Cerita Klinik-klinik Berkembang Berkat JKN

Cerita Klinik-klinik Berkembang Berkat JKN

Sejak diluncurkan, JKN bukan hanya telah memberikan akses kesehatan lebih luas kepada masyarakat, melainkan juga mendorong perkembangan faskes. Halaman all

(Kompas.com) 31/07/24 22:57 12788245

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Sejak diluncurkan, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan hanya telah memberikan akses kesehatan yang lebih luas kepada masyarakat.

Program yang dikelola BPJS Kesehatan itu juga mendorong pertumbuhan dan perkembangan fasilitas kesehatan (faskes) di berbagai daerah.

Dua klinik di Banjarnegara, Jateng, yaitu Klinik Ibunda dan Klinik Resa Medika, adalah contoh nyata bagaimana JKN telah menjadi katalisator bagi perkembangan layanan kesehatan di tingkat lokal.

Buka cabang

Klinik Ibunda di Kecamatan Purwareja Klampok awalnya hanya merupakan sebuah klinik pratama yang memberikan layanan kesehatan dasar.

Namun, sejak bermitra dengan BPJS Kesehatan, Klinik Ibunda mengalami lonjakan pasien cukup signifikan. Hal ini memacu Klinik untuk meningkatkan kualitas dan jenis layanan yang ditawarkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Klinik Ibunda berkembang pesat dan bahkan berhasil membuka klinik cabang di Kecamatan Purwanegara.

Baru diluncurkan pada September 2023, Klinik Purwanegara by Ibunda kini sudah dipilih oleh sekitar 400 peserta JKN menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) mereka.

Sementara itu, Klinik Ibunda di Klampok telah ditingkatkan statusnya menjadi klinik utama rawat inap.

Dengan peningkatan ini, Klinik Ibunda mampu menyediakan layanan kesehatan yang lebih komprehensif, termasuk layanan rawat inap. Hampir 100 persen pasien rawat inap adalah peserta JKN.

Di Klinik Utama Rawat Inap Ibunda, sekarang juga tersedia layanan dokter spesialis, yakni untuk anak, penyakit dalam, serta kandungan dan obgyn.

Founder dan Penanggung Jawab Klinik Utama Rawat Inap Ibunda, dr. Ismuhartinah, bersyukur setelah bekerja sama dengan BPJS, Klinik Ibunda bisa memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Ia mencatat, Klinik Ibunda di Klampok sempat menjadi FKTP bagi sekitar 5.000 peserta JKN.

“Yang kami alami, bermitra dengan BPJS sangatlah menguntungkan. Utamanya, kami jadi terpacu untuk terus meningkatkan fasilitas dan layanan kesehatan sesuai dengan standar mereka. Itu termasuk dalam hal infrastruktur, peralatan medis, maupun kualifikasi staf medis. Misalnya, dari segi kompetensi dokter, kami didorong untuk selalu meng-update keilmuan. Dokter harus memiliki beberapa sertifikat keahlian, seperti penanganan kegawatdaruratan, dan lain sebagainya,” jelas Ismu saat diwawancarai Kompas.com, Senin (29/7/2024).

Pada akhirnya, kata dia, Klinik Ibunda merasa senang ketika bisa memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.

Ismu bercerita, sedari awal lahir pada 2007, Klinik Ibunda langsung bekerja sama dengan PT Askes. Ketika PT Akses bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan pada 2014, Klinik Ibunda pun langsung siap melayani peserta JKN.

”Kami ingin ikut serta mendukung program pemerintah dalam memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi setiap warga agar dapat hidup sehat, produktif, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia memastikan, Klinik Ibunda tak menganggap standar yang ditetapkan BPJS Kesehatan sebagai sebuah beban. Sebaliknya, Klinik justru merasa terbantu untuk tumbuh dan berkembang.

BPJS Kesehatan juga telah mendorong Kinik Ibunda untuk beralih ke arah digitalisasi pelayanan.

“Kami jadi mengikuti perkembangan IT, yang ujungnya memang untuk kenyamanan pasien. Misalnya, kami harus bisa menyiapkan sistem yang terintegrasi dengan Mobile JKN, seperti untuk pendaftaran antrean online dan konsultasi online,” terang Ismu

Ia pun bersyukur, terbaru, Klinik Ibunda pada Juli ini menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan Cabang Kebumen sebagai Faskes Kategori Pemanfaatan Digitalisasi Layanan (Pemanfatan Antrean Online dan i-Care JKN) Terbaik 2024 Segmen Klinik Utama.

Menyadari pentingnya JKN, Klinik Ibunda berkomitmen untuk terus aktif menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat lewat berbagai saluran.

Wajah baru

Serupa, Klinik Resa Medika di Kelurahan Kutabanjarnegara, juga menunjukkan perkembangan sejak bermitra dengan BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN.

Klinik Resa Medika salah satunya mengalami peningkatan dalam infrastruktur pelayanan.

Wajah Klinik Rema Medika telah berubah menjadi lebih modern dan nyaman, dengan tersedia ruang tunggu yang lebih luas, serta fasilitas tambahan seperti ruang tunggu pasien prioritas, kids corner, pojok baca, pojok laktasi, dan fasilitas olahraga bagi peserta Prolanis.

Bangunan Klinik kini terdiri dari dua lantai. Lantai atas digunakan untuk ruang pertemuan, sedangkan lantai bawah dimanfaatkan sebagai pusat pelayanan kesehatan.

Ragam layanan yang ditangani di lantai satu, termasuk pendaftaran, skrining pasien oleh perawat, pelayanan dokter gigi, pelayanan dokter umum, farmasi, KB, tindakan, serta pelayanan pasien prioritas meliputi lansia, ibu hamil, disabilitas, dan anak-anak.

Pimpinan Klinik Resa Medika, dr. Ana Susanti, menerangkan tujuan utama kliniknya bermitra dengan BPJS Kesehatan adalah untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Sebab, program JKN memainkan peran penting dalam mempermudah akses layanan kesehatan bagi warga.

Ia memastikan, Klinik Resa Medika akan selalu berupaya memberikan pelayanan optimal kepada setiap pasien tanpa diskriminasi, tak membedakan pasien non-JKN dan JKN.

Nyatanya, wujud inovasi dan beberapa program unggulan yang diperkenalkan Klinik Resa Medika kepada khalayak selama ini adalah terkait dengan program JKN.

”Kami punya inovasi yang kami sebut sebagai PASAR SALAK, yakni singkatan dari PAsien ReSA medika daftaR perikSA LewAt Mobile JKN,” jelasnya.

Sementara, beberapa program unggulan yang dipromosikan Klinik, termasuk konsultasi online peserta JKN lewat Mobile JKN maupun WA, tersedia "Duta Mobile JKN", serta menggelar kelas edukasi Prolanis bagi peserta JKN.

Dalam perjalanannya, Klinik Resa Medika juga telah menerima beberapa penghargaan atas komitmennya dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN.

Pada 2023 misalnya, Klinik itu terpilih menjadi FKTP Paling Berkomitmen dalam Memberikan Pelayanan Terbaik bagi Peserta JKN Kategori Klinik Pratama Tingkat Kedeputian Wilayah VI.

Berdasarkan pantauan, Klinik Resa Medika cukup intens membagikan informasi layanan JKN di media sosial mereka. Itu termasuk tentang berbagai keuntungan menjadi peserta program tersebut dan ragam manfaat menggunakan aplikasi Mobile JKN.

Janji layanan faskes

Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara, dr. Latifa Hesti Purwaningtyas, melihat kehadiran JKN memang memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di berbagai faskes.

”BPJS kan punya standar ya, terkait SDM, kelengkapan sarana prasaran, lingkup pelayanan, dan komitmen pelayanan. Ini yang akhirnya akan mendorong faskes (swasta) untuk berbenah jika mau bermitra dengan BPJS. Puskesmas dan RS (pemerintah) juga harus memenuhi syarat ketentuan dan selalu dievaluasi setiap bulan,” ucapnya.

Latifa pun bersyukur tingkat kepesertaan JKN di Banjarnegara mengalami tren kenaikan beberapa tahun terakhir. Pada 2019, jumlah peserta JKN tercatat baru 685.893 orang, sementara pada 2023 sudah 1.035.418 orang atau 98 persen penduduk.

Menurutnya, peningakatan jumlah ini tak terlepas dari pengaruh semakin baiknya pelayanan kesehatan yang sanggup diberikan faskes kepada pasien JKN.

Asisten Deputi Komunikasi Publik dan Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengapresiasi faskes yang telah bersemangat memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN.

Menurutnya, peningkatan mutu layanan JKN jelas membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Ia menerangkan, untuk memastikan peningkatan mutu layanan di faskes, BPJS Kesehatan telah membuat tujuh janji layanan JKN untuk FKTP dan enam janji layanan untuk Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang realisasinya akan terus dimonitor.

Rizzky berkata, jika kinerja faskes baik, BPJS bisa memberikan uang muka sampai 60 persen pada faskes.

”Sebaliknya, apabila kinerja buruk dan keluhan banyak, kami bisa peringatkan atau bahkan memutus kerja sama dengan faskes tersebut,” tegasnya.

#bpjs-kesehatan #jaminan-kesehatan-nasional #jkn #klinik-di-banjarnegara #keuntungan-klinik-bermitra-dengan-bpjs-kesehatan

https://money.kompas.com/read/2024/07/31/225747326/cerita-klinik-klinik-berkembang-berkat-jkn