Ada Kabar Baik dari Pinjol P2P Lending Soal Pinjaman ke UMKM

Ada Kabar Baik dari Pinjol P2P Lending Soal Pinjaman ke UMKM

Pinjol p2p lending kepada sektor produktif dan UMKM mencatat pertumbuhan sampai dengan 20% pada Juni 2024. - Halaman all

(InvestorID) 04/08/24 16:55 13259639

JAKARTA, investor.idOutstanding pinjaman online (pinjol) dari fintech p2p lending kepada sektor produktif dan UMKM tumbuh tinggi sebesar 20,5% pada Juni 2024. Ini jadi tren positif setelah beberapa bulan belakangan penyaluran pinjaman ke sektor tersebut tercatat kurang optimal.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar menyampaikan, rasio gagal bayar pinjol di fintech p2p lending atau yang disebut sebagai tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) bergerak menurun. Pada Juni 2024, posisi TWP90 berada di level 2,79%.

“Pertumbuhan outstanding pembiayaan pada Juni 2024 tercatat 26,73% year on year (yoy) atau sebesar Rp 66,79 triliun, dengan penyaluran pembiayaan kepada sektor produktif sebesar Rp 8,33 triliun,” ungkap Mahendra dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK III Tahun 2024 di Jakarta, baru-baru ini.

Mengacu pada keterangan OJK tersebut, nilai pinjol p2p lending kepada sektor produktif dan UMKM senilai Rp 8,33 triliun sejatinya telah bergerak naik sebesar 20,5% (yoy) pada Juni 2024. Sebagai perbandingan, fintech p2p lending mencatatkan penyaluran senilai Rp 6,91 triliun kepada sektor produktif dan UMKM pada Juni 2023 lalu.

Angka pertumbuhan itu menjadi salah satu yang tertinggi sepanjang semester I-2024. Secara berurutan pada periode Januari-Juni tahun ini, pinjol kepada produktif dan UMKM antara lain bertumbuh -8,45%; 22,72%; -3,04%; 7,59%; 6,61%; dan 20,49%.

Layanan pinjaman dari fintech p2p lending jadi salah satu alternatif pembiayaan bagi UMKM dikala tren penyaluran kredit sektor perbankan yang relatif melambat. Mengacu data Bank Indonesia (BI), tren kredit UMKM perbankan selama periode Januari-Juni 2024 yakni tumbuh 8,9%; 8,9%; 8,7%; 8,1%; 7,3%; dan 6,7%.

Namun demikian, kredit UMKM dari perbankan setidaknya telah mencakup 18-19% dari total kredit, meski masih jauh dari harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sebesar 30%. Di fintech p2p lending, pinjaman kepada sektor produktif dan UMKM belum mampu bergerak melampaui 15% pada paruh pertama tahun ini.

Sebagai gambaran, meski kinerja tumbuh sampai dengan 20% pada Juni 2024, pinjol kepada sektor produktif dan UMKM cuma mampu mencakup 12,47% dari outstanding pinjaman fintech p2p lending. Dengan rincian cakupan sepanjang Januari-Juni 2024: 10,74%; 14,89%; 12,31%; 11,01%; 12,04%; dan 12,47%.

Layanan Dana Darurat

Di sisi lain, penyelenggara fintech p2p lending GandengTangan adalah satu yang berupaya mendukung pertumbuhan UMKM lewat pembiayaan yang mudah dan cepat. Telah resmi berizin dan diawasi OJK, hingga kini GandengTangan telah menjangkau UMKM di seluruh Pulau Jawa, Bali, Bengkulu, Sulawesi, hingga Kalimantan Timur dengan total lebih dari 28 ribu entitas UMKM.

Sejak awal berdiri hingga pertengahan 2024, GandengTangan telah menyalurkan dana hampir mencapai Rp 400 miliar. Lewat pinjaman yang diberikan dengan limit hingga Rp 2 miliar, dana tersebut bisa diterima oleh berbagai UMKM yang telah memenuhi persyaratan analisis risiko.

Lebih dari menyalurkan pinjaman kepada UMKM, GandengTangan juga berupaya memperluas cakupan pasar melalui layanan pinjaman yang dikenal sebagai Buy Now Pay Later (BNPL), QRIS, dan personal loan. Dalam hal ini, perseroan baru saja mengumumkan untuk menggandeng startup pengelolaan keuangan Finku.

CEO GandengTangan, Jezzie Setiawan menjelaskan, kebutuhan finansial tak terduga seringkali menjadi tantangan bagi setiap orang. Apalagi, jika tidak didukung literasi keuangan yang memadai, hal itu bisa memperburuk kondisi finansial jangka panjang.

“Keberadaan layanan pinjaman di aplikasi pengelolaan keuangan menjadi solusi tepat untuk senantiasa memantau pinjaman duit mereka terhadap anggaran dan keuangan mereka secara keseluruhan. Di GandengTangan, kami memberikan prosedur yang lebih sederhana dan memiliki proses transparan untuk penyaluran pinjaman,” ungkap Jezzie.

Dia menambahkan, dengan kesamaan visi GandengTangan dan Finku untuk menjangkau underservedmarket di industri keuangan, pihaknya berharap adanya integrasi sistem ini akan memberi kemudahan bagi individu maupun pelaku usaha untuk menikmati layanan pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam kerjasama ini, kedua perusahaan menargetkan individu yang membutuhkan pinjaman dana darurat agar kebutuhannya dapat terselesaikan dengan cepat. Dengan mengintegrasikan sistem GandengTangan ke ekosistem Finku, konsumen yang membutuhkan pinjaman dapat mengajukan pinjaman secara langsung melalui aplikasi Finku.

Lewat kerja sama ini, kedua perusahaan berharap dapat menyalurkan pinjaman sebesar Rp 5 miliar untuk 800 individu hingga akhir tahun 2024. Pada tahap awal, GandengTangan akan menyediakan layanan pinjaman dengan plafon Rp 10 juta. Limit ini akan dievaluasi secara berkala berdasarkan performa pembayaran yang dilakukan oleh penerima pinjaman (borrower).

Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #pinjol-umkm #pinjaman-online #pinjaman-umkm #pinjaman-produktif-fintech #fintech-p2p-lending #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/finance/369094/ada-kabar-baik-dari-pinjol-p2p-lendingsoal-pinjaman-ke-umkm