#30 tag 24jam
Perjalanan 70 Tahun SGM, Pernah Jadi BUMN hingga Saham Mayoritas Milik Danone
PT Sarihusada Generasi Mahardhika telah berusia 70 tahun, dengan produk populernya SGM. Pernah menjadi BUMN dan kini saham mayoritas milik Danone. [513] url asal
#sgm #bumn #danone #kimia-farma #sari-husada #sultan-hamengkubuwono-ix #angkatan-udara
(Bisnis Tempo) 30/08/24 18:49
v/14833199/
TEMPO.CO, Jakarta - Produk susu SGM telah hadir sejak 1954. Selama 70 tahun, SGM Eksplor telah konsisten berkomitmen dalam menutrisi generasi Indonesia. Untuk merayakan HUT ke-70 pada 25 Agustus 2024, SGM Eksplor mengadakan berbagai acara menarik, dengan puncak perayaan di kota Yogyakarta.
PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) adalah perusahaan yang memproduksi berbagai produk nutrisi untuk ibu hamil, menyusui, dan anak, dengan fokus pada rasa yang enak, harga terjangkau, dan standar internasional. Sejak beroperasi di Indonesia pada tahun 1954, Sarihusada telah menjadi bagian dari Program Kecukupan Protein Nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menjelang pertengahan dekade 1950-an, Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berinisiatif untuk mengembangkan program khusus guna mendukung kecukupan protein nasional.
Seperti yang dilansir dari repository.umy.ac.id, NV Saridele didirikan sebagai hasil kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan UNICEF/FAO. Pendirian NV Saridele juga mendapat dukungan dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang menyediakan lahan seluas 2 hektar di Muja Muju untuk pembangunan pabrik. Karena pada saat itu belum ada tenaga ahli untuk pembuatan mesin-mesin pabrik, proyek ini melibatkan insinyur Angkatan Udara. NV Saridele kemudian menjadi pelopor dalam pengembangan produk nutrisi kaya protein untuk rakyat Indonesia, dengan kapasitas produksi mencapai 593 ton per tahun.
Produksi perdana NV Saridele menghadapi beberapa kali kegagalan sebelum berhasil. Pada masa itu, mendapatkan nutrisi berkualitas merupakan tantangan besar. NV Saridele menjadi salah satu dari sedikit produk susu lokal yang tersedia.
NV Saridele kemudian berubah menjadi perusahaan milik negara dengan nama PN Sari Husada. Pada 1965, perusahaan ini meluncurkan produk susu bubuk SGM secara besar-besaran, menjadi pelopor dalam pengembangan produk susu anak di Indonesia.
Pada 1968, NV Saridele diambil alih oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Kimia Farma, menyusul keluarnya Indonesia dari PBB. Kemudian, pada 1972, NV Saridele berganti nama menjadi PT Sari Husada melalui joint venture antara PT Kimia Farma dan PT Tiga Raksa, sebagai upaya untuk menambah modal perusahaan.
Dikutip dari laman generasimaju.co.id, PT Sari Husada menjadi perusahaan terbuka dan meluncurkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta, dengan komposisi kepemilikan dana terdiri dari Tiga Raksa (39,5 persen), Kimia Farma (33,5 persen), dan umum (27 persen). Produk susu SGM-2 diluncurkan untuk mendukung kesuksesan SGM-1, sementara produk Lactamil, yang ditujukan untuk ibu hamil dan menyusui, juga resmi diluncurkan. Selain itu, PT Sari Husada memperkenalkan susu anak dengan merek Vitalac.
Kemudian, mayoritas saham PT Sari Husada dimiliki oleh Tiga Raksa (80 persen). Perusahaan ini beraliansi dengan Nutricia International, BV (Royal Numico), perusahaan spesialis produk nutrisi bayi asal Belanda, dan pabrik ke-2 PT Sari Husada di Prambanan, seluas 15 hektare, resmi beroperasi penuh.
PT Sari Husada mengajukan perubahan status dari perusahaan publik menjadi perusahaan privat untuk lebih fokus dalam pengembangan usahanya. Perusahaan ini secara resmi keluar dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Surabaya (BES), menjadikannya sebagai perusahaan tertutup. Selanjutnya, Danone mengakuisisi Royal Numico, termasuk PT Nutricia Indonesia Sejahtera dan PT Sari Husada, sehingga Danone menjadi pemegang saham mayoritas.
Hingga pada akhirnya, PT Sari Husada mengubah namanya menjadi PT Sarihusada Generasi Mahardhika dan menjadi bagian dari salah satu bisnis Danone di Indonesia.
HUT ke-70, SGM Dukung Akses Pendidikan dan Pecahkan Rekor MURI
SGM merayakan dedikasi sepanjang 70 tahun lewat rangkaian kegiatan penyerahan dukungan dana pendidikan SD, Pawai Generasi Maju, hingga pemecahan rekor MURI. [916] url asal
#brandnewsroom #bnr #danone #sgm #stunting #gizi-anak
(CNN Indonesia - Ekonomi) 29/08/24 19:09
v/14814653/
PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) merayakan dedikasi sepanjang 70 tahun menutrisi Generasi Maju Indonesia dengan menggelar berbagai rangkaian kegiatan yang berpusat di kota kelahiran SGM, Yogyakarta.
Rangkaian kegiatan itu termasuk penyerahan dukungan dana pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk 70 anak Indonesia, Pawai Generasi Maju yang melibatkan masyarakat setempat, hingga pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) berupa Minum Susu Bersama Keluarga Terbanyak secara serentak dan disiarkan seperti di Bandung, Medan, Balik Papan, Banjarmasin, Makassar, Mataram dan termasuk daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) guna membangun dan mendorong kesadaran masyarakat di daerah tersebut terkait pemenuhan gizi seimbang.
CEO Danone Indonesia, Laurent Boissier menyampaikan bahwa keseluruhan agenda itu menjadi simbol dari komitmen SGM mendukung para ibu memenuhi gizi anak Indonesia.
"Perayaan 70 tahun SGM ini dihadirkan sebagai bentuk komitmen SGM untuk terus memastikan anak-anak di seluruh Indonesia mendapatkan nutrisi yang diperlukan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal melalui inovasi produk hingga program-program edukasi, dan memberikan jutaan alasan untuk membuat orang tua dapat yakin akan komitmen SGM untuk menutrisi bangsa," ujar Laurent.
Laurent menyatakan, pemenuhan gizi yang optimal merupakan kunci utama mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan produktif. Hal itu yang secara konsisten dilakukan selama tujuh dekade oleh SGM melalui dedikasi mengentaskan salah satu tantangan terbesar pembangunan sumber daya manusia Indonesia, yakni masalah pemenuhan gizi.
Anak-anak di bawah lima tahun (balota) merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap kekurangan gizi. Pemenuhan gizi yang tidak optimal diketahui memiliki konsekuensi jangka panjang, termasuk pada kesehatan fisik, perkembangan kognitif dan motorik yang terganggu, hingga perkembangan otak anak secara keseluruhan.
Menurut Laurent, masalah berikutnya, anak dengan kondisi stunting memiliki risiko anemia dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak stunting. Umumnya, anemia ditemukan pada 1 dari 5 anak Indonesia berusia dibawah 5 tahun, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia pada 2023.
Sehingga, kondisi ini menggarisbawahi pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi anak sejak dini demi pencegahan dampak merugikan pada jangka panjang.
Sekda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Beny Suharsono menyampaikan apresiasinya terhadap SGM, yang dinilai memegang peran penting memajukan industri susu di Indonesia, serta berkontribusi memeuhi gizi anak dan mendukung generasi penerus bangsa.
"Berbagai program yang telah diinisiasi SGM Eksplor selama ini, termasuk dalam rangkaian 70 tahun SGM merupakan bukti nyata komitmen yang kuat untuk membangun generasi manju bangsa. Kami juga merasa bangga bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tuan rumah dan pelopor dalam lahirnya pabrik susu pertumbuhan pertama di Indonesia, menegaskan posisi Yogyakarta sebagai pusat inovasi dan keberlanjutan dalam sektor gizi," kata Beny.
Pada saat bersamaan, SGM mengupayakan dukungan pendidikan yang layak agar anak dapat mewujudkan potensi secara optimal. Untuk itu, SGM memberikan dukungan Dana Pendidikan tingkat SD untuk 70 anak, yang sekaligus menjadi bentuk penghargaan dan terima kasih SGM kepada para ibu yang telah mempercayakan SGM Eksplor sebagai nutrisi pendukung pertumbuhan anak-anak di Indonesia.
Minhajul Ngabidin selaku Lead Gerakan Sekolah Sehat dari Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membenarkan bahwa kesehatan penting agar anak bisa belajar dengan baik. Sehingga, diperlukan pemenuhan gizi yang seimbang.
"Salah satunya bisa didapatkan melalui kebiasaan konsumsi susu. Selain itu, pendidikan dasar menjadi salah satu fase penting dalam perkembangan seorang anak untuk memiliki berbagai kemampuan yang diperlukan saat ia dewasa nanti," ujar Minhajul.
Secara eksternal, lanjut Minhajul, juga dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dari berbagai pihak guna memastikan semua anak Indonesia memiliki hak dan akses setara terhadap pendidikan, serta dapat mengimplementasikan serta memaknai Merdeka Belajar.
"Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan SGM dalam memberikan bantuan dana pendidikan kepada 70 anak Indonesia. Dukungan ini merupakan langkah awal penting, tidak hanya menyediakan bantuan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak konkrit terhadap pembangunan generasi masa depan yang lebih baik," katanya.
Pada kesempatan yang sama, SGM menggandeng Alfamart sebagai salah satu mitra kegiatan Minum Susu Bersama Keluarga. Solihin selaku Corporate Affair Director Alfamart menjelaskan bahwa kegiatan minum susu bersama keluarga yang diinisiasikan SGM sejalan dengan visi Alfamart untuk menjangkau masyarakat dan memberikan akses produk bernutrisi.
"Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang yang merupakan fondasi untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. Dengan asupan nutrisi yang cukup dan berkualitas, anak-anak Indonesia akan memiliki kesempatan lebih besar untuk mencapai potensi maksimal mereka dan berkontribusi pada kemajuan bangsa," kata Solihin.
Dalam perayaan 70 tahun SGM, terdapat beragam agenda seperti Pawai Akbar 70 Tahun SGM, cek anemia pada tubuh, perjalanan SGM dalam Rumah SGM & Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) TK Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, juga berbagai lomba dan area permainan anak.
"Perayaan 70 tahun SGM adalah tonggak penting dalam perjalanan kami untuk mendukung kesehatan dan perkembangan anak-anak di seluruh Indonesia. Kami berharap dengan berbagai kegiatan dari perayaan ini dapat memberikan dampak positif dan memperkuat kepercayaan para Ibu di Indonesia dalam memilih SGM dalam mendukung dan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka," kata Laurent.
Lahir di Yogyakarta, SGM memulai perjalanan dengan misi meningkatkan nutrisi anak Indonesia melalui produk-produk berkualitas tinggi. Inovasi lalu berlanjut dengan peluncuran brand-brand seperti SGM Bunda dan SGM Eksplor, yang dirancang untuk memperluas jangkauan dan mendukung perkembangan generasi Indonesia selanjutnya.
Selain nilai nostalgia, pemilihan Yogyakarta sebagai kota utama dalam perayaan 70 tahun SGM juga lantaran fasilitas riset bertaraf dunia melalui Nutricia Research - Sarihusada R&I Center yang merupakan salah satu pabrik terbesar berlokasi di kota yang sama.
Adapun Nutricia Research - Sarihusada R&I Center dilengkapi dengan keahlian sains dan teknologi mutakhir seperti pilot plant dan beragam laboratorium yang mendukung berbagai proses penting produksi, mulai dari prototipe produksi secara mandiri, menggali insight sains dan teknologi, hingga studi klinis dan pengembangan produk.
70 Tahun SGM: Gizi Optimal Kunci Generasi Penerus Cerdas dan Produktif
Perayaan 70 tahun dedikasi SGM digelar di Yogyakarta, Minggu (25/8). Gizi optimal merupakan kunci utama untuk mewujudkan generasi penerus yang cerdas. [390] url asal
(CNN Indonesia - Ekonomi) 25/08/24 16:58
v/14710574/
Pemenuhan gizi dan nutrisi anak Indonesia merupakan kewajiban semua pihak. Mulai dari orang tua, lingkungan, pemerintah, hingga pihak swasta.
Hal inilah yang dilakukan PT Sarihusada Generasi Mahardika (SGM) selama kurang lebih tujuh dekade untuk terus memberikan gizi dan nutrisi terbaik bagi anak Indonesia.
CEO Danone Indonesia, Laurent Boisser, menyebut selama tujuh dekade ini, SGM berdedikasi membantu pemerintah untuk mengentaskan kekurangan gizi, stunting, hingga mengeliminasi anemia pada anak, dan memenuhi kebutuhan zat besi.
"Pemenuhan gizi yang optimal merupakan kunci utama dalam mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan produktif," kata Boisser saat hadir dalam Perayaan 70 Tahun Dedikasi SGM untuk Anak Indonesia di Yogyakarta, Minggu (25/8).
Perayaan ini digelar dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari parade SGM hingga pemecahan Rekor Muri. Rekor Muri yang diraih SGM yakni minum susu bersama serentak di tujuh kota di seluruh Indonesia. Ada lebih dari 10 ribu anak dan keluarga yang ikut dalam acara minum susu bersama ini.
Boisser menyebut, anak-anak di seluruh Indonesia berhak mendapat nutrisi yang diperlukan agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Semua ini bisa didapatkan melalui inovasi produk hingga program-program edukasi yang selalu diberikan oleh SGM dan Danone Indonesia.
Lebih lanjut, dia juga menyinggung soal kekurangan gizi. Kata dia anak di bawah lima tahun adalah kelompok usia yang sangat rentan terhadap kekurangan gizi.
Dampak dari pemenuhan gizi yang tidak optimal ini memiliki konsekuensi jangka panjang, yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat mengganggu perkembangan kognitif dan motorik, serta perkembangan otak anak secara keseluruhan.
Salah satu masalah yang juga berpotensi signifikan pada anak stunting adalah risiko anemia, dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak stunting.
"Anemia umumnya ditemukan pada 1 dari 5 anak Indonesia berusia di bawah 5 tahun. Makanya, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak sejak dini untuk mencegah dampak jangka panjang yang merugikan," katanya.
Untuk merayakan rangkaian perayaan 70 tahun SGM, berbagai kegiatan digelar. Misalnya, Pawai Akbar 70 Tahun SGM, Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) TK tingkat Provinsi DI Yogyakarta hingga berbagai lomba dan area permainan anak.
"Perayaan 70 tahun SGM adalah tonggak penting dalam perjalanan kami untuk mendukung kesehatan dan perkembangan anak-anak di seluruh Indonesia. Kami berharap dengan berbagai kegiatan dari perayaan ini dapat memberikan dampak positif dan memperkuat kepercayaan para Ibu di Indonesia dalam memilih SGM dalam mendukung dan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka," kata Boisser.
Sarihusada Syukuri Perjalanan 70 Tahun 'Berikan' Nutrisi untuk Anak Bangsa
SGM telah puluhan tahun menemani tumbuh kembang anak bangsa. [569] url asal
(Republika - Ekonomi) 16/08/24 08:02
v/14474856/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun ini, Sarihusada Generasi Mahardika (SGM) merayakan 70 tahun perjalanannya memberikan nutrisi terbaik untuk anak-anak Indonesia. Perjalanan legendaris ini diawali dengan berdirinya NV Saridele di tahun 1954, sebagai jawaban atas tantangan mengalami kelaparan dan permasalahan gizi yang dialami Indonesia pasca kemerdekaan, berdirinya NV Saridele diinisiasi oleh pemerintah Indonesia dan PBB. Seiring perkembangannya, NV Saridele berubah nama menjadi Sarihusada yang kini dikenal luas masyarakat melalui produk SGM yang terus berinovasi menghadirkan produk berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau. Sejak 1954 hingga hari ini, Sarihusada terus menunjukkan komitmennya untuk menutrisi anak Indonesia lewat produk yang terus berinovasi dan pengembangan program yang mengedukasi.
Dosen Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada dr. Sri Margana menjelaskan bagaimana keadaan Indonesia pasca kemerdekaan dan bagaimana pemerintah mengambil langkah mengatasi masalah gizi. “Kondisi masyarakat Indonesia di awal kemerdekaan cukup memprihatinkan, kemiskinan dan kelaparan masih banyak ditemukan di Jawa, tidak jarang masyarakat makannya bongkol pisang, juga ketela pohon, apa saja yang bisa dimakan di masa itu. Hingga akhirnya di tahun 1950 didirikan Lembaga Makanan Rakyat untuk membantu masyarakat mengakses makanan yang sehat," kata dia.
Pemerintah Indonesia terus berusaha meningkatkan sumber daya manusia di bidang kesehatan, mulai dari mendirikan fakultas kedokteran hingga mendapat bantuan tenaga ahli. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan tenaga ahli di bidang kesehatan, pemerintah Indonesia mulai menggagas pendirian pabrik susu pertama untuk atasi masalah nutrisi di masyarakat, terutama anak Indonesia.
Putri Keempat Sri Sultan Hamengkubuwono X Gusti Kanjeng Ratu Hayu menjelaskan, di tahun 1955, Hamengkubuwono IX menyediakan lahan untuk keberadaan pabrik NV Saridele, pertimbangannya adalah saat itu Yogyakarta memiliki pasokan dan kualitas kedelai yang cukup. Setelah beberapa tahun berjalan, Hamengkubuwono IX juga melihat bahwa prospek pabrik ini cukup baik, jadi tidak hanya lahan untuk pabrik, disediakan juga lahan untuk penanaman dan pembibitan kedelai. Berdirinya pabrik NV Saridele atau saat ini Sarihusada dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, petani kedelai mendapat pendapatan yang stabil sehingga berdampak positif pada ekonomi.
"Produktivitas pabrik juga sangat baik, sampai menghasilkan 300 ton susu, 100 ton diantaranya dijual langsung ke masyarakat selama tahun 1957. Harapannya, sejak dirintis di tahun 1954, semoga SGM dapat terus eksis dan memberikan kualitas yang terbaik dengan harga yang terjangkau," ungkap Gusti Hayu.
Dalam mendukung akses nutrisi terbaik, Sarihusada berkomitmen untuk terus melakukan riset dan inovasi dengan tim peneliti terbaik didukung dengan fasilitas Research Center di Yogyakarta, untuk menghadirkan produk bergizi yang dibuat khusus untuk menjawab tantangan kebutuhan gizi, termasuk kekurangan Zat Besi seperti SGM Eksplor, sebagai satu-satunya susu formula dengan IronC - kombinasi unik Zat Besi dan Vitamin C untuk dukung penyerapan nutrisi 2x lipat. Selain pengembangan produk, Sarihusada dalam perjalanannya juga menghadirkan berbagai inisiatif dan program yang berfokus pada edukasi dan kesejahteraan masyarakat.
Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin menuturkan, sebagai merek yang telah hadir dan menemani anak Indonesia dari generasi ke generasi, Sarihusada berkomitmen untuk terus menghadirkan produk nutrisi berkualitas tinggi dengan harga terjangkau bagi masyarakat dan membawa dampak positif bagi kemajuan bangsa. Selain memberikan akses terhadap produk nutrisi, kami juga berkomitmen untuk turut mendukung langkah anak untuk menjadi generasi maju. Salah satu aspek penting ialah aspek pendidikan untuk menjadikan seorang anak tumbuh menjadi sosok yang berkualitas, kompeten, dan berdaya saing tinggi.
"Untuk menjawab kondisi ini, kami meluncurkan Program Bantuan Dana Pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk Anak Generasi Maju Indonesia. Program ini berupa bantuan dana pendidikan senilai Rp 2 miliar untuk 70 anak di tingkat Sekolah Dasar (SD) di berbagai daerah di Indonesia dalam rangka 70 tahun Sarihusada," ungkap Arif.
SGM Eksplor ISOPRO SOY Hadirkan Platform Edukasi Tervalidasi dan Tanya Jawab Berbasis AI Pertama di Indonesia
Alergi protein susu sapi terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi tidak normal terhadap protein susu sehingga dapat mengganggu penyerapan nutrisi. [1,004] url asal
(WE Finance) 12/07/24 23:59
v/10578350/
Warta Ekonomi, Jakarta -Angka kejadian dan risiko alergi, terutama yang disebabkan oleh tidak cocok protein susu sapi, masih sering dialami oleh anak-anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan bahwa prevalensi alergi protein susu sapi pada anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia berkisar antara 2% hingga 7,5% atau sekitar lebih dari 1,6 juta anak di Indonesia yang beresiko mengalami alergi susu sapi.
Kondisi alergi tersebut penting untuk menjadi perhatian serius bagi orang tua, karena jika tidak ditangani dengan tepat dapat berpotensi menghambat tumbuh kembang optimal anak. Di mana penelitian menunjukkan bahwa 1 dari 4 anak dengan alergi susu sapi berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, apabila tidak ditangani dengan baik.
Dr. dr. Zahrah Hikmah, Sp.A(K) sebagai Dokter Anak Spesialis Konsultan Alergi & Imunologi mengatakan, “Alergi protein susu sapi terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi tidak normal terhadap protein susu sapi sehingga dapat menimbulkan beberapa gejala termasuk pada saluran cerna yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi penting dalam susu sapi. Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena susu termasuk salah satu sumber protein yang dibutuhkan anak untuk dukung tumbuh kembang optimal, termasuk dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, peran orang tua khususnya Ibu sangat penting untuk mencegah dan menangani kondisi alergi, termasuk pemberian nutrisi yang tepat.”
Risiko alergi yang masih sering terjadi ternyata belum diikuti dengan pemahaman serta penanganan alergi yang tepat dari orang tua. “Selama ini masih banyak orang tua yang belum memahami cara mengenali gejala alergi susu sapi yang tepat. Banyak pula yang menyepelekan kondisi ini, sehingga tidak langsung berkonsultasi ke dokter, tetapi mencoba mengambil solusi sendiri, dan bahkan tetap memberikan susu sapi untuk anaknya meskipun sudah timbul gejala," ujar dr. Zahrah.
"Untuk itulah, dibutuhkan edukasi mengenai alergi secara komprehensif yang senantiasa diperbaharui serta mudah dipahami dan dari sumber yang terpercaya, sehingga orang tua dapat mengenali gejala alergi dan segera mengkonsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan diagnosa dan penangan yang tepat. Selain itu, akan lebih baik juga jika para Bunda bisa mendapatkan edukasi kapan saja dari sumber terpercaya, sehingga bisa dengan cepat mengenali kondisi anak yang mengalami alergi,” lanjutnya.
Mengingat pentingnya platform edukasi tervalidasi medis untuk memberikan pemahaman dalam mengenali serta menangani kondisi tidak cocok susu sapi perlu dilakukan kepada orang tua, dalam rangka memperingati Pekan Alergi Sedunia, SGM Eksplor ISOPRO SOY bersama dengan layanan kesehatan digital HelloSehat meluncurkan platform edukasi digital “Soya Generasi Maju” yang dapat diakses melalui https://hellosehat.com/festival-soya-2024/.
Platform ini merupakan website pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menyediakan informasi lengkap dan tervalidasi dan layanan tanya jawab berbasis AI pertama dengan sumber yang telah tervalidasi oleh expert seputar kondisi tidak cocok susu sapi yang mungkin dialami si Kecil agar para Bunda lebih mengenali berbagai gejala, dan penanganannya agar si Kecil tumbuh optimal.
Brand Manager SGM Eksplor ISOPRO SOY, Claresta Constantine mengatakan, “Kami melihat bahwa masih banyak Bunda di Indonesia yang bingung mencari informasi terpercaya dan tidak tahu harus bertanya ke mana tentang cara mengenali dan menangani si Kecil dengan kondisi tidak cocok susu sapi. Terlebih lagi, survei menunjukkan bahwa konten seputar kesehatan jadi topik yang paling sering di cari masyarakat Indonesia di internet."
"Menyadari pentingnya sebuah platform edukasi digital terpercaya yang bisa membantu para Bunda mendapatkan informasi ter-update dan bisa diakses kapanpun, SGM Eksplor ISOPRO SOY menghadirkan platform edukasi ‘Soya Generasi Maju’. Platform ini merupakan salah satu komitmen SGM Eksplor ISOPRO SOY untuk mendukung edukasi dan memberikan layanan tanya jawab berbasis AI pertama dengan sumber yang telah tervalidasi oleh expert sebagai sumber terpercaya bagi para Bunda di Indonesia agar dapat memastikan semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh optimal dan menjadi generasi maju, termasuk mereka yang tidak cocok susu sapi.” lanjut Claresta Constantine.
Platform edukasi ‘Soya Generasi Maju’ dapat dijadikan oleh orang tua sebagai panduan lengkap dan tervalidasi seputar si Kecil yang tidak cocok susu sapi, di mana orang tua dapat melakukan sesi tanya jawab berbasis AI pertama dengan sumber yang telah tervalidasi oleh expert dan mengakses berbagai konten edukasi yang selalu diperbaharui secara berkala.
“Kami berkolaborasi dengan Hello Sehat sebagai layanan kesehatan digital dan informasi kesehatan yang terverifikasi medis dan mudah diakses oleh masyarakat luas, untuk pertama kalinya di Indonesia meluncurkan layanan tanya jawab berbasis AI pertama dengan sumber yang telah tervalidasi oleh expert gratis 24 jam dan berbagai materi edukasi dalam format artikel dan video yang terus diperbaharui untuk menjawab kebutuhan Bunda. Kini, Bunda dapat dengan mudah mengakses informasi seputar kondisi anak yang tidak cocok susu sapi, mulai dari berbagai tips pemenuhan nutrisi hingga kegiatan stimulasi untuk mendukung tumbuh kembangnya,” tambah Claresta Constantine.
Meskipun memiliki kondisi tidak cocok susu sapi, bukan berarti anak tidak perlu minum susu. Penting bagi Bunda untuk memberikan alternatif nutrisi tepat, aman dan sama baiknya dengan susu sapi, sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan. Formula berbasis Isolat protein kedelai atau soya yang telah difortifikasi untuk anak di atas 1 tahun yang dapat menjadi pilihan sumber protein alternatif untuk anak yang tidak cocok susu sapi. Namun, Bunda perlu perhatikan juga bahwa tidak semua formula berbasis isolat protein soya itu sama, pastikan pilih yang sudah dipercaya oleh ratusan ribu Bunda di Indonesia dan terbukti dukung si Kecil yang tidak cocok susu sapi tumbuh optimal.
Untuk itu, SGM Eksplor ISOPRO SOY sebagai Juaranya Formula Soya di Indonesia hadir dengan harga lebih terjangkau yang memiliki nutrisi sebaik susu sapi dengan kandungan Isolat Protein Soya berkualitas yang lebih mudah dicerna bagi si Kecil yang tidak cocok susu sapi. Selain itu, SGM Eksplor ISOPRO SOY mengandung lebih tinggi IronC yaitu kombinasi unik Zat Besi & Vitamin C. Zat besi dan vitamin C teruji klinis membantu maksimalkan penyerapan nutrisi penting,*. SGM Eksplor ISOPRO SOY dilengkapi DHA 100% berkualitas dari Minyak Ikan Tuna, lebih baik dari minyak ikan lainnya.
“Melalui produk SGM Eksplor ISOPRO SOY dan rangkaian platform edukasi digital ‘Soya Generasi Maju’, kami berharap para Bunda dapat semakin tanggap dalam menangani kondisi tidak cocok susu sapi pada si Kecil serta dapat memberikan nutrisi SGM Eksplor ISOPRO SOY. Pastikan juga tetap memberikan stimulasi yang tepat agar si Kecil bisa tetap tumbuh optimal dan menjadi Anak Generasi Maju”, tutup Claresta.