KOMPAS.com - Direktur Papua Football Academy, Wolfgang Pikal, mengutarakan beberapa agenda besar yang bakal ditempuh para siswa asuhannya dalam beberapa bulan ke depan.
Papua Football Academy merupakan akademi sepak bola kelas dunia yang bermarkas di Mimika Sports Complex, Kabupaten Mimika, dan dibiayai penuh oleh PT Freeport Indonesia (PTFI).
Sekarang ini, PFA tengah mempunyai 60 siswa, sebanyak 30 masing-masing dari angkatan pemain kelahiran 2010 dan kelahiran 2011.
Sepanjang 2024, PFA menjalani beberapa agenda di pulau Jawa.
Tim PFA U13 bermain di Piala Soeratin pada akhir Januari. Mereka harus mengakhiri turnamen di babak perempat final setelah kalah tipis 2-3 dari Jawa Timur di Bekasi.
Sementara, Tim U15 juga harus berhenti di babak 16 besar Piala Soeratin setelah kalah adu penalti lawan Banten di Yogyakarta.
PFA lalu mengukir prestasi dengan meraih gelar juara pertama di luar pulau Papua dengan membawa pulang trofi Kejuaraan Nasional South East Asia Football Talent (SEAFT) U15 2024.
Dok. PFA Tim Papua Football Academy (PFA) Batch 2010 melakoi tur di Pulau Jawa selama September hingga pekan pertama Oktober."Kami bermain lawan pemain-pemain yang lebih tua dari kami dalam dua tur Jawa," ujar Direktur Akademi Wolfgang Pikal di acara ramah tamah PT Freeport Indonesia dengan PFA di Tembagapura pada Rabu (23/10/2024) yang jgua dihadiri Kompas.com.
"Sulit karena perbedaan 1-2 tahun bisa menghadirkan perbedaan besar di kategori usia ini tetapi kami sanggup."
"Kami tak peduli soal menang tetapi tentang perkembangan pemain dan pengalaman."
Ia melanjutkan bagaimana 20 dari 24 pemain dari batch pertama yang lulus pada Juni 2024 aktif di sepak bola akademi di Pulau Jawa dengan delapan di antaranya merumput di level Elite Pro Academy.
Rencana Kamp Elite di Austria
Pikal kemudian membahas soal beberapa rencana PFA hingga awal tahun 2025 nanti.
Pertama adalah sebuah elite camp di Austria pada November 2024 di mana pelatih kepala Ardi Ardiles Rumbiak, sosok pelatih dengan kualifikasi paling tinggi di PFA, dan dua pemain terbaik bakal pergi tiga pekan berlatih bersama tiga klub di Austria.
"Hasil terbaik adalah saat kembali, mereka akan punya percaya diri hasil dari pengalaman hebat dari Eropa," ujar eks asisten pelath Timnas Indonesia tersebut.
"Lebih dari itu, harapan saya adalah mereka akan jatuh cinta pada pemain kita dan bilang 'coach Wolf, tahun depan saat mereka berusia 15 ½ tahun bawa mereka kembali dan akan kita lihat ulang'.”
"Karena, ketika mereka 16 tahun, kita bisa mengirim mereka ke sana dan untuk kali pertama seorang anak Papua bisa bergabung bersama tim Eropa," ujarnya disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin yang berkumpul.
Pikal lalu mengutarakan soal rencana pada awal 2025 di mana PFA diundang untuk sebuah turnamen di Korea Selatan pada Januari 2025 dan juga untuk laga-laga Soeratin level nasional bagi tim U13 dan U15 pada Februari.
Namun, ia belum mengutarakan kepastian tentang turnamen di Korsel tersebut
Agenda besar yang jadi sorotan bagi PFA adalah rencana partisipasi di Gothia Cup 2025 yang akan bergulir pada 13 Juli 2025.
Sebanyak 1.700 tim dari 80 negara akan ambil bagian di turnamen yang akan dimainkan di 110 lapangan di Gothenburg, ibu kota Swedia tersebut.
"Kami punya rencana berkolaborasi dengan SKF dengan izin PT Freeport Indonesia yang masih negosiasi dengan SKF, pertama adalah kami akan membuat turnamen dengan mereka dan kedua adalah salah satu tim kami akan berangkat ke Gothia Cup 2025 di Swedia," lanjut asisten Alfred Riedl di Piala AFF 2010 ini.
"Gothia Cup adalah turnamen usia muda terbesar di Eropa dengan ratusan tim bermain di sana. Mereka menghubungi kami, ada yang mengatakan bahwa PFA adalah akademi terbaik di timur Indonesia."
Ia mengutarakan, apabila terwujud, kesempatan bermain di Gothia Cup ini diyakini akan memberi dampak baik bagi anak-anak Papua.
"Mereka bisa menguji diri dan kemampuan melawan tim-tim dengan pemain dari seluruh dunia," tutur Pikal.
"Jika beruntung, salah satu pemain kita akan bisa dipandu bakat."
"Ketiga adalah kita ingin menciptakan panutan-panutan baru dan mendorong kebanggaan diri regional Papua untuk memotivasi dan menginspirasi anak-anak Papua lain. Terakhir adalah bagus juga untuk rasa percaya diri anak-anak."