Melihat Dampak PMN terhadap Likuiditas PTPP, WIKA, dan ADHI

Melihat Dampak PMN terhadap Likuiditas PTPP, WIKA, dan ADHI

Melihat likuiditas PT PP Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) tahun depan usai dipastikan dapat PMN 2025. - Halaman all

(InvestorID) 11/07/24 15:08 10426922

JAKARTA, investor.id - PT PP Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) merupakan tiga di antara perusahaan-perusahaan BUMN yang dipastikan bakal menerima suntikan penyertaan modal negara (PMN) pada tahun anggaran (TA) 2025. Lalu, bagaimana dampak PMN terhadap likuiditas emiten-emiten konstruksi pelat merah tersebut?

Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto menerangkan bahwa injeksi PMN tersebut akan berpengaruh pada penurunan debt equity ratio (DER) perseroan. Sebab, terus terang saja, dengan adanya PMN, maka perseroan tidak perlu lagi untuk menambah utang.

Apalagi, proyek portofolio PTPP yang di Kawasan Industri Grand Rebana memerlukan pendanaan jumbo, sehingga membutuhkan dukungan dari pemerintah. “Terus, proyek Tol Yogyakarta-Bawen itu pembukuannya nanti tidak terkonsolidasi ke PTPP, tetapi ke PT Jasa Marga Tbk (JSMR),” ucap Agus saat ditemui Investor Daily baru-baru ini.

Pada TA 2025, emiten bersandi saam PTPP ini dipastikan bakal mengantongi PMN sebesar Rp 1,56 triliun yang masing-masing akan digunakan sebesar Rp 1 triliun untuk proyek Kawasan Industri Grand Rebana (Tahap I) di Subang dan Rp 563 miliar untuk Tol Yogyakarta-Bawen sebagai salah satu PSN.

Agus pun memproyeksikan, PMN tersebut akan menekan utang PTPP sebesar 1% dan DER di posisi 2 dan interestbearing menjadi 1,3 dan 1,4 pada 2029. “Jadi, PTPP akan bisa lari kencang di 2026-2027. Semoga kami bisa mendivestasi aset-aset,” tambahnya.

Tahun ini, PTPP menargetkan dapat mengantongi tambahan kas sebesar Rp 3 triliun dari divestasi aset. Adapun aset-aset yang berencana dilepas perseroan adalah aset di entitas anak seperti PT Sinergi Investasi Properti, PT Citra Waspphutowa, PT Indonesia Ferry Property, PT PP Properti Suramadu, PT Odira Energi Karang Agung, PT Inpola Meka Energi, serta lelang kendaraan alat berat.

Agus menyebut, rata-rata aset yang akan diivestasi itu mayoritas masih dalam proses uji tuntas (due diligence) salah satunya PT PP Semarang-Demak, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola Tol Semarang-Demak. Di jalan bebas hambatan ini, PTPP memegang sebanyak 75,1%. “Jadi, semua (aset yang akan didivestasi) masih on the track,” imbuh Agus.

WIKA

Sedangkan bagi WIKA, Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya menyampaikan, PMN Rp 2 triliun yang akan diterima perseroan pada tahun depan akan memperkuat struktur permodalan perseroan.

“Poinnya adalah karena adanya beban-beban utang mengganggu working capital existing, sehingga perkuatannya juga untuk working capital. Soalnya, kalau PMN itu dipakai untuk menutupi beban-beban yang ada, kan gak boleh. Jadi, PMN tersebut akan masuk untuk memperkuat struktur permodalan,” ujar Mahendra kepada Investor Daily baru-baru ini.

Ke depan, Mahendra menekankan, WIKA fokus pada transformasi bisnis dan restrukturisasi keuangan yang sejauh ini sudah berjalan di jalur yang benar.

“Kami berharap, langkah perbaikan internal ini didukung dengan kondisi makro yang kondusif. Karena bagaimanapun, bisnis WIKA mendapatkan pengaruh dari kondisi makro. Kalau makro turbulence, otomatis langkah perseroan juga akan menghadapi turbulence,” tutur dia.

Selama sepekan terakhir, harga saham WIKA mengalami lonjakan yang cenderung anomali. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina menilai, penguatan harga saham WIKA tersebut lebih dikarenakan investor ritel memanfaatkan momentum rebound untuk trading saham WIKA. “Jadi, ini efeknya shortterm,” ucap Martha kepada Investor Daily, dikutip Kamis (11/7/2024).

Tak berlebihan, bila kemudian kenaikan harga saham WIKA pun sudah mulai terbatas. Oleh sebab itu, Martha merekomendasikan untuk sell on strength di level Rp 240. Sementara, untuk penguatan harga saham dalam jangka panjang, dia berpendapat, WIKA perlu menunjukkan perbaikan kinerja terlebih dahulu.

Menanggapi hal ini, Mahendra mengestimasikan, sepanjang tahun ini WIKA masih akan berada pada zona negatif dengan kerugian yang menurun bila dikomparasikan dengan kerugian pada tahun lalu.

“Yang jelas, kami akan upayakan untuk masuk ke zona positif. Saya belum bisa ngomong kapan. Sebab, rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) belum terdiskusi final dengan komisaris bersama Kementerian BUMN,” tutur dia.

ADHI

Di sisi lain, Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson menjelaskan, PMN TA 2025 yang akan diterima ADHI akan berdampak positif pada CAGR laba bersih perseroan yang naik sebesar 32,16%.

Kemudian, pada aspek neraca, suntikan PMN kepada ADHI akan memperkuat ekuitas dan leverage. Jurang liabilitas dengan adanya PMN dan tanpa PMN juga akan cukup besar. Tentunya, jika perseroan tidak memperoleh PMN, maka akan menyebabkan struktur keuangan dan bunga ADHI bertambah.

Karenanya, melalui suntikan PMN, Entus memproyeksikan, arus kas operasi ADHI pada awal 2025 bakal kembali positif dan terus menguat. Kemudian, posisi DER akan stabil mulai dari 2,39 pada 2025 menjadi 2,03 pada 2029. Sementara bila tanpa PMN, DER perseroan akan meningkat menjadi 3,54 pada 2025, lalu 3,80 pada 2026, dan selanjutnya turun lantaran terdapat aksi korporasi penjualan beberapa aset yang diprivatisasi.

Lebih lanjut, Entus menyebut, dengan adanya PMN, return on equity (ROE) ADHI juga akan lebih tinggi menjadi 1,9% pada 2025, kemudian 3,0% pada 2026, sampai 6,1% pada 2029. Pun begitu, dengan return on asset (ROA) yang akan terus menguat mulai dari 0,5% pada 2025 sampai 2,0% pada 2029.

“Jadi, dengan adanya PMN, Adhi Karya akan mampu mendukung penyelesaian PSN dengan tetap menjaga kesehatan keuangan serta meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing perusahaan,” tandas Entus.

Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #ptpp #wika #adhi #bumn-karya #pmn-2025 #saham-bumn-karya #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366717/melihat-dampak-pmn-terhadap-likuiditas-ptpp-wika-dan-adhi