Khusus UMKM, Plafon Pinjol Dikerek jadi Rp 10 Miliar
Peningkatan plafon pinjol ini diyakini dapat meningkatkan porsi penyaluran fintech p2p lending ke sektor produktif dan UMKM. - Halaman all
(InvestorID) 09/07/24 15:29 10201393
JAKARTA, investor.id – Batas maksimum atau plafon penyaluran pinjaman online (pinjol) oleh penyelenggara fintech p2p lending kepada sektor produktif dan UMKM direncanakan naik menjadi Rp 10 miliar, dari sebelumnya Rp 2 miliar. Kebijakan ini dipercaya dapat mengerek porsi penyaluran ke sektor produktif dan UMKM.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman menerangkan, OJK terus mendorong adanya pengembangan dan penguatan penyaluran pinjaman kepada UMKM oleh fintech p2p lending.
Ada tiga pendekatan yang dipilih perihal pengembangan dan penguatan yang dimaksud sesuai dengan peta jalan fintech p2p lending untuk periode 2023-2028. Pertama yakni mendukung usulan relaksasi batas maksimum alias plafon pinjaman produktif melalui regulasi.
“Ini yang ada di RPOJK mengenai p2p lending yang sedang kita mintakan masukan dari publik. Kita merencanakan akan menyesuaikan batas maksimum untuk pembiayaan produktif itu dari sekarang Rp 2 miliar, kita akan tingkatkan menjadi Rp 10 miliar,” ungkap Agusman dalam konferensi pers daring, dikutip Selasa (8/7/2024).
Kedua, akan dilakukan optimalisasi program sinergi untuk mendorong pembiayaan ke luar Pulau Jawa, lantaran fintech p2p lending sekarang ini masih terfokus di Pulau Jawa. “Ruang yang sangat besar di luar Pulau Jawa akan terus kita dorong, sehingga akan memperbesar skup dari pembiayaan produktif,” imbuh Agusman.
Ketiga, melakukan perluasan jalur distribusi pembiayaan produktif dan UMKM. Menurut Agusman, masih banyak jalur distribusi pinjaman kepada sektor produktif dan UMKM yang belum digarap fintech p2p lending, sehingga inovasi dan optimalisasi masih diperlukan ke depan.
Kalah Cepat dari Pinjol Konsumtif
Berdasarkan data OJK, outstanding pinjaman fintech p2p lending pada Mei 2024 tercatat mencapai Rp 64,56 triliun. Angka ini meningkat 25,44% year on year (yoy), atau lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 24,16 (yoy).
Namun demikian, porsi pinjaman fintech p2p lending ke sektor produktif dan UMKM baru mencakup 31,5% atau mencakup nominal Rp 22,91 triliun. Sementara peta jalan menargetkan pinjaman ke sektor produktif dan UMKM dapat mencakup 50-70% dari total pinjaman fintech p2p lending pada 2028 mendatang.
Penyaluran ke sektor produktif dan UMKM oleh fintech p2p lending menjadi menantang dalam beberapa waktu belakangan, mengingat porsinya yang semakin tertinggal dari tren penyaluran sektor konsumtif. Porsinya dalam tren penurunan dalam kurun 3 bulan belakangan dari posisi 43,53% pada Februari 2024.
“Masih sesuai dengan target di fase pertama 2023-2024 antara 30-40% jadi (porsi Mei) masih masuk dalam range tersebut. Untuk mencapai target pendanaan ke sektor produktif dan UMKM sebesar 70%, di roadmap kita range pada 2028 adalah antara 50-70%,” jelas Agusman.
Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #pinjol #fintech-p2p-lending #pinjaman-produktif #pinjaman-umkm #plafon-pinjaman-fintech #pinjol-konsumtif #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/finance/366501/khusus-umkm-plafon-pinjol-dikerek-jadi-rp-10-miliar