#30 tag 24jam
Pendiri Ethereum Dukung Ide Solo Staking, Buka Peluang Cuan Validator ETH Individu
Saat ini, seorang validator transaksi memerlukan minimal 32 ETH atau sekitar Rp1,19 miliar untuk melakukan solo staking. Kini terdapat usulan penurunan syarat. [624] url asal
#ethereum #solo-staking #validator-eth-individu #validator-eth #vitalik-buterin #vitalik-buterin-ethereum #vitalik-buterin-eth #staking-adalah #solo-staking-adalah #staking-blockchain
(Bisnis.Com - Market) 11/10/24 02:27
v/16277814/
Bisnis.com, JAKARTA — Salah satu pendiri jaringan Ethereum Vitalik Buterin memberikan sinyal mendukung persyaratan staking ETH yang lebih lunak, demi meningkatkan skalabilitas dan menjaga desentralisasi, hingga membuka kemungkinan solo staking ETH oleh individu. Lantas, bagaimana potensi cuannya?
Sekadar info, staking merupakan aktivitas khas konsensus blockchain Proof-of-Stake (PoS) yang digunakan untuk melakukan konfirmasi transaksi sekaligus pengamanan jaringan.
Tujuannya sama seperti aktivitas menambang Bitcoin (BTC) yang menggunakan konsensus blockchain Proof-of-Work (PoW), yaitu menjadi validator transaksi terdesentralisasi. Bedanya, karena aktivitas penambangan dalam PoW membutuhkan pemecahan kode matematika rumit, seorang penambang butuh peralatan komputasi tinggi yang notabene mahal dan boros daya.
Sebaliknya, validator dalam konsensus PoS hanya butuh melakukan staking dengan mengunci sejumlah token selama melakukan validasi transaksi, alias berfungsi sebagai jaminan. Menjadi validator pun tidak memerlukan modal peralatan komputer super canggih yang bisa membuat tagihan listrik jebol.
Hanya saja, dalam konteks ETH saat ini, seorang validator minimal harus mengunci 32 ETH dalam kurun waktu tertentu. Artinya, apabila mengambil acuan harga 1 ETH terkini di sekitar US$2.375 alias Rp37,2 juta, individu yang berminat menjadi validator dan melakukan solo staking harus memiliki modal sekitar Rp1,19 miliar terlebih dahulu.
Oleh sebab itu, sinyal dukungan solo staking dari salah satu pendiri ETH menjadi angin segar bagi pasar. Hal ini terungkap dari unggahan akun resmi Vitalik di platform X, yaitu @vitalik.eth baru-baru ini.
"Saat ini persyaratan staking minimal sebesar 32 ETH lebih jadi hambatan. Sedang diusulkan peningkatan sementara persyaratanbandwidthsebagai ganti menurunkan batas staking menjadi 16 ETH atau 24 ETH. Ini baik untuk aksesibilitas dan skalabilitas," tulisnya, dikutip pada Jumat (11/10/2024).
Vitalik menambahkan apabila masalah koneksi bandwidth terselesaikan, persyaratan minimal staking bisa turun hingga 1 ETH saja di masa depan. Hal ini akan memperkuat desentralisasi ETH, sebab mampu meningkatkan partisipasi pengguna secara luas.
Lembaga edukasi kripto Pintu Academy dalam risetnya menjelaskan bahwa di samping syarat minimal ETH yang terbilang mahal, syarat teknis untuk menjadi validator ETH sebenarnya cukup mudah, yakni hanya membutuhkan alat komputasi minimal prosesor 4 core @2,8 GHz, memori RAM 16 GB, dan memori penyimpanan 2 TB.
Bandingkan dengan Solana (SOL) misalnya, yang mengharuskan prosesor 12 core @2,8 GHz, memori RAM 128 GB, dan memori penyimpanan 1 TB, atau Avalanche (AVAX) yang butuh 8 core @2,8 GHz, memori RAM 16 GB, dan memori penyimpanan 1 TB.
Namun, sebab persyaratan minimal ETH yang mahal, pemanfaatan layanan pihak ketiga selaku pengumpul (staking pool) pun menjadi pilihan individu untuk melakukan staking.
Potensi Cuan
Biasanya, perhitungan cuan aktivitas staking menggunakan istilah Annual Percentage Yield (APY) atau Annual Percentage Rate (APR), di mana konsepnya hampir serupa, tapi memiliki perbedaan dalam teknis perhitungan.
Secara terperinci, APY mempertimbangkan bunga majemuk atau compound interest, yang berarti bunga yang diperoleh juga menghasilkan bunga. Ini membuat hasil investasi lebih besar karena bunga dihitung dari pokok awal serta bunga yang sudah terkumpul.
"Sebaliknya, beda dengan APY, annual percentage rate atau APR tidak memperhitungkan bunga majemuk. Jadi, bunga hanya dihitung dari pokok tanpa ada tambahan dari bunga sebelumnya," tulis Tim Pintu Academy.
Misalnya, jika sebuah produk investasi menawarkan bunga bulanan 2%, dengan APR, hasil tahunannya adalah 24% atau 2% x 12 bulan. Namun, jika dihitung menggunakan APY, hasilnya akan lebih besar karena bunga yang diperoleh akan terus bertambah setiap bulannya.
"Contoh, Pintu adalah salah satu pedagang kripto yang menggunakan kedua metode ini dalam fitur Pintu Earn dan PTU Staking di aplikasi. Pintu Earn menggunakan APY, memungkinkan memperoleh bunga dari aset kripto yang disimpan. Sedangkan PTU Staking menawarkan imbalan dengan perhitungan APR," tambahnya.
Sebagai contoh, dalam fitur Pintu Earn, investor yang melakukan pengumpulan ETH secara fleksibel (Flexi) bisa mendapatkan imbalan bunga 1% APY. Sementara apabila memilih pengumpulan ETH secara terkunci (Locked), investor bisa mendapat bunga 1,25% APR untuk penguncian 30 hari, dan 1,5% APR untuk penguncian 90 hari.
Vitalik Buterin Jual MOODENG, NEIRO dan Memecoin Lainnya untuk Donasi, Komunitas Kripto Bereaksi
Vitalik Buterin jual beragam memecoin dan USDT untuk 140,6 ETH, lalu donasikan 100 ETH untuk kampanye Tornado Cash. [488] url asal
#memecoin #moodeng #neiro #vitalik-buterin
(BlockChain-Media) 06/10/24 10:30
v/16055091/
Salah satu Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, kembali menjadi sorotan setelah melakukan penjualan besar-besaran beberapa memecoin dan stablecoin USDT, menghasilkan sekitar 140,6 ETH atau setara dengan sekitar US$340.000. Token-token yang dijual termasuk MOODENG, DEGEN, Neiro, Kabosu dan sejumlah USDT.
Banyak di antara token-token ini diterima Buterin sebagai airdrop dari para pengembang, sebuah strategi umum di dunia kripto untuk menarik perhatian publik dan memberikan kesan bahwa Buterin mendukung proyek-proyek tersebut.
Penjualan Memecoin Vitalik ButerinBerdasarkan laporan Spotonchain, penjualan ini terjadi dengan cepat, dalam waktu hanya 30 menit, dan menarik perhatian para pengamat industri.
Sebagian besar token yang dijual Buterin diterima secara gratis, sebuah taktik pemasaran yang sering digunakan oleh pengembang kripto untuk meningkatkan visibilitas proyek mereka.
Mereka berharap bahwa dengan memberikan token kepada figur penting seperti Buterin, hal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan dan daya tarik pasar terhadap token tersebut.
Di antara token yang dijual, Neiro adalah salah satu yang terbesar. Vitalik menerima lebih dari 70,7 juta token Neiro, yang kemudian dia jual untuk mendapatkan 140,6 ETH.
Token lainnya termasuk 11,76 milyar MOODENG dan 7,8 juta DEGEN. Sementara itu, 16,03 milyar token Kabosu dan 100.000 USDT juga masuk dalam daftar yang dijual oleh Buterin.
Donasi untuk Tornado CashSebagai bagian dari hasil penjualan ini, Vitalik Buterin mendonasikan 100 ETH, senilai sekitar US$242.000, kepada kampanye Free Alexey & Roman.
Kampanye ini bertujuan untuk mendukung pembelaan hukum bagi Alexey Pertsev dan Roman Storm, dua Pengembang Tornado Cash yang saat ini ditahan. Tornado Cash sendiri adalah sebuah platform privasi berbasis Ethereum yang telah menjadi kontroversi di kalangan regulator.
Meskipun tidak ada pernyataan resmi dari Buterin tentang alasan spesifik di balik donasi ini, banyak pihak yang menduga bahwa langkah tersebut adalah bentuk dukungan Buterin terhadap kebebasan privasi dalam teknologi blockchain, mengingat peran Tornado Cash dalam menyediakan alat privasi bagi pengguna kripto.
Pengaruh Penjualan Vitalik Buterin pada Harga TokenMenariknya, meskipun penjualan besar-besaran ini menyebabkan harga token-token yang dijual mengalami penurunan, beberapa token justru mengalami kenaikan nilai setelahnya.
Misalnya, token Neiro sempat turun sekitar 60 persen setelah dijual oleh Buterin, namun dalam waktu singkat nilainya naik kembali lebih dari 200 persen. Ini menunjukkan volatilitas tinggi di pasar memecoin, di mana sentimen pasar dan spekulasi dapat dengan cepat mengubah nilai aset.
Namun, beberapa proyek yang mengirimkan token ke Buterin tidak senang dengan keputusan ini. Tim di balik MOODENG, misalnya, menyarankan agar Buterin mendonasikan sebagian hasil penjualan token tersebut untuk amal, karena mereka percaya komunitas kripto harus memberikan dampak positif di dunia nyata.
Strategi Airdrop dan Reaksi Komunitas KriptoAirdrop adalah salah satu taktik yang semakin umum digunakan oleh proyek kripto untuk menarik perhatian dan meningkatkan legitimasi.
Dengan mengirimkan token gratis ke dompet kripto yang dimiliki oleh tokoh terkenal seperti Vitalik Buterin, para pengembang berharap untuk meningkatkan daya tarik dan minat terhadap proyek mereka.
Namun, keputusan Buterin untuk segera menjual token-token tersebut menunjukkan bahwa ia tidak tertarik untuk terlibat dalam promosi proyek-proyek ini. [st]
Vitalik Buterin: Ethereum Belum Benar-Benar Desentralisasi
Vitalik Buterin, pencipta Ethereum, berpendapat bahwa saat ini ekosistemnya jauh dari konsep desentralisasi yang ia cita-citakan sebelumnya. [703] url asal
#blockchain #desentralisasi #eth #ethereum #vitalik-buterin
(BlockChain-Media) 30/09/24 19:20
v/15778266/
Ethereum, sebagai salah satu blockchain terkemuka di dunia, sering dipuji sebagai simbol desentralisasi. Namun, di balik prestasinya, Vitalik Buterin justru mengungkap bahwa desentralisasi sejati masih belum tercapai.
Ia menyoroti perlunya metrik yang lebih jelas dan terukur untuk menjaga agar proyek-proyek dalam jaringan ini benar-benar selaras dengan visi desentralisasi, bukan hanya didorong oleh kepentingan sosial atau hubungan pertemanan. Bagi Buterin, tanpa ukuran yang tepat, Ethereum berisiko berubah menjadi arena permainan sosial belaka.
Perlunya Metrik untuk Desentralisasi Ethereum yang SejatiVitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, baru-baru ini menulis di blog-nya tentang tantangan besar yang saat ini dihadapi oleh ekosistem Ethereum, yaitu memastikan setiap proyek di jaringan tetap terhubung dalam satu visi bersama.
“Butuh keseimbangan antara desentralisasi dan kerja sama. Tantangan utamanya adalah memastikan semua proyek ini tetap membangun sesuatu yang terasa seperti satu ekosistem Ethereum, bukan 138 kerajaan kecil yang tidak kompatibel,” jelas Buterin.
Dengan berbagai pengembang aplikasi, peneliti, tim klien, dan komunitas lokal yang terus berkembang, Ethereum berisiko terpecah menjadi “kerajaan kecil” yang tidak kompatibel dan mendukung satu sama lainnya.
Vitalik menyoroti bahwa desentralisasi sejati di Ethereum masih jauh dari kenyataan. Untuk mencapai desentralisasi yang efektif, proyek-proyek perlu diukur berdasarkan metrik yang jelas. Metrik ini harus mencakup keterbukaan sumber (open source), interoperabilitas, keamanan, dan dampak positif terhadap ekosistem Ethereum maupun dunia secara umum.
“Jika keselarasan hanya berarti memiliki teman yang tepat, maka konsep ‘keselarasan’ itu sendiri telah gagal,” tulis Buterin.
Tanpa adanya metrik yang objektif, Ethereum bisa jatuh ke dalam perangkap sosial, di mana proyek yang sukses hanya didukung oleh jaringan pertemanan dan koneksi, bukan nilai yang sebenarnya mereka tawarkan.
Untuk itu, Buterin mengusulkan serangkaian metrik yang lebih terukur, seperti keterbukaan dalam kode, adopsi standar bersama, serta uji desentralisasi yang nyata.
Vitalik Buterin Keluhkan Masalah ETH: Mungkin 20 Tahun Tak Selesai
Kunci Menuju Desentralisasi SepenuhnyaSalah satu elemen penting yang dibahas Buterin adalah bagaimana Ethereum bisa memastikan bahwa proyek-proyek yang dibangun di atasnya tetap transparan dan akuntabel. Di sinilah peran penting organisasi pemantau independen, seperti L2beat dan block explorers, yang menjadi pengawas desentralisasi tanpa mengandalkan otoritas pusat.
“L2beat adalah contoh bagus tentang bagaimana proyek harus bersaing untuk sejalan dengan kriteria yang jelas dipahami, bukan hanya bersaing untuk memiliki teman yang tepat,” tulis Buterin.
Sistem pemantauan terdesentralisasi ini memungkinkan proyek-proyek dinilai secara independen, dan kesuksesan mereka tidak hanya bergantung pada hubungan sosial atau pengaruh individu.
Buterin juga memperkenalkan konsep “the walkaway test” dan “the insider attack test” sebagai cara untuk memastikan desentralisasi teknis.
Walkaway test mengukur apakah aplikasi akan tetap berfungsi jika tim pengembang atau server mereka hilang.
Sedangkan insider attack test menguji seberapa besar kerusakan yang dapat dilakukan jika tim proyek tersebut sendiri mencoba menyerang sistem.
Kedua konsep tersebut membantu mengurangi ketergantungan pada infrastruktur terpusat, yang merupakan inti dari visi Ethereum sebagai jaringan yang benar-benar terdesentralisasi.
Kolaborasi Lebih Penting Daripada KompetisiPendiri Ethereum ini juga skeptis terhadap kompetisi yang tidak sehat antar proyek di dalam ekosistem Ethereum. Menurutnya, kolaborasi adalah kunci untuk mencapai desentralisasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Proyek-proyek yang bekerja bersama-sama untuk membangun standar dan infrastruktur bersama lebih berpeluang untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung.
Buterin menyebut ini sebagai pendekatan “positive-sum,” di mana keberhasilan satu proyek dapat menguntungkan seluruh ekosistem Ethereum, bukan hanya komunitas proyek tersebut.
Dalam pandangannya, Ethereum bisa lebih dari sekadar sistem keuangan terdesentralisasi. Ethereum memiliki potensi untuk membawa perubahan sosial yang signifikan di dunia nyata.
Namun, untuk mencapai visi ini, setiap proyek harus memprioritaskan kolaborasi dan keselarasan dengan nilai-nilai dasar Ethereum, seperti desentralisasi, keterbukaan, dan keberlanjutan.
Pendiri Ethereum Ungkap Rencana Baru di Tahun 2024, Ada Apa Saja?
Desentralisasi Ekosistem Ethereum Masih Jauh dari Kata SempurnaPada akhirnya, meskipun Ethereum telah mencapai banyak hal dalam menciptakan sistem terdesentralisasi, Buterin mengakui bahwa masih ada jalan panjang menuju desentralisasi yang sejati.
Sistem pemantauan yang terdesentralisasi dan penerapan metrik yang lebih jelas akan menjadi langkah penting untuk memastikan sistem blockchain ini tidak hanya menjadi platform yang aman dan terbuka, tetapi juga tempat di mana setiap proyek dinilai berdasarkan merit dan kontribusi nyata.
“Kita hanya bisa menjadi meritokrasi jika ‘merit’ jelas didefinisikan. Jika tidak, yang terjadi hanyalah permainan sosial yang eksklusif dan merugikan,” tegasnya.
Vitalik Buterin mengajak komunitas Ethereum untuk berkolaborasi dalam memastikan masa depan Ethereum tetap sejalan dengan visi desentralisasi yang ia cita-citakan. [dp]