksaan dasar
Pada kesempatan sama, Kepala Dinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina menambahkan, Pemkot Surabaya menyediakan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan dasar lewat program R1N1.
Program tersebut di antaranya adalah konsultasi kesehatan, skrining kesehatan, dan pengobatan dasar.
“Jadwalnya nanti menyesuaikan masing-masing Balai RW. Kami agendakan setiap Senin sampai Jumat di 1.177 Balai RW se-Surabaya,” ujar Nanik.
Selain R1N1, Pemkot Surabaya juga meluncurkan layanan 1 kelurahan 1 ambulans. Layanan ini diluncurkan Wali Kota Eri Cahyadi pada 22 Juli 2024.
Program tersebut bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah akses masyarakat ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
Peningkatkan layanan kesehatan melalui program 1 Ambulans 1 Kelurahan juga didasari akan tingginya permintaan masyarakat.
“Misalnya, pada bulan Juni 2024, ambulans Dinas Sosial telah melayani sebanyak 142 kali antar jemput jenazah dan 1.065 kali antar jemput pasien. Pelayanan pasien kontrol dan terapi ke rumah sakit ini dilakukan dalam dua sif, dengan rata-rata 3 hingga 4 kali dalam sebulan,” terangnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Anna Fajrihatin menjelaskan, layanan 1 Ambulans 1 merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Ambulans yang dikelola Pemkot Surabaya dan swadaya milik masyarakat akan diintegrasikan dengan layanan Command Center (CC) 112.
"Saat ini, 153 kelurahan se-Surabaya sudah terpenuhi ambulansnya. Artinya, 1 kelurahan sudah punya 1 ambulans, tinggal sistemnya yang akan terintegrasi," kata Anna.
Dengan integrasi pelayanan tersebut, maka pembagian tugas ambulans menjadi lebih efisien.
Anna berharap, dengan kehadiran program 1 Ambulans 1 Kelurahan, proses antar-jemput pasien menjadi lebih efisien dan tepat waktu.
“Program ini penting agar tidak ada warga yang menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Anna.
Dengan semangat gotong royong, Pemkot Surabaya berharap program ini dapat mempercepat dan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan.
“Ini adalah hasil gotong royong masyarakat dan pemerintah kota,” kata Anna.
Revitalisasi Rampung, Kota Lama Surabaya Jadi Destinasi Baru dengan Sentuhan Nostalgia
Revitalisasi Kota Lama Surabaya menjadikannya destinasi baru dengan sentuhan nostalgia dan atraksi sejarah yang memukau. Halaman all [891] url asal
#destinasi-wisata #pemkot-surabaya #kota-surabaya #kota-lama-surabaya
(Kompas.com) 09/07/24 18:27
v/10215620/
KOMPAS.com – Kota Lama Surabaya yang kaya akan keindahan dan nilai sejarah, kini kembali bersinar setelah direvitalisasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Hal ini dilakukan untuk menghidupkan kembali kejayaan masa lalu melalui perbaikan dan pemeliharaan bangunan-bangunan bersejarah yang ada di kawasan tersebut.
Seperti diketahui, Kota Lama Surabaya menjadi saksi bisu perjalanan Kota Pahlawan, mulai dari masa kolonial hingga era kemerdekaan. Maka dari itu, revitalisasi dinilai menjadi langkah yang perlu diambil Pemkot Surabaya.
Revitalisasi pun tidak hanya memperbaiki bangunan tua di sana, tetapi juga mengembalikan fungsi asli dari bangunan-bangunan tersebut. Gedung-gedung yang dulunya digunakan sebagai kantor pemerintahan atau pusat perdagangan, kini kembali difungsikan sehingga meningkatkan daya tarik wisata dan ekonomi bagi Kota Surabaya.
Setelah melalui proses panjang, Pemkot Surabaya pun melakukan peluncuran wajah baru Kota Lama di Plaza Outdoor Internatio Building Kawasan Kota Lama Zona Eropa, Rabu (3/7/2024) malam.
Tak sebatas seremonial, acara tersebut juga menghidupkan kembali kenangan masa lampau dengan teknologi dan kesenian. Berbagai pertunjukan yang digelar, seperti video mapping show, orkes, teatrikal, dan drum corps, sukses memukau ribuan warga yang menonton.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Wakil Wali Kota Surabaya Armuji hadir langsung dalam peluncuran Kota Lama. Selain itu, tampak pula pimpinan DPRD Kota Surabaya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya, Koso Nippon, dan berbagai pemangku kepentingan terkait.
"Alhamdulillah, antusiasme warga sangat luar biasa. Ini menunjukkan betapa kuatnya kecintaan warga Surabaya terhadap sejarah kotanya," ujar Eri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (9/7/2024).
Kota Lama Surabaya memiliki nilai sejarah penting yang setara dengan Kota Tua di Jakarta atau Kota Lama di Semarang. Salah satu situs ikoniknya adalah Jembatan Merah, tempat bersejarah Jenderal AWS Mallaby tewas dalam pertempuran 10 November 1945.
"Destinasi tersebut tidak hanya tempat wisata, tetapi juga pengingat akan perjuangan para pahlawan. Bung Karno selalu mengatakan 'jas merah' (jangan sekali-sekali melupakan sejarah)," ucap Eri.
Eri juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengajak warga Surabaya berjuang bersama melawan isu-isu sosial, seperti stunting, kemiskinan, dan anak putus sekolah.
"Mari berjuang bersama, seperti para pahlawan terdahulu," ajaknya.
Dok. Pemkot Surabaya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Wakil Wali Kota Armuji mengendarai limosin Jeep berkeliling Zona Eropa hingga ke kawasan Kya-Kya di Jalan Kembang Jepun.Kota Lama Surabaya juga menawarkan berbagai paket wisata menarik seperti penyewaan baju bertema Eropa, sepeda listrik, dan tur menggunakan mobil Jeep kuno.
"Kami ingin Kota Lama menjadi tempat berkegiatan bagi anak-anak muda," imbuhnya.
Kemeriahan peluncuran Kota Lama Surabaya semakin terasa ketika kedua pucuk pimpinan Pemkot Surabaya itu mengendarai limosin Jeep berkeliling Zona Eropa hingga ke kawasan Kya-Kya di Jalan Kembang Jepun. Di Shin Hua Barbershop yang berusia sekitar 100 tahun, rombongan juga menyempatkan diri untuk cukur rambut, menambah sentuhan nostalgia pada malam itu.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Hidayat Syah turut merasakan kebahagiaan dari kesuksesan peluncuran Kota Lama Surabaya.
"Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini lebih ramai daripada soft launching minggu lalu," ujar Hidayat.
Ia berharap, wisata Kota Lama Surabaya dapat mendongkrak perekonomian Surabaya dengan peningkatan pajak hotel, hiburan, restoran, dan parkir.
“Kami ingin lebih banyak kegiatan diadakan di Kota Lama Surabaya untuk terus menarik wisatawan," ujarnya.
Hidayat menambahkan, penataan Kota Lama Surabaya akan terus dilakukan, termasuk konektivitas dengan Kya-Kya dan Kampung Arab di Jalan KH Mas Mansyur. Pemkot Surabaya juga berencana menambah angkutan massal untuk wisata Kota Lama di masa depan.
"Kami akan terus meningkatkan fasilitas untuk kenyamanan pengunjung," ujarnya.
Dalam peluncuran, Pemkot Surabaya juga menerima bantuan dua unit mobil listrik model Jeep Limousine dan 25 unit becak listrik untuk digunakan pengunjung.
Pengunjung bisa menikmati fasilitas tersebut dengan harga tiket terjangkau. Adapun mobil listrik Jeep Limousine dikenakan tarif Rp 25.000 dan mobil Jeep mesin Rp 45.000 per orang.
Dok. Pemkot Surabaya Kota Lama Surabaya menawarkan berbagai paket wisata menarik seperti penyewaan baju bertema Eropa, sepeda listrik, dan tur menggunakan mobil Jeep kuno.Puncak acara yang meriah
Video mapping show di Plaza Outdoor Internatio Building menjadi puncak peluncuran Kota Lama Surabaya. Karya visual yang diproduksi Project Director LZY Visual Muhammad Edo Barudi menampilkan gambar 3D yang seakan menghidupkan bangunan bersejarah.
Dari peperangan 10 November 1945 hingga perjuangan Arek-arek Suroboyo, semuanya disajikan dengan sangat memukau.
“Visual 3D membuat gedung terlihat hidup, seakan runtuh dan terbakar. Ini menambah nuansa Kota Lama menjadi lebih hidup lagi,” kata Edo.
Ia bercerita, pembuatan video mapping memakan waktu sekitar empat minggu dan hasilnya sebanding dengan usaha yang dilakukan. Ia berharap, karya tersebut dapat terus menghiasi Kota Surabaya agar membawa nuansa artistik yang lebih kaya.
"Kami ingin mewarnai lebih banyak lagi sudut kota ini dengan teknologi video mapping," harapnya.
Soft launching Kota Lama sebelumnya pada Kamis (27/6/2024) juga berlangsung semarak. Acara ini dimeriahkan dengan hiburan musik tempo dulu hingga teatrikal “Pertempuran Tiga Hari” dari Komunitas Roode Brug Surabaya.
Program 1 RW 1 Nakes, Pemkot Surabaya Segera Buka Akademi Perawat - kumparan.com
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membuka Akademi Keperawatan (Akper) pada tahun 2025 mendatang. #publisherstory #beritaanaksurabaya [362] url asal
#pemkot-surabaya #perawat #nakes #surabaya
(Kumparan.com - News) 08/07/24 17:49
v/10097509/
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membuka Akademi Keperawatan (Akper) pada tahun 2025 mendatang. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit (RS) milik pemkot, serta mendukung program satu RW satu nakes.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginginkan, kebutuhan nakes di RS milik pemkot berasal dari warga Kota Pahlawan sendiri.
"Saya akan bangun sekolah perawat di belakang RS Surabaya Timur, sehingga nantinya kebutuhan perawat untuk RS itu dari anak-anak Surabaya yang bersekolah di bidang keperawatan. InsyaAllah tahun 2025," kata Eri, Senin (8/7).
Selain itu, Eri mengatakan bahwa pembukaan Akper di Surabaya juga akan terintegrasi dengan program satu keluarga satu sarjana. Di mana anak-anak dari Keluarga Miskin (Gamis), yang memiliki peminatan di bidang kesehatan bisa menempuh pendidikan di sana.
"Khusus untuk program satu keluarga satu sarjana itu, saya akan fokuskan di sana (sekolah Akper). Jadi anak-anak orang miskin yang ingin sekolah gratis bisa dimasukkan ke sekolah perawat itu. Mereka yang lulus dari sana bisa langsung bekerja," paparnya.
Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjat menyampaikan, rencana pembukaan Akper di Kota Surabaya dilatar belakangi kebutuhan perawat yang semakin meningkat setiap tahunnya.
"Terlebih untuk program satu RW satu nakes, itu kebutuhannya akan banyak. RW di Kota Surabaya ada sekitar 1300 jadi ada banyak perawat yang dibutuhkan untuk memenuhi semua itu," kata Irvan.
Pemkot Surabaya sendiri terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan pada masyarakat. Salah satunya yaitu mewujudkan layanan kesehatan di tingkat rukun warga (RW).
Program tersebut akan dilakukan mulai tahun 2025 mendatang. Sebanyak satu dokter dan satu perawat diterjunkan pada tiap RW.
Saat ini, Irvan menyebut, Pemkot Surabaya sedang melakukan koordinasi dengan pihak Provinsi Jawa Timur terkait perizinan dan kurikulum Akper yang akan diterapkan.
Dari hasil koordinasi tersebut, nantinya akan dilihat terlebih dahulu, apakah pembukaan Akper harus disertai dengan gedung baru atau bisa menggunakan aset Pemkot Surabaya yang sudah siap.
"InsyaAllah semuanya tahun depan. Saat ini sedang koordinasi dengan provinsi. Kalau tidak harus membangun dulu dan bisa memakai aset pemkot, kita akan jalankan dulu," kata Irvan.
Irvan menambahkan, nantinya Akper Kota Surabaya akan berada di bawah naungan Dinas Kesehatan (Dinkes).
"Terkait kurikulum, akreditasi dan lainnya akan berada di naungan Dinas Kesehatan Kota Surabaya," tandasnya.