Soal Pilkada Jakarta dan Jateng, PSI: Keputusan Tergantung Kesepakatan di KIM

Soal Pilkada Jakarta dan Jateng, PSI: Keputusan Tergantung Kesepakatan di KIM

Sekjen PSI Raja Juli sebut keputusan partainya terkait dukungan atau pencalonan pada Pilkada Jakarta dan Jateng, tergantung kesepakatan bersama di KIM Halaman all

(Kompas.com) 26/07/24 12:54 12180364

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa sikap partainya terkait pencalonan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta maupun Jawa Tengah (Jateng) menanti kesepakatan dengan partai politik (parpol) lain di Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Diketahui, PSI bersama dengan Partai Gerindra, Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, dan Garuda tergabung dalam KIM yang mendukung dan mengantarkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Pada dasarnya PSI akan ikut arahan hasil komunikasi dengan KIM, teman-teman KIM. Jadi sampai hari ini bagaimanapun karena kita koalisi di Pilpres kemarin bareng dengan KIM, maka keputusannya, keputusan kami PSI akan sangat bergantung pada kesepakatan teman-teman di KIM,” kata Raja Juli di kantor DPP PSI, Jakarta, Kamis (25/7/2024).

Oleh karena itu, Raja Juli meminta publik bersabar menanti pengumuman dari KIM terkait pencalonan pada Pilkada Jakarta dan Jateng 2024.

Menurut dia, KIM juga masih melihat perkembangan atau dinamika politik yang terjadi belakangan ini.

“Jadi wait and see ya sambil melihat perkembangan, sambil melihat dinamika politik,” ujar pria yang menjabat sebagai Menteri Investasi ini.

Namun, sekali lagi, Raja Juli memastikan bahwa partai yang tergabung dalam KIM berusaha sepakat untuk satu suara terkait pencalonan kepala daerah pada Pilkada Jakarta dan Jateng.

“Kita kan dari awal ada pembicaraan dengan teman-teman di KIM, di Golkar, Demokrat, Gerindra ya sebisa mungkin kita ini bareng, kira-kira begitu. Ada di beberapa tempat enggak bareng tapi juga diomongin baik-baik kan. Misalkan itu di Banten itu beda,” katanya.

Oleh karena itu, dia kembali menegaskan bahwa KIM masih terus berkomunikasi agar satu suara sehingga hasil pada pilkada sejalan dengan pilpres. Pada akhirnya, bersama-sama mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Kita ingin duduk bareng dulu untuk merumuskan kepentingan bersama karena kan idealnya adalah presiden dan wakil presiden didukung partai tertentu, di bawahnya juga didukung partai-partai tersebut sehingga bisa linear. Nh itu sehingga kita saling tunggu, saling komunikasi,” ujar Raja Juli.

Lebih lanjut, Raja Juli mengatakan, partainya siap apabila KIM akhirnya sepakat dan memutuskan untuk mencalonkan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep untuk maju pada Pilkada Jakarta atau Jawa Tengah.

“Keputusan PSI itu sangat tergantung kepada keputusan KIM secara kolektif. Kalau memang diperintahkan maju untuk kemaslahatan bersama di Jakarta, ayo. Kalau diamanahkan di Jawa tengah nomor satu, ayo, nomor dua monggo,” katanya.

Sebagaimana diketahui, partai politik yang tergabung dalam KIM memang belum memutuskan nama kandidat calon gubernur dan wakil gubernur yang bakal diusung pada Pilkada Jakarta 2024.

Sejumlah nama sempat digadang-gadang menjadi kandidat yang bakal dimajukan oleh KIM. Di antaranya, mantan Gubernur Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ridwan Kamil, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, bahkan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun, satu bulan jelang pembukaan pendaftaran calon kepala daerah pada 27 Agustus 2024, KIM juga belum mencapai kata sepakat untuk mendeklarasikan nama yang bakal diusung maju pada Pilkada Jakarta.

Golkar bahkan belakangan memuculkan duet Jusuf Hamka-Kaesang. Pasalnya, partai yang digawangi Airlangga Hartarto ini nampaknya tidak rela melepas Ridwan Kamil untuk maju di Jakarta. Sebab, elektabilitasnya moncer di Jawa Barat.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman diketahui pernah mengatakan bahwa partainya membuka peluang mengusung Anies Baswedan dan Kaesang Pangarep sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur.

Hal itu disampaikan Habiburokhman saat merespons pertemuan Kaesang dengan PKS pada 8 Juli 2024. Menurut dia, pertemuan Kaesang dan PKS membuktikan semangat persatuan terus dipupuk antar politikus.

"Orang kan ngomong PKS dan PSI tidak akan ketemu, ternyata bisa ketemu. Nah terkait pilkada, apakah nanti akan didorong Anies-Kaesang atau seperti apa, kami menunggu saja partai Gerindra," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR ini.

"Kami juga dalam proses sedang mencari sosok yang tepat sebagai cagub dan cawagub DKI Jakarta,” katanya lagi.

Meskipun, Habiburokhman mengungkapkan kemungkinan siapa sosok bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta yang diusung KIM akan diumumkan dalam waktu dekat.

Untuk informasi, pemungutan suara Pilkada 2024 akan diselenggarakan pada 27 November 2024 untuk 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota se-Indonesia (minus DI Yogyakarta dan 6 kota/kabupaten di DKI Jakarta).

Kemudian, pendaftaran calon kepala daerah dibuka pada 27 Agustus 2024 dan penetapan pasangan calon dilakukan per 22 September 2024.

Masa kampanye Pilkada 2024 berlangsung selama 60 hari, terhitung sejak 25 September sampai 23 November 2024. Lalu, masa tenang akan berlangsung pada 24-26 November 2024.

#kim #kaesang #raja-juli-antoni #psi #pilkada-2024 #pilkada-jawa-tengah-2024 #koalisi-indonesia-maju #pilkada-jateng-2024 #pilkada-jakarta-2024

https://nasional.kompas.com/read/2024/07/26/12541521/soal-pilkada-jakarta-dan-jateng-psi-keputusan-tergantung-kesepakatan-di-kim