Pemerintah Akan Batasi BBM Subsidi, Pengemudi Taksi Online Khawatir Pendapatan Boros untuk Bensin
Pengemudi taksi online khawatir pembatasan pembelian BBM bersubsidi akan memengaruhi pendapatan hariannya. Halaman all
(Kompas.com) 11/07/24 21:11 10455089
BEKASI, KOMPAS.com - Pengemudi taksi online bernama Fadli Ruslizar (27) khawatir pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai 17 Agustus 2024 berpengaruh pada pendapatnya.
Apabila pembatasan itu diberlakukan, ia khawatir kuota pertalite menurun. Mau tak mau, ia harus beralih ke bensin nonsubsidi dengan harga yang lebih mahal.
"Harapannya ada penyesuaian tarif jika terjadi pembatasan BBM bersubsidi pertalite," ujar Fadli Ruslizar saat dihubungi Kompas.com, Kamis (11/7/2024).
Fadli mengatakan, dengan harga Pertalite Rp 7.650 per liter, ia bisa membawa pulang uang sekitar Rp 400.000 hingga Rp 450.000 dalam sehari.
"Kalau harga BBM (naik jadi) Rp 10.000, hanya membawa pulang uang sekitar Rp 300.000-350.000, terjadi penurunan," kata Fadli.
Fadli pernah menggunakan BBM berjenis pertamax, tetapi hanya selama seminggu. Ia tidak merasakan perbedaan yang signifikan dengan pertalite.
"Untuk sisi konsumsi bensinnya lebih irit pakai pertamax, tetapi harganya lebih mahal per liternya ketika dikonversi total dalam sehari," tambah Fadli.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, pemerintah bakal membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi mulai 17 Agustus 2024.
Hal itu dilakukan sebagai upaya mendorong penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran serta dapat menghemat anggaran negara.
#pembatasan-bbm-subsidi #pembatasan-bbm-subsidi #pembatasan-bbm #bbm-dibatasi