#30 tag 24jam
Separatis Diduga Bunuh Pilot, Bagaimana Penjelasan Islam soal Nyawa Dibalas Nyawa?
Ada beberapa penjelasan soal kriteria tentang hukum bagi pembunuh. [1,023] url asal
#pembunuhan-pilot-selandia-baru #pembunuhan-pilot #pilot #separatis-papua-tembak-pilot #separatisme-dalam-islam #separatisme #papua
(Republika - Iqra) 07/08/24 09:01
v/13625148/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kelompok separatis bersenjata Papua Merdeka dilaporkan diduga melakukan pembunuhan terhadap seorang pilot atas nama Glen Malcom Conning berkebangsaan Selandia Baru.
Muncul pertanyaan, dalam agama Islam bagaimana hukuman bagi pembunuh? Apakah nyawa harus dibayar nyawa yang artinya pelaku pembunuhan dihukum mati?
KH Ahmad Sarwat Lc dalam laman Rumah Fiqih menjelaskan hukum dalam Islam terhadap pelaku pembunuhan. Ia menerangkan, memang benar bahwa syariat Islam yang kita anut ini mewajibkan nyawa dibayar dengan nyawa.
Hal itu memang merupakan ketentuan dan sekaligus sabda Nabi Muhammad SAW.
لا يحل دم امرئ مسلم يشهد أن لا إله إلا الله ، وأني رسول الله ، إلا بإحدى ثلاث : الثيّب الزاني ، والنفس بالنفس ، والتارك لدينه المفارق للجماعة
"Tidak halal darah seorang Muslim yang bersaksi tiada tuhan selain Allah dan bahwa Aku utusan Allah, kecuali dengan salah satu dari tiga sebab. Tsayyib yang berzina, nyawa dengan nyawa dan orang yang meninggalkan agamanya serta memisahkan diri dari jamaah. (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Ungkapan nyawa dengan nyawa di dalam hadits itu maksudnya tidak lain adalah pembunuhan. Sehingga pada dasarnya memang tidak keliru kalau dikatakan bahwa Islam menghukum mati orang yang membunuh nyawa manusia.
Namun, menurut KH Ahmad Sarwat, jangan salah paham dulu. Tentu tidak benar penafsiran sebagian kalangan yang memandang bahwa Islam adalah agama yang kejam dan tidak menghormati hak asasi manusia (HAM).
"Sangat keliru kalau ada yang mengira bahwa Islam itu agama padang pasir yang berperangai keras, kasar dan kaku," kata KH Ahmad Sarwat dikutip dari laman Rumah Fiqih.
Memang ironis sekali, tidak sedikit dari umat Islam yang berpandangan negatif seperti ini. Dalam pandangan mereka, Islam itu tampil dalam bentuk yang ganas, liar, haus darah dan sedikit-sedikit bacok.
Padahal kalau kita merujuk dengan cermat ilmu dalam pelajaran syariat Islam, ternyata tidak semua pembunuh itu wajib dihukum mati. Hanya pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja saja yang terkena hukuman mati. Itu pun harus lewat proses pembuktian yang valid lewat pengadilan (mahmakah) syar'iyah. Ditambah lagi harus adanya tuntutan dari pihak keluarga korban untuk pelaksanaan hukuman mati itu.
Padahal apabila dilakukan negosiasi yang intens, sehingga sampai keluarga mau memaafkan, tentunya hukuman mati itu tidak perlu dijalankan. Walaupun kasusnya adalah pembunuhan dengan sengaja.
"Sayangnya, banyak orang yang agak kurang mempelajari ilmu syariah, lantas tiba-tiba langsung memvonis hal-hal yang keliru tentang Islam," ujar KH Ahmad Sarwat dalam tulisannya di laman Rumah Fiqih.
Sementara itu, di luar jenis pembunuhan yang disengaja, ada tindakan penghilangan nyawa (pembunuhan) jenis lain, namun pelakunya tidak wajib dihukum mati. Sayangnya, justru sisi yang ini jarang sekali diketahui oleh umat Islam.
Maka kalau kita telaah lebih dalam kajian fiqih Jinayat, akan kita temukan bahwa umumnya para ulama membagi pembunuhan menjadi tiga macam, yaitu pembunuhan sengaja, menyerupai sengaja, dan pembunuhan keliru.
1. Pembunuhan Sengaja
Pembunuhan jenis pertama adalah pembunuhan sengaja. Pembunuhan jenis ini adalah tindakan yang sengaja dan diniatkan semata-mata untuk menghilangkan nyawa manusia yang haram darahnya.
Menurut jumhur ulama, definisi pembunuhan ini adalah:
"Pembunuhan yang bertujuan untuk melakukan tindakan pembunuhan dan ditujukan kepada orang tertentu dengan menggunakan benda yang khusus untuk membunuh atau benda yang umumnya digunakan untuk membunuh."
Secara umum, pembunuhan sengaja ini bisa dikenali lewat cara atau modusnya. Salah satunya pembunuhan dengan menggunakan senjata tajam seperti pisau, pedang, golok, anak panah, senapan atau senjata api, linggis, gergaji atau apapun alat yang lazim digunakan untuk membunuh nyawa manusia.
Namun pembunuhan sengaja bisa juga terjadi tanpa menggunakan alat alias tangan kosong, seperti mencekik leher orang atau melemparnya dari ketinggian atau ke tempat yang mencelakakan. Bisa juga dengan menggunakan makanan atau minuman yang mematikan, semacam racun dan berbagai macam jenisnya.
Para ulama juga memasukkan modus penggunaan sihir sebagai salah satu modus dalam pembunuhan ini.
Hukuman Mati dan Uang Tebusan
Jika seorang pembunuh sudah mengakui atau terbukti 100 persen telah melakukan pembunuhan jenis ini (pembunuhan sengaja), maka ada beberapa jenis hukumannya. Paling utama tentunya adalah hukum qishash, alias hukuman yang setimpal. Dalam hal ini adalah hukuman mati.
Namun, hukuman mati ini tidak bersifat mutlak pelaksanaannya. Sebab hukuman mati ini hanya bisa dilakukan kalau memang terbukti membunuh dengan sengaja yang menyebabkan kematian, dan pihak keluarga menuntut agar pelakunya dihukum mati.
Namun bila pihak keluarga korban memaafkan, tentu hukuman mati ini tidak perlu dilakukan.
Untuk itu, ada dua kemungkinan. Pertama, pihak keluarga berhak menuntu diyat atau uang tebusan. Kedua, pihak keluarga memaafkan tanpa menuntut diyat.
Namun di luar hukuman mati atau uang tebusan ini, ada juga beberapa jenis konsekuensi hukum lainnya. Di antaranya:
"Jika pembunuh adalah calon ahli waris orang yang dibunuh, maka konsekuensinya pembunuh tidak berhak untuk menerima harta warisan darinya. Selain harta warisan, para ulama juga mengatakan bahwa pembunuh juga tidak berhak atas harta yang diwasiatkan oleh korban."
2. Pembunuhan Seperti Disengaja
Ungkapan pembunuhan seperti disengaja ini adalah terjemahan bebas dari istilah syibhu amdi. Definisinya menurut mazhab As-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah adalah:
"Bertujuan untuk menyerang korban karena permusuhan di antara mereka, namun dengan menggunakan alat yang secara umum tidak lazim digunakan untuk membunuh, seperti cambuk atau tongkat."
Yang menyamakan antara pembunuhan ini dengan pembunuhan sengaja adalah sama-sama terdapat niat atau maksud untuk mencelakakan.
Namun perbedaan antara keduanya adalah bahwa pembunuhan sengaja itu memang diniatkan untuk membunuh, sedangkan pembunuhan seperti sengaja memang niat mencelakakan, tetapi tidak sampai menginginkan kematiannya.
3. Pembunuhan Keliru
Istilah aslinya dalam ilmu fiqih adalah al-qatlul-khatha, namun terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia bisa bermacam-macam.
Ada yang menyebutnya pembunuhan tidak sengaja, pembunuhan tersalah, pembunuhan salah dan juga ada yang menyebut pembunuhan keliru. Yang mana saja tidak jadi masalah, yang penting justru definisinya.
Definisinya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh para fuqaha adalah:
"Pembunuhan yang terjadi tanpa maksud untuk melakukannya, dan juga tanpa target tertentu dari korbannya, atau tanpa salah satunya."
Dari pengertian di atas, maka pembunuhan jenis ini bisa terjadi dalam bentuk misalnya seseorang iseng melempar kerikil kecil ke sembarang arah, tanpa bermaksud untuk melempar seseorang. Namun ternyata kerikil itu mengenai pengendara sepeda motor, lalu oleng, terjatuh dan meninggal dunia.
Atau bisa juga seseorang memang berniat melempar benda kecil ke arah korban yang sedang mengedarai sepeda motor, di mana benda yang dilempar itu bukan termasuk benda yang lazimnya digunakan untuk membunuh.
Namun ternyata lemparan kerikil itu mengakibatkan kematiannya. Mungkin karena dia berusaha menghindar, lalu malah menabrak pembatas jalan dengan keras dan meninggal.
Bentuk lainnya adalah seorang memang secara sengaja ingin membunuh target tertentu. Namun tenyata tembakannya meleset jauh dan mengenai korban yang tidak bersalah.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jenazah Pilot Selandia Baru yang Dibunuh Separatis Papua Dievakuasi dengan Cepat
Aparat gabung dikerahkan untuk menyisir pelaku pembunuhan pilot asal Selandia Baru. [409] url asal
#separatis-papua #organisasi-papua-merdeka #separatis-papua-tembak-pilot #pilot-papua-ditembak #pilot-papua #selandia-baru #pembunuhan-pilot-selandia-baru
(Republika - News) 06/08/24 15:08
v/13520594/
REPUBLIKA.CO.ID TIMIKA — Jenazah pilot helikopter Glen Malcolm Conning yang dibunuh kelompok separatis bersenjata Papua Merdeka di Distrik Alama, Mimika, Senin (5/8/2024), berhasil dievekuasi.
Pasukan Operasi Damai Cartenz mengevakuasi pilot asal Selandia Baru tersebut, pada Selasa (6/8/2024) dan membawa jenazahnya ke Timika. Pasukan gabungan Polri, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), pun mulai dikerahkan ke wilayah terpencil di Papua Tengah tersebut untuk penyisiran kelompok para pelaku pembunuhan tersebut.
“Satgas Damai Cartenz, bersama tim gabungan TNI-Polri dari Timika, sudah diberangkatkan ke Distrik Alama untuk mengevakuasi jenazah pilot Glen Malcolm Conning dan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara),” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar (Kombes) Bayu Suseno saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (6/8/2024).
Menurut Kombes Bayu, proses evakuasi tim gabungan dilakukan sejak pagi tadi.
Evakuasi tersebut, kata Kombes Bayu berlangsung cepat mengingat situasi keamanan di wilayah tersebut.
Sekitar pukul 12:50 WIT, tim evakuasi berhasil membawa jenazah kembali ke Timika. “Dan saat ini jenazah berada di RSUD Mimika untuk dilakukan visum et repertum,” kata Kombes Bayu.
Sementara pasukan gabungan lainnya, kata Kombes Bayu sebagian bertahan untuk melakukan olah TKP, dan penyisiran. “Tim masih berada di sana untuk penyisiran. Dan kami memastikan situasi keamanan masih terkendali,” kata dia.
Glen Malcolm Conning adalah pilot helikopter milik PT Intan Angkasa Air Service. Pilot asal Selandia Baru itu, pada Senin (5/8/2024) membawa enam penumpang sipil dari Bandara Mosez Kilangin, Mimikiamenuju Distrik Alama yang merupakasan wilayah terpencil.
Dua penumpang tersebut, diantaranya adalah anak dan bayi. Tiba di Distrik Alama, helikopter tersebut mendapatkan serangan oleh kelompok separatis bersenjata Papua Merdeka. Semua penumpang helikopter, dipaksa keluar dan dikumpulkan di lapangan.
Setelah dikumpulkan, salah-satu separatis menembak mati Glen Malcolm di tempat. Belum diketahui pasti apa penyebab penembakan tersebut. Selain ditembak, dikabarkan pilot 50-an tahun itu juga mengalami pembacokan.
Selanjutnya pilot yang sementara ini tinggal di Mimika tersebut, dikembalikan ke helikopter lalu dibakar. Sementara nasib penumpang sipil lainnya, dikabarkan selamat. Enam sipil tersebut, merupaka warga asli Distrik Alama. Pembunuhan terhadap Glen Malcolm ini menjadi pembunuhan warga asing pertama yang dilakukan separatis Papua Merdeka dalam 20 tahun terakhir.
Sejak Februari 2023 lalu, kelompok separatis Papua Merdeka di wilayah Nduga, Papua Pegunungan juga melakukan penyerangan terhadap penerbangan sipil Susu Air di Lapangan Udara Paro.
Dalam penyerangan itu, pilot Kapten Philip Mark Marthens disandera. Dan sampai kini, Kapten Philip yang juga berkebangsaan Selandia Baru, belum dibebaskan. Akhir pekan lalu pentolan separatis di Nduga, Egianus Kogeya berjanji untu melepaskan Kapten Philip.
Pilot Selandia Baru Dibunuh Separtis Papua, OPM Angkat Bicara Sebut Ada Upaya Spionase
Jubir OPM mengaku belum ada laporan resmi soal penembakan pilot Selandia Baru itu. [842] url asal
#pilot-selandia-baru-ditembak #penembakan-pilot-selandia-baru #pilot-selandia-baru #pilot-selandia-baru-diibunuh #separatis-papua-tembak-pilot #pembunuhan-pilot
(Republika - News) 06/08/24 00:05
v/13433235/
REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) belum dapat memastikan penyerangan dan pembunuhan terhadap pilot Glen Malcom Conning yang terjadi di Distrik Alama, Timika.
Juru Bicara TPNPB - OPM Sebby Sambom mengatakan, hingga Senin (5/8/2024) malam waktu setempat, belum ada sayap bersenjata kelompok Papua Merdeka di wilayah Papua Tengah tersebut, yang memberikan laporan resmi terkait penyerangan tersebut ke markas TPNPB - OPM.
“Belum ada laporan resmi yang sampai ke kami dari medan perang mengenai peristiwa di Distrik Alama. Ole karena itu, kami belum bisa sampaikan pernyataan, dan siaran pers,” kata Sebby saat dihubungi Republikadari Jakarta, pada Senin (5/8/2024).
Namun begitu, Sebby menegaskan, kabar dari masyarakat tentang pembunuhan pilot helikopter asal Selandia Baru tersebut memang sudah didengar oleh markas pusat TPNPB - OPM.
Sebby mengatakan, jika benar penyerangan tersebut dilakukan oleh kelompok TPNPB - OPM, tindakan tersebut, tentu bukan tanpa alasan. Sebab kata dia, Distrik Alama, adalah bagian dari wilayah zona perang dengan pihak Indonesia yang sudah sering disampaikan TPNPB - OPM kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI), maupun Polri. Karena itu, menurut Sebby, TPNPB - OPM akan membenarkan jika pasukannya yang memang benar melakukan penyerangan tersebut.
“Kalau memang itu nantinya benar bahwa itu (penyerangan dan pembunuhan) dilakukan pasukan TPNPB - OPM, maka wilayah itu bagian dari larangan. Bahwa wilayah itu adalah bagian dari wilayah larangan terbang bagi seluruh pesawat (dan helikopter sipil),” kata Sebby.
Maka, yang semestinya bertanggung jawab atas kejadian tersebut, kata ia, adalah, pihak TNI maupun Polri. “Apapun aktivitas sipil di wilayah perang harus dihentikan selama menunggu perundingan dengan Indonesia. Tetapi, ketika mereka masuk, maka itu tanggung sendiri, dan yang tanggung itu adalah TNI dan Polri sendiri, kenapa mereka izinkan pesawat (helikopter) masuk,” ujar Sebby.
Alih-alih bertanggung jawab atas penyerangan dan pembunuhan tersebut, Sebby menegaskan kecurigaannya atas peristiwa tersebut.
Sebab kata Sebby, dari informasi yang diterimanya, pilot helikopter yang ditembak mati tersebut, Glen Malcolm Conning adalah berkebangsaan Selandia Baru.
Menurut Sebby, dalam satu setengah tahun terakhir, sejak Februari 2023, TPNPB - OPM masih melakukan penyanderaan terhadap pilot Susi Air yang juga asal Selandia Baru atas nama Kapten Philip Mark Marthens. Masuknya pilot lain asal Selandia Baru ke zona perang TPNPB - OPM dengan TNI-Polri di Distrik Alama, dapat diduga sebagai tindakan spionase.
“Dan kami curiga, kenapa pilot Selandia Baru yang sudah kami tahan (Kapten Philip), dan kemudian ini pilot Selandia Baru yang masuk (Glen Malcolm). Itu kami anggap dia (Glen Malcolm) mata-mata untuk masuk memata-matai pasukan kami di medan perang. Wilayah itu (Dstrik Alama) adalah bagian dari konflik bersenjata yang sudah kami umumkan larangan masuk,” ujar Sebby.
Helikopter pembawa tenaga medis (nakes) dan warga sipil lainnya dikabarkan diserang kelompok separatis bersenjata Papua Merdeka di Disrtik Alama, di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (5/8/2024). Empat penumpang dikabarkan selamat dalam penyerangan tersebut. Namun dilaporkan oleh kepolisian, pilot helikopter atas nama Mr Glen Malcolm Conning (50 tahun) dikabarkan tewas dalam penyerangan tersebut.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar (Kombes) Bayu Suseno mengatakan, korban Glen Malcolm, adalah pilot berkebangsaan Selandia Baru. “Kami menyampaikan bawa identitas pilot yaitu Mr Glen Malcolm Conning asal Selandia Baru, usia 50 tahun tewas dalam penyerangan tersebut,” begitu kata Bayu dalam siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Senin (5/8/2024). Sampai berita ini ditulis, Kombes Bayu mengabarkan pasukan gabungan masih melakukan penyisiran langsung di lokasi kejadian.
Kombes Bayu mengatakan, dari laporan sementara disebutkan kejadian penyerangan tersebut terjadi tadi pagi sekitar pukul 09:30 WIT. Dikatakan dia, Glen Malcolm adalah pilot helikopter jenis IWN MD 500 ER-PK milik PT Intan Angkasa Air Service.
Semula, kata Kombes Bayu, helikopter tersebut lepas landasan dari Bandara Mosez Kilangin di Timika menuju ke Distrik Alama, di Kabupaten Mimika. Helikopter tersebut, kata Kombes Bayu membawa empat penumpang. “Dua penumpang orang dewasa adalah tenaga kesehatan (nakes), dan satu orang bayi, dan satu orang lainnya, adalah anak-anak,” ujar Kombes Bayu.
Saat helikopter tiba di Distrik Alama, sekelompok orang bersenjata, kata Kombes Bayu sudah menunggu di landasan. Setelah helikopter mendarat sempurna di landasan, sekelompok orang bersenjata itu menodongkan senjata ke arah helikopter, dan memaksa para penumpang, termasuk pilot untuk turun.
“Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menggunakan senjata api kemudian memaksa penumpang, dan pilot turun lalu mengumpulkan mereka di tengah-tengah lapangan,” kata Kombes Bayu.
Setelah semuanya dikumpulkan, kata Kombes Bayu, dari kesaksian korban selamat inisial D, salah-satu anggota separatis yang memegang senjata langsung melakukan penembakan terhadap pilot. Adapun yang melakukan pembakaran terhadap helikopter tersebut.
“Informasi yang diterima dari saksi D menjelaskan bahwa pilot langsung dihadang oleh KKB dan saat itu juga pilot Mr Glen Malcolm Conning langsung dibunuh dengan cara ditembak,” begitu ujar Kombes Bayu.
Sedangkan empat penumpang yang sempat disandera di tengah-tengah lapangan, kata Kombes Bayu saat ini dalam kondisi selamat. Karena dikatakan Kombes Bayu, teridentifikasi bahwa empat penumpang helikopter tersebut, adalah warga setempat. “Kami sampaikan seluru penumpang sudah dievakuasi dengan selamat, dan mereka merupakan warga di Distrik Alama,” begitu ujar Kombes Bayu.
Pasukan Operasi Damai Cartenz masih belum dapat mengidentifikasi kelompok penyerangan tersebut. Namun begitu, kata dia, pasukan Damai Cartenz sudah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pengejaran, dan penyelidikan terhadap para pelaku penyerangan.