PDIP dan PKB Utak-Atik Sosok Penantang Khofifah di Pilkada Jatim
PDIP dan PKB masih berupaya mencari sosok kandidat yang layak untuk menantang Khofifah Indar Parawansa di Pilkada Jawa Timur 2024.
(Bisnis.Com) 22/07/24 07:30 11634967
Bisnis.com, JAKARTA —PDI PerjuangandanPartai Kebangkitan Bangsamasih berupaya mencari sosok kandidat yang layak untuk menantangKhofifah Indar ParawansadiPilkada Jawa Timur 2024.
PDIPdanPKB, bersama Partai Nasdem, memang menjadi partai nasional yang belum menetapkan pilihan calonnya untuk Pilgub Jatim 2024. Partai nasional lainnya sudah solid memutuskan untuk mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernurKhofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.
Duet pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2019–2024 itu telah mendapatkan dukungan dari Golkar, Gerindra, Demokrat, dan PAN. Teranyar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga secara resmi mengusung sebagai bakal pasangan di Pilgub Jatim 2024.
Alhasil tinggal PDIP, PKB, dan Nasdem yang belum mengumumkan dukungan politik untuk kontestasi Pilgub Jatim 2024.
Ketua DPPPKBLuluk Nur Hamidah menjelaskan bahwa partainya tengah mencari kesamaan denganPDIPuntuk berkontestasi diPilkada Jatim 2024.PKBdanPDIP, kata Luluk, masing-masing merupakan kekuatan besar dengan basis elektoral yang sangat berbeda. Namun, jelasnya, basis elektoral itu juga memiliki irisan yang sangat dekat.
“Pendek kata,PKB-PDIPmencoba mencari kesamaan sedekat mungkin untuk bisa, ya, memperkuatlah kemenangan kita di Pilkada, termasuk diJawa Timur,” katanya di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/7/2024).
JikaPKBdanPDIPmembentuk koalisi, maka tercipta peluang menang yang besar di Pilkada Jatim. Pasalnya, dinamika politik di Jatim sudah berbeda ketika mantan Gubernur JatimKhofifah Indar Parawansamemutuskan maju pada 2018.
KANDIDAT PKB & PDIP
Untuk menantangKhofifahdiPilkada Jatim 2024, baikPKBmaupunPDIPsebenarnya telah mewacanakan sederet nama.PKBmisalnya telah berulang kali menyuarakan potensi mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim Marzuki Mustamar sebagai kandidat di Pilkada Jatim 2024.
Di sisi lain,PDIPsempat menawarkan tiga kadernya yang kini menjabat sebagai menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepadaPKBagar diusung maju dalam kontestasiPilkada Jatim 2024. Ketiga sosok itu adalah Menteri SosialTri Rismaharini, Menpan-RBAbdullah Azwar Anasdan Sekretaris KabinetPramono Anung.
Luluk Nur Hamidah mengeklaim bahwaPKBterbuka untuk mengusung Menteri Sosial Tri Rismaharini, di samping Marzuki Mustamar. Namun, dia menegaskan pihaknya masih akan mengecek kelayakan para kandidat itu ke masyarakat.
“Ini nanti kami akan ya cek lagi ke akar rumput, makanya kami itu tidak grasah-grusuh karena caraPKBitu kan pasti akan kami cek kepada pendukung,” ujarnya.

Walaupun demikian, dia menyebut komunikasi antaraPKBdenganPDIPuntuk Pilkada Jatim masih bersifat informal.
“Karena kalauofficial[resmi], sudah adaagreement[perjanjian], tetapi kalau informal itu sudah dilakukan. Bukan hanya di Jatim kan, misalnya juga di Jawa Tengah, di Jakarta, dan juga daerah yang lain,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris JenderalPDIPHasto Kristiyanto sebelumnya menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya menawarkan tiga nama pembantu Jokowi di Kabinet Indonesia Maju kepada PKB untuk Pilkada Jatim 2024. Pihaknya juga menjaring banyak usulan agar sejumlah bupati dariPDIPdi Jatim didorong sebagai kandidat di Pilgub Jateng 2024.
Hasto mencontohkan, bupati yang masuk bursa bakal calon gubernur-wakil gubernur Jatim 2024 yaitu Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, hingga Bupati Sumenep Achmad Fauzi.
PDIP, kata Hasto, tinggal mencari partai politik yang mau menerima salah satu nama-nama tersebut. Hasto pun mengungkapkan pihaknya sudah buka komunikasi dengan setidaknya dua partai politik.
"Misalnya, kami berkomunikasi denganPKB. Kami berkomunikasi juga dengan Partai Gerindra, yang sudah memberikan dukungan kepada Mbak Khofifah di Jawa Timur," jelasnya.
Meski demikian, dia meminta setiap pihak bersabar karena proses politik sangat dinamis. Hasto hanya menegaskan,PDIPakan mencoba untuk mendorong kader internal agar majuPilkada 2024.
ELEKTABILITAS PENANTANG KHOFIFAH
Kendati begitu, elektabilitas kandidat menjadi tantangan yang dihadapiPKBdanPDIPuntuk mencari penantangKhofifahdiPilkada Jatim 2024. Hingga saat ini belum ada sosok yang mampu mendekati elektabilitasKhofifah.
Hal itu setidaknya tergambar dari survei Litbang Kompas terkait Pilkada Jawa Timur yang dirilis pada Jumat (19/7/2024). Hasilnya elektabilitasKhofifahmasih berada di posisi pertama dengan 26,8%.
KaderPDIPyakniTri Rismahariniberada di peringkat kedua dengan elektabilitas 13,6%. Kendati begitu, pasanganKhofifahyaituEmil Dardakberada di peringkat ketiga dengan elektabilitas 3,8%.
Kandidat lainnya hanya memiliki elektabilitas di bawah 2%. Bahkan, sosok yang dipersiapkanPKByakni Marzuki Mustamar hanya meraup elektabilitas sebesar 0,4%.
Adapun, dalam survei Litbang Kompas terkait Pilkada Jawa Timur itu, sebesar 51,0% responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan.

Terkait survei tersebut, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa elektabilitas Menteri SosialTri Rismahariniberada pada urutan kedua lantaran belum melakukan safari politik.
"Ibu Risma itu nomor dua [karena] belum bergerak. Sama dengan survei Pak Andika di Jawa Tengah belum bergerak. Artinya mereka-mereka itu mengandung harapan dari rakyat," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (20/7/2024).
Sementara itu, Luluk Nur Hamidah menilai bahwa elektabilitas petahana di bawah 50% menjadi sinyal bahwa masyarakat Jatim membutuhkan figur baru. Menurutnya, petahana yang kuat harusnya memiliki elektabilitas di atas 50%.
“Itu artinya apa? RakyatJawa Timurmasih menunggu kalau ada opsi lain, ada alternatif, figur-figur lain.Nahini kami sedang matangkan.”
#pilkada-jawa-timur #pilkada-jatim-2024 #pilgub-jatim-2024 #pilgub-jawa-timur-2024 #khofifah-indar-parawansa #emil-elestianto-dardak #pdip #pdip-siapkan-tri-rismaharini #risma #tri-rismaharini #marzuki