Pertamina Foundation kembali membuka PFpreneur, yakni program pendampingan dan pengembangan UMKM yang bisa diikuti melalui pendaftaran pada 2-24 November 2024. [477] url asal
PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation kembali membuka PFpreneur, yakni program pendampingan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pada 2023, sebanyak 153 UMKM terpilih menjadi mitra binaan, dan pada 2024, jumlahnya akan naik dua kali lipat.
Melalui program ini, Pertamina mengembangkan kewirausahaan perempuan berbasis pengelolaan usaha modern dan berdaya saing. Selama empat tahun, PFpreneur memberikan pelatihan kepada lebih dari 4 ribu pengusaha perempuan atau womenpreneur, yang bergerak di bidang kerajinan, fesyen, dan kuliner.
Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari menyampaikan bahwa selain membina wirausaha, PFpreneur turut membangun fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan dan keberlanjutan usaha yang juga berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
"Didukung oleh ekosistem pembinaan UMKM Pertamina, program ini akan dimulai dari proses seleksi, inkubasi bisnis hingga pemberian stimulan bantuan permodalan dan partisipasi dalam pameran serta dukungan berkelanjutan dalam bentuk publikasi dan pembinaan," ujar Agus.
Vice President Corporate Communication, Fadjar Djoko Santoso mengatakan, PFpreneur merupakan bagian dari pembinaan UMKM Pertamina secara terstruktur, berjenjang dan terintegrasi guna mendukung keberkelanjutan.
"Keberlanjutan pendampingan kami lakukan sehingga binaan PFpreneur dapat mengikuti kelas pembinaan lanjutan UMK Academy, dengan kurikulum Go Modern, Go Online, Go Digital, Go Global serta Go Green secara intens selama 6 bulan, agar dapat naik kelas ke jenjang lebih tinggi, memperoleh akses pameran nasional hingga internasional serta e-katalog SMEXPO. Dengan demikian, produk mereka semakin dikenal dan berdampak pada pendapatannya," papar Fadjar.
Hingga saat ini, tak sedikit mitra binaan PFpreneur yang telah memetik manfaat program. Misalnya, Agrominafiber Handicraft & Home Decor asal Kebumen yang mengubah limbah pohon pisang dan enceng gondok menjadi produk kerajinan dan dekorasi rumah. Pada gelaran INACRAFT, Agrominafiber menerima pesanan ribuan kap lampu dari Argentina.
Ada juga Bananania, produk makanan berbahan dasar pisang yang memiliki beragam olahan, mulai keripik sampai tepung. Banania dibuat tanpa pewarna dan tanpa pengawet, dan sudah memiliki izin BPOM, serta sertifikasi halal, HAKI dan HACCP. Saat ini, Bananania telah bekerja sama dengan marketplace Kanada, Archipelago, melalui ajang Trade Expo Indonesia 2024.
Sementara, Imago Raw Honey, produk superfood berbahan madu murni yang dikemas eksklusif, memperoleh pembeli potensial dari Bangladesh dan Mesir yang memesan ribuan paket pada Temu Bisnis Pertamina SMEXPO 2024.
Pemilik Imago Raw Honey, Shinta Aviyani, mengakui bahwa kiprah usahanya didukung penuh oleh Pertamina melalui program PFpreneur.
"Dari program tersebut, kami memperoleh pelatihan dan pendampingan yang mampu menguatkan fondasi kami sebagai UMKM untuk bersaing di pasar lokal, nasional, hingga internasional. Dengan begitu, kami bisa percaya diri untuk tampil dan menjajakan produk kami di depan buyer pada pameran-pameran ataupun business matching," ujar Shinta.
PFpreneur 2024 dibuka mulai pada 2-24 November 2024 di laman resmi pertaminafoundation.org. Adapun syarat utamanya adalah wirausaha perempuan Indonesia berusia minimal 18 tahun.
Syarat selanjutnya, usaha yang dimiliki telah berjalan minimal 6 bulan dan bergerak di bidang kerajinan, fesyen, kuliner, dan pertanian. Bidang pertanian itu menjadi kategori terbaru dalam program PFpreneur, mencakup usaha sayuran organik, sayuran hidroponik, bibit tanaman, alat pertanian, dan tanaman hias.
PT Pertamina melalui PFpreneur mendukung kewirausahaan perempuan dengan pelatihan UMKM. Tahun 2023, 153 UMKM terpilih, target 2024 meningkat dua kali lipat. [851] url asal
Komitmen untuk mengembangkan kewirausahaan perempuan demi menggerakkan perekonomian nasional, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation kembali membuka program pendampingan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), PFpreneur.
Pada program ini, Pertamina mendorong pengembangan kewirausahaan perempuan yang berbasis pengelolaan usaha modern dan berdaya saing.
Empat tahun berjalan, PFpreneur memberikan pelatihan kepada lebih dari 4.000 pengusaha perempuan, atau womenpreneur, yang bergerak di tiga jenis usaha, yakni kerajinan, fesyen, dan kuliner. Tahun 2023, sebanyak 153 UMKM terpilih menjadi mitra binaan Pertamina, dan untuk tahun 2024, jumlahnya akan naik dua kali lipat.
Vice President Corporate Communication, Fadjar Djoko Santoso mengatakan, PFpreneur merupakan bagian dari pembinaan UMKM Pertamina yang dilakukan secara terstruktur, berjenjang dan terintegrasi untuk mendukung UMKM berkelanjutan.
"PFpreneur menjadi sarana bagi para wirausaha perempuan untuk berdaya saing, sekaligus pintu awal untuk menjadi bagian dari mitra binaan Pertamina. Keberlanjutan pendampingan kami lakukan sehingga binaan PFpreneur dapat mengikuti kelas pembinaan lanjutan UMK Academy, dengan kurikulum Go Modern, Go Online, Go Digital, Go Global serta Go Green secara intens selama 6 bulan, agar dapat naik kelas ke jenjang lebih tinggi, memperoleh akses pameran nasional hingga internasional serta e-katalog SMEXPO," ujar Fadjar, dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/11/2024).
"Dengan demikian, produk mereka semakin dikenal dan berdampak pada pendapatannya," sambungnya.
Beragam kisah sukses ditorehkan oleh binaan PFpreneur yang mengikuti pameran internasional dan temu bisnis sebagai mitra binaan Pertamina, seperti dari Agrominafiber Handicraft & Home Décor, Bananania, dan Imago Raw Honey. Agrominafiber Handicraft & Home Decor merupakan produk kerajinan ramah lingkungan asal Kebumen dengan memanfaatkan bahan baku dari limbah pohon pisang dan enceng gondok yang diubah menjadi produk kerajinan dan dekorasi rumah menarik. Pada gelaran INACRAFT, produk tersebut menarik perhatian buyer dari Argentina lewat pemesanan ribuan kap lampu.
Dari bidang kuliner, Bananania merupakan produk makanan berbahan dasar pisang, antara lain keripik pisang, granola pisang, tepung pisang, cookies pisang dan rambak pisang. Produk-produknya diproses tanpa pewarna dan tanpa pengawet, dan sudah memiliki izin BPOM, Halal, HAKI dan HACCP.
Keunggulan ini membuat Bananania mampu menjalin kerja sama dengan marketplace dari Kanada, Archipelago, pada ajang Trade Expo Indonesia 2024.
Sementara itu, Imago Raw Honey produk superfood berbahan madu murni dari Gunung Gede Pangrango Bogor dan hutan di Jawa Tengah dengan kemasan eksklusif. Pada ajang Temu Bisnis Pertamina SMEXPO 2024, Imago memperoleh potential buyer dari Bangladesh dan Mesir untuk pemesanan lebih dari 2.000 paket.
"Lewat program PFpreneur, kami bisa menjadi UMKM Mitra Binaan Pertamina. Dari program tersebut, kami memperoleh pelatihan dan pendampingan yang mampu menguatkan pondasi kami sebagai UMKM untuk bersaing di pasar lokal, nasional, hingga internasional. Dengan begitu, kami bisa percaya diri untuk tampil dan menjajakan produk kami di depan buyer pada pameranpameran ataupun business matching," ujar pemilik Imago Raw Honey Shinta Aviyani.
Pendaftaran PFpreneur pada 02 November-24 November 2024 di laman resmi pertaminafoundation.org dan dikhususkan untuk wirausaha perempuan seluruh Indonesia perempuan dengan usia minimal 18 tahun. Usaha yang dimiliki telah berjalan minimal 6 bulan dan bergerak di bidang kerajinan, fesyen, kuliner, dan pertanian. Bidang pertanian menjadi yang terbaru dalam program PFpreneur, mencakup usaha sayuran organik, sayuran hidroponik, bibit tanaman, alat pertanian, dan tanaman hias.
Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari menyampaikan PFpreneur tidak hanya sekadar membina wirausaha tetapi membangun pondasi yang kokoh untuk pertumbuhan dan keberlanjutan usahanya. Didukung oleh ekosistem pembinaan UMKM Pertamina, program ini akan dimulai dari proses seleksi, inkubasi bisnis hingga pemberian stimulan bantuan permodalan dan partisipasi dalam pameran serta dukungan berkelanjutan dalam bentuk publikasi dan pembinaan.
"Dengan demikian, PFpreneur tidak hanya mencetak wirausaha, tetapi juga membangun pondasi yang kokoh untuk pertumbuhan dan keberlanjutan usaha mereka yang berdampak positif bagi perekonomian nasional," ujar Agus.
Dukungan Pertamina terhadap UMKM di pameran ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Inisiatif ini juga selaras dengan prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG), yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta dampak positif bagi masyarakat.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 7 Energi bersih dan terjangkau, poin 8 Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, dan poin 13 Penanganan perubahan iklim.
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.