"Kaesang Lebih Berpotensi Menang di Jateng", Ini 5 Faktor Pentingnya

Pengamat politik Agung Baskoro ungkap 5 faktor yang membuat Kaesang lebih berpeluang menang jika maju di Pilkada Jateng ketimbang Jakarta Halaman all

(Kompas.com) 10/07/24 06:01 10269710

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep disebut lebih berpeluang menang jika maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah (Jateng) ketimbang Pilkada Jakarta untuk sementara ini.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro mengatakan, ada beberapa faktor yang mendasari analisisnya tersebut.

Pertama, beberapa hasil survei belakangan ini memperlihatkan bahwa elektabilitas Kaesang di Jawa Tengah cukup moncer. Bahkan, Lembaga Survei Indonesia (LSI) sempat mencatat menjadi yang tertinggi mengalahkan kandidat terkuat di Jawa Tengah, Irjen Pol Luthfi yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Jateng.

“Dari sisi elektoral, otomatis lebih berpotensi dia (Kaesang) menang di Jawa Tengah dan ini bisa membuat partai-partai melirik Kaesang sebagai calon yang potensial untuk dilirik bahkan direkomendasikan dibanding ketika dia maju di Jakarta sebagai calon gubernur,” kata Agung dalam program Obrolan Newsroom bersama Kompas.com, Selasa (9/7/2024).

Meskipun PSI hanya mendapatkan dua kursi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 di Jateng, Agung menyebut, Kaesang lebih berpeluang menang jika maju pada Pilkada Jateng dengan modal elektabilitas yang bagus belakangan ini.

Menurut dia, Anies sudah membuktikan dengan elektabilitas yang bagus maka partai politik (parpol) akan mendekat dan memberikan dukungan. Padahal, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak tergabung dalam partai manapun.

“Dengan bukti survei yang kemarin dirilis, sebenarnya itu salah satu modal politik yang penting bagi Kaesang untuk bisa melangkah maju memastikan dia punya sokongan politik dari partai-partai yang potensial mendukungnya di luar PSI,” ujar Agung.

Apalagi, Agung menilai bahwa Kaesang akan lebih mudah didukung oleh koalisi partai yang mendukung kakaknya Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Koalisi Indonesia Maju (KIM).

“Akhirnya ini seperti gula ya, di mana ada gula d situ ada semut. Di mana ada kandidat yang tinggi elektabilitasnya, biasanya semua partai akan mengelilingi,” katanya.

Faktor kedua adalah political privilege atau keistimewaan politik karena sebagai anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang bisa dekat dengan Koalisi Indonesia Maju yang sukses mengantarkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memenangkan Pilpres 2024.

Meskipun, Jokowi sudah lengser dari jabatannya saat pemungutan suara pilkada digelar pada 27 November 2024. Sebab, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) RI periode 2024-2029 Prabowo-Gibran akan dilakukan pada 20 Oktober 2024.

“Yang jelas dia butuh tiket untuk berangkat sehingga bisa masuk ke gelanggang Pilkada 2024 dan semua partai akan realistis daripada, daripada, daripada, ya saya kasih ajalah kata ketua umumnya, saya enggak mau repot nanti atau direpotkan gara-gara urusan ini,” ujar Agung.

“Terlepas nanti setelah 20 Oktober, dia akan mendapat ‘pertentangan’ kompetisi yang sangat ketat dari lawan-lawan politiknya misalkan di Koalisi Perubahan atau di koalisinya PDI-P maka itu urusan lain. Saya kira yang paling penting bagi Kaesang sekarang memastikan dia punya tiket dulu,” katanya lagi.

Selain itu, Agung menyebut bahwa Presiden Jokowi juga secara tidak langsung dalam pernyataan terbarunya memberikan restu kepada Kaesang.

Untuk diketahui, Jokowi mengatakan bahwa orangtua hanya mendoakan saat ditanya soal Kaesang yang akhirnya bisa maju sebagai calon gubernur (cagub) atau calon wakil gubernur (cawagub) setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengubah penghitungan batas usia calon kepala daerah sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung (MA).

Menurut Agung, restu Jokowi tersebut memiliki peranan penting bagi Kaesang untuk mendapatkan dukungan partai di KIM guna maju pada Pilkada 2024.

“Suka atau tidak, kode keras ini menjadi penting dibaca oleh semua partai di KIM bahwa restu istana sudah turun. Istana ini kan berkuasa sampai 20 Oktober 2024, jadi mau enggak mau, menurut saya tidak ada pilihan dari KIM selain mendukung di manapun Kaesang akan maju Pilkada nanti,” ujarnya.

Faktor ketiga, Kaesang adalah bagian dari keluarga Solo atau Jokowi yang disebut sudah cukup lama menanamkan pengaruhnya di Jawa Tengah. Di tambah lagi, ada residu Pilpres 2024 yang berasal dari kemenangan Gibran.

“Suka atau tidak keluarga Solo inikan memang sudah cukup lama menanamkan pengaruhnya di Jawa Tengah, jadi sedikit banyak mesti ada irisan elektoral yang itu memberi dampak ekor jas, elektoral efek ya kepada Kaesang,” kata Agung.

Keempat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang menjadi partai pemenang pada Pileg 2024 di Jawa Tengah, belum memperlihatkan kadernya yang menonjol untuk diusung pada Pilkada Jateng.

Menurut Agung, salah satu nama kader PDI-P yang sempat digadang-gadang jadi kandidat terkuat mereka, Hendar Prihadi, justru kalah elektabilitasnya dari Kaesang berdasarkan hasil survei belakangan ini.

“Otomatis peluang ini bisa dibaca dan dilirik oleh Kaesang sebagai kesempatan untuk memastikan bahwa dia bisa maju bahkan memenangkan pertarungan karena kandidat dari PDIP pasca Ganjar Pranowo tidak bisa lagi menjabat, masih cukup dinamis ya,” ujarnya.

Terakhir, ada faktor demografi dari pemilih. Agung mengatakan, karakter pemilih di Jakarta itu sangat rasional, terdidik, dan tingkat ekonomi yang terbilang mapan sehingga cukup kritis untuk menerima calon kepala daerah.

Apalagi, pertarungan dalam pilkada lebih pada pertarungan figur. Sehingga, siapa pun yang maju sebagai kepala daerah pasti akan dikuliti. Sedangkan partai politik hanyalah pelengkap.

"Kalau di Pilkada itu uji figur ya, mau di manapun tempatnya uji kualitas kandidat, apakah soal rekam jejak, programnya, track record dan sebagainya,” kata Agung.

Oleh karena itu, peluang Kaesang menang jika maju pada Pilkada Jawa Tengah masih lebih baik ketimbang di Jakarta.

Namun, menurut Agung, jalan Kaesang menang pada pilkada juga tidak akan mudah. Sebab, area pertarungannya akan lebih sempit ketimbang pilpres. Lalu, faktor rekam jejak juga lebih diutamakan oleh pemilih.

Diketahui, Kaesang sama sekali belum memiliki pengalaman menjadi kepala daerah. Meskipun, secara tiba-tiba diangkat menjadi Ketua Umum PSI.

“Yang jelas jalan Kaesang untuk menang di Pilkada saya rasa tidak akan sesederhana ketika Gibran maju ya (di pilpres),” ujar Agung.

Hasil survei

Sebagaimana diketahui, dalam survei LSI terkini, nama Kaesang unggul sementara sebagai daftar calon gubernur Jateng 2024.

Responden survei yang memilih Kaesang sebesar 15,9 persen. Posisi kedua ditempati oleh Irjen Pol Ahmad Luthfi dengan suara responden 12,9 persen.

Sementara itu, Bambang Wuryanto dipilih 5,8 persen responden, Sudaryono 4,7 persen, dan Hendrar Prihadi sebanyak 4,7 persen.

Survei LSI tersebut dilakukan pada 21-26 Juni 2024 dengan mewawancarai 1.200 responden. Wawancara dilakukan melalui telepon.

Adapun margin of error survei kurang lebih sebesar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Hasil yang hampir serupa juga terlihat dari survei Indikator Politik Indonesia. Dalam survei yang bertajuk “Siapa Kuat di Jawa Tengah?: Dinamika Elektoral Jelang Pilkada”, nama Kaesang mendapatkan elektabilitas tertinggi.

Kaesang menempati peringkat pertama dalam simulasi 10 dan 20 nama.

Dalam simulasi 10 nama dengan pertanyaan, "seandainya pemilihan langsung gubernur Jawa Tengah dilaksanakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara nama berikut-berikut ini…", Kaesang memeroleh elektabilitas 22,8 persen

Urutan kedua ditempati Irjen Pol Ahmad Lutfhi dengan elektabilitas 18,7 persen. Lalu, di posisi ketiga Taj Yasin Maimoen dengan 12,7 persen.

Survei Indikator Politik tersebut memiliki margin of error lebih kurang 3,5 persen.

Digadang-gadang maju di Jakarta

Namun, Kaesang diketahui sebelumnya digadang-gadang bakal maju pada Pilkada Jakarta 2024.

Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan bahkan mengungkapkan, pernah mengusulkan Kaesang maju pada Pilkada Jakarta, kepada Presiden Jokowi.

Kemudian, PAN juga mengusulkan agar Kaesang mendampingi Ridwan Kamil maju pada Pilkada Jakarta.

Namun, hingga kini belum ada keputusan dari KIM terkait pasangan yang bakal diusung sebagai calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jakarta.

Pernyataan cukup kontroversial bahkan sempat dilontarkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi terkait Kaesang pada 27 Juni 2024.

Dia menyebut bahwa Presiden Jokowi telah menyodorkan nama Kaesang untuk mengamankan tiket maju pada Pilkada Jakarta 2024.

Aboe bahkan mengungkapkan, tawaran untuk mengusung Kaesang tidak hanya diberikan kepada satu partai, tapi ada beberapa partai.

Namun, Aboe yang belakangan mengklarifikasi pernyataannya itu, tidak menjelaskan lebih lanjut partai mana saja yang sudah disodorkan nama Kaesang.

Perolehan suara Pileg 2024 di Jateng

Untuk diketahui, PDI-P masih menguasai perolehan suara Pileg 2024 di Jawa Tengah. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini memeroleh 5.270.261 suara yang setara dengan 33 kursi DPRD.

Sementara itu, PSI menjadi partai urutan kesepuluh dalam perolehan suara di Pileg 2024, dengan 478.063 suara atau setara dengan dua kursi DPRD.

Kemudian, partai yang tergabung di KIM mayoritas juga memeroleh suara yang cukup bagus di Jateng.

Partai Gerindra mendapatkan 2.592.886 suara, Partai Golkar 2.253.697 suara, Partai Demokrat 1.159.910 suara, dan Partai Amanat Nasional (PAN) 840.817 suara.

#kaesang-pangarep #jokowi #kaesang #psi #pilkada-2024 #pilkada-jawa-tengah-2024 #jateng #koalisi-indonesia-maju #pilkada-jateng-2024 #pilkada-jakarta-2024

https://nasional.kompas.com/read/2024/07/10/06010001/-kaesang-lebih-berpotensi-menang-di-jateng-ini-5-faktor-pentingnya