Penumpang menghadapi tuntutan pidana setelah membogem seorang penumpang yang tengah tertidur di dalam penerbangan United Airlines, Senin (28/10/2024). [494] url asal
Penumpang menghadapi tuntutan pidana setelah membogem seorang penumpang yang tengah tertidur di dalam penerbangan United Airlines, Senin (28/10/2024).
Melansir USA Today, Sabtu (2/11), insiden itu terjadi sekitar dua jam setelah penerbangan UA2247 yang berangkat dari Bandara Internasional San Francisco menuju Bandara Internasional Washington Dulles, Amerika Serikat.
Everett Chad Nelson bangkit dari kursinya di 35F. Dia pergi ke toilet bagian depan pesawat. Dalam perjalanan kembali ke tempat duduknya, Nelson berhenti di kursi 12F. Dan seketika ia menyerang membabi buta kepada penumpang yang sedang tertidur hingga mengeluarkan darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban pun langsung memar di bagian mata dan luka di hidungnya. Menurut pernyataan tertulis FBI, darah dari korban bahkan tercecer di jaket Nelson, di kursi, dinding, hingga jendela.
"Dia sangat kasar dan sangat agresif memukul orang yang duduk di kursi dekat jendela yang ada di depan saya, dan itu sangat kejam. Ini tidak seperti ruang bar, saya akan melayangkan beberapa pukulan, maksud saya ini sangat kejam," imbuh penumpang yang duduk di belakang korban kepada ABC7 News.
Serangan itu disebut berlangsung sekitar satu menit. Dan saat korban terbangun dan mulai berteriak, penumpang lain menarik Nelson. Nelson pun langsung dipindahkan ke kursi lain di dekat bagian depan pesawat. Ia dipantau oleh penumpang lain.
Menurut FBI, beruntung tidak ada insiden lebih lanjut yang terjadi. Sementara korban yang luka-luka dirawat oleh seorang dokter yang untungnya ada di dalam penerbangan tersebut.
"Berkat tindakan cepat kru dan pelanggan kami, seorang penumpang berhasil kami amankan setelah melakukan tindakan agresif secara fisik terhadap pelanggan lain dalam penerbangan dari San Francisco ke Washington Dulles pada hari Senin," kata United Airlines dalam sebuah pernyataan.
"Penerbangan tersebut mendarat dengan selamat dan disambut oleh paramedis dan penegak hukum setempat," sambung pernyataan.
Dalam pernyataan tertulis, diketahui Nelson tidak mengalami cedera dan tidak ada indikasi bahwa korban berhasil memukul balik maupun membela diri.
Atas insiden tersebut, Nelson didakwa dengan tuduhan pidana melakukan penyerangan dengan memukul, menyerang, dan melukai. Persidangannya dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/12/2024).
Seorang penumpang memukuli penumpang yang dalam kondisi bisu dan tuli, saat dia sedang terlelap di tengah penerbangan. Dia memukulinya sampai berdarah-darah. [619] url asal
Seorang penumpang memukuli penumpang lain yang dalam kondisi bisu dan tuli, saat dia sedang terlelap di tengah penerbangan. Dia memukulinya sampai berdarah-darah.
Diberitakan New York Post, Jumat (1/1/2024) pria tak waras ini dengan kejam memukuli penumpang bisu ini di tengah penerbangan United Airlines dari San Francisco ke Washington Dulles pada hari Senin lalu. Padahal, mereka berdua tidak saling kenal dan belum pernah berjumpa.
Menurut pengaduan pidana, kejadian ini bermula ketika penyerang, Everett Chad Nelson, 44, bangun untuk menggunakan kamar mandi. Saat kembali ke tempat duduknya, Nelson berhenti di kursi 12F dan tanpa pemberitahuan, mulai menyerang seorang penumpang laki-laki yang sedang tidur dengan memukulnya berulang kali di wajah dan kepala hingga berdarah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal berikutnya yang saya tahu, saya hanya mendengar jeritan yang mengerikan. Dia sangat kasar dan agresif memukuli pria yang duduk di kursi dekat jendela di depan saya dan itu sangat kejam," kata Sandhya Gupta, yang duduk di belakang korban kepada ABC 7 News.
Nelson menghujani pria yang tak berdaya itu dengan pukulan selama satu menit penuh, kata petugas. Akhirnya, seorang Samaria yang baik hati melompat masuk dan melepaskannya dari korban.
Nelson mematahkan hidung pria itu, menyebabkan darah berceceran di seluruh kursinya, dinding kabin, jendela, dan lengan jaket hijau Nelson. Korban juga mengalami lebam di matanya.
Setelah keduanya dipisahkan, seorang dokter yang kebetulan berada di dalam pesawat langsung merawat pria itu untuk luka-lukanya. Di momenm itulah, penumpang dan awak pesawat menemukan bahwa pria itu tidak dapat mendengar atau berbicara.
"Ketika dia mencoba berkomunikasi dengan kami dalam bahasa isyarat, saat itulah kami menyadari bahwa dia tuli dan tidak dapat berbicara," katanya.
Dia dapat berkomunikasi dengan awak United melalui pesan telepon.
Lalu, pramugari memindahkan Nelson ke kursi paling depan dan menempatkan orang Samaria yang melerai tadi untuk bertugas mengawasinya hingga pesawat mendarat.
Pengaduan tersebut tidak menjelaskan motif dan tidak mengatakan apakah kedua pria itu memiliki hubungan sebelumnya sebelum serangan, yang tampaknya terjadi begitu saja.
Gupta mengatakan bahwa selama pertukaran pesan dengan korban, seorang pramugari menulis bahwa tersangka mengklaim korban menyerangnya di jalan sebelumnya. Tetapi korban menjawab bahwa ia belum pernah melihat pria itu.
Menurut Administrasi Penerbangan Federal, TSA menghubungi FBI di tengah penerbangan dan dan mengindikasikan ada gangguan 'Tingkat 2' di dalam pesawat, yang merupakan 'perilaku kekerasan fisik'.
"Berkat tindakan cepat kru dan pelanggan kami, seorang penumpang berhasil ditahan setelah bersikap agresif secara fisik terhadap pelanggan lain dalam penerbangan dari San Francisco ke Washington Dulles pada hari Senin," kata juru bicara United dalam sebuah pernyataan.
"Penerbangan mendarat dengan selamat dan disambut oleh paramedis dan penegak hukum setempat," tambahnya.
Nelson didakwa dengan satu tuduhan penyerangan dengan memukul, memukul, dan melukai di yurisdiksi pesawat khusus Amerika Serikat. Dia terancam hukuman penjara hingga satu tahun jika terbukti bersalah.