Mengapa Berat Badan Naik Saat Menstruasi? Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya
Salah satu gejala PMS yang muncul saat menstruasi adalah berat badan naik. Hal ini karena adanya fluktuasi hormon selama siklus menstruasi.
(Kompas.com) 08/08/24 20:05 13820515
KOMPAS.com - Lebih dari 90 persen perempuan di dunia mengalami sindrom pramenstruasi (PMS). Sindrom ini mencakup berbagai gejala fisik, emosional, dan perilaku yang memengaruhi perempuan sejak dua minggu hingga beberapa hari sebelum menstruasi.
Salah satu gejala fisik yang muncul saat PMS adalah bertambahnya berat badan tiga hingga lima kilogram, yang umumnya akan hilang setelah beberapa hari menstrusi.
Hal ini terjadi karena adanya fluktuasi hormon selama siklus menstruasi, yang dapat memengaruhi nafsu makan seseorang. Mulai dari mengidam makanan, rasa lapar yang meningkat, retensi air, dan kembung.
Perubahan nafsu makan
Perubahan nafsu makan cenderung terjadi pada tahap yang berbeda dalam siklus menstruasi, yang disebut fase folikuler dan fase luteal.
Fase folikuler. Fase ini dimulai saat seseorang mengeluarkan darah dan berakhir sebelum berovulasi.
Dalam fase ini, hormon estrogen mendominasi. Karena estrogen menekan nafsu makan, seseorang mungkin akan makan lebih sedikit selama fase ini.
Fase luteal. Fase ini dimulai setelah ovulasi dan berlangsung hingga hari pertama menstruasi berikutnya.
Selama fase luteal, progesteron adalah hormon yang dominan. Progesteron merangsang nafsu makan, sehingga akan membuat perempuan makan lebih banyak selama fase ini.
Sebuah studi tahun 2016 mengungkap, perempuan cenderung makan lebih banyak protein selama fase luteal menstruasi. Selain itu juga ada peningkatan mengidam makanan, terutama makanan manis, cokelat, dan makanan asin.
Tidak semua penelitian menunjukka,n bahwa mengidam makanan mengakibatkan peningkatan jumlah kalori yang dikonsumsi dan peningkatan berat badan. Namun, orang yang mengonsumsi lebih banyak kalori akibat mengidam makanan dapat mengalami kenaikan berat badan.
Shutterstock/Kmpzzz Ilustrasi siklus menstruasi.Retensi air dan pembengkakan
Umumnya perempuan akan mengalami peningkatan retensi air dan garam di sekitar waktu menstruasi. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron, yang mengaktifkan hormon aldosteron, yakni yang menyebabkan ginjal menahan air dan garam.
Retensi air dapat menyebabkan kembung dan bengkak, terutama di perut, lengan, dan kaki. Hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan. Hal ini juga dapat membuat pakaian seseorang terasa lebih ketat.
Namun, retensi air tidak selalu menyebabkan kenaikan berat badan. Sebuah studi tahun 2014 menunjukkan, retensi air menyebabkan pembengkakan yang signifikan pada beberapa area, yakni wajah, payudara, perut, tungkai atas dan bawah.
Pada hari-hari menjelang menstruasi, selain kenaikan berat badan, ada beberapa gejala yang mungkin muncul, seperti rasa haus yang meningkat, perubahan nafsu makan, nyeri payudara, kembung, hingga sakit kepala.
Jenis, tingkat keparahan, dan durasi gejala akan bervariasi pada setiap orang. Selain itu, beberapa perempuan mungkin mengalami kombinasi gejala, sementara yang lain mungkin tidak mengalami gejala sama sekali.
Gejala PMS umumnya dimulai beberapa hari sebelum perdarahan atau menstruasi, dan berhenti setelah menstruasi terjadi.
Cara Mencegah Kenaikan Berat Badan
American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan kebiasaan makan berikut ini untuk membantu mengurangi efek PMS:
- Makan karbohidrat kompleks untuk mengurangi gejala suasana hati dan mengidam makanan
- Makan makanan yang kaya kalsium, termasuk yogurt dan sayuran hijau
- Mengurangi asupan lemak, garam, dan gula
- Menghindari atau membatasi kafein dan minuman beralkohol
- Menjaga kadar gula darah tetap stabil dengan makan makanan kecil lebih sering
#menstruasi #pms #gejala-pms #pramenstruasi #berat-badan-naik #berat-badan-naik-saat-menstruasi