Apindo Sarankan 3 Langkah ke Pemerintah untuk Tekan Defisit

Apindo Sarankan 3 Langkah ke Pemerintah untuk Tekan Defisit

Dengan defisit yang dikelola secara prudent maka dapat menjadi langkah produktif menuju kemandirian ekonomi. - Halaman all

(InvestorID) 12/07/24 19:39 10555589

JAKARTA,investor.id - Defisit fiskal turut memegang peranan vital terhadap keberlangsungan perekonomian negara. Bila defisit bisa ditekan serendah mungkin maka dapat menjadi langkah produktif menuju kemandirian ekonomi.

Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani  mengatakan upaya menekan defisit sangat mungkin dilakukan ketika pemerintah menerapkan good corporate governance (GCG) dan kemauan politik (political willingness) yang konsisten.

APBN 2024 ditargetkan  sebesar 2,29% dari PDB namun pemerintah baru menetapkan prognosis defisit di akhir tahun 2024 menjadi 2,7%. Sementara itu  defisit APBN 2025 ditargetkan pada kisaran 2,29%-2,82% dari PDB.

Ajib mengatakan ada tiga hal yang bisa dioptimalkan dalam pengelolaan fiskal ini. Pertama yaitu meningkatkan penerimaan perpajakan. Peningkatan penerimaan ini dengan cara pemerintah perlu mengidentifikasi grey economy dan melakukan pemajakan yang tepat sasaran.

“Jangan hanya seperti memungut pajak di kebun binatang. Karena hal ini akan kontraproduktif terhadap pertumbuhan ekonomi,” ucap Ajib pada Jumat (12/7/2024).

Untuk meningkatkan pendapatan perpajakan maka  pemerintah harus mengurangi  belanja perpajakan (tax expenditure) secara bertahap. Tahun 2024 ini  belanja perpajakan dapat mencapai Rp 374,5 triliun.

“Pengelolaan alokasi ini perlu diefisienkan agar bisa menambah kemampuan fiskal secara keseluruhan,”  kata Ajib.

 Langkah kedua yaitu meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Bila melihat potensi sumber daya alam yang dimiliki penerimaan sektor ini bisa lebih ditingkatkan dari target konservatif tahun 2024 yang sebesar Rp 492 triliun.  Dalam Laporan Realisasi Semester I dan Prognosis Semester II APBN 2024, prognosis PNBP semester II-2024 diperkirakan Rp 260,7 triliun atau 53% dari APBN tahun 2024. Secara keseluruhan sampai dengan akhir tahun 2024, PNBP diperkirakan akan mencapai Rp 549,13 triliun atau 111,6% dari APBN tahun 2024.

Ketiga yaitu meningkatkan penerimaan deviden dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Negara sebagai pemegang saham BUMN harus mempunyai alat ukur atau benchmarking yang ideal terhadap penerimaan deviden.  Ukuran kuantitatif yang bisa dipakai adalah berapa return on equity (ROE) dari masing-masing BUMN.

“Dengan deviden di kisaran Rp 80 triliun, tetapi kemudian ditarik lagi dalam bentuk Penyertaan Modal Negara  sebesar lebih dari Rp 40 triliun adalah kondisi manajemen yang kurang mencerminkan manajemen yang highest and best use,” tutur Ajib.

Menurut Ajib,  pengelolaan APBN 2025 memang akan menghadapi tantangan fiskal yang cukup rumit. Ada tiga hal mendesak yang membuat ruang fiskal pemerintah sangat sempit. Pertama, jatuh tempo utang tahun 2025 yang mencapai Rp 800,33 triliun, sebagai dampak scarring effect pandemu covid 19. APBN tahun 2026 dan 2027 juga akan menghadapi kondisi utang jatuh tempo yang sama.   Kedua yaitu beban komitmen program berkelanjutan tentang Ibu Kota Nusantara (IKN), yang akan menyedot keuangan negara.

“Dengan alokasi pembangunan yang sementara bertumpu dengan kekuatan APBN, pemerintah harus tetap mengalokasikan dana khusus agar ritme pembangunan tetap bisa berjalan dengan baik,” terang dia.

Ketiga yaitu program populis pemerintah presiden terpilih Prabowo Subianto tentang makan bergizi gratis. Dengan alokasi awal ideal di angka mencapai Rp 400 triliun,  dalam APBN 2025 hanya bisa dialokasikan sebesar sebesar Rp 71 triliun. Untuk tahun-tahun selanjutnya, tentunya program ini memerlukan alokasi dana yang semakin besar.

“Dengan struktur beban yang ada, APBN 2025 bahkan sudah dirancang mengalami defisit di kisaran 2,29% sampai dengan 2,82% dari PDB,” kata Ajib.

Editor: Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@ymail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #defisit-apbn #ajib-hamdani #asosiasi-pengusaha-indonesia #penerimaan-negara #belanja-negara #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/macroeconomy/366839/apindo-sarankan-3-langkah-ke-pemerintah-untuk-tekan-defisit