#30 tag 24jam
8 Koleksi Museum Mandiri Jakarta, Ada Pintu Brankas Seberat 5,5 Ton
Museum Mandiri Jakarta menyimpan banyak koleksi terkait sejarah perbankan. Halaman all [1,044] url asal
#sejarah-museum-mandiri #sejarah-perbankan-museum-mandiri #museum-mandiri-emas-batangan #koleksi-museum-mandiri #ada-apa-saja-di-museum-mandiri-jakarta
(Kompas.com - Travel) 16/10/24 08:18
v/16542357/
JAKARTA, KOMPAS.com - Tempat wisata yang satu ini, menarik dikunjungi oleh kamu yang gemar mengikuti sejarah perbankan, khususnya pada zaman kolonial Belanda.
Museum Mandiri atau Museum Bank Mandiri terletak berdekatan dengan Museum Bank Indonesia (BI) di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Sesuai namanya, bangunan ini termasuk aset Bank Mandiri sejak adanya merger bank-bank negara pada 1998-1999.
Sebelum berdiri menjadi Museum Mandiri, bangunan ini merupakan Nederlandsch Handel-Maatschappij (NHM) alias perusahaan dagang Belanda.
"Jadi NHM ini merupakan kelanjutan dari Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang bubar pada 1799. Setelah bubar, pemerintah Nusantara diambil alih oleh pemerintahan Belanda," ujar kata Rizky Nooreza Rahman, pemandu dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dalam tur pengenalan wisata Jakarta Barat, Sabtu (5/10/2024).
Namun, adanya kebutuhan untuk mengelola komoditas di Tanah Air, mendesak pemerintah Belanda untuk membentuk perusahaan baru, yakni NHM pada 1824.
Sementara itu, gedung NHM atau Museum Mandiri baru dibangun pada 1929 dan beroperasi aktif pada 1933.
Kini, Museum Mandiri dibuka untuk umum sebagai tempat wisata sejarah. Harga tiketnya Rp 5.000 per orang. Apa saja yang ada di dalam Museum Mandiri?
Isi Museum Mandiri
1. Loket berbahasa Belanda
Kompas.com/Krisda Tiofani Loket berbahasa Belanda di Museum Mandiri atau Museum Bank Mandiri Jakarta.Bagian pertama dari Museum Mandiri yang menarik perhatian adalah loket berbahasa Belanda. Tepatnya, petunjuk untuk mengarahkan letak dan nama komoditas yang disimpan.
Bagian kiri papan bertuliskan jenis komoditas yang disimpan di museum saat digunakan aktif sebagai perusahaan dagang Belanda.
"Komoditas-komoditas dari hasil tanam paksa juga disimpan di sini. Ada gula, kopi, pala, cengkih, dan berbagai rempah-rempah," kata Rizky.
Sementara di bagian kanan papan petunjuk dari arah datangnya wisatawan, bertuliskan "Directie, Secretarie Controle, Eerste Afdeeling" yang berarti ruangan direktur dan kantor-kantor pengawasan cabang.
2. Kassier China
Kompas.com/Krisda Tiofani Kasir China di Museum Mandiri atau Museum Bank Mandiri di kawasan Kota Tua Jakarta.Kasir untuk orang Eropa dan orang China terpisah, meski lokasinya sejajar dari arah pintu masuk museum.
"Sesuai namanya, kasir ini diperuntukan untuk orang-orang Tionghoa. Memang di zaman Batavia, orang Tionghoa berperan penting dalam berniaga sehingga mendapatkan tempat khusus di bank dagang Belanda ini," ungkap Dewi Silfia Rangkuti, pemandu tur lainnya.
Setidaknya, ada tiga kasir yang berjaga di bagian Kassier China tersebut untuk bergantian melayani nasabah.
Pada masa itu, orang Tionghoa banyak memiliki usaha toko kelontong, pedagang keliling, dan usaha sektor perkebunan.
3. Kaca patri berbagai arti
Kaca patri di Museum Mandiri atau Museum Bank Mandiri di kawasan Kota Tua Jakarta.
Naik ke lantai dua, kaca patri termasuk bagian paling menarik dari keseluruhan museum. Bukan sekadar interior, ada arti di balik tiap kaca patri tersebut.
Kaca patri di Museum Mandiri terbagi menjadi dua, di bagian atas dan bawah.
"Di bagian bawah ini, (kaca patri) mencerminkan empat musim dan kondisi di Batavia itu sendiri," kata Rizky.
Sementara itu, bagian teratas kaca patri menggambarkan musim semi dengan gambar pasangan muda-mudi berpelukan.
Alasannya, banyak orang Belanda yang melangsungkan pernikahan selama musim semi.
Ada juga kaca patri yang menggambarkan musim panas. Selama musim ini, penduduk Belanda biasanya memanen gandum yang bisa diolah, seperti dikutip laman Indonesia Virtual Tour Museum Mandiri.
4. Buku kas sampai kalkulator analog
Kompas.com/Krisda Tiofani Koleksi di Museum Bank Mandiri di Kota Tua.Kembali ke lantai dasar, terdapat area Banking Hall yang menyimpan alat-alat perbankan zaman kolonial Belanda.
Buku kas besar misalnya, diletakkan di area tengah yang menunjukkan tanggal, uraian transaksi, dan saldo.
Transaksi keuangan yang terjadi selama 1892, termasuk perkebunan dan komoditas. Perubahan debet dan kredit nantinya dilaporkan pada akhir bulan.
Laporan keuangan dari agen-agen bank dagang Belanda di Cirebon, Semarang, sampai Cirebon juga dicatat dalam buku kas besar ini.
Adapun kalkulator analog seberat 9,8 kilogram dijadikan alat penghitungan, sekaligus mengeluarkan struk sebagai bukti transaksi.
5. Brankas seberat 5,5 ton
KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Salah satu pintu pembatas untuk memasuki ruang Safe Deposit Box di Museum Mandiri, Jakarta Barat, Sabtu (16/3/2024).Turun ke ruang bawah tanah, pintu brandkast (brankas) besar berwarna hijau menjadi obyek menarik di area ini.
"Ini namanya ruang kluis. Berat (pintu brankas) ini 5,5 ton dengan diameter 90 sentimeter," ujar Silfia.
Ruang penyimpanan uang dan barang berharga ini juga sudah ada sejak zaman NHM. Cara membukanya tidak mudah.
Ada kode putar dengan jumlah tertentu yang harus diikuti untuk membuka pintu brankas yang berat tersebut.
6. Safe deposit box
Kompas.com/Krisda Tiofani Safe deposit box di Museum Mandiri atau Museum Bank Mandiri Jakarta.Safe deposit box berupa loker-loker kecil dan sedang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang nasabah.
"Nasabah akan didampingi petugas. Setelah boksnya dibuka oleh petugas, nasabah bisa mengecek barangnya langsung di sini atau di ruang yang tersedia," ujar Silfia.
Semakin besar ukuran deposit boks yang disewa oleh nasabah, semakin mahal biaya sewanya.
7. Koleksi uang dan mas batangan
KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Emas batangan tiruan di ruang Safe Deposit Box (Safeloketten) di Museum Mandiri, Jakarta Barat, Sabtu (16/3/2024).Berjalan lurus dari area safe deposit box, pengunjung bisa menemukan surat berharga, cek, sampai emas batangan.
Area lembaran uang tunai dari zaman ke zaman juga berada di lokasi ini. Kamu bisa melihatnya satu per satu.
8. Ruang IT Bank Mandiri
Kompas.com/Krisda Tiofani Koleksi ATM di Museum Mandiri atau Museum Bank Mandiri di kawasan Kota Tua Jakarta.Terakhir, kamu bisa melihat perkembangan Bank Mandiri dari tahun ke tahun di ruang IT yang terletak sebelum area brankas.
Ruangan ini menyimpan koleksi ATM Mandiri berukuran besar dari tahun ke tahun, lengkap dengan penjelasannya.
Begitu juga dengan perkembangan digital Bank Mandiri yang dilakukan sejak sebelum 2000 hingga 2024.