#30 tag 24jam
Bahlil Respons soal Gelar Doktor dari UI yang Ramai-ramai Dipertanyakan
Menter ESDM Bahlil Lahadalia merespons terkait berbagai penolakan atas kelulusannya pada sidang promosi doktor di Universitas Indonesia (UI). [279] url asal
#bahlil-lahadalia #doktor #program-doktoral #doktor #disertasi #ui
(Bisnis.Com) 18/10/24 19:31
v/16662187/
Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons terkait berbagai penolakan atas kelulusannya pada sidang promosi doktor di Universitas Indonesia (UI) dengan predikat cumlaude.
Dia mengaku belum mengetahui terkait dengan adanya penolakan gelar doktor tersebut. Namun, Bahlil memastikan bahwa dia melewati mekanisme sebagai mahasiswa program S3 selama 4 semester atau 2 tahun.
"Saya nggak tahu ya, itu urusan internal kampus, tanya saja UI. Tapi saya kuliah itu aturan itu mengatakan bahwa minimal S3 itu, saya kan by riset, itu minimal 4 semester, dan saya sudah 4 semester. Saya kuliah, datang, konsultasi, seminar, semuanya datang," kata Bahlil kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (18/10/2024).
Setelah meraih gelar tersebut, muncul petisi untuk mengkaji ulang pemberian gelar doktor kepada Bahlil yang ditandatangani oleh alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP-UI).
Berdasarkan situs change.org, petisi berjudul 'Tolak Komersialisasi Gelar Doktor, Pertahankan Integritas Akademik' telah ditandatangani oleh 4.194 orang per pukul 18.30 WIB pada Jumat (18/10/2024).
Dalam surat yang beredar disebutkan sejumlah kejanggalan proses studi yang ditempuh Bahlil dalam menyelesaiakan studi doktoralnya. Mereka menyebut bahwa studi yang dilakukan Bahlil kurang dari 2 tahun.
"Menyelesaikan program doktor dalam waktu kurang dari 2 tahun jelas bertentangan dengan prinsip akademik yang mengedepankan penelitian mendalam dan penguasaan materi," tulis pernyataan dalam surat edaran tersebut.
Tak hanya itu, publikasi di jurnal predator dinilai menunjukkan potensi pelanggaran etika akademik dan disebut telah merugikan reputasi UI sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka.
Oleh karena itu, alumni FISIP UI mendesak Universitas Indonesia untuk melakukan audit akademik dan mengkaji ulang semua publikasi yang terkait dengan disertasi dan penelitian Bahlil Lahadalia guna memastikan kepatuhan terhadap standar akademik.
6 Fakta Menarik Gelar Doktor Bahlil, Sulit Bagi Waktu hingga Sabet Predikat Cumlaude
Berikut sejumlah fakta menarik promosi doktor Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Universitas Indonesia (UI). [1,339] url asal
#bahlil-lahadalia #doktor #program-doktoral #disertasi-doktor #ui
(Bisnis.Com) 17/10/24 20:17
v/16615539/
Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia lulus ujian sidang promosi doktor dengan predikat cumlaude di Universitas Indonesia (UI), Rabu (16/10/2024). Terdapat sejumlah fakta menarik dalam pengujian disertasi Bahlil itu.
Ketua Sidang Prof Dr. I Ketut Surajaya, S.S., M.A pun mengumumkan kelulusan Bahlil. Dia menuturkan bahwa para penguji telah mempelajari disertasi yang Bahlil ajukan. Para penguji juga memperhatikan pembelaan Bahlil atas pertanyaan para penyanggah
Selanjutnya, tim promotor yang diketuai oleh Prof. Dr. Chandra Wijaya, M.Si., M.M telah menyampaikan keterangan mengenai pengembangan keahlian Bahlil. Selain itu, ketua program studi telah melaporkan hasil sidang tertutup dan capaian publikasi artikel ilmiah hasil riset Bahlil.
"Maka berdasarkan semua ini tim penguji memutuskan untuk mengangkat saudara Bahlil Lahadalia menjadi doktor dalam program studi kajian stratejik dan global. Dengan yudisium cumlaude," tutur Ketut.
Selain meraih predikat cumlaude, terdapat sejumlah fakta menarik dalam proses sidang doktoral Bahlil di UI tersebut.
Berikut 6 fakta menarik sidang doktoral Bahlil Lahadalia:
1. Meneliti soal hilirisasi nikel
Bahlil melakukan penelitian dengan judul disertasi 'Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia'.
Hasil penelitian yang dilakukan Bahlil dalam studi doktoral bidang Kajian Strategis Global itu, menunjukkan empat masalah utama dari dampak hilirisasi yang membutuhkan penyesuaian kebijakan.
Empat masalah tersebut adalah ketidakadilan dana transfer daerah, keterlibatan pengusaha daerah yang minim, keterbatasan partisipasi perusahaan Indonesia dalam sektor hilirisasi bernilai tambah tinggi, serta belum adanya rencana diversifikasi pasca-tambang.
Adapun, Bahlil dalam penelitian merekomendasikan empat kebijakan utama dalam mengantisipasi permasalahan tersebut. Pertama, reformulasi alokasi dana bagi hasil terkait aktivitas hilirisasi.
Kedua, penguatan kebijakan kemitraan dengan pengusaha daerah. Ketiga, penyediaan pendanaan jangka panjang untuk perusahaan nasional di sektor hilirisasi. Keempat, kewajiban bagi investor untuk melakukan diversifikasi jangka panjang.
2. Selesaikan program doktor kurang dari 2 tahun
Terdapat hal menarik lain dan menjadi sorotan terkait sidang promosi doktoral Bahlil. Warganet menyoroti lama waktu eks Menteri Investasi/Kepala BKPM tersebut menyelesaikan pendidikan S3 yang tergolong cepat yakni kurang dari 2 tahun.
Berdasarkan penelusuran Bisnis di laman pddikti.kemdikbud.go.id, Bahlil tercatat menjadi mahasiswa S3 di Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia pada 13 Februari 2023. Walhasil, Bahlil hanya membutuhkan waktu sekitar 1 tahun 8 bulan atau 3 semester untuk menyelesaikan kuliah doktoralnya.
Sementara itu, pihak UI menyampaikan bahwa Bahlil tercatat sebagai mahasiswa doktor pada SKSG UI pada tahun akademik 2022/2023 term 2 hingga 2024/2025 term 1.
Memang, beban studi program doktor setiap universitas berbeda-beda, tetapi pada umumnya memakan waktu sekitar 3 tahun atau 6 semester. Hal yang sama juga dapat dilihat dalam laman resmi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
Di sana tertera aturan akademik yakni beban studi Program Doktor Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia adalah 48-52 SKS yang dijadwalkan untuk 6 semester dan dapat ditempuh sekurang-kurangnya dalam 4 semester, atau selama-lamanya 10 semester.
Merespons hal tersebut, Kepala Biro Humas & KIP UI, Amelita Lusia menyampaikan bahwa Bahlil merupakan mahasiswa UI program doktoral di SKSG yang melakukan studi by research. "Masa studi antara 4 hingga 10 semester," ujarnya kepada Bisnis.
Dia juga memastikan bahwa proses studi program doktor yang dilalui Bahlil sudah sesuai dengan Peraturan Rektor UI No. 26 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Program Doktor.
3. Pengakuan Bahlil sulit bagi waktu penelitian saat menjabat menteri
Bahlil mengaku susah membagi waktu dalam menggarap penelitiannya lantaran dirinya seorang menteri. Namun, ia tetap melakoninya karena memiliki komitmen.
"Ya, memang itu agak susah ya [membagi waktu], agak susah. Tapi saya harus lakukan karena saya dari sejak saya masih mahasiswa di S1 kan udah konsisten menyangkut waktu sekolah," kata Bahlil.
Dia pun mengatakan untuk meraih gelar doktor memang perlu perjuangan. Sebab, kata dia, tidak ada sesuatu yang diberikan secara cuma-cuma.
"Harus perjuangan. Perjuangan salah satu dari antaranya konsekuensinya adalah harus fokus dan bisa memberikan waktu sekalipun sempit. Jadi saya mengerjakan," tuturnya.
4. Sidang dihadiri tokoh-tokoh penting
Sidang doktoral Bahlil di UI ramai dihadiri tokoh penting negeri ini. Suasana sekitar tempat sidang pun dipadati tamu undangan.
Berdasarkan pantauan Bisnis, para tokoh yang hadir seperti Wakil Presiden Ma'ruf Amin, mantan wakil presiden RI Jusuf Kalla (JK), Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Wakil Ketua MPR dari Fraksi Golkar Kahar Muzakir, dan pengusaha sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie.
Lalu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, mantan menteri perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Wakil Menteri Investasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Yuliot.
Kemudian, hadir juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, eks menteri perdagangan Muhammad Lutfi, hingga Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir atau Boy Thohir.
5. Akui hilirisasi nikel masih berdampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat
Berdasarkan penelitiannya, Bahlil mengakui hilirisasi nikel masih berdampak buruk bagi masyarakat sekitar industri. Mulanya, Bahlil menuturkan, nilai ekspor dari hilirisasi nikel di Morowali, Sulawesi Tengah dan Halmahera Tengah, Maluku Utara cukup baik.
Dia mencatat nilai ekspor nikel di dua wilayah itu sebelum hilirisasi atau 2017 hanya mencapai US$3,3 miliar. Setelah hilirisasi atau pada 2023, nilai ekspor nikel melonjak menjadi US$34 miliar.
Namun, dampak hilirisasi pada lingkungan dan masyarakat masih buruk. Bahlil mengatakan, masyarakat terkena infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA imbas debu industri.
"Saya harus menyampaikan di forum terhormat ini. Kesehatan, ISPA di Sulawesi Tengah khususnya di Morowali [mencapai] 54% itu kena semua," ucap Bahlil.
Sedangkan untuk angka ISPA di Halmahera, Bahlil tak memerinci. Dia hanya menyebut angka ISPA di wilayah itu lebih baik daripada di Morowali. Selain itu, Bahlil mengatakan, hilirisasi juga membuat kualitas air di sekitar industri menjadi buruk.
"Dan air di sana untuk air di Morowali waduh itu minta ampun, tapi ini jauh lebih baik dari pada Halmahera Tengah," katanya.
Namun, Bahlil mohon maklum atas dampak buruk itu. Dia berdalih itu terjadi karena hilirisasi adalah program baru. Karena itu, pemerintah belum punya pengalaman.
Kendati demikian, ketua umum Partai Golkar itu mengatakan hilirisasi tetap merupakan langkah baik yang diambil pemerintah.
"Memulai dari kekurangan jauh lebih baik daripada tidak memulai sama sekali dan kita akan melakukan perbaikan," tutur Bahlil.
6. Promotor promosi doktor Bahlil
Sidang promosi doktor Bahlil dipromotori oleh Prof. Dr. Chandra Wijaya, M.Si., M.M serta ko-promotor Dr. Teguh Dartanto, S.E., M.E dan Athor Subroto, Ph.D.
Chandra Wijaya sebagai promotor merupakan dosen di kampus UI. Beberapa mata kuliah yang diasuh olehnya di antaranya manajemen keuangan, manajemen investasi dan portofolio, evaluasi proyek, kewirausahaan dan inovasi, serta kebijakan bisnis.
Chandra juga pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Perbankan Program Diploma Tiga FISIP UI (1997-2001), Ketua Program Studi Keuangan dan Perbankan Diploma Tiga FISIP UI (2001-2003), dan Asisten Dekan FISIP UI bidang Kerjasama dan Pengembangan Bisnis (2003-2004)
Lalu, Wakil Ketua Program Pascasarjana Universitas Indonesia (2004-2008), Ketua Program Pascasarjana Universitas Indonesia (2008-2013) dan Presiden Direktur PT Daya Makara UI (2009-2014) serta Kepala Pusat Penelitian Pranata Pembangunan UI (2008-2014).
Sedangkan, jabatan yang pernah dijabat di luar kampus adalah sebagai Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda pada Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI (2016). Saat ini, Chandra menjabat sebagai Ketua Kluster Riset Tata Kelola dan Daya Saing Badan Usaha.
Lalu, Teguh Dartanto adalah Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI. Sebelumnya, dia menjabat sebagai wakil dekan dan kepala Departemen Ilmu Ekonomi di kampus yang sama.
Pada September 2024 lalu, Teguh sempat menjadi salah satu kandidat rektor UI periode 2024-2029. Dia bersaing dengan Ari Fahrial Syam, yang sebelumnya Guru besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran (FK) UI, dan Heri Hermansyah, yang kemudian terpilih sebagai rektor UI.
Pada bulan yang sama, Teguh mengundurkan diri dari jabatannya sebagai komisaris independen PT Bank Jago Tbk. (ARTO).
Adapun, Teguh juga merupakan kepala bidang penelitian klaster kemiskinan, perlindungan sosial, dan ekonomi pembangunan di departemen yang sama. Keahliannya meliputi analisis kemiskinan, perlindungan sosial, ekonomi pembangunan, dan ekonomi kesehatan.
Sementara itu, Athor Subroto merupakan peneliti berpengalaman dengan riwayat kerja yang terbukti di industri pendidikan tinggi. Dia dinilai terampil dalam stata, keterampilan analitik, dinamika sistem, perkuliahan, dan ekonometrika.
Dia juga merupakan profesional pendidikan yang kuat dengan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) yang berfokus pada perencanaan publik berbasis model, desain kebijakan, dan manajemen dari Università degli Studi di Palermo.
Teliti Hilirisasi Nikel, Bahlil Lulus Doktor dengan Predikat Cumlaude di UI
Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia lulus ujian sidang promosi doktor di Universitas Indonesia (UI), Rabu (16/10/2024). [283] url asal
#bahlil-lahadalia #doktor #program-doktoral #hilirisasi #nikel
(Bisnis.Com - Ekonomi) 16/10/24 16:33
v/16560028/
Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia lulus ujian sidang promosi doktor di Universitas Indonesia (UI), Rabu (16/10/2024).
Adapun, Bahlil melakukan penelitian dengan judul 'Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia'.
Dia diuji oleh Dr. Margaretha Hanita, S.H., M.Si., Prof. Dr. A. Hanief Saha Ghafur, Prof. Didik Junaidi Rachbini, M.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., dan Prof. Dr. Kosuke Mizuno.
Ketua Sidang Prof Dr. I Ketut Surajaya, S.S., M.A pun mengumumkan kelulusan Bahlil. Dia menuturkan bahwa para penguji telah mempelajari disertasi yang Bahlil ajukan. Para penguji juga memperhatikan pembelaan Bahlil atas pertanyaan para penyanggah.
Selanjutnya, tim promotor yang diketuai oleh Prof. Dr. Chandra Wijaya, M.Si., M.M telah menyampaikan keterangan mengenai pengembangan keahlian Bahlil. Selain itu, ketua program studi telah melaporkan hasil sidang tertutup dan capaian publikasi artikel ilmiah hasil riset Bahlil.
"Maka berdasarkan semua ini tim penguji memutuskan untuk mengangkat saudara Bahlil Lahadalia menjadi doktor dalam program studi kajian stratejik dan global. Dengan yudisium cumlaude," tutur Ketut.
Adapun, hasil penelitian yang dilakukan Bahlil dalam studi doktoral bidang Kajian Strategis Global, menunjukkan empat masalah utama dari dampak hilirisasi yang membutuhkan penyesuaian kebijakan.
Empat masalah tersebut adalah ketidakadilan dana transfer daerah, keterlibatan pengusaha daerah yang minim, keterbatasan partisipasi perusahaan Indonesia dalam sektor hilirisasi bernilai tambah tinggi, serta belum adanya rencana diversifikasi pasca-tambang.
Bahlil dalam penelitian merekomendasikan empat kebijakan utama dalam mengantisipasi permasalahan tersebut. Pertama, reformulasi alokasi dana bagi hasil terkait aktivitas hilirisasi.
Kedua, penguatan kebijakan kemitraan dengan pengusaha daerah. Ketiga, penyediaan pendanaan jangka panjang untuk perusahaan nasional di sektor hilirisasi. Keempat, kewajiban bagi investor untuk melakukan diversifikasi jangka panjang.
Mengenal Jenis Peminatan Biomedical Informatic Program Doktoral Bidang Informatika
Ada enam area utama dalam peminatan Bioinformatika di program doktoral Informatika. [421] url asal
#program-doktoral #biomedical-informatic #informatika
(Republika - News) 16/08/24 12:15
v/14481904/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peminatan Bioinformatika atau Biomedical Informatic dalam program doktoral bidang Informatika fokus pada penerapan teknik dan metode komputasi untuk memecahkan masalah di bidang biomedis dan biologi. Ini mencakup berbagai aspek yang menggabungkan ilmu komputer dengan biomedis untuk memahami data biologis dan medis dengan lebih baik.
Berikut beberapa area utama dalam peminatan Bioinformatika di program doktoral Informatika:
- Bioinformatika dan Genomika
- Analisis Genom: Menggunakan algoritma dan metode statistik untuk menganalisis data urutan DNA, mengidentifikasi varian genetik, dan memahami struktur genetik.
- Proteomika: Menganalisis data tentang protein, termasuk identifikasi dan kuantifikasi protein serta interaksi protein-protein.
- Transkriptomika: Menganalisis data RNA untuk memahami ekspresi gen dan regulasi genetik.
2. Biologi Sistem dan Model Komputasi
- Modeling Biologi Sistem: Menggunakan model matematika dan komputasi untuk mensimulasikan dan memahami proses biologis kompleks seperti jalur metabolik atau interaksi sel.
- Sistem Biologi: Mengembangkan model dan simulasi untuk memahami bagaimana sistem biologis berfungsi secara keseluruhan, termasuk interaksi genetik, protein, dan metabolik.
3. Pengolahan Data dan Analitik Biomedis
- Big Data Biomedis: Mengelola dan menganalisis volume besar data yang dihasilkan dari eksperimen biomedis dan klinis.
- Machine Learning untuk Biomedis: Menggunakan teknik pembelajaran mesin untuk menganalisis data biomedis dan memprediksi hasil medis, seperti diagnosis penyakit atau respons terhadap terapi.
4. Sistem Informasi Kesehatan
- Manajemen Data Kesehatan: Pengembangan dan pengelolaan sistem informasi untuk menyimpan, mengelola, dan menganalisis data kesehatan dan medis.
- Telemedicine dan e-Health: Mengembangkan teknologi untuk mendukung layanan kesehatan jarak jauh dan aplikasi kesehatan berbasis teknologi.
5. Genetika Komputasi
- Analisis Polimorfisme Genetik: Menggunakan teknik komputasi untuk memahami variasi genetik dan dampaknya terhadap kesehatan dan penyakit.
- Studi Asosiasi Genetik: Menganalisis hubungan antara gen dan penyakit untuk menemukan biomarker dan target terapi baru.
6. Biomedis Informatika
- Teknologi Biomedis: Pengembangan perangkat dan teknologi yang mendukung diagnostik, terapi, dan pemantauan kesehatan.
- Pemrosesan Citra Medis: Menggunakan teknik komputasi untuk menganalisis gambar medis seperti MRI, CT scan, dan ultrasound.
Di Indonesia, beberapa universitas yang mungkin menawarkan peminatan dalam bidang Bioinformatika atau Informatika Biomedis dalam program doktoral meliputi:
- Institut Teknologi Bandung (ITB): Program doktoral di ITB menawarkan peminatan dalam berbagai aspek bioinformatika.
- Universitas Gadjah Mada (UGM): UGM memiliki program yang fokus pada bioinformatika dan teknologi kesehatan.
- Universitas Indonesia (UI): UI menawarkan riset di bidang bioinformatika dan sistem informasi kesehatan.
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): ITS juga terlibat dalam riset bioinformatika dan teknologi biomedis.
- Universitas Nusa Mandiri (UNM): UNM memiliki program yang fokus pada biomedik informatik dan computer vision.
Program doktoral di bidang ini sering kali melibatkan kolaborasi antara ilmu komputer, biologi, dan kedokteran untuk memberikan solusi inovatif dalam bidang biomedis. Peminatan ini cocok untuk mereka yang tertarik pada interseksi antara teknologi dan ilmu kesehatan.
Guru Besar Raden Intan Lampung Jadi Penguji Luar Disertasi Mahasiswi Universiti Malaya
Yusuf menjadi satu dari tujuh penguji disertasi tersebut. [390] url asal
#uin-raden-intan-lampung #program-doktoral #external-examiner #penguji-luar #universiti-malaya #guru-besar
(MedCom) 18/07/24 12:22
v/11182573/
Jakarta: Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Yusuf Baihaqi, menjadi penguji luar atau external examiner dalam ujian terbuka program Doktoral yang diselenggarakan Universiti Malaya, Malaysia. Ujian terbuka tersebut digelar untuk mahasiswi asal Aljazair bernama Zaynab Talha pada Jumat, 5 Juli 2024.Disertasi Zaynab berjudul Al Hidayat Al Qur’aniyyah Fi Surah Al A`raf Minal Ayat 88 Ilal Ayat 170 Wa’atsaruha `Ala Waqi` Al Ummah (Ulama’ Qatar Namudzazan). Disertasi tersebut ditulis dengan bahasa Arab yang membahas tentang petunjuk Al-Qur’an dalam surah Al A’raf dari ayat 88 hingga 170 dan pengaruhnya pada kondisi umat Islam saat ini, dengan mengambil contoh sejumlah ulama yang berdomisili di negara Qatar.
Yusuf menjadi satu dari tujuh penguji disertasi tersebut. Guru Besar dalam bidang Ilmu Tafsir itu memberikan sejumlah catatan dan masukan penting, antara lain menghadirkan aspek balaghah Al-Qur’an dalam pemaparan sebuah kisah, seperti penggunaan kata yang beragam dalam redaksi Al-Qur’an dan pentingnya aspek balaghah Al-Qur’an dalam penceritaan.
“Contohnya, Al-Qur’an menggunakan kata yang berbeda untuk menggambarkan tongkat Nabi Musa yang berubah menjadi ular. Kata “Tsu`ban” (Al-A’raf: 107) menunjukkan panjangnya ular, “Hayyah” (Taha: 20) menunjukkan besarnya, dan “Jann” (An-Naml: 10) menunjukkan kelincahannya," papar Yusuf dikutip dari laman radenintan.ac.id, Kamis, 18 Juli 2024.
Yusuf menuturkan perbedaan kata-kata tersebut bukan inkonsistensi, melainkan menunjukkan kedalaman makna Al-Qur’an. Yusuf juga menyarankan Promovenda untuk menambahkan kandungan sains dalam pemaparan sebuah kisah.
“Saya ingin Anda memasukkan kisah antara Nabi Musa dan penguasa negeri Mesir yang diabadikan dalam puluhan ayat di surah Al-A`raf,” ujar dia.
Yusuf menuturkan para arkeolog membuktikan kebenaran dan ketelitian pemilihan kata dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an memilih kata Fir’aun untuk penguasa Mesir di zaman Nabi Musa, sesuai dengan bukti arkeologi.
"Sedangkan untuk penguasa Mesir di zaman Nabi Yusuf, Al-Qur’an membahasakannya kata Al-Malik bukan Fir’aun," tutur dia.
Keikutsertaan Yusuf sebagai penguji luar di Universiti Malaya menunjukkan pengakuan internasional terhadap kualitas akademisi UIN Raden Intan. Universiti Malaya yang terletak di kota Kuala Lumpur Malaysia merupakan universitas dengan peringkat 60 terbaik berdasarkan QS World University Rankings 2024.
Hal ini juga menjadi bukti komitmen UIN Raden Intan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan penelitiannya.
| Baca juga: Skandal Guru Besar, Mu’ti: Guru Besar di Muhammadiyah Jangan Seperti 'Profesor Kerupuk' |
(REN)