PDI-P Diprediksi Tetap Oposisi jika Lawan

PDI-P Diprediksi Tetap Oposisi jika Lawan "Kotak Kosong" pada Pilkada Jakarta

PDI-P punya kans berkoalisi dengan PKS mengusung calon pesaing Koalisi Indonesia Maju di Pilkada Jakarta, atau tidak sama sekali dan menjadi oposisi. Halaman all

(Kompas.com) 05/08/24 11:37 13366669

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dianggap tak bakal terpengaruh jika wacana Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus terwujud dan mengusung Ridwan Kamil sebagai calon tunggal gubernur dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta (2024).

"Jika upaya KIM berhasil, PDI-P tidak ada persoalan, sejauh ini mereka terbiasa menjadi oposisi," kata Direktur Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra, saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/8/2024).

Menurut Dedi, jika PDI-P hendak berhadapan dengan KIM dan Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta 2024 maka mereka bisa berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem yang mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon gubernur.

Akan tetapi, yang menjadi persoalan adalah gaya politik antara PDI-P dan PKS selama ini sangat berbeda jalan.

Selain itu, kedua partai juga mesti berkompromi soal siapa bakal calon gubernur akan diusung. Jika tidak tercapai kesepakatan, maka harapan koalisi bakal buyar.


Sementara PKS, kata Dedi, kemungkinan akan berusaha lebih jeli dalam melangkah pada Pilkada Jakarta karena mereka adalah pemenang pemilihan legislatif (Pileg) 2024 di Jakarta.

Selain itu, PDI-P sampai saat ini tetap bersikap berhadapan dengan KIM karena dianggap sebagai kepanjangan tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) buat mempertahankan pengaruhnya dalam pemerintahan mendatang.

"PKS dan PDI-P berpeluang bangun koalisi baru. Sebagai pemenang di Jakarta, PKS tentu berhati-hati menjaga reputasinya," ucap Dedi.

Sebelumnya, wacana KIM Plus muncul setelah Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyatakan, Pilkada Jakarta 2024 berpeluang hanya diikuti satu pasangan calon jika PKB memilih bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

Jazilul mengatakan, kemungkinan partai-partai politik bergabung menjadi satu kubu hanya untuk mendukung satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terbuka lebar.

Jazilul mengakui bahwa partainya tengah mempertimbangkan tawaran untuk bergabung ke KIM Plus.

Adapun KIM merupakan koalisi pendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Mereka adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Rakyat Indonesia Adil Makmur (Prima), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Saat ini Pilkada DKI Jakarta 2024 kemungkinan bakal diikuti dua nama beken, yaitu eks gubernur Jakarta Anies Baswedan dan eks gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Anies Baswedan sudah dideklarasikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem, sedangkan Ridwan Kamil diusung Partai Gerindra dan Partai Golkar.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tak akan membiarkan munculnya calon tunggal yang melawan kotak kosong pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.

Ia mengatakan, PDI-P terus mengupayakan kerja sama dengan partai politik (parpol) lain untuk mengusung jagoannya.

Dia mengingatkan agar berbagai pihak terus menjaga iklim demokrasi di Indonesia. Salah satunya dengan tidak berupaya untuk menghadirkan calon tunggal di Jakarta.

#partai-keadilan-sejahtera-pks #partai-demokrasi-indonesia-perjuangan-pdi-p #koalisi-indonesia-maju #pilkada-jakarta-2024 #kim-plus

https://nasional.kompas.com/read/2024/08/05/11371231/pdi-p-diprediksi-tetap-oposisi-jika-lawan-kotak-kosong-pada-pilkada-jakarta