JAKARTA, investor.id – Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan. Indeks harga saham gabungan (IHSG) melorot di saat nilai transaksi harian merosot drastis.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 28 Oktober – 1 November 2024, IHSG anjlok 2,46% ke level 7.505 dari 7.694 pada penutupan pekan lalu.
Kapitalisasi pasar bursa juga jatuh 2,2% menjadi Rp 12.601 triliun dari Rp 12.888 triliun pada pekan lalu.
Penurunan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian Sebesar 5,4% menjadi Rp 11,31 triliun dari Rp 11,96 triliun pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian juga ambles 21,39% menjadi 21,47 miliar saham dari 27,3 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Tidak hanya itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turun sebesar 7,6% menjadi 1,26 juta kali dari 1,37 juta kali pada pekan lalu.
Pada perdagangan Jumat (1/11/2024), investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 114,9 miliar. Hal itu membuat nilai beli asing (net buy) investor asing sepanjang tahun berjalan ini semakin berkurang menjadi Rp 38,2 triliun.
Sentimen Negatif
Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, pasar saham sepekan ini tertekan sentimen negatif, baik dari eksternal dan dalam negeri. Dari eksternal, pasar yang tampaknya berhati-hati menunggu kejelasan lanjutan mengenai hasil pemilu Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) dan kondisi ekonomi makro untuk mencari petunjuk menjelang pertemuan kebijakan moneter The Fed pada minggu depan.
Di dalam negeri, Pilarmas mengatakan, tekanan datang dari indeks manufaktur Indonesia yang masih berada di zona kontraksi. Ditambah lagi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa laju inflasi tahunan Indonesia turun menjadi 1,71% pada Oktober 2024, yang merupakan level terendah sejak Oktober 2021. Angka ini masih berada dalam kisaran target bank sentral sebesar 1,5% hingga 3,5%.
“Laju inflasi inti mencapai level tertinggi dalam 15 bulan terakhir, yaitu sebesar 2,21%, naik dari 2,09% pada September,” tulis Pilarmas dalam risetnya.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News