#30 tag 24jam
Pilot Selandia Baru Dibunuh Separatis, Komnas HAM: Cederai Upaya Perdamaian
Komnas HAM mendesak dilakukannya penegakan hukum terhadap pelaku aksi serangan. [188] url asal
#pembunuhan-pilot-selandia-baru #pilot-selandia-baru #pembunuhan-pilot #pilot-selandia-baru-dibunuh
(Republika - News) 07/08/24 12:55
v/13646912/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengkritik pedas pengadangan terhadap pilot dan penumpang helikopter, serta pembunuhan pilot helikopter warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru bernama Glen Malcolm Conning.
Aksi ini menurut informasi yang beredar di media massa dilakukan oleh kelompok separatis Papua di Landasan Bandara Alama, Distrik Alama Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (5/8/2024).
"Komnas HAM mengecam aksi serangan terhadap pilot dan penumpang helikopter tersebut, dan serangan terhadap warga sipil lainnya, yang mencederai upaya untuk mewujudkan perdamaian di Papua," kata Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro kepada wartawan, Rabu (7/8/2024).
Oleh karena itu, Komnas HAM mendesak dilakukannya penegakan hukum terhadap pelaku aksi serangan yang telah menyebabkan jatuhnya korban dan mengakibatkan hilangnya nyawa tersebut. "Hak hidup, hak bebas dari rasa takut, dan hak atas perlakuan yang manusiawi adalah hak asasi yang harus dijamin dan dilindungi, dan menjadi tanggung jawab Negara," ujar Atnike.
Selain itu, Komnas HAM meminta pemerintah untuk melakukan langkah-langkah perlindungan dan pemulihan bagi korban dan keluarga akibat aksi kekerasan tersebut. "Komnas HAM meminta pemerintah dan aparat keamanan untuk memastikan keamanan warga sipil di Papua," ujar Atnike.
Separatis Diduga Bunuh Pilot, Bagaimana Penjelasan Islam soal Nyawa Dibalas Nyawa?
Ada beberapa penjelasan soal kriteria tentang hukum bagi pembunuh. [1,023] url asal
#pembunuhan-pilot-selandia-baru #pembunuhan-pilot #pilot #separatis-papua-tembak-pilot #separatisme-dalam-islam #separatisme #papua
(Republika - Iqra) 07/08/24 09:01
v/13625148/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kelompok separatis bersenjata Papua Merdeka dilaporkan diduga melakukan pembunuhan terhadap seorang pilot atas nama Glen Malcom Conning berkebangsaan Selandia Baru.
Muncul pertanyaan, dalam agama Islam bagaimana hukuman bagi pembunuh? Apakah nyawa harus dibayar nyawa yang artinya pelaku pembunuhan dihukum mati?
KH Ahmad Sarwat Lc dalam laman Rumah Fiqih menjelaskan hukum dalam Islam terhadap pelaku pembunuhan. Ia menerangkan, memang benar bahwa syariat Islam yang kita anut ini mewajibkan nyawa dibayar dengan nyawa.
Hal itu memang merupakan ketentuan dan sekaligus sabda Nabi Muhammad SAW.
لا يحل دم امرئ مسلم يشهد أن لا إله إلا الله ، وأني رسول الله ، إلا بإحدى ثلاث : الثيّب الزاني ، والنفس بالنفس ، والتارك لدينه المفارق للجماعة
"Tidak halal darah seorang Muslim yang bersaksi tiada tuhan selain Allah dan bahwa Aku utusan Allah, kecuali dengan salah satu dari tiga sebab. Tsayyib yang berzina, nyawa dengan nyawa dan orang yang meninggalkan agamanya serta memisahkan diri dari jamaah. (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Ungkapan nyawa dengan nyawa di dalam hadits itu maksudnya tidak lain adalah pembunuhan. Sehingga pada dasarnya memang tidak keliru kalau dikatakan bahwa Islam menghukum mati orang yang membunuh nyawa manusia.
Namun, menurut KH Ahmad Sarwat, jangan salah paham dulu. Tentu tidak benar penafsiran sebagian kalangan yang memandang bahwa Islam adalah agama yang kejam dan tidak menghormati hak asasi manusia (HAM).
"Sangat keliru kalau ada yang mengira bahwa Islam itu agama padang pasir yang berperangai keras, kasar dan kaku," kata KH Ahmad Sarwat dikutip dari laman Rumah Fiqih.
Memang ironis sekali, tidak sedikit dari umat Islam yang berpandangan negatif seperti ini. Dalam pandangan mereka, Islam itu tampil dalam bentuk yang ganas, liar, haus darah dan sedikit-sedikit bacok.
Padahal kalau kita merujuk dengan cermat ilmu dalam pelajaran syariat Islam, ternyata tidak semua pembunuh itu wajib dihukum mati. Hanya pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja saja yang terkena hukuman mati. Itu pun harus lewat proses pembuktian yang valid lewat pengadilan (mahmakah) syar'iyah. Ditambah lagi harus adanya tuntutan dari pihak keluarga korban untuk pelaksanaan hukuman mati itu.
Padahal apabila dilakukan negosiasi yang intens, sehingga sampai keluarga mau memaafkan, tentunya hukuman mati itu tidak perlu dijalankan. Walaupun kasusnya adalah pembunuhan dengan sengaja.
"Sayangnya, banyak orang yang agak kurang mempelajari ilmu syariah, lantas tiba-tiba langsung memvonis hal-hal yang keliru tentang Islam," ujar KH Ahmad Sarwat dalam tulisannya di laman Rumah Fiqih.
Sementara itu, di luar jenis pembunuhan yang disengaja, ada tindakan penghilangan nyawa (pembunuhan) jenis lain, namun pelakunya tidak wajib dihukum mati. Sayangnya, justru sisi yang ini jarang sekali diketahui oleh umat Islam.
Maka kalau kita telaah lebih dalam kajian fiqih Jinayat, akan kita temukan bahwa umumnya para ulama membagi pembunuhan menjadi tiga macam, yaitu pembunuhan sengaja, menyerupai sengaja, dan pembunuhan keliru.
1. Pembunuhan Sengaja
Pembunuhan jenis pertama adalah pembunuhan sengaja. Pembunuhan jenis ini adalah tindakan yang sengaja dan diniatkan semata-mata untuk menghilangkan nyawa manusia yang haram darahnya.
Menurut jumhur ulama, definisi pembunuhan ini adalah:
"Pembunuhan yang bertujuan untuk melakukan tindakan pembunuhan dan ditujukan kepada orang tertentu dengan menggunakan benda yang khusus untuk membunuh atau benda yang umumnya digunakan untuk membunuh."
Secara umum, pembunuhan sengaja ini bisa dikenali lewat cara atau modusnya. Salah satunya pembunuhan dengan menggunakan senjata tajam seperti pisau, pedang, golok, anak panah, senapan atau senjata api, linggis, gergaji atau apapun alat yang lazim digunakan untuk membunuh nyawa manusia.
Namun pembunuhan sengaja bisa juga terjadi tanpa menggunakan alat alias tangan kosong, seperti mencekik leher orang atau melemparnya dari ketinggian atau ke tempat yang mencelakakan. Bisa juga dengan menggunakan makanan atau minuman yang mematikan, semacam racun dan berbagai macam jenisnya.
Para ulama juga memasukkan modus penggunaan sihir sebagai salah satu modus dalam pembunuhan ini.
Hukuman Mati dan Uang Tebusan
Jika seorang pembunuh sudah mengakui atau terbukti 100 persen telah melakukan pembunuhan jenis ini (pembunuhan sengaja), maka ada beberapa jenis hukumannya. Paling utama tentunya adalah hukum qishash, alias hukuman yang setimpal. Dalam hal ini adalah hukuman mati.
Namun, hukuman mati ini tidak bersifat mutlak pelaksanaannya. Sebab hukuman mati ini hanya bisa dilakukan kalau memang terbukti membunuh dengan sengaja yang menyebabkan kematian, dan pihak keluarga menuntut agar pelakunya dihukum mati.
Namun bila pihak keluarga korban memaafkan, tentu hukuman mati ini tidak perlu dilakukan.
Untuk itu, ada dua kemungkinan. Pertama, pihak keluarga berhak menuntu diyat atau uang tebusan. Kedua, pihak keluarga memaafkan tanpa menuntut diyat.
Namun di luar hukuman mati atau uang tebusan ini, ada juga beberapa jenis konsekuensi hukum lainnya. Di antaranya:
"Jika pembunuh adalah calon ahli waris orang yang dibunuh, maka konsekuensinya pembunuh tidak berhak untuk menerima harta warisan darinya. Selain harta warisan, para ulama juga mengatakan bahwa pembunuh juga tidak berhak atas harta yang diwasiatkan oleh korban."
2. Pembunuhan Seperti Disengaja
Ungkapan pembunuhan seperti disengaja ini adalah terjemahan bebas dari istilah syibhu amdi. Definisinya menurut mazhab As-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah adalah:
"Bertujuan untuk menyerang korban karena permusuhan di antara mereka, namun dengan menggunakan alat yang secara umum tidak lazim digunakan untuk membunuh, seperti cambuk atau tongkat."
Yang menyamakan antara pembunuhan ini dengan pembunuhan sengaja adalah sama-sama terdapat niat atau maksud untuk mencelakakan.
Namun perbedaan antara keduanya adalah bahwa pembunuhan sengaja itu memang diniatkan untuk membunuh, sedangkan pembunuhan seperti sengaja memang niat mencelakakan, tetapi tidak sampai menginginkan kematiannya.
3. Pembunuhan Keliru
Istilah aslinya dalam ilmu fiqih adalah al-qatlul-khatha, namun terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia bisa bermacam-macam.
Ada yang menyebutnya pembunuhan tidak sengaja, pembunuhan tersalah, pembunuhan salah dan juga ada yang menyebut pembunuhan keliru. Yang mana saja tidak jadi masalah, yang penting justru definisinya.
Definisinya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh para fuqaha adalah:
"Pembunuhan yang terjadi tanpa maksud untuk melakukannya, dan juga tanpa target tertentu dari korbannya, atau tanpa salah satunya."
Dari pengertian di atas, maka pembunuhan jenis ini bisa terjadi dalam bentuk misalnya seseorang iseng melempar kerikil kecil ke sembarang arah, tanpa bermaksud untuk melempar seseorang. Namun ternyata kerikil itu mengenai pengendara sepeda motor, lalu oleng, terjatuh dan meninggal dunia.
Atau bisa juga seseorang memang berniat melempar benda kecil ke arah korban yang sedang mengedarai sepeda motor, di mana benda yang dilempar itu bukan termasuk benda yang lazimnya digunakan untuk membunuh.
Namun ternyata lemparan kerikil itu mengakibatkan kematiannya. Mungkin karena dia berusaha menghindar, lalu malah menabrak pembatas jalan dengan keras dan meninggal.
Bentuk lainnya adalah seorang memang secara sengaja ingin membunuh target tertentu. Namun tenyata tembakannya meleset jauh dan mengenai korban yang tidak bersalah.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Terungkap Ini Hasil Visum Pilot Selandia Baru yang Dibunuh Separatis Papua
Proses visum pilot Selandia Baru dilakukan sekitar satu jam. [533] url asal
#selandia-baru #pilot #visum-pilot #hasil-visum-pilot #pembunuhan-pilot-selandia-baru #pilot-dibunuh-papua
(Republika - News) 06/08/24 16:38
v/13532103/
REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA — Tim forensik RSUD Timika, di Mimika sudah melakukan visum terhadap jenazah pilot helikopter Glen Malcolm Conning yang dibunuh oleh kelompok separatis bersenjata Papua Merdeka di Distrik Alama di Papua Tengah, Selasa (6/8/2024).
Dari penjelasan sementara pihak rumah sakit, pilot asal Selandia Baru tersebut mengalami luka-luka. Petugas juga menemukan adanya luka tembak yang diduga menjadi sebab matinya pilot 50-an tahun tersebut.
Kepala Humas RSUD Timika Lucky Mahakena mengatakan, proses visum yang dilakukan tim dokter, berdasarkan permintaan dari otoritas penyidik dari kepolisian. Dari permintaan tersebut, tim dokter hanya akan menyerahkan hasil visum untuk kebutuhan penyidikan. Namun begitu, kata Lucky, dari gambaran umum hasil visum atas kondisi jenazah Glen Malcolm, terdapat luka-luka.
“Kondisinya (jenazah) kami tidak bisa sampaikan utuh terbuka. Yang jelas ada kondisi luka-luka,” begitu kata Lucky dalam siaran pers video yang diterima, Selasa (6/8/2024).
Proses visum sendiri, kata Lucky dilakukan sekitar satu jam. Satu dokter, kata Lucky yang melakukan visum dibantu oleh tiga asisten bedah. “Dan selanjutnya jenazah akan kami serahkan kepada pihak keluarga, atau satuan-satuan yang terkait, dan untuk proses visum sudah berjalan dengan baik,” kata Lucky.
“Dan untuk hasil visum, tim medis hanya akan menyerahkan kepada pihak penyidik sesuai dengan prmohonannya,” sambung Lucky.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar (Kombes) Bayu Suseno menerangkan, proses visum memang dilakukan untuk ranah penyidikan. Menurutnya, setelah pasukan gabungan melakukan evakuasi kilat di Distrik Alama, jenazah pilot Glen Malcolm langsung diterbangkan ke RSUD Timika.
Di rumah sakit tersebut, sejumlah perwakilan dari perusahaan penerbangan PT Intan Angkasa Air Service tempat Glen Malcolm bekerja juga turut menunggu.
Selanjutnya, kata Kombes Bayu, dari proses visum yang sudah rampung, penyidik kepolisian tinggal menunggu kesimpulan sebab matinya pilot Glen Malcolm. Dari penjelasan medis tersebut, kata Kombes Bayu, otoritas di Polda Papua akan menerbitkan notifikasi kematian.
“Ini (notifikasi kematian) penting karena pilot Glen adalah warga negara asing,” begitu ujar Kombes Bayu.
Penerbitan notifikasi tersebut, kata Kombes Bayu juga akan diteruskan ke Divisi Hubungan Internasional Polri, yang akan dikirimkan ke otoritas kepolisian di Selandia Baru, negara asal Glen Malcolm.
Kondisi jenazah pilot
Kombes Bayu, pun mengaku belum mengetahui pasti bagaimana hasil visum jenazah Glen. Namun dikatakan dia, dari proses evakuasi yang dilakukan pasukan gabungan, dilaporkan bahwa jasad Glen Malcolm ditemukan di bagian kokpit helikopter. Saat ditemukan, kata Kombes Bayu memang sudah terlihat adanya luka tembak. “Bahwa untuk kondisi pilot Glen ini, dari informasi di lapangan (saat dievakuasi), memang benar ditembak oleh KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata). Tetapi untuk perkenaanya pada bagian mana, masih menunggu hasil resmi dari visum,” ujar Kombes Bayu.
Adapun informasi yang menyebutkan pilot Glen Malcolm dalam kondisinya yang terbakar, hal tersebut semula memang diyakini benar. Karena dikatakan Kombes Bayu, pada saat terjadinya penyerangan, dan pembunuhan, Senin (5/8/2024), sejumlah saksi mata penyampaikan kelompok separatis menyalakan api untuk membakar helikopter. “Memang benar helikopternya dibakar. Tetapi, yang terbakar hanya kursi bagian belakang. Untuk kursi bagian depan yang berada di kokpit pilot, tidak terbakar,” begitu ujar Kombes Bayu.
Situasi hujan pada saat kejadian pembunuhan, kata Kombes Bayu yang memungkinkan helikopter milik PT Intan Angkasa Air Service tersebut, dan jasad pilot Glen Malcolm dapat terhindar dari api. “Mungkin disebabkan hujan, pada pada saat api berjalar, mati karena hujan tersebut,” ujar Kombes Bayu.
Pengakuan Ayah Pilot yang Dibunuh OPM ,Terpukul, Akui Kerja di Papua Penuh Bahaya
Pihak keluarga mengakui sedih dan hancur Conning telah dibunuh separatis. [513] url asal
#separatis-papua #pilot-selandia-baru-dibunuh #pembunuhan-pilot-selandia-baru #pilot-selandia-baru #pembunuhan-pilot #pilot-dibunuh-papua #pilot-glen-malcolm-conning
(Republika - News) 06/08/24 16:19
v/13526173/
REPUBLIKA.CO.ID, MOTUEKA -- Glen Malcolm Conning, pria berusia 50 tahun dari Motueka, Selandia Baru, tewas oleh pemberontak separatis Papua. Ia ditembak setelah mendarat di daerah terpencil. Pembunuhan terhadap Conning memicu kesedihan bagi keluarga korban, termasuk sang ayah.
Bill Conning, mengatakan bahwa ia sangat terpukul karena telah kehilangan anak yang baik. Bill Conning, yang juga seorang pilot helikopter telah mengajarkan anaknya cara terbang, Ia pernah bekerja di wilayah Papua sehingga menyadari risiko bertugas di sana.
"Itu penuh bahaya," kata Conning kepada Stuff dilansir dari laman New Zeland Herald, Selasa.
Conning mengatakan bahwa anaknya mungkin sedang mengemudikan misi medis saat terbunuh separatis. "Karena ia tidak akan pergi ke sana... Ia hanya akan pergi jika perusahaan tempatnya bekerja mengatakan bahwa itu aman."
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (6/8), keluarganya mengatakan bahwa Conning adalah suami dan ayah yang paling peduli dan penyayang bagi anak-anak perempuannya. Ia benar-benar dicintai oleh keluarga dan teman-temannya.
"Ketika ia tidak terbang, ia senang menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-temannya, dan berada di alam terbuka," kata keluarga tersebut.
"Hati kami hancur karena kehilangan yang menghancurkan ini. Kami menghargai cinta dan dukungan yang kami terima.”
Seperti dilaporkan media Selandia Baru, New Zeland Herald, pilot itu dikenal sebagai penerbang berpengalaman di Pulau Selatan.
Sepak terjang Conning cukup banyak. Ia merupakan seorang pilot helikopter berpengalaman Pulau Selatan yang membantu memadamkan kebakaran di Christchurch, Port Hills baru-baru ini. Ia bekerja sebagai penerbang untuk perusahaan penerbangan Indonesia, Intan Angkasa Air Service.
Evakuasi jenazah
Jenazah pilot helikopter Glen Malcolm Conning yang dibunuh kelompok separatis bersenjata Papua Merdeka di Distrik Alama, Mimika, Senin (5/8/2024), berhasil dievekuasi.
Pasukan Operasi Damai Cartenz mengevakuasi pilot asal Selandia Baru tersebut, pada Selasa (6/8/2024) dan membawa jenazahnya ke Timika. Pasukan gabungan Polri, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), pun mulai dikerahkan ke wilayah terpencil di Papua Tengah tersebut untuk penyisiran kelompok para pelaku pembunuhan tersebut.
“Satgas Damai Cartenz, bersama tim gabungan TNI-Polri dari Timika, sudah diberangkatkan ke Distrik Alama untuk mengevakuasi jenazah pilot Glen Malcolm Conning dan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara),” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar (Kombes) Bayu Suseno saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (6/8/2024).
Kombes Bayu mengatakan, proses evakuasi tim gabungan dilakukan sejak pagi tadi.
Evakuasi tersebut, kata Kombes Bayu berlangsung cepat mengingatk situasi keamanan di wilayah tersebut.
Sekitar pukul 12:50 WIT, tim evakuasi berhasil membawa jenazah kembali ke Timika. “Dan saat ini jenazah berada di RSUD Mimika untuk dilakukan visum et repertum,” kata Kombes Bayu.
Sementara pasukan gabungan lainnya, kata Kombes Bayu sebagian bertahan untuk melakukan olah TKP, dan penyisiran. “Tim masih berada di sana untuk penyisiran. Dan kami memastikan situasi keamanan masih terkendali,” kata dia.
Glen Malcolm Conning adalah pilot helikopter milik PT Intan Angkasa Air Service. Pilot asal Selandia Baru itu, pada Senin (5/8/2024) membawa enam penumpang sipil dari Bandara Mosez Kilangin, Mimikiamenuju Distrik Alama yang merupakasan wilayah terpencil. Dua penumpang tersebut, diantaranya adalah anak dan bayi.
Tiba di Distrik Alama, helikopter tersebut mendapatkan serangan oleh kelompok separatis bersenjata Papua Merdeka. Semua penumpang helikopter, dipaksa keluar dan dikumpulkan di lapangan.
Pasukan Gabungan TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Pilot Selandia Baru yang Dibunuh Separatis
Jenazah pilot asal Selandia Baru itu telah tiba di Bandara Timika. [265] url asal
#pilot-selandia-baru #pembunuhan-pilot-selandia-baru #pilot-selandia-baru-dibunuh #pilot #pembunuhan-pilot
(Republika - News) 06/08/24 14:22
v/13514483/
REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA -- Jenazah pilot PT Intan Angkasa Glen Malcolm Conning telah dievakuasi oleh Tim Satgas TNI dari Distrik Alama Kabupaten Mimika ke RSUD Mimika pada hari Selasa pukul 12.45 WIT. Demikian disampaikan Panglima Komando Gabungan Operasi Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon.
Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon mengatakan bahwa evakuasi itu mulai pukul 10.00 WIT dan tiba di Bandara Lanud Yohanis Kapiyau Timika pukul 12.45 WIT.
"Pasukan gabungan TNI berhasil mengevakuasi jenazah pilot helikopter PK IWN milik PT Intan Angkasa Air Service Glen Malcolm Conning dari Distrik Alama ke Kota Timika," katanya di Timika, Papua Tengah.
Menurut Richard, tiga helikopter telah diterbangkan ke Distrik Alama untuk evakuasi, dan telah kembali dengan selamat di Bandara Lanud Yohanis Kapiyau Timika pada pukul 12.45 WIT.
Panglima Kogabwilhan III menyebutkan enam penumpang yang selamat terdiri atas empat tenaga kesehatan dan dua balita. Pada hari ini akan dievakuasi dari Distrik Alama ke Timika.
Empat tenaga kesehatan itu bernama Koraliak Gwijangge, Demianus Pakage, Naomi Kambu, dan Hasmaya.
"Dua penumpang selamat lainnya, dua balita bernama Ferni dan Hafisan. Jadi, totalnya enam penumpang selamat," katanya lagi.
Ia lantas memaparkan kronologis kejadian, yakni pada pukul 09.30 WIT helikopter jenis IWN MD.500 ER PK milik PT Intan Angkasa Air Service dengan pilot Glen Malcolm Conning membawa enam penumpang dari Bandara Udara Moses Kilangin Timika menuju Distrik Alam Kabupaten Mimika.
Setelah tiba di Distrik Alam, kata dia, mereka dicegat oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) bersenjata api, kemudian penumpang dan pilot diturunkan dari helikopter tersebut. OPM lantas membunuh pilot di Lapangan Terbang Alama.
Ini Sosok Pilot Selandia Baru yang Dibunuh Separatis Papua, Dikenal Istimewa dan Andal
Pembunuhan terhadap pilot Selandia Baru oleh separatis disebut sangat kejam. [907] url asal
#pilot-selandia-baru-dibunuh #pilot-selandia-baru #pembunuhan-pilot-selandia-baru #pilot-selandia-baru-ditembak #selandia-baru
(Republika - News) 06/08/24 13:33
v/13508485/
REPUBLIKA.CO.ID, Seorang pilot helikopter Selandia Baru dilaporkan tewas di Papua Tengah. Glen Malcolm Conning, pria berusia 50 tahun dari Motueka, tewas oleh pemberontak separatis di wilayah paling timur Indonesia, Papua, setelah mendarat di daerah terpencil.
Seperti dilaporkan media Selandia Baru, New Zeland Herald, pilot itu dikenal sebagai penerbang berpengalaman di Pulau Selatan.
Sepak terjang Conning cukup banyak. Ia merupakan seorang pilot helikopter berpengalaman Pulau Selatan yang membantu memadamkan kebakaran di Christchurch, Port Hills baru-baru ini. Ia bekerja sebagai penerbang untuk perusahaan penerbangan Indonesia, Intan Angkasa Air Service.
Saat insiden terjadi, ia mengaku sejumlah awak. Penumpangnya - dilaporkan termasuk dua petugas kesehatan, seorang bayi, dan seorang anak - tidak terluka.
Kementerian Luar Negeri & Perdagangan Selandia Baru (Mfat) mengatakan pihaknya mengetahui laporan yang keluar dari Papua. “Kedutaan Besar kami di Jakarta sedang mencari informasi lebih lanjut dari pihak berwenang, dan kami belum memberikan komentar lebih lanjut pada tahap ini.”
Seorang teman dekat Conning, Kerry Gatenby hari ini memberikan penghormatan kepada pemburu dan nelayan yang bersemangat itu.
“[Glen] sangat dicintai oleh masyarakat Motueka dan merupakan pria yang sangat mencintai keluarga,” kata Gatenby.
“Kami punya pepatah di antara kami saat bertemu, kami akan berteriak, ‘Shag!’
“Dia orang yang istimewa.”
Lokasi insiden penembakan terhadap Conning merupakan daerah sangat terisolasi dan hanya dapat dicapai dengan mudah melalui udara.
Pembunuhan kejam
Pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata Papua Merdeka terhadap pilot helikopter Glen Malcolm Conning di Distrik Alama, Mimika, terbilang kejam. Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz mengungkapkan, pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut, tewas mengenaskan dengan cara ditembak, dan dibacok, lalu dibakar.
Pilot tersebut dikatakan dibakar bersama-sama dengan helikopter milik PT Intan Angkasa Air Service pada Senin (5/8/2024) waktu Papua Tengah.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar (Kombes) Bayu Suseno dalam penjelasan resmi perihal peristiwa nahas tersebut.
Kombes Bayu menerangkan, Glen Malcolm adalah pilot usia 50 tahun asal Selandia Baru yang bekerja untuk PT Intan Angkasa Air Service dan menetap sementara di Mimika. Pada Senin (5/8/2024) pagi sekitar pukul 09:30 WIT, helikopter jenis IWN MD 500 ER PK yang dipiloti Glen Malcolm akan terbang dari Bandara Moses Kilangin Timika menuju ke Distrik Alama.
Helikopter tersebut, menurut manifes, terdiri dari empat penumpang. Yaitu dua orang dewasa yang merupakan tenaga kesehatan (nakes) atas nama Kalariak Gwijangge dan Damianus Pakage.
Sedangkan dua penumpang lainnya, adalah seorang bayi bernama Hasmaya, dan Naomi Kambu yang masih kategori anak-anak. Kata Kombes Bayu, setelah helikopter yang dipiloti oleh Glen Malcolm tiba di Distrik Alama sekitar pukul 10:00 WIT sudah tampak segerombolan orang bersenjata di lokasi pendaratan.
“Informasi yang diterima oleh Satgas Damai Cartenz dari seorang saksi D, dijelaskan bahwa pada saat helikopter tiba di Distrik Alama, para penumpang dan pilot langsung dihadang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB),” kata Kombes Bayu.
“Sekelompok KKB itu menggunakan senjata api saat mencegat helikopter yang melakukan pendaratan,” ujar Kombes Bayu.
Setelah pilot Glen Malcolm mendaratkan helikopter secara sempurna, kelompok bersenjata itu langsung memerintahkan seluruh penumpang yang ada di dalam helikopter untuk keluar.
Termasuk pilot Glen Malcolm, bersama empat penumpang itu dibawa ke tengah-tengah lokasi pendaratan helikopter tersebut. “Setelah pilot dan penumpang diturunkan dari helikopter, dan dikumpulkan di lapangan, tepatnya di sekitar lokasi pendaratan helikopter, setelah itu KKB langsung melakukan pembunuhan terhadap pilot, dengan cara ditembak, dan seterusnya dibacok. Selanjutnya, jenazah pilot dibawa kembali ke helikopter, kemudian dibakar bersama-sama dengan helikopter tersebut,” ujar Kombes Bayu.
Sementara empat penumpang helikopter lainnya itu, kata Kombes Bayu setelah kejadian pembunuhan terhadap Glen Malcolm tersebut dibiarkan selamat. Hal tersebut, kata Kombes Bayu lantaran keempatnya adalah merupakan warga asli dari Distrik Alama. “Keempat penumpang lainnya, selamat.
Karena diketahui bahwa keempat penumpang tersebut adalah warga setempat, warga Distrik Alama,” kata Kombes Bayu. Sementara Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz Brigadir Jenderal (Brigjen) Faizal Ramadhani, pada Senin (5/8/2024) malam menyampaikan, pasukannya masih belum berhasil menembus ke lokasi kejadian.
Kondisi tersebut, dikatakan Brigjen Faizal, mengingat Distrik Alama adalah salah-satu wilayah yang paling sulit ditembus, dan paling terisolir di Papua Tengah.
“Satu-satunya akses ke sana hanya dapat diakses menggunakan helikopter. Dan sampai saat ini (Senin malam) pasukan belum ada yang ke sana,” ujar Brigjen Faizal.
Namun begitu, kata Kombes Faizal, Satgas Operasi Damai Cartenz, sudah mendapati seluruh informasi tentang peristiwa tersebut. Dan memastikan, penegakan hukum yang akan dilakukan.
Pembunuhan terhadap Glen Malcolm pilot asal Selandia Baru di Distrik Alama ini, sepertinya menjadi aksi brutal penghilangan nyawa pertama warga negara asing yang dilakukan kelompok separatis Papua Merdeka dalam 20 tahun terakhir.
Pada Februari 2023, kelompok separatis juga melakukan penyerangan terhadap maskapai penerbangan sipil, Susi Air di Lapangan Paro, Nduga, Papua Pegunungan. Penyerangan oleh kelompok bersenjata Egianus Kogeya itu menyandera Kapten Philips Mark Marthens yang juga pilot berkebangsaan Selandia Baru. Sampai hari ini, Kapten Philip belum berhasil dibebaskan.
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) belum dapat memastikan pihaknya adalah pelaku penyerangan dan pembunuhan terhadap pilot Glen Malcom. Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, hingga Senin (5/8/2024) malam belum ada sayap bersenjata kelompok Papua Merdeka di wilayah Papua Tengah yang memberikan laporan resmi terkait penyerangan tersebut ke markas TPNPB-OPM.
“Belum ada laporan resmi yang sampai ke kami dari medan perang mengenai peristiwa di Distrik Alama. Oleh karena itu, kami belum bisa sampaikan pernyataan, dan siaran pers,” kata Sebby saat dihubungi Republika dari Jakarta, pada Senin (5/8/2024) malam.
Namun begitu, Sebby menegaskan, kabar dari masyarakat tentang pembunuhan pilot helikopter asal Selandia Baru tersebut memang sudah didengar oleh markas pusat TPNPB-OPM.