#30 tag 24jam
PHE, Sinopec & KUFPEC Resmi Teken PSC Wilayah Kerja Melati di IEF 2024
Konsorsium PHE, Sinopec, dan KUFPEC melakukan penandatanganan PSC WK Melati dengan SKK Migas pada IEF 2024 di Surabaya, Senin (14/10). [691] url asal
#brandnewsroom #bnr #pertamina #skk-migas #ief #wk-melati #pertamina-hulu-energi #sinopec #kufpec
(CNN Indonesia - Ekonomi) 15/10/24 20:57
v/16519904/
PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati, bersama mitra konsorsium Sinopec International Energy Investment (SIEI) Melati Limited dan KUFPEC Indonesia (Melati) B.V., resmi menandatangani Kontrak Kerja Sama (KKS) atau Production Sharing Contract (PSC) untuk Wilayah Kerja (WK) Melati pada rangkaian acara Indonesia Exploration Forum (IEF) 2024 di Surabaya, Senin (14/10).
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Direktur PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati, Muhamad Arifin; Direktur SIEI Melati Limited, Qin Shenggao; Direktur KUFPEC Indonesia (Melati) B.V., Tareeq M. Ebrahim; Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto; dan Plt. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana.
PSC WK Melati mencakup area onshore dan offshore di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah dengan menggunakan skema Cost Recovery. PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati akan menjadi operator untuk luas wilayah kerja 8.453,70 Km2.
Nilai Total Komitmen Pasti dalam tiga tahun ke depan sebesar US$12.700.000, yang akan digunakan untuk berbagai kegiatan eksplorasi, termasuk studi geologi dan geofisika, serta survei seismik 3D sepanjang 200 km² dan survei seismik 2D sepanjang 250 km.
Dalam sambutannya, Dwi Soetjipto menekankan pentingnya eksplorasi migas yang masif guna memenuhi kebutuhan energi Indonesia di masa depan.
"Potensi pengembangan industri migas dan peluang penemuan cadangan pada blok baru masih sangat besar seiring dengan penambahan minat para investor pada industri hulu migas. Harapannya temuan cadangan baru terus didapatkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/10).
Senada, Dadan Kusdiana juga menyampaikan optimisme terkait kontribusi Wilayah Kerja Melati terhadap target nasional dalam menemukan cadangan migas baru.
"Kita berharap dengan kolaborasi KKKS di Wilayah Kerja Eksplorasi ini menghasilkan temuan baru melalui pemenuhan komitmen eksplorasi," kata dia.
Di sisi lain, Muhamad Arifin mengatakan WK Melati akan menambah optimis PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati dalam mencari Cadangan Migas.
"Eksplorasi di Indonesia Timur menjadi harapan baru industri migas, kami siap menjalankan komitmen eksplorasi untuk Wilayah Kerja Melati untuk menemukan cadangan baru," ucapnya.
Terlebih, sebelum melakukan penandatanganan PSC, kontraktor telah menyelesaikan kewajiban finansial, yaitu pembayaran bonus tanda tangan dan menyerahkan jaminan pelaksanaan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
Sebelumnya, konsorsium WK Melati juga telah menyepakati key terms principles perjanjian operasi bersama atau Joint Operating Agreement (JOA) terkait teknis kerja sama pengelolaan dan pengoperasian WK Melati, di The Westin Surabaya, Senin (14/10). Turut menyaksikan prosesi ini Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PHE, Rachmat Hidajat.
Pada sambutannya, Rachmat memberikan apresiasi atas terlaksananya penandatanganan key terms principles JOA WK Melati. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh PHE, Sinopec dan KUFPEC bukan sekedar menandatangani dokumen.
"Ini tentang meletakkan landasan bagi kemitraan yang dibangun berdasarkan kolaborasi, tujuan bersama, dan keyakinan bahwa kita akan lebih kuat jika kita bersatu. Perjanjian ini mewakili kerja keras, diskusi, dan dedikasi yang telah dilakukan bersama selama beberapa minggu dan bulan terakhir," tuturnya.
Dia pun menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah berkontribusi di kedua belah pihak dalam merealisasikan kemitraan ini. Ia juga menekankan bahwa koordinasi, komitmen, dan kerja tim adalah faktor-faktor utama yang membawa mereka sampai ke tahap ini.
"Ini untuk kemitraan yang sukses, dan untuk banyak pencapaian besar di masa depan," harap dia.
Pada kesempatan berbeda, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, mengatakan bahwa Pertamina secara berkelanjutan mengembangkan untuk sektor hulu dengan terus berupaya mendapatkan cadangan migas baru, salah satunya melalui WK Melati.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung target pemerintah dan Perseroan dalam meningkatkan produksi migas nasional dan dalam waktu yang sama menjaga ketahanan energi negeri," pungkasnya.
Ia juga memastikan PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Sebagai informasi, PHE berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi dan operasionalnya sebagai bagian penerapan aspek ESG. Perseroan juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) sebagai member sejak Juni 2022.
Mendukung aspek Governance, PHE juga berkomitmen terhadap Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandarisasi ISO 37001:2016.
PHE juga terus mengembangkan pengelolaan operasi yang prudent dan excellent di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang Environmentally Friendly, Social Responsible dan Good Governance.
Konsorsium PHE, Sinopec & KUFPEC Teken Kontrak PSC Wilayah Kerja Melati
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan Indonesia memerlukan eksplorasi secara masif untuk mendapatkan cadangan migas. [855] url asal
#pertamina #skk-migas #pemerintah #phe-rachmat-hidajat #key-terms-principles-joa-wk-melati #sustainable-development-goals #potensi-pengembangan-industri-migas #minyak #industri-migas #sinopec-international-ener
(detikFinance - Energi) 15/10/24 17:26
v/16509381/
Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati bersama mitra konsorsium Sinopec International Energy Investment (SIEI) Melati Limited dan KUFPEC Indonesia (Melati) BV melakukan penandatanganan Kontrak Kerja Sama (KKS) atau Production Sharing Contract (PSC) di Wilayah Kerja (WK) Melati dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Penandatanganan PSC WK Melati dilakukan oleh Direktur PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati Muhamad Arifin, Direktur SIEI Melati Limited Qin Shenggao, Direktur KUFPEC Indonesia (Melati) BV Tareeq M Ebrahim, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, dan Plt Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Dadan Kusdiana.
Dalam sambutannya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan Indonesia memerlukan eksplorasi secara masif untuk mendapatkan cadangan migas. Potensi pengembangan Industri Migas dan peluang penemuan cadangan pada blok baru masih sangat besar seiring dengan penambahan minat para investor pada industri hulu migas.
"Harapannya temuan cadangan baru terus didapatkan," ujar Dwi, dalam keterangan tertulis, Selasa (15/10/2024).
Penandatanganan PSC WK Melati ini dilakukan dalam pertemuan Indonesia Exploration Forum (IEF) 2024 di Surabaya, Senin (14/10). Dalam kesempatan tersebut, Plt Direktur Jenderal Migas Dadan Kusdiana menambahkan dengan tambahan Wilayah Kerja yang baru ditandatangani kontrak PSC akan membantu pencapaian target Pemerintah, yaitu penemuan cadangan migas baru.
"Kita berharap dengan kolaborasi KKKS di Wilayah Kerja Eksplorasi ini menghasilkan temuan baru melalui pemenuhan komitmen eksplorasi," kata Dadan.
PSC WK Melati yang berada di onshore dan offshore Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah menggunakan Skema Cost Recovery. PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati akan menjadi operator untuk luas wilayah kerja 8.453,70 Km2.
Nilai Total Komitmen Pasti sebesar USD 12.700.000 berupa pelaksanaan kegiatan Studi Geologi dan Geofisika, 200 Km2 Seismik 3D, 250 Km Seismik 2D dalam tiga tahun ke depan.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati, Muhamad Arifin mengatakan Wilayah Kerja Melati akan menambah optimisme dalam mencari Cadangan Migas. Arifin menjelaskan eksplorasi di Indonesia Timur menjadi harapan baru industri migas, pihaknya siap menjalankan komitmen eksplorasi untuk Wilayah Kerja Melati untuk menemukan cadangan baru.
Sebelum melakukan penandatanganan PSC, Kontraktor telah menyelesaikan kewajiban finansial, yaitu pembayaran Bonus Tanda tangan dan menyerahkan Jaminan Pelaksanaan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
Key Terms Principles Joint Operating Agreement (JOA) WK Melati Disepakati
Sebelum penandatanganan PSC, konsorsium WK Melati yang terdiri dari PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati, SIEI Melati Limited dan KUFEC Indonesia (Melati) BV telah menyepakati key terms principles perjanjian operasi bersama atau Joint Operating Agreement (JOA) terkait teknis kerja sama pengelolaan dan pengoperasian Wilayah Kerja Melati yang berada di onshore dan offshore Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Penandatanganan key terms principles JOA WK Melati dilakukan di The Westin Surabaya pada Senin (14/10).
Penandatanganan key terms principles JOA WK Melati dilakukan oleh Direktur PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati Muhamad Arifin, Direktur SIEI Melati Limited Qin Shenggao dan Country Manager KUFPEC Indonesia Sarah Al-Baker. Turut menyaksikan penandatanganan key terms principles JOA WK Melati Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PHE Rachmat Hidajat.
Dalam pidato sambutannya, Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PHE Rachmat Hidajat memberikan apresiasi atas terlaksananya penandatanganan key terms principles JOA WK Melati. Ia merasa senang mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari momen penting ini.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh PHE, Sinopec dan KUFPEC bukan sekedar menandatangani dokumen. Ia menambahkan hal ini tentang meletakkan landasan bagi kemitraan yang dibangun berdasarkan kolaborasi, tujuan bersama, dan keyakinan akan lebih kuat jika kita bersatu,
"Perjanjian ini mewakili kerja keras, diskusi, dan dedikasi yang telah dilakukan bersama selama beberapa minggu dan bulan terakhir," kata Rachmat.
Di akhir sambutannya Rachmat mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, di kedua belah pihak, yang telah mewujudkan kemitraan ini. Dikatakan Rachmat, dibutuhkan banyak koordinasi, komitmen, dan kerja tim untuk membawa kita ke titik ini.
"Ini untuk kemitraan yang sukses, dan untuk banyak pencapaian besar di masa depan," ujar Rachmat.
Pada kesempatan lain, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengatakan Pertamina secara berkelanjutan mengembangkan untuk sektor hulu dengan terus berupaya mendapatkan cadangan migas baru, salah satunya melalui WK Melati.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung target pemerintah dan Perseroan dalam meningkatkan produksi Migas nasional dan dalam waktu yang sama menjaga ketahanan energi negeri," kata Fadjar.
PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi dan operasionalnya, sebagai bagian penerapan aspek ESG.PHE telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) sebagai member sejak Juni 2022.
Mendukung aspek Governance, PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandarisasi ISO 37001:2016.
PHE terus mengembangkan pengelolaan operasi yang prudent dan excellent di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang Environmentally Friendly, Social Responsible dan Good Governance.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
(akn/ega)
Konsorsium PHE, Sinopec, dan KUFPEC Tandatangani Kontrak PSC Wilayah Kerja Melati
Penandatanganan PSC WK Melati dilakukan dalam pertemuan Indonesia Exploration Forum (IEF) 2024 di Surabaya pada Senin, 14 Oktober 2024. - Halaman all [868] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #industri-migas #penandatangan-psc-wk-melati #pertamina-hulu-energi #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 15/10/24 17:18
v/16508647/
SURABAYA, investor.id - PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati bersama mitra konsorsium Sinopec International Energy Investment (SIEI) Melati Limited dan KUFPEC Indonesia (Melati) B.V melakukan penandatanganan Kontrak Kerja Sama (KKS) atau Production Sharing Contract (PSC) di Wilayah Kerja (WK) Melati dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Penandatanganan PSC WK Melati dilakukan dalam pertemuan Indonesia Exploration Forum (IEF) 2024 di Surabaya, Senin (14/10).
Penandatanganan PSC WK Melati dilakukan oleh Direktur PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati Muhamad Arifin, Direktur SIEI Melati Limited Qin Shenggao, Direktur KUFPEC Indonesia (Melati) B.V Tareeq M. Ebrahim, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, dan Plt Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Dadan Kusdiana. Dalam sambutannya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa Indonesia memerlukan eksplorasi secara masif untuk mendapatkan cadangan migas.
“Potensi pengembangan Industri Migas dan peluang penemuan cadangan pada blok baru masih sangat besar seiring dengan penambahan minat para investor pada industri hulu migas. Harapannya temuan cadangan baru terus didapatkan,” ujar Dwi.
Plt Direktur Jenderal Migas Dadan Kusdiana menambahkan dengan tambahan Wilayah Kerja yang baru ditandatangani kontrak PSC akan membantu pencapaian target Pemerintah, yaitu penemuan cadangan migas baru.
"Kita berharap dengan kolaborasi KKKS di Wilayah Kerja Eksplorasi ini menghasilkan temuan baru melalui pemenuhan komitmen eksplorasi,” kata Dadan.
PSC WK Melati yang berada di onshore dan offshore Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah menggunakan Skema Cost Recovery. PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati akan menjadi operator untuk luas wilayah kerja 8.453,70 Km2. Nilai Total Komitmen Pasti sebesar US$ 12.700.000 berupa pelaksanaan kegiatan Studi Geologi dan Geofisika, 200 Km2 Seismik 3D, 250 Km Seismik 2D dalam tiga tahun kedepan.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati, Muhamad Arifin mengatakan Wilayah Kerja Melati akan menambah optimisme kami dalam mencari Cadangan Migas.
“Eksplorasi di Indonesia Timur menjadi harapan baru industri migas, kami siap menjalankan komitmen eksplorasi untuk Wilayah Kerja Melati untuk menemukan cadangan baru,” jelas Arifin.
Sebelum melakukan penandatanganan PSC, Kontraktor telah menyelesaikan kewajiban finansial, yaitu pembayaran Bonus Tanda tangan dan menyerahkan Jaminan Pelaksanaan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
Key Terms Principles Joint Operating Agreement (JOA) WK Melati Disepakati
Sebelum penandatanganan PSC, konsorsium WK Melati yang terdiri dari PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati, SIEI Melati Limited dan KUFEC Indonesia (Melati) B.V telah menyepakati key terms principles perjanjian operasi bersama atau Joint Operating Agreement (JOA) terkait teknis kerja sama pengelolaan dan pengoperasian Wilayah Kerja Melati yang berada di onshore dan offshore Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.
Penandatanganan key terms principles JOA WK Melati dilakukan di The Westin Surabaya pada Senin (14/10). Penandatanganan key terms principles JOA WK Melati dilakukan oleh Direktur PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Melati Muhamad Arifin, Direktur SIEI Melati Limited Qin Shenggao dan Country Manager KUFPEC Indonesia Sarah Al-Baker. Turut menyaksikan penandatanganan key terms principles JOA WK Melati Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PHE Rachmat Hidajat. Dalam pidato sambutannya, Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PHE Rachmat Hidajat memberikan apresiasi atas terlaksananya penandatanganan key terms principles JOA WK Melati.
“Saya senang mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari momen penting ini,” ujar Rachmat.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh PHE, Sinopec dan KUFPEC bukan sekedar menandatangani dokumen.
“Ini tentang meletakkan landasan bagi kemitraan yang dibangun berdasarkan kolaborasi, tujuan bersama, dan keyakinan bahwa kita akan lebih kuat jika kita bersatu. Perjanjian ini mewakili kerja keras, diskusi, dan dedikasi yang telah dilakukan bersama selama beberapa minggu dan bulan terakhir," ungkapnya.
Di akhir sambutannya Rachmat mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, di kedua belah pihak, yang telah mewujudkan kemitraan ini.
“Dibutuhkan banyak koordinasi, komitmen, dan kerja tim untuk membawa kita ke titik ini. Ini untuk kemitraan yang sukses, dan untuk banyak pencapaian besar di masa depan,” ujarnya.
Pada kesempatan lain, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengatakan bahwa Pertamina secara berkelanjutan mengembangkan untuk sektor hulu dengan terus berupaya mendapatkan cadangan migas baru, salah satunya melalui WK Melati.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung target pemerintah dan Perseroan dalam meningkatkan produksi Migas nasional dan dalam waktu yang sama menjaga ketahanan energi negeri," pungkas Fadjar.
PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi dan operasionalnya, sebagai bagian penerapan aspek ESG. PHE telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) sebagai member sejak Juni 2022. Mendukung aspek Governance, PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan.
Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandarisasi ISO 37001:2016. PHE terus mengembangkan pengelolaan operasi yang prudent dan excellent di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang Environmentally Friendly, Social Responsible dan Good Governance. Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
Editor: Gesa Vitara (gesa@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Menang Lelang, Perusahaan Arab-China Siap Garap Harta Karun Migas RI
Kementerian ESDM umumkan pemenang lelang WK Migas Tahap I 2024. Konsorsium Premier Oil, Mubadala, dan Sinopec terlibat dengan investasi total US$ 19,88 juta. [411] url asal
#lelang-migas #perusahaan-migas #konsorsium-migas #kementerian-esdm #wk-amanah #wk-melati #sinopec #mubadala-energy
(detikFinance - Energi) 03/09/24 12:04
v/14883897/
Jakarta - Kementerian ESDM mengumumkan Pemenang Lelang Penawaran Langsung Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tahap I Tahun 2024 untuk WK Central Andaman, WK Amanah, dan WK Melati. Konsorsium pemenang lelang di dalamnya terdapat perusahaan asal Inggris Premier Oil, perusahaan Uni Emirat Arab (UEA) Mubadala Energy dan perusahaan China Sinopec.
Adapun nilai investasi berupa komitmen pasti sebesar US$ 19.882.293 dan bonus tanda tangan sebesar US$ 800.000.
"Yang menarik dari pengumuman ini adalah terdapat perusahaan migas Tiongkok yang berpartisipasi dalam Lelang Wilayah Kerja Migas ini. Untuk itu kami juga turut mengucapkan Terimakasih atas dukungan Pemerintah Tiongkok," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Dadan Kusdiana dalam keterangannya, Selasa (4/9/2024).
Pengumuman pemenang lelang WK tersebut ditandai dengan Penyampaian Surat Penetapan Pemenang Lelang oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada Badan Usaha/Bentuk Usaha Tetap Peserta Lelang.
Adapun pemenang lelang WK Central Andaman (Offshore Bagian Utara Sumatera) adalah Konsorsium Premier Oil South Andaman Limited dan Mubadala Energy Holdings Limited, dengan bonus tanda tangan sebesar US$ 300.000 dan total komitmen pasti US$ 4.032.293.
Kedua, WK Amanah (Onshore Sumatera Selatan) pemenangnya adalah Konsorsium PT Medco Energi Linggau, PT Sele Raya dan KUFPEC Regional Ventures (Indonesia) Limited dengan bonus tanda tangan sebesar US$ 300.000 dan total komitmen pasti US$ 3.150.000.
Ketiga, WK Melati (Onshore-OffShore Sulawesi Tenggara-Sulawesi Tengah) di mana pemenangnya adalah Konsorsium PT Pertamina Hulu Energi, Sinopec International Energy Investment Holdings Limited dan KUFPEC Regional Ventures (Indonesia) Limited dengan bonus tanda tangan sebesar US$ 200.000 dan total komitmen pasti US$ 12.700.000.
"Kami ucapkan selamat kepada para Pemenang," ujar Dadan.
Pada Penawaran Wilayah Kerja Migas Tahap I Tahun 2024 Terdapat 5 (lima) Wilayah Kerja yang telah ditawarkan, yaitu WK Amanah, WK Central Andaman, WK Melati, Wilayah Kerja Panai, dan WK Pesut Mahakam. Khusus Lelang WK Panai dan WK Pesut Mahakam masih berlangsung, dan ditawarkan dengan mekanisme Lelang Reguler serta akan berakhir pada tanggal 11 September 2024.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jenderal Migas akan terus berupaya mengundang investor untuk melakukan kegiatan eksplorasi migas dalam rangka mengoptimalkan potensi migas, melalui Penawaran WK Migas.
Rencana Penawaran Wilayah Kerja Migas Tahap II Tahun 2024 tentatif terdapat 5 Wilayah Kerja yang dinilai potensial dan menjadi kandidat yang akan ditawarkan, yaitu WK Air Komering, WK Binaiya, WK Gaea, WK Kojo, dan WK Serpang.
Simak juga Video: Melihat Kilas Balik Pelayanan Jemaah Haji Daker Madinah 2024