Hujan Kritik bagi KTT NATO: dari Turki, China hingga Korea Utara
Mulai dari Turki, China, hingga Korea Utara angkat bicara dan menyoroti deklarasi KTT NATO.
(Bisnis.Com) 13/07/24 21:35 10674213
Bisnis.com, JAKARTA — Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)NATOyang digelar selama tiga hari di Washington,Amerika Serikat(AS) sejak Selasa (9/7/2024) akhirnya rampung.
KTT tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan yang dideklarasikan oleh 32 pemimpin negara aliansiNATOdan empat mitra Indo-Pasifik mereka yaitu Korea Selatan, Jepang, Australia dan Selandia Baru.
Kendati begitu, penyelenggaraan dan kesepakatan dalam perhelatan KTTNATOitu juga mendapatkan kritik dari sejumlah negara. Mulai dari Turki, China, hingga Korea Utara angkat bicara dan menyoroti deklarasi KTTNATO.
Berdasarkan catatanBisnis, KTTNATOantara lain telah menyepakati untuk melanjutkan kebijakan pencegahannuklirdan akan berpegang teguh pada prinsip-prinsip nonproliferasi nuklir.
Dalam dokumen hasil KTT tertuang pernyataan bahwa pengendalian senjata, pelucutan senjata, dan nonproliferasi telah dan harus terus memberikan kontribusi penting dalam mencapai tujuan keamanan aliansi tersebut dan dalam memastikan stabilitas strategis dan keamanan kolektif.
"Penangkalan nuklir merupakan landasan keamanan Aliansi. NATO menegaskan kembali komitmennya terhadap semua keputusan, prinsip, dan komitmen terkait penangkalan nuklir, kebijakan pengendalian senjata, serta tujuan nonproliferasi dan pelucutan senjata NATO sebagaimana dinyatakan dalam Konsep Strategis 2022 dan Komunike Vilnius 2023," kata dokumen hasil, dilansirTASS, Kamis (11/7/2024).
Selain itu, NATO telah berjanji untuk tetap berkomitmen dalam mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan kredibilitas, efektivitas, keselamatan, dan keamanan misi pencegahan nuklir Aliansi.
Hal itu termasuk dengan memodernisasi kemampuan nuklirnya, memperkuat kemampuan perencanaan nuklirnya, dan beradaptasi sebagaimana diperlukan.
Di sisi lain, sejumlah negara melayangkan kritikan atas deklarasi hasil KTTNATO. Berikut rangkumannya:
TURKI
PresidenTurki, Recep Tayyip Erdogan enggan merestui upaya kerja sama antara NATO dengan Israel sebelum perdamaian di Palestina dapat terwujud.
Hal tersebut disampaikannya pada rangkaian KTT NATO ketika sejumlah negara mendorong agar aliansi tersebut memberikan dukungan kolektif kepada Israel.
“Sampai perdamaian yang komprehensif dan berkelanjutan tercapai diPalestina, upaya kerja sama dengan Israel di dalam NATO tidak akan disetujui oleh Turki,” katanya sebagaimana dilansirReuters, Jumat (12/7/2024).
Lebih lanjut, Erdogan juga buka suara mengenai situasi politik di sejumlah kawasan, seperti perang Rusia-Ukraina hingga pemulihan hubungan dengan Suriah.
Menurutnya, Turki tengah melanjutkan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina.
Terkait Suriah, dia telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Hakan Fidan untuk bertemu dengan Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Hubungan diplomatik kedua negara terputus akibat perang saudara di Suriah pada 2012.
“Kami akan menyampaikan undangan kepada Assad kapan saja untuk kemungkinan melakukan pembicaraan [pemulihan hubungan kedua negara],” ujarnya.
Erdogan juga mengatakan bahwa Turki mengharapkan solidaritas dari sekutuNATOdalam perjuangannya melawan terorisme.
Sementara itu, dirinya juga menyinggung penjualan jet tempur F-16 yang dilakukan AS kepada Turki. Maret lalu, pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengizinkan transaksi senilai US$23 miliar tersebut usai Turki menyetujui Swedia bergabung dengan NATO.
"Saya berbicara dengan Biden. Biden menyebut bahwa dia akan menyelesaikan masalah ini dalam 3-4 pekan," pungkasnya.
China dan Korut
CHINA
Juru Bicara MisiChinauntukUni Eropamenyebut bahwa hasilKTTNATOdi Washington penuh dengan kebohongan dan provokasi.
Pasalnya, draf dokumen tersebut memuat pernyataan bahwa China menjadi salah satu pihak yang membiarkan terjadinya serangan Rusia ke Ukraina. Selain itu, negara pimpinan Xi Jinping tersebut juga dinilai menjadi tantangan sistemik bagi Eropa, khususnya dari segi keamanan.
“Seperti yang kita ketahui bersama, China bukanlah pencipta krisis di Ukraina,” katanya dalam pernyataan resmi Misi China untuk Uni Eropa, dilansirReuters, Kamis (11/7/2024).
Dia berpendapat, posisi China dalam perkara Rusia-Ukraina adalah untuk mendorong upaya perdamaian dan penyelesaian konflik melalui jalur politik.
Juru bicara tersebut mengeklaim bahwa upaya China itu telah diakui dan mendapatkan apresiasi secara luas dari komunitas internasional.
Itu sebabnya, misi China untuk Uni Eropa menyoroti hasil KTT NATO yang dinilai melanggengkan narasi permusuhan layaknya masa Perang Dingin, yang penuh dengan provokasi.
“Deklarasi KTT NATO di Washington penuh dengan retorika masa Perang Dingin. Hal-hal yang disebut terkait China penuh dengan provokasi, kebohongan, hasutan, dan fitnah,” ujarnya.
Adapun, dalam persamuhan itu, negara-negara anggota NATO telah sepakat menekankan janji keanggotaan untuk Ukraina pada masa mendatang. Selain itu, blok tersebut juga menggarisbawahi ‘dukungan’ China terhadap Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Hal ini tercermin dengan kehadiran sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, hingga Australia dalam pertemuan tersebut. Negara-negara itu disinyalir tengah mendekat ke NATO usai meningkatnya aktivitas China di Laut China Selatan.
Di sisi lain, China telah berulang kali mengecam NATO dan memperingatkan agar blok tersebut tak melakukan ekspansi ke kawasan Asia-Pasifik.
“Kami dengan tegas menentang tindakan NATO yang melampaui karakternya sebagai aliansi pertahanan regional yang melibatkan diri ke Asia-Pasifik untuk memicu konfrontasi, permusuhan, serta mengganggu kemakmuran dan stabilitas kawasan ini,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Rabu (10/7/2024).
KOREA UTARA
Sementara itu,Korea Utara(Korut) mengkritik deklarasi KTTNATOtersebut pada Sabtu (13/7/2024). Juru bicara Kementerian Luar NegeriKorutmembuat pernyataan tersebut setelah
Dalam pernyataan yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), dan dikutipYonhap News, juru bicara tersebut mengatakan deklarasi itu memantik \'Perang Dingin\' dan konfrontasi militer.
Dia mengatakan situasi itu memerlukan strategi baru untuk menangkal upaya AS memperluas aliansi militernya.
Republik Demokratik Rakyat Korea(DPRK) bersumpah akan mencegah agresi dan mempertahankan perdamaian dengan tindakan balasan strategis yang lebih kuat, menurut pernyataan itu.
#ktt-nato #korut-kritik-ktt-nato #china-kritik-ktt-nato #ktt-nato-di-washington #korea-utara-kritik-ktt-nato #perang-dingin #perang-ukraina-rusia #rusia #nato #amerika-serikat #n-a