#30 tag 24jam
Platform Launchpad Ini Raih Penghargaan di Ajang Bergengsi India Blockchain Summit 2024
Platform launchpad terdesentralisasi, Kommunitas dapat pengakuan dalam upayanya mendukung proyek blockchain, menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan tepercaya... | Halaman Lengkap [385] url asal
#platform-digital #teknologi-blockchain #keuangan-digital #berita-bisnis #desentralisasi
(SINDOnews Ekbis - Bursa Finansial) 29/10/24 16:58
v/17164543/
JAKARTA - Kommunitas, sebuah platform launchpad terdesentralisasi yang dikenal luas sebagai tier-less launchpad dan launchpad yang berkomitmen pada transparansi dalam setiap aktivitasnya di dunia blockchain , baru saja meraih penghargaan Emerging Launchpad of the Year di India Blockchain Summit 2024.Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya inovatif Kommunitas dalam mendukung proyek blockchain tahap awal, menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan tepercaya untuk perkembangan Decentralized Finance .
Sepanjang tahun 2024, Kommunitas terus memperkuat perannya dalam mendukung berbagai proyek blockchain yang berpotensi besar melalui platformnya yang terdesentralisasi. Dengan fokus pada inklusivitas, transparansi, dan kesempatan yang setara bagi semua investor, baik besar maupun kecil, Kommunitas telah berhasil membangun kepercayaan di industri ini.
Melalui acara besar seperti India Blockchain Summit yang dihadiri lebih dari 5.000 orang, kontribusi ini diakui dan mengukuhkan posisi Kommunitas sebagai pemimpin dalam pergerakan Decentralized Finance.
Walaupun CEO Kommunitas, Robby Jeo tidak dapat hadir di acara tersebut, Ashish Kumar Jain, Chief Information Officer (CIO) Kommunitas, menerima penghargaan atas nama perusahaan. Dalam sambutannya, Jain mengungkapkan rasa terima kasihnya, seraya menyampaikan dedikasi luar biasa dari seluruh tim yang berusaha mendorong inovasi blockchain dan menciptakan ekosistem yang berpusat pada komunitas dan transparansi.

Meskipun tidak dapat hadir secara langsung, Robby Jeo, CEO dari Kommunitas memberikan pandangannya terkait penghargaan ini.
"Kami merasa sangat terhormat untuk menerima penghargaan Emerging Launchpad of the Year. Pencapaian ini mencerminkan dedikasi dan kerja keras seluruh tim kami, serta dukungan tak tergoyahkan dari komunitas. Saya ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada penyelenggara India Blockchain Summit dan semua yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Kami sangat bersemangat untuk terus membentuk masa depan keuangan terdesentralisasi, memberdayakan baik proyek maupun investor ke depannya," ungkap Robby dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/10/2024).
Penghargaan Emerging Launchpad of the Year ini mengukuhkan Kommunitas sebagai salah satu pemain utama dalam ranah blockchain dan Decentralized Finance, di mana inovasi-inovasi besar telah direncanakan dan diharapkan dapat mengubah cara proyek-proyek terdesentralisasi diluncurkan.
Seiring dengan perkembangan platform ini, fokus utama tetap pada inklusi, transparansi, serta menyediakan peluang dan dukungan berkelanjutan bagi proyek blockchain dan investor di seluruh dunia.
Kommunitas adalah platform launchpad blockchain terdesentralisasi yang menghubungkan proyek-proyek blockchain dengan investor global melalui platform yang adil, transparan, dan inklusif. Sebagai pemimpin dalam keuangan terdesentralisasi, Kommunitas menyediakan solusi yang dapat diakses yang memberdayakan baik startup maupun investor dalam ekosistem blockchain yang terus berkembang.
Vitalik Buterin: Ethereum Belum Benar-Benar Desentralisasi
Vitalik Buterin, pencipta Ethereum, berpendapat bahwa saat ini ekosistemnya jauh dari konsep desentralisasi yang ia cita-citakan sebelumnya. [703] url asal
#blockchain #desentralisasi #eth #ethereum #vitalik-buterin
(BlockChain-Media) 30/09/24 19:20
v/15778266/
Ethereum, sebagai salah satu blockchain terkemuka di dunia, sering dipuji sebagai simbol desentralisasi. Namun, di balik prestasinya, Vitalik Buterin justru mengungkap bahwa desentralisasi sejati masih belum tercapai.
Ia menyoroti perlunya metrik yang lebih jelas dan terukur untuk menjaga agar proyek-proyek dalam jaringan ini benar-benar selaras dengan visi desentralisasi, bukan hanya didorong oleh kepentingan sosial atau hubungan pertemanan. Bagi Buterin, tanpa ukuran yang tepat, Ethereum berisiko berubah menjadi arena permainan sosial belaka.
Perlunya Metrik untuk Desentralisasi Ethereum yang SejatiVitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, baru-baru ini menulis di blog-nya tentang tantangan besar yang saat ini dihadapi oleh ekosistem Ethereum, yaitu memastikan setiap proyek di jaringan tetap terhubung dalam satu visi bersama.
“Butuh keseimbangan antara desentralisasi dan kerja sama. Tantangan utamanya adalah memastikan semua proyek ini tetap membangun sesuatu yang terasa seperti satu ekosistem Ethereum, bukan 138 kerajaan kecil yang tidak kompatibel,” jelas Buterin.
Dengan berbagai pengembang aplikasi, peneliti, tim klien, dan komunitas lokal yang terus berkembang, Ethereum berisiko terpecah menjadi “kerajaan kecil” yang tidak kompatibel dan mendukung satu sama lainnya.
Vitalik menyoroti bahwa desentralisasi sejati di Ethereum masih jauh dari kenyataan. Untuk mencapai desentralisasi yang efektif, proyek-proyek perlu diukur berdasarkan metrik yang jelas. Metrik ini harus mencakup keterbukaan sumber (open source), interoperabilitas, keamanan, dan dampak positif terhadap ekosistem Ethereum maupun dunia secara umum.
“Jika keselarasan hanya berarti memiliki teman yang tepat, maka konsep ‘keselarasan’ itu sendiri telah gagal,” tulis Buterin.
Tanpa adanya metrik yang objektif, Ethereum bisa jatuh ke dalam perangkap sosial, di mana proyek yang sukses hanya didukung oleh jaringan pertemanan dan koneksi, bukan nilai yang sebenarnya mereka tawarkan.
Untuk itu, Buterin mengusulkan serangkaian metrik yang lebih terukur, seperti keterbukaan dalam kode, adopsi standar bersama, serta uji desentralisasi yang nyata.
Vitalik Buterin Keluhkan Masalah ETH: Mungkin 20 Tahun Tak Selesai
Kunci Menuju Desentralisasi SepenuhnyaSalah satu elemen penting yang dibahas Buterin adalah bagaimana Ethereum bisa memastikan bahwa proyek-proyek yang dibangun di atasnya tetap transparan dan akuntabel. Di sinilah peran penting organisasi pemantau independen, seperti L2beat dan block explorers, yang menjadi pengawas desentralisasi tanpa mengandalkan otoritas pusat.
“L2beat adalah contoh bagus tentang bagaimana proyek harus bersaing untuk sejalan dengan kriteria yang jelas dipahami, bukan hanya bersaing untuk memiliki teman yang tepat,” tulis Buterin.
Sistem pemantauan terdesentralisasi ini memungkinkan proyek-proyek dinilai secara independen, dan kesuksesan mereka tidak hanya bergantung pada hubungan sosial atau pengaruh individu.
Buterin juga memperkenalkan konsep “the walkaway test” dan “the insider attack test” sebagai cara untuk memastikan desentralisasi teknis.
Walkaway test mengukur apakah aplikasi akan tetap berfungsi jika tim pengembang atau server mereka hilang.
Sedangkan insider attack test menguji seberapa besar kerusakan yang dapat dilakukan jika tim proyek tersebut sendiri mencoba menyerang sistem.
Kedua konsep tersebut membantu mengurangi ketergantungan pada infrastruktur terpusat, yang merupakan inti dari visi Ethereum sebagai jaringan yang benar-benar terdesentralisasi.
Kolaborasi Lebih Penting Daripada KompetisiPendiri Ethereum ini juga skeptis terhadap kompetisi yang tidak sehat antar proyek di dalam ekosistem Ethereum. Menurutnya, kolaborasi adalah kunci untuk mencapai desentralisasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Proyek-proyek yang bekerja bersama-sama untuk membangun standar dan infrastruktur bersama lebih berpeluang untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung.
Buterin menyebut ini sebagai pendekatan “positive-sum,” di mana keberhasilan satu proyek dapat menguntungkan seluruh ekosistem Ethereum, bukan hanya komunitas proyek tersebut.
Dalam pandangannya, Ethereum bisa lebih dari sekadar sistem keuangan terdesentralisasi. Ethereum memiliki potensi untuk membawa perubahan sosial yang signifikan di dunia nyata.
Namun, untuk mencapai visi ini, setiap proyek harus memprioritaskan kolaborasi dan keselarasan dengan nilai-nilai dasar Ethereum, seperti desentralisasi, keterbukaan, dan keberlanjutan.
Pendiri Ethereum Ungkap Rencana Baru di Tahun 2024, Ada Apa Saja?
Desentralisasi Ekosistem Ethereum Masih Jauh dari Kata SempurnaPada akhirnya, meskipun Ethereum telah mencapai banyak hal dalam menciptakan sistem terdesentralisasi, Buterin mengakui bahwa masih ada jalan panjang menuju desentralisasi yang sejati.
Sistem pemantauan yang terdesentralisasi dan penerapan metrik yang lebih jelas akan menjadi langkah penting untuk memastikan sistem blockchain ini tidak hanya menjadi platform yang aman dan terbuka, tetapi juga tempat di mana setiap proyek dinilai berdasarkan merit dan kontribusi nyata.
“Kita hanya bisa menjadi meritokrasi jika ‘merit’ jelas didefinisikan. Jika tidak, yang terjadi hanyalah permainan sosial yang eksklusif dan merugikan,” tegasnya.
Vitalik Buterin mengajak komunitas Ethereum untuk berkolaborasi dalam memastikan masa depan Ethereum tetap sejalan dengan visi desentralisasi yang ia cita-citakan. [dp]
Google Cloud Luncurkan Layanan Blockchain RPC Baru
Google Cloud memperkenalkan layanan Blockchain RPC terbaru. Layanan ini diklaim mendukung pengembang Web3 dengan solusi yang cepat dan andal. [647] url asal
#aplikasi-terdesentralisasi #blockchain #defi #google #google-cloud #remote-procedure-call #web3
(BlockChain-Media) 18/09/24 10:36
v/15173582/
Google Cloud memperkenalkan layanan Blockchain RPC terbaru. Layanan ini diklaim mendukung pengembang Web3 dengan solusi yang cepat dan andal.
Google Cloud secara resmi meluncurkan layanan baru Blockchain RPC (Remote Procedure Call) yang dirancang untuk mendukung pengembang Web3. Layanan ini memberikan cara yang lebih mudah bagi para pengembang untuk berinteraksi dengan data blockchain, menawarkan solusi yang hemat biaya, scalable, dan andal, serta mengurangi kerumitan dalam mengelola infrastruktur node (simpul) blockchain.
Nalin Mittal, Web3 Product Lead di Google Cloud, menyatakan bahwa layanan ini merupakan bagian dari komitmen Google Cloud untuk mendukung ekosistem Web3.
“Kami ingin membantu pengembang mempercepat pembangunan aplikasi terdesentralisasi (DeFi) mereka dengan infrastruktur yang kuat dan dapat diandalkan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 18 September 2024.

Keandalan RPC sering kali menjadi tantangan utama bagi para pengembang Web3, karena dapat mempengaruhi kinerja dan ketersediaan aplikasi mereka. Banyak pengembang saat ini mengandalkan berbagai penyedia RPC untuk memastikan aplikasi mereka (misalnya wallet) tetap berjalan dengan baik. Dengan layanan Blockchain RPC dari Google Cloud, pengembang kini dapat memanfaatkan keunggulan Google Cloud dalam mengelola infrastruktur berskala besar di ekosistem Web3, memberikan fondasi yang kokoh untuk aplikasi terdesentralisasi.
Disebutkan, layanan Blockchain RPC ini ditujukan untuk berbagai organisasi, mulai dari startup yang membutuhkan cara cepat untuk masuk ke dunia blockchain, hingga perusahaan besar yang membutuhkan keandalan, keamanan, dan kinerja tinggi dari infrastruktur Google Cloud. Dalam tahap peluncuran, Google Cloud menawarkan layanan gratis yang mencakup hingga 100 request per detik, memungkinkan pengembang untuk membangun aplikasi realtime yang membutuhkan banyak data.
Layanan ini sepenuhnya kompatibel dengan standar Ethereum JSON-RPC, sehingga pengembang dapat dengan mudah memadukannya ke dalam aplikasi mereka hanya dengan satu baris kode.
“Kami memberikan solusi yang tidak hanya hemat biaya, tetapi juga mudah diakses oleh semua kalangan pengembang, dari yang baru memulai hingga yang sudah berpengalaman,” tambah Mittal.
Kyle Quintal, Kepala Teknik di 0xArc, juga memberikan pandangannya mengenai layanan baru ini.
“Layanan Blockchain RPC dari Google Cloud memberikan response time yang cepat, sesuai harapan. Ditambah lagi, Google Cloud mengikuti standar EIP1474 dan memiliki pilihan layanan gratis, kami langsung memadukannya ke dalam sistem kami dan sejauh ini hasilnya sangat memuaskan,” katanya.
Fitur utama dari layanan Blockchain RPC Google Cloud mencakup keandalan tingkat perusahaan, yang memanfaatkan infrastruktur Google Cloud untuk memberikan keamanan dan keandalan. Selain itu, layanan ini menawarkan alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan dengan node khusus, dengan kemampuan menangani hingga 100 permintaan per detik dan 1 juta permintaan per hari pada tier gratis.
Mittal menekankan bahwa layanan ini juga dapat dengan mudah diadaptasi oleh pengembang yang sebelumnya menggunakan penyedia RPC lain hanya dengan mengganti endpoint RPC mereka.
“Ini adalah solusi yang fleksibel dan dapat dengan cepat disesuaikan dengan kebutuhan para pengembang,” ujar Mittal.
Ini Alasan Google Pakai Blockchain Hedera Hashgraph yang Terafiliasi dengan Deutsche Telekom
Lebih Jauh tentang RPCRemote Procedure Call (RPC) adalah metode komunikasi yang memungkinkan satu program/aplikasi (klien) di suatu komputer meminta layanan atau menjalankan fungsi di program lain (server) di komputer yang berbeda, seolah-olah fungsi itu dijalankan secara lokal di komputer klien.
Bayangkan Anda sedang berada di rumah (klien) dan membutuhkan bahan makanan dari pasar (server). Alih-alih pergi sendiri ke pasar, Anda bisa menelepon seseorang (RPC), dalam hal ini disediakan oleh Google Cloud, yang berada di pasar untuk membeli barang-barang yang Anda butuhkan.
Google Izinkan Iklan Game Berbasis NFT
Anda memberi tahu mereka barang yang diinginkan, mereka membelinya, dan mengantarkannya kembali ke Anda. Dari perspektif Anda, seolah-olah Anda mendapatkan barang tanpa harus pergi ke pasar sendiri, padahal orang lain yang menjalankan tugas tersebut untuk Anda.
Begitu juga dengan RPC, di mana program meminta “tugas” dilakukan oleh program lain yang terletak jauh, namun terlihat seolah dilakukan di tempat yang sama, berkat Google Cloud.
Pada teknologi blockchain, RPC seperti di Google Cloud ini memungkinkan aplikasi atau pengembang untuk meminta data atau layanan dari node blockchain tanpa harus menjalankan atau mengelola node itu sendiri, terlebih-lebih untuk berkomunikasi denagn blockchain yang berbeda-beda. [ps]