Wamenkeu II Paparkan Dampak Penyaluran Dana Desa Ke Perekonomian Desa
jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal mengalami penurunan dari 17.626 desa pada tahun 2019 turun menjadi 5.292 desa pada tahun 2024. - Halaman all
(InvestorID) 06/08/24 18:14 13541285
JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan konsisten menyalurkan dana desa untuk menghadirkan pemerataan sumber pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia. Pada tahun 2015, dana desa dialokasikan pertama kali sebesar Rp 20,8 triliun dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2024 pemerintah mengalokasikan dana desa sebesar Rp 71 triliun.
Kenaikan alokasi dana tersebut berimbas terhadap peningkatan jumlah desa dengan status mandiri. Berdasarkan data Indeks Desa Membangun dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terdapat kenaikan jumlah desa berstatus desa mandiri. Dari semula 840 desa pada 2019 meningkat menjadi 17.122 desa pada tahun 2024.
“Selama kurun waktu 2015 sampai dengan 2023, pemanfaat anggaran dana desa telah menghasilkan berbagai capaian yang menunjang aktivitas perekonomian dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa,” ucap Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono dalam seminar Keterbukaan Informasi Publik Kementerian Keuangan Tahun 2024 di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan pada Selasa (6/8/2024).
Sementara itu, jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal mengalami penurunan. Dari yang sebelumnya 17.626 desa pada tahun 2019 turun menjadi 5.292 desa pada tahun 2024. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyaluran dana desa memberikan bukti dampak positif terhadap kemajuan desa.
“Selama kurun waktu 2015 sampai dengan 2023, pemanfaat anggaran dana desa telah menghasilkan berbagai capaian yang menunjang aktivitas perekonomian dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa,” kata dia.
Pemerintah memiliki program membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa. Pemerintah menjadikan desa sebagai salah satu poros utama pembangunan. Alokasi dana desa sebesar Rp 71 triliun pada tahun 2024 akan disalurkan untuk 75.259 desa di 434 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pendanaan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pemberdayaan dan pembinaan kemasyarakatan.
“Uang kita disalurkan melalui dana desa berperan penting dalam meningkatkan pelayanan publik, mengentaskan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, serta memajukan perekonomian desa,” tutur Thomas.
Berdasarkan data kemiskinan Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk miskin perkotaan pada September 2021 adalah 11,86 juta orang dan naik menjadi 11,98 juta orang pada September 2024. Sementara itu, pada periode yang sama, penduduk miskin di perdesaan turun dari 14,64 juta orang pada Maret 2021 menjadi 14,38 juta orang.
Thomas mengatakan pada tahun anggaran 2024 kebijakan penggunaan dana desa diprioritaskan untuk mendukung penanganan kemiskinan ekstrim, program ketahanan pangan, program pencegahan dan penurunan stunting, serta program sektor prioritas di desa sesuai potensi dan karakterisasi desa.
“Uang kita yang disalurkan melalui dana desa harus kita jaga dan awasi bersama penggunaannya, agar optimal dalam memajukan perekonomian desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Thomas.
Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #desa #dana-desa #wamenkeu-ii #thomas-djiwandono #berita-ekonomi-terkini