#30 tag 24jam
1 dari 8 Perempuan Menderita Kanker Payudara
Angka kejadian kanker payudara terus meningkat. Sebanyak 1 dari 8 perempuan menderita kanker payudara. Demi mencegahnya, deteksi dini dengan Sadari harus dilakukan setiap menstruasi. - Halaman all [659] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #kanker #kanker-payudara #kesehatan #yayasan-kanker-payudara-indonesia #menstruasi #syifa-hadju #linda-agum-gumelar #pembalut #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 03/10/24 09:59
v/15901716/
JAKARTA,investor.id – Angka kejadian kanker payudara terus meningkat. Sebanyak 1 dari 8 perempuan menderita kanker payudara. Demi mencegahnya, deteksi dini dengan Sadari harus dilakukan setiap menstruasi.
“Bulan Oktober adalah bulan memperingati kanker payudara internasional. Biasanya, 1 dari 8 perempuan yang berkumpul, terdeteksi kanker payudara. Padahal, Indonesia punya program Indonesia Emas pada 2045, sehingga generasi muda harus siap dan sehat, termasuk bebas dari kanker payudara. Karena itu, generasi muda harus melakukan deteksi dini kanker payudara dengan melakukan Sadari atau periksa payudara sendiri setiap menstruasi,” kata Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Lina Agum Gumelar pada acara memperingati Bulan Kanker Payudara Internasional bersama PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) di Jakarta, Rabu (2/10/2024).
Linda berbicara di harapan 400 siswa SMP dan SMA dari wilayah Jakarta. Kegiatan ini sesuai dengan slogan yang dicanangkan pada tahun 2022 ‘Ayo SADARI Setelah Menstruasi’. Melalui kegiatan ini, Charm dan YKPI berharap dapat memberikan pemahaman kepada para wanita generasi muda tentang pentingnya membiasakan periksa payudara sendiri (SADARI) setelah menstruasi, di hari ke 7 sampai 10 dari hari pertama menstruasi sebagai salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini.
66 Ribu Kasus Baru
Menurut data Global Cancer Observatory, terdapat lebih dari 66 ribu kasus temuan baru kanker payudara pada wanita Indonesia di tahun 2022, dengan rasio kejadian mencapai 30%. Bila dibandingkan dengan tren di tahun-tahun sebelumnya, angka kejadiannya tidak mengalami penurunan yang signifikan. Karena itu, jika tidak ditangani dengan serius akan berpotensi untuk terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
Untuk berkontribusi pada penyelesaian masalah tersebut, Charm bersama YKPI bekerjasama melakukan berbagai insiatif. “Charm dan YKPI memulai kolaborasi pada tahun 2021 dengan dilandasi adanya visi yang sama yaitu melindungi wanita Indonesia di seluruh usia dari risiko terkena kanker payudara. Hingga saat ini berbagai upaya telah dilakukan. Selama 1 tahun ini kami telah melakukan screening kanker payudara kepada lebih dari 6.000 siswi, mahasiswi dan guru wanita, serta mengajarkan cara periksa payudara sendiri,” kata Agum.
Dokter spesialis Bedah Onkologi dr Iskandar, Sp.B.Subsp.Onk(K),MPH memberikan penjelasan kepada para peserta tentang gejala kanker payudara, dan cara untuk mengatasi temuan kanker payudara stadium lanjut.
“Sama halnya dengan penyakit lain, kanker payudara pun sangat penting untuk bisa dideteksi secara dini. Karena, jika bisa dideteksi secara dini, maka peluangnya tinggi untuk bisa disembuhkan. Oleh karena itu, marilah biasakan untuk melakukan periksa payudara sendiri secara rutin setiap bulan pada 1 minggu hingga 10 hari pertama setelah selesai menstruasi,” ajak dr Iskandar.
“Jika menemukan adanya perubahan sekecil apapun pada payudara ataupun rasa sakit, jangan dibiarkan dan tidak perlu ditutup-tutupi, diskusikan bersama orang tua, dan segera pergi ke instansi kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan. Yang tidak kalah penting untuk menjaga tubuh dari risiko kanker payudara maupun penyakit lainnya adalah pola hidup sehat. Dengan makan makanan yang bergizi, tidur yang cukup, dan olahraga teratur akan dapat mencegah timbulnya penyakit,” saran dr Iskandar.
Brand Ambassador Charm aktris Syifa Hadju mengaku sudah menjalani Sadari. “Kegiatan yang diadakan oleh Charm dan YKPI kali ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru kepada para remaja putri tentang pentingnya periksa payudara sendiri setelah menstruasi. Saya sendiri sudah mulai membiasakan diri untuk rutin melakukannya, sesuai slogan dari Charm dan YKPI ‘Ayo SADARI Setelah Menstruasi’,” kata Syifa.
Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk, Sri Haryani mengatakan, kegiatan kali ini dihadiri oleh lebih dari 400 siswi dari beberapa SMP dan SMA di Jakarta. “Melalui edukasi dari para ahli terkait cara deteksi dini kanker payudara, kami berharap dapat berkontribusi terhadap upaya Pemerintah dalam membina dan melindungi generasi masa depan Indonesia,” ujar Sri.
“Kami juga melanjutkan inisiatif yang sudah dilakukan di tahun lalu. Tahun ini kami meletakkan logo Ayo SADARI Setelah Menstruasi di semua kemasan produk Charm. Tujuannya tentu adalah untuk lebih menyebarluaskan slogan Ayo SADARI Setelah Menstruasi, dan juga mengingatkan para wanita untuk melakukan periksa payudara sendiri, terutama saat akan mengganti pembalut di masa menstruasi,” tandas Sri.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Mengapa Berat Badan Naik Saat Menstruasi? Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya
Salah satu gejala PMS yang muncul saat menstruasi adalah berat badan naik. Hal ini karena adanya fluktuasi hormon selama siklus menstruasi. [582] url asal
#menstruasi #pms #gejala-pms #pramenstruasi #berat-badan-naik #berat-badan-naik-saat-menstruasi
(Kompas.com) 08/08/24 20:05
v/13820515/
KOMPAS.com - Lebih dari 90 persen perempuan di dunia mengalami sindrom pramenstruasi (PMS). Sindrom ini mencakup berbagai gejala fisik, emosional, dan perilaku yang memengaruhi perempuan sejak dua minggu hingga beberapa hari sebelum menstruasi.
Salah satu gejala fisik yang muncul saat PMS adalah bertambahnya berat badan tiga hingga lima kilogram, yang umumnya akan hilang setelah beberapa hari menstrusi.
Hal ini terjadi karena adanya fluktuasi hormon selama siklus menstruasi, yang dapat memengaruhi nafsu makan seseorang. Mulai dari mengidam makanan, rasa lapar yang meningkat, retensi air, dan kembung.
Perubahan nafsu makan
Perubahan nafsu makan cenderung terjadi pada tahap yang berbeda dalam siklus menstruasi, yang disebut fase folikuler dan fase luteal.
Fase folikuler. Fase ini dimulai saat seseorang mengeluarkan darah dan berakhir sebelum berovulasi.
Dalam fase ini, hormon estrogen mendominasi. Karena estrogen menekan nafsu makan, seseorang mungkin akan makan lebih sedikit selama fase ini.
Fase luteal. Fase ini dimulai setelah ovulasi dan berlangsung hingga hari pertama menstruasi berikutnya.
Selama fase luteal, progesteron adalah hormon yang dominan. Progesteron merangsang nafsu makan, sehingga akan membuat perempuan makan lebih banyak selama fase ini.
Sebuah studi tahun 2016 mengungkap, perempuan cenderung makan lebih banyak protein selama fase luteal menstruasi. Selain itu juga ada peningkatan mengidam makanan, terutama makanan manis, cokelat, dan makanan asin.
Tidak semua penelitian menunjukka,n bahwa mengidam makanan mengakibatkan peningkatan jumlah kalori yang dikonsumsi dan peningkatan berat badan. Namun, orang yang mengonsumsi lebih banyak kalori akibat mengidam makanan dapat mengalami kenaikan berat badan.
Shutterstock/Kmpzzz Ilustrasi siklus menstruasi.Retensi air dan pembengkakan
Umumnya perempuan akan mengalami peningkatan retensi air dan garam di sekitar waktu menstruasi. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron, yang mengaktifkan hormon aldosteron, yakni yang menyebabkan ginjal menahan air dan garam.
Retensi air dapat menyebabkan kembung dan bengkak, terutama di perut, lengan, dan kaki. Hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan. Hal ini juga dapat membuat pakaian seseorang terasa lebih ketat.
Namun, retensi air tidak selalu menyebabkan kenaikan berat badan. Sebuah studi tahun 2014 menunjukkan, retensi air menyebabkan pembengkakan yang signifikan pada beberapa area, yakni wajah, payudara, perut, tungkai atas dan bawah.
Pada hari-hari menjelang menstruasi, selain kenaikan berat badan, ada beberapa gejala yang mungkin muncul, seperti rasa haus yang meningkat, perubahan nafsu makan, nyeri payudara, kembung, hingga sakit kepala.
Jenis, tingkat keparahan, dan durasi gejala akan bervariasi pada setiap orang. Selain itu, beberapa perempuan mungkin mengalami kombinasi gejala, sementara yang lain mungkin tidak mengalami gejala sama sekali.
Gejala PMS umumnya dimulai beberapa hari sebelum perdarahan atau menstruasi, dan berhenti setelah menstruasi terjadi.
Cara Mencegah Kenaikan Berat Badan
American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan kebiasaan makan berikut ini untuk membantu mengurangi efek PMS:
- Makan karbohidrat kompleks untuk mengurangi gejala suasana hati dan mengidam makanan
- Makan makanan yang kaya kalsium, termasuk yogurt dan sayuran hijau
- Mengurangi asupan lemak, garam, dan gula
- Menghindari atau membatasi kafein dan minuman beralkohol
- Menjaga kadar gula darah tetap stabil dengan makan makanan kecil lebih sering
Islam Larang Berhubungan Seks Saat Nifas, Kepala BKKBN Jelaskan Alasan Medisnya
Alasannya akan menimbulkan penyakit, salah satunya endometriosis. [461] url asal
#berhubungan-seks #berhubungan-intim #islam-larang-berhubungan-saat-nifas #berhubungan-saat-menstruasi #berhubungan-seksual-saat-menstruasi #hubungan-suami-istri #suami-istri-berhubungan-saat-menstruas
(Republika - Khazanah) 07/08/24 13:22
v/13647416/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo berpesan kepada kaum Ibu untuk tidak melakukan hubungan seksual saat menstruasi.
"Kalau masih menstruasi lalu hubungan seks, pada saat kontraksi puncaknya darah menstruasi itu akan naik kembali. Kalau sebelum nikah menstruasinya tidak sakit dan setelah menikah menjadi sakit, jangan-jangan Anda sudah pernah hubungan seks padahal menstruasinya belum bersih," ujar dia lewat pernyataan tertulis, Rabu (7/8/2024).
Ia melanjutkan, ada alasan mengapa agama Islam melarang saat nifas (40 hari setelah melahirkan) tidak boleh berhubungan seksual. "Ternyata cukup jelas alasannya, akan menimbulkan penyakit, salah satunya endometriosis (pertumbuhan jaringan yang tidak normal di dinding rahim)," tutur dia.
Di dalam Islam, haid menjadi fitrah bagi setiap perempuan. Untuk Muslimah, haid adalah siklus bulanan yang memberikan bermacam konsekuensi. Salah satunya, ber-jimak atau berhubungan intim bagi mereka yang sudah memiliki suami.
Keharamannya sudah dituliskan dalam Alquran. "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: Haid itu adalah kotoran. Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri." (QS al-Baqarah: 222).
Pengisi kolom di Rumah Fiqih Indonesia Ustazah Aini Aryani menjelaskan, ulama fikih sepakat bahwa berhubungan suami istri saat haid merupakan dosa besar. Ulama dari kalangan mazhab Syafi'i berpendapat bahwa sepasang suami istri yang melakukannya dikenai denda masing-masing satu dinar jika hubungan itu dilakukan pada masa awal haid, atau seperlima dinar jika dilakukan pada pertengahan-akhir haid.
Pendapat di atas didukung oleh ulama dari mazhab Hanafi. Tetapi, mazhab Hanafi berpendapat bahwa denda tersebut hanya diwajibkan atas suami dan tidak kepada istri. Karena larangan itu ditujukan pada suami. Pendapat-pendapat di atas berdasarkan pada hadis berikut,
"Seorang laki-laki men-jimak istrinya yang sedang haid, apabila itu dilakukan saat darah haid istrinya berwarna merah maka dikenai denda satu dinar, sedangkan jika dilakukan saat darahnya sudah berwarna kekuningan, dendanya seperlima dinar." (HR Tirmidzi).
Ulama mazhab Hanbali..
Sedangkan ulama dari mazhab Hambali me ngatakan bahwa keduanya (suami-istri) dikenai denda masing-masing setengah dinar tanpa membedakan apakah itu dilakukan di awal, pertengahan, atau akhir masa haid. Mazhab Maliki berpendapat, tidak ada denda apa pun dalam perbuatan itu, baik atas si suami atau si istri.
Namun, pembayaran denda tersebut belum tentu menghapus dosa. Menurut Ustazah Aini, berhubungan suami istri saat istri sedang haid adalah perbuatan dosa besar. Selama keduanya tidak bertobat kepada Allah, dosa tersebut akan tetap melekat pada diri mereka.
Karena itu, pasangan suami istri tidak cukup hanya membayar denda sebagaimana tertulis di atas. Namun, juga harus disertai tobat dengan meminta ampun kepada Allah, menyesali perbuatan dengan sebenar-benarnya, dan tidak akan mengulangi kesalahan tersebut.
Mengetahui Peran Hormon Estrogen dan Progesteron pada Siklus Menstruasi - kumparan.com
Bagaimana peran hormon estrogen dan progesteron pada siklus menstruasi? Berikut adalah penjelasannya. [281] url asal
(Kumparan.com) 30/07/24 19:12
v/12678377/
Bagaimana peran hormon estrogen dan progesteron pada siklus menstruasi? Kedua hormon tersebut berperan penting dalam reproduksi wanita. Meskipun demikian, hormon estrogen dan progesteron memiliki fungsi yang berbeda.
Hormon estrogen dihasilkan oleh kelenjar adrenal pada ginjal, ovarium, rahim, dan vagina. Sedangkan, hormon progesteron diproduksi oleh korpus luteum ovarium.
Dikutip dari Siklus Menstruasi pada Kualitas Tidur, Azzura, dkk (2023:2), menstruasi adalah perdarahan yang terjadi karena adanya luruhan dinding bagian dalam dari rahim atau endometrium. Menstruasi terjadi secara periodik dan jarak antara periodik disebut satu siklus menstruasi.
Pada dasarnya, hormon estrogen dan progesteron memiliki fungsi untuk menjaga sistem reproduksi wanita, mengatur siklus menstruasi, dan mendukung kehamilan. Bagaimana peran hormon estrogen dan progesteron pada siklus menstruasi?
Meskipun sama-sama berperan untuk mengatur siklus menstruasi, terdapat perbedaan pada kedua hormon tersebut. Berikut perbedaannya.
Hormon estrogen dan progesteron sangat penting bagi wanita. Namun, ketidakseimbangan kedua hormon ini bisa memicu berbagai permasalahan seperti peradangan jerawat dan tubuh kekurangan energi. Meskipun sama-sama berperan penting, hormon estrogen dan progesteron memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut.
Baik hormon estrogen dan progesteron memiliki fungsi utama yang berbeda. Hormon estrogen berperan dalam perkembangan dan pemeliharaan sistem reproduksi wanita. Hormon estrogen juga bertanggung jawab untuk merangsang pertumbuhan rahim, menjaga kesehatan tulang, dan lainnya.
Adapun fungsi utama hormon progesteron adalah mempersiapkan tubuh terhadap kehamilan. Caranya adalah dengan menyiapkan tubuh agar bisa menerima sel telur yang sudah dibuahi.
Sebagian wanita mengalami perubahan mood atau mood swing ketika akan memasuki masa menstruasi. Perubahan mood tersebut dipengaruhi oleh hormon estrogen. Sedangkan, hormon progesteron cenderung menenangkan otak.
Bagaimana peran hormon estrogen dan progesteron pada siklus menstruasi? Hormon estrogen akan meningkat untuk menyiapkan dinding rahim dan kadar hormon progesteron akan berkurang jika tidak ada kehamilan sehingga menstruasi dimulai. (KRIS)
Peneliti Kembangkan Produk yang Bisa Mengubah Darah Menstruasi Jadi Jeli
Para peneliti mengembangkan aditif eksperimental untuk produk menstruasi dapat mengubah darah menstruasi menjadi seperti jeli. Halaman all [687] url asal
#pembalut #darah-menstruasi #produk-eksperimental
(Kompas.com) 13/07/24 17:00
v/10654519/
KOMPAS.com - Para peneliti mengembangkan aditif eksperimental untuk produk menstruasi dapat mengubah darah menstruasi menjadi seperti jeli.
Harapannya adalah bahwa aditif ini dapat membantu mencegah kebocoran sekaligus mengurangi risiko kondisi berbahaya yang disebut sindrom syok toksik.
Dengan bahan yang berasal dari rumput laut, pengembangnya yakin bahwa suatu hari nanti produk tersebut dapat digunakan sebagai bahan pengisi alternatif pada pembalut konvensional atau sebagai lapisan anti tumpah untuk dimasukkan ke dalam menstrual cup.
Namun, untuk saat ini, prototipe tersebut baru diuji dalam percobaan laboratorium awal.
Cegah kebocoran darah menstruasi
Kekurangan produk menstruasi konvensional adalah risiko bocor. Bahkan di negara maju, kekhawatiran seputar kebocoran tersebut dapat menyebabkan anak-anak tidak masuk sekolah selama menstruasi. Selain itu, kebocoran menyebabkan ketidaknyamanan karena dapat merusak pakaian.
Salah satu alasan kebocoran dapat terjadi adalah karena, tidak seperti darah dari vena, darah menstruasi biasanya tidak menggumpal.
Peneliti Bryan Hsu mengatakan, ada banyak enzim fibrinolitik dalam darah menstruasi yang memecah bekuan darah, serta gumpalan jaringan dan sel. Jadi, pada dasarnya, ini adalah jenis darah yang berbeda.
Hsu dan rekan-rekannya berhipotesis bahwa bahan yang tepat dapat mengubah darah menstruasi menjadi bentuk padat yang lebih kecil kemungkinannya untuk bocor.
Solusi mereka adalah polisakarida, yakni rantai molekul gula yang mengentalkan larutan cair dengan sangat baik. Pektin, yang sering digunakan untuk mengentalkan manisan buah, dan tepung maizena adalah contoh molekul semacam itu.
Dengan menggunakan darah babi yang dimodifikasi untuk mencegah pembekuan, peneliti menguji gula yang berasal dari alam untuk melihat gula mana yang dapat mengubahnya menjadi bentuk seperti gel.
Pengujian mereka meliputi gom xanthan, bahan tambahan makanan umum, serta alginat dan kappa karagenan, yang berasal dari rumput laut.
Para peneliti kemudian mengukur viskositas darah yang dicampur dengan masing-masing polisakarida dan menemukan alginat sebagai kandidat yang paling menjanjikan.
Menurut Hsu, sifat pembentuk gel alginat yang sangat baik kemungkinan besar berasal dari ikatan silang yang dimediasi kalsium.
Hsu menjelaskan, di dalam air, rantai gula yang panjang mengapung sendiri-sendiri. Tetapi, setiap molekul alginat juga memiliki serangkaian rantai yang lebih kecil, yang mengandung gugus karboksilat, yang bercabang darinya.
Darah menstruasi mengandung partikel kalsium bermuatan yang mencengkeram rantai kecil ini, membentuk ikatan antara molekul alginat. Bersama-sama, ikatan ini menciptakan "jaringan yang saling terkait" yang mengunci semuanya dalam sebuah gel.
Tim peneliti perlu memastikan bahwa alginat bubuk praktis untuk digunakan dalam produk menstruasi. Mereka menambahkan sedikit gliserol untuk membantu menarik darah melalui bubuk kering.
Mereka juga memasukkan zat antibakteri untuk membantu mencegah pertumbuhan Staphylococcus aureusm.
Bakteri ini dapat menyebabkan sindrom syok toksik, komplikasi langka dari beberapa infeksi di mana bakteri melepaskan racun berbahaya.
Zat antibakteri yang berasal dari alga tersebut menghambat pertumbuhan S. aureus pada suhu tubuh. Zat ini juga tidak larut dari bubuk, sehingga para peneliti berpendapat bahwa zat tersebut tidak akan mengganggu mikrobioma vagina.
Uji coba prototipe
Para peneliti kemudian membuat prototipe pembalut dengan bahan pengisi baru dan membandingkannya dengan pembalut konvensional dalam uji laboratorium.
Mereka mengukur seberapa baik kedua produk tersebut menyerap sekitar 8 ml darah dan kemudian menguji kemampuannya untuk menahan cairan di bawah tekanan, seolah-olah ada seseorang yang duduk di atasnya.
Hsu mengatakan, prototipe ini berkinerja sama baiknya dengan pembalut komersial dalam hal penyerapan, tetapi bahan yang mereka gunakan dapat menahan darah jauh lebih baik.
Tim juga menguji bubuk tersebut dalam menstrual cup, dengan meletakkannya di lapisan katun yang dirancang untuk berada di dalam cup.
Dalam pengujian ini, bubuk alginat secara konsisten mengurangi jumlah tumpahan yang terjadi saat cangkir dikeluarkan dari vagina sintetis.
Meski tampak menjanjikan, masih ada proses yang harus ditempuh sebelum produk tim tersebut dipasarkan.
Pengujian keamanan dan proses produksi perlu diperhatikan agar aditif tersebut lulus uji regulasi.
Period Poverty dan Laki-laki Cerita tentang Menstruasi - kumparan.com
Kebutaan laki-laki terhadap menstruasi merupakan bentuk period poverty, lantas seberapa tahu laki-laki terhadap menstruasi? Tiga mahasiswa di salah satu universitas di Jawa Barat akan menjawab. [824] url asal
#period-poverty #laki-laki #menstruasi
(Kumparan.com - News) 10/07/24 06:24
v/10276974/
“Bocor, bocor!!” seru teman-teman laki-laki Fasya ketika ia duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Satu hari sebelum ejekan itu, Fasya mengenakan rok berwarna putih, yang merupakan seragam wajib sekolahnya di hari Senin. Hari itu juga adalah hari di mana volume darah menstruasinya mengalir cukup deras.
“Pas dilihat pake tangan, tuh, udah berdarah gitu. Itu banyak banget,” ujar Fasya yang saat ini telah menjadi mahasiswi di salah satu universitas di Jawa Barat.
Selepas hari itu, Fasya kerap mendengar seruan teman-temannya yang meneriakkan kata “bocor” kepadanya. Ejekan tersebut berlangsung selama berhari-hari. Bagi Fasya hal tersebut adalah pengalaman buruk yang akan selalu ia ingat.
Fenomena anak dan remaja laki-laki yang mencemooh teman perempuannya karena “ketahuan” sedang menstruasi di tempat umum, seperti sekolah, bukan sesuatu yang hanya dialami oleh Fasya saja. Fenomena ini terjadi di berbagai daerah.
Agtan, mahasiswa, menceritakan bahwa anak laki-laki di lingkungannya melakukan hal yang sama kepada anak-anak perempuan yang menstruasi.
“Kalau misalnya lagi menstruasi, ini aku ambil kasus ‘lagi’, eh bocor. Pasti dibercandain, ‘ih merah-merah’, ‘ih bocor-bocor’,” tutur Agtan.
Fenomena anak-anak yang mencela teman perempuannya dan membuat perempuan diterkam malu dan dicengkeram rasa takut ketika menstruasi adalah salah satu masalah dari period poverty. Apa itu period poverty?
Westiani Agustin, aktivis perempuan dan pendiri Biyung Indonesia, menjelaskan, “Period poverty itu situasi di mana perempuan, keluarga, atau individu yang menstruasi mengalami kesulitan untuk mendapatkan hak kesehatan menstruasi.”
Ketika ditanya apakah kebutaan laki-laki terhadap menstruasi merupakan bentuk period poverty, Westiani mengiyakan. “Ketika kita menjalani menstruasi dengan rasa yang tidak nyaman dan ketakutan terutama terhadap laki-laki, itu berarti kita masih merasakan period poverty,” terang Westiani kepada penulis.
Ia menambahkan, hak kesehatan menstruasi sendiri mencakup beberapa pokok bahasan, di antaranya: asupan yang bergizi, rasa aman dan nyaman dalam menjalani menstruasi, alat tampung yang dipakai untuk darah menstruasi, self care, dan sanitasi.
Seberapa tahu laki-laki terhadap menstruasi? Seberapa normal bagi laki-laki untuk membicarakan menstruasi? Agtan, Fakhri, dan Wiar, tiga mahasiswa di salah satu universitas di Jawa Barat akan menjawab.
Agtan menjelaskan bahwa sedari kecil, stigma yang ia tahu tentang menstruasi adalah perubahan emosi yang konstan. “Jadi sering bad mood,” katanya.
“Orang-orang yang menstruasi tuh pengennya selalu dipengertiin, karena dia lagi menstruasi. Jadi, tuntutannya banyak, ‘aku kan lagi menstruasi, kamu harus ngertiin’,” ujar Agtan seraya memeragakan perempuan yang sedang menstruasi dan merajuk.
Stigma yang disebutkan oleh Wiar pun tidak berbeda jauh. Wiar mengatakan bahwa orang yang menstruasi cenderung lebih sensitif secara emosi dan lemas secara fisik. “Kadang-kadang teriak nyeri,” sambungnya.
Sementara itu, Fakhri mengatakan bahwa tidak ada stigma khusus yang melekat berdasarkan pengalamannya terkait menstruasi. Namun, Fakhri menjelaskan bahwa menstruasi memberikan perubahan kepada perempuan dalam 3 aspek.
“Perubahan emosional, perubahan psikologis, perubahan biologis,” katanya.
Agtan dengan sedikit ragu menceritakan apa saja yang ia ketahui tentang menstruasi. “Yang aku tau, menstruasi tuh terjadi di cewek sebulan sekali. Nah, itu tuh karena ovarium tuh membutuhkan sperma kan dan itu tuh karena ga terpenuhi, terjadinya menstruasi,” katanya.
Jawaban Wiar pun serupa, ia menjelaskan, “Menstruasi itu ketika sel telurnya matang, terus bisa dibuahi, ternyata ga dapet sel sperma jadi dikeluarkan.”
Kemudian, Fakhri memberikan jawaban yang lebih detail. “Intinya menstruasi itu perubahan siklus pada wanita, dikarenakan hormon estrogen meningkat, dan disebabkan oleh ovum yang tidak dibuahi, jadi ovumnya itu pecah dan aliran darahnya mengalir lewat vaginal,” pungkas Fakhri.
Ketika ditanya dari mana mereka mengetahui tentang menstruasi, jawaban mereka bervariasi. Agtan mengetahui apa itu menstruasi dan bagaimana prosesnya lewat bantuan internet. Sementara Wiar dan Fakhri mendapatkan pengetahuan itu dari sekolah. Ketiganya sama-sama tidak mendapatkan penjelasan langsung apa itu menstruasi dan prosesnya dari keluarga.
Andika Vinianto, suami dan ayah, memberikan sudut pandangnya tentang edukasi menstruasi kepada anak laki-laki. Menurutnya edukasi menstruasi itu perlu.
“Mungkin karena sekarang umurnya masih 4 tahun, in the long terms ya pasti supaya dia juga semakin mengenal dengan cara kerja tubuh bukan hanya untuk cowok, tapi juga cewek, bakal saya kasih tau,” jelas Andika.
Andika juga menambahkan, edukasi terkait menstruasi dapat membantu mengurangi stigma. Namun, terkait kapan edukasi tersebut akan diberikan, Andika tidak tahu kapan spesifiknya. Satu hal yang pasti adalah, Andika ingin anaknya dapat mengetahui tentang menstruasi lebih dulu.
“Sebelum dia muncul persepsi negatif tentang menstruasi,” tegas Andika.
Westiani pun turut berpendapat dalam hal edukasi menstruasi untuk anak laki-laki. Bagi Westiani edukasi tersebut penting, tetapi edukasi yang utama adalah untuk keluarga dan dimulai dari sosok bapak dalam keluarga.
“Selama bapaknya itu tidak peduli dengan kebutuhan perempuan, termasuk tidak peduli dengan pembagian tugas, itu sudah bentuk ketidakpedulian dia terhadap hak perempuan, sehingga secara otomatis dia tidak peduli dengan perempuan dan menstruasi,” seru Westiani.
Westiani juga menambahkan bahwa laki-laki tidak dapat sepenuhnya disalahkan atas dasar ketidaktahuan terhadap menstruasi dan hak kesehatannya. Karena, laki-laki pun merupakan korban sistem dan budaya patriarki.
“Mereka mendapat pengaruh kuat dari sistem patriarki itu mulai dari keluarga. Kemudian, sistem tempat tinggalnya, sekolahnya, pendidikannya, tempat kerjanya, itu kuat sekali, membuat laki-laki tidak peduli dengan urusan perempuan, apalagi menstruasi,” tegasnya.
Kenali Gejala Menstruasi Setiap Bulan, Lebih dari PMS Saja
Apabila Anda hamil, tubuh akan memproduksi hormon yang dapat dideteksi test pack/tes kehamilan. [548] url asal
#olahraga #menstruasi #estrogen #perempuan #tips-kesehatan #tips-sehat
(Bisnis.Com) 09/07/24 14:42
v/10195661/
Bisnis.com, JAKARTA – Setiap menunggu tanda-tanda haid atau menstruasi, kemungkinan Anda hanya akan mencari gejala PMS saja. Namun, siklus menstruasi selalu terjadi dalam tubuh.
Dilansir dari Better Health, siklus menstruasi adalah proses alami dalam tubuh yang dikontrol hormon perempuan. Fase siklus ini terdiri dari 4 tahap: menstruasi, folikuler, ovulasi, dan luteal.
Umumnya, siklus bulanan yang dianggap terjadi dalam tubuh perempuan hanyalah pada tahap menstruasi. Namun, ternyata sepanjang bulan hormon terus mengirim sinyal–dari menyiapkan sel telur, mengirim sinyal bahwa tubuh tidak hamil, meluruhkan dinding rahim, dan mengulanginya lagi.
Tubuh setiap perempuan berbeda. Dengan mengetahui fase-fase siklus menstruasi, Anda dapat memahami cara kerja tubuh Anda lebih baik. Jadi, Anda juga dapat mengetahui gejalanya ketika memasuki tahap tertentu.
Mengutip Healthline, berikut fase-fase siklus menstruasi yang umum terjadi setiap 28-29 hari:
1. Fase menstruasi
Menstruasi, haid, atau datang bulan terjadi ketika dikirim sinyal bahwa tubuh tidak hamil. Ini menyebabkan hormon estrogen dan progesterone berkurang. Dinding rahim pun meluruh melalui vagina.
Telah umum diketahui, gejala saat terjadinya menstruasi antara lain sakit perut, sakit pada bagian punggung bawah, sakit kepala, mudah marah, dan sakit pada bagian payudara.
Yang perlu dilakukan ketika berada di fase ini adalah jangan memaksakan diri melakukan aktivitas berat. Di awal menstruasi, cukup istirahatkan tubuh. Menuju akhir, lakukan olahraga yang berdampak rendah seperti jalan sore dan yoga singkat. Fase menstruasi normalnya terjadi pada awal siklus, dari hari 1–7.
2. Fase folikuler
Fase ini dimulai pada hari pertama siklus–berbarengan dengan menstruasi–dan biasanya selesai pada hari 13–14, atau dimulainya ovulasi.
Follicle-stimulating hormone (FSH) mendorong indung telur untuk memproduksi 5–20 sel telur yang belum “matang”. Nantinya, yang akan berkembang hanya satu telur untuk dibuahi.
Munculnya hormon FSH juga meningkatkan hormon estrogen dengan pesat. Hal ini membuat Anda mendapatkan kembali energi yang hilang saat fase sebelumnya. Maka, Anda dapat mulai berkegiatan dengan lebih aktif.
3. Fase ovulasi
Pada fase ovulasi, sel telur yang matang dilepaskan ke rahim melalui tuba fallopi untuk dibuahi. Biasanya, fase ini terjadi dua minggu sebelum menstruasi, selama 16–32 jam. Anda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hamil di fase ini.
Gejala pada fase ovulasi tidak banyak. Anda memiliki energi pada tingkat maksimum, dan suhu tubuh ketika baru bangun tidur menjadi lebih tinggi. Pada kasus tertentu, terdapat rasa sakit pada bagian perut. Anda dapat melakukan kegiatan yang cukup berat dengan intensitas tinggi pada fase ini.
4. Fase luteal
Fase luteal terjadi selama 11–17 hari. Pada fase ini, muncul corpus luteum yang kaya akan hormon dan bertugas untuk menjaga fertilitas telur ketika hamil. Hormon yang meningkat menyebabkan dinding rahim semakin tebal.
Apabila Anda hamil, tubuh akan memproduksi hormon yang dapat dideteksi test pack/tes kehamilan. Apabila Anda tidak hamil, corpus luteum akan menyusut dan terserap kembali ke tubuh. Dinding rahim bersiap untuk meluruh.
Fase inilah yang memunculkan gejala PMS atau sindrom pra-menstruasi. Berikut gejalanya:
- Kembung
- Rasa sakit, bengkak, pada bagian payudara
- Perubahan mood dan gairah
- Sakit kepala
- Naiknya berat badan
- Sulit tidur
- Mengidamkan makanan tertentu.
Untuk menghadapi fase ini, Anda perlu mencari kegiatan yang Anda sukai, untuk menjaga dan mengelola emosi. Anda dapat nongkrong bersama teman, yoga, hingga menyisihkan waktu untuk diri sendiri.
Dengan mengenali fase-fase selain menstruasi, Anda dapat mengetahui pola-pola yang terjadi pada tubuh setiap bulannya. Maka, Anda dapat menyesuaikan kegiatan Anda menjadi lebih baik dan produktif. (Ilma Rayhana)