Produsen roda dua asal India, TVS, punya pabrik perakitan di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas produksi tersebut tak hanya difungsikan untuk memenuhi kebutuhan domestik, melainkan juga ekspor.
Head of Marketing TVS Indonesia, Ryan Rahadian, mengatakan pabrik TVS di Karawang justru lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan ekspor ketimbang domestik. Menurut dia, perbandingannya sekitar 60:40.
"Mungkin kalau dilihat dari kapasitas produksi kita tadi, itu 60 persen untuk ekspor dan 40 persen domestik. Jadi angka penjualannya bisa terlihat dari situ," ujar Ryan saat ditemui di sela-sela preskon IMOS 2024 di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Motor TVS Foto: TVS Motor Company Indonesia (TMCI)
Ryan kemudian mengurai negara mana saja yang menjadi tujuan ekspor TVS Indonesia. Bukan hanya Asia, motor-motor mereka juga dikirim ke Afrika dan Amerika Selatan!
"Kita kirim motor (rakitan Indonesia) ke Afrika, Amerika Latin dan ASEAN kayak Filipina, Vietnam dan Laos. Afrikanya Burkina Faso dan lain-lain. Kalau Amerika ada Kolombia dan Argentina," ungkapnya.
Model motor yang dirakit TVS Indonesia saat ini terbilang lengkap, ada skuter matik, motor bebek, motor naked, motor retro, hingga motor listrik.
Motor TVS diekspor ke luar negeri. Foto: dok. TVS
Di kesempatan yang sama, Ryan berharap, distribusi kendaraan untuk keperluan domestik kelak bisa menyamai atau melebihi keperluan ekspor. Itulah mengapa, saat ini pihaknya telah melakukan upaya-upaya agresif untuk meningkatkan penjualan di Indonesia.
"Itu lagi sudah ditargetkan. Makanya kita lagi agresif bahwa produk-produk yang sifatnya buat pasar domestik bagus lah. Kami lagi seleksi itu. Market kami sekarang masih kayak anak tangga, kita mau kuatin di dasar-dasarnya dulu, maka pasar domestik akan terbentuk," kata dia.
Meski penjualannya tak sebaik merek Jepang, namun motor-motor buatan TVS belakangan mulai digandrungi konsumen di Indonesia. Bahkan, perusahaan asal India tersebut menjual ratusan unit kendaraan per bulan di Tanah Air.
Kondisi tersebut membuat sebagian kita mungkin bertanya-tanya: apa alasan konsumen membeli motor TVS? Sebab, mereka merupakan satu-satunya merek India yang bermain di kelas entry level.
Ryan Rahadian selaku Head of Marketing TVS Indonesia menjelaskan, konsumen membeli motor TVS lantaran fungsionalitasnya yang tinggi. Sebab, motor-motor mereka, terutama di segmen skuter matik, punya bagasi super lega.
"(Konsumen beli motor TVS) biasanya untuk mencari alternatif lain yang lebih fungsional, kita memang menargetkan market-nya ke sana sih," ujar Ryan Rahadian saat ditemui di sela-sela preskon IMOS 2024 di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Dealer motor India, TVS di Indonesia. Foto: dok. TVS
Selain fungsional, motor TVS digandrungi karena fitur yang terbilang mumpuni di kelasnya. Menariknya, belakangan mulai banyak konsumen yang membeli tunggangan mereka untuk menunjang gaya hidup.
"Sekarang bukan cuma fungsional dan murah aja, tapi kualitas, fitur dan style juga jadi pertimbangan konsumen. Nah, untuk motor-motor kalcer beberapa juga mulai masuk sih dan akan meluas," ungkapnya.
Line up motor TVS di Indonesia terbilang lengkap. Selain skuter matik, mereka juga memasarkan motor bebek, motor naked, motor retro, motor hobi, hingga motor listrik. Hampir seluruhnya dirakit secara completely knock down (CKD) di pabrik Karawang, Jawa Barat.
TVS Foto: Doc. TVS.
Ryan mengatakan, ada dua model motor TVS yang sangat digandrungi konsumen Indonesia. Bahkan, keduanya menyumbang lebih dari separuh total penjualan TVS di Tanah Air.
"Kalau jagoannya ada dua, matiknya Callisto yang 110 dan 125 masih menjadi andalan. Kemudian yang kedua ada TVS Ronin. Dua backbone itu jadi yang sekarang jadi kesukaan konsumen domestik," tuturnya.
"Callisto sendiri di angka 100-120 unit sebulan, Ronin 80-100 unit (sebulan) average-nya. Konsentrasinya bukan di Jawa aja, tapi sudah tersebar ke Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera," kata dia menambahkan.