Proyek 9.113 BTS 4G di Area 3T Tidak Bisa Dituntaskan
Hingga akhir 2024, hanya 5.618 BTS 4G yang akan bisa dibangun dari total 9.113 unit yang jadi target RPJM. - Halaman all
(InvestorID) 09/08/24 23:47 13990706
JAKARTA, investor.id - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin, melalui BLU Bakti, dipastikan tidak akan menuntaskan pembangunan semua perangkat penguat sinyal pada menara telelkomunikasi (base stransceiver station/BTS) 4G di desa area tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) yang menjadi program 2020-2024.
Hingga akhir 2024, hanya 5.618 BTS 4G yang akan bisa dibangun dari total 9.113 unit yang dibutuhkan. Karena itu, masih tersisa 3.495 BTS yang mesti diteruskan pemerintahan berikutnya. Kondisi geografis, anggaran, dan korupsi, menjadi masalah utama yang mengganjalnya.
Dengan data itu, pencapaian total pembangunan BTS 4G di area 3T di Tanah Air pun diproyeksikan akan mencapai 79.723 unit atau 95,8% pada akhir 2024 dari total target 83.218 unit pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Peta Jalan Digital Indonesia tahun 2020-2024. Sementara itu, hingga akhir 2023, pencapaian pembangunannya telah mencapai 79.093 unit BTS 4G atau 95,04% dari total target RPJM.
Sesuai RPJM tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), melalui Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BLU Bakti), bersama operator telekomunikasi, punya tugas membangun jaringan BTS 4G/LTE pada 12.548 desa. Sebanyak 9.113 BTS di wilayah 3T menjadi tugas Bakti untuk membangunnya dan 3.435 BTS sisanya dibangun oleh operator telekomunikasi karena sudah masuk wilayah yang ekonomis.
RPJM Peta Jalan Digital Indonesia tahun 2020-2024 disusun pada 2019-2020, pada periode kedua masa pemerintahan Presiden Jokowi dan ketika mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menjabat.
Kebijakan tersebut dibuat karena tekad pemerintah minimal satu desa di Tanah Air punya satu menara BTS 4G/LTE dengan kemampuan internet bagus, atau totalnya mencapai 83.218 BTS di desa area 3T dan non-3T. Walaupun jumlah desa saat ini telah berkembang menjadi sekitar 83.971, sebaran BTS sudah mempertimbangkan jangkauan wilayah yang terbaik.
Data yang pada ada waktu itu pun menyebutkan, hingga akhir 2020, sebanyak 70.670 BTS 4G sudah dibangun atau 84,92% dari desa yang dipetakan. Karena itu, terdapat sisa 12.548 unit BTS dan desa yang perlu (15,08%) dibangun, dan dijadikan program RPJM Peta Jalan Digital Indonesia 2021-2024. Jumlah BTS yang belum dibangun tersebut pun ditugaskan kepada Bakti 9.113 unit untuk di wilayah 3T dan 3.435 unit menjadi tugas operator telekomunikasi.
Selain proyek BTS pemerintah, empat operator seluler, yakni Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Smartfren punya total 719.596 BTS guna melayani pelanggannya hingga kuartal I-2024. Jumlahnya meningkat 69.605 unit BTS (10,71%) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya masih 649.991 unit BTS.
Pembangunan BTS 4G untuk internet yang berkualitas dan merata di seluruh penjuru Tanah Air penting dilakukan. Sebab, akses internet yang bagus dan merata akan menjadi penopang utama dalam transformasi digital di Tanah Air dan menjadi sarana guna mencapai proyeksi pertumbuhan ekonomi digital mencapai US$ 210-360 miliar pada 2030, menurut Google.
Pakar telekomunikasi Institut Teknologi Bandung M Ridwan Effendi berpendapat, kasus korupsi yang menjerat mantan Menkominfo Johnny G Plate dan Dirut Bakti Anang Ahmad Latief serta daerah rawan keamanan menjadi dua faktor utama penyebab terjadinya keterlambatan pembangunan BTS 4G di area 3T dan tak bisa mencapai target awal.
“Tentu, (sisa BTS 4G yang belum dibangun) tetap menjadi target pemerintah berikutnya agar terjadi keadilan dan pemerataan transformasi digital. (Internet merata di Tanah Air) akan membuat peningkatan laju pertumbuhan ekonomi, akses menjadi lebih mudah, dan tentu akan meningkatkan kesejahteraan dan berkeadilan,” ungkap Ridwan kepada Investor Daily, Jumat (9/8/2024).
Wilayah Sulit
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha Bakti Yulis Widyo Marfiah mengatakan, data hingga pertengahan Juli 2024, terdapat sekitar 630 BTS 4G di daerah 3T yang belum selesai dikerjakan. Area ini banyak dalam kondisi tidak terduga dan punya tantangan untuk menghadirkan infrastruktur BTS 4G.
"Mudah-mudahan, kita, Bakti harapkan bisa selesaikan (630 BTS) akhir 2024 terkait dengan kondisi tadi,” ungkap Yulis di Kantor Kemenkominfo, Jakarta.
Dia menjelaskan, penyelesaian pembangunan BTS 4G di daerah 3T tersebut dibagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama, 148 lokasi yang diharapkan dapat segera dbangun dan diselesaikan, kedua, sebanyak 220 lokasi, ketiga, 180 lokasi, dan, tahap terakhir, mencakup 82 lokasi.
Menurut Yulis, tantangan utama dalam penyelesaian pengerjaan infrastruktur itu karena kondisi keamanan dan geografis di daerah timur Indonesia yang sangat menantang, khususnya di pulau Papua.
Karena itu, Bakti telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk memastikan keamanan dan kelancaran pembangunan BTS di daerah-daerah tersebut.
Masalah Anggaran
Selanjutnya, keterbatasan anggaran menjadi alasan lain yang pada akhirnya Bakti memutuskan tidak akan mampu menuntaskan total 9.113 unit BTS 4G di area 3T sesuai kebutuhan dan RPJM. Bakti pun hanya akan menuntaskan 5.618 BTS 4G atau 61,65% hingga akhir tahun 2024, dan sebanyak 630 unit di antaranya dibangun tahun ini.
Terkini, untuk anggaran 2024 saja, pada September 2023, Kemenkominfo telah ditolak meminta pagu tahun anggaran (TA) 2024 ditambah Rp 5,24 triliun menjadi Rp 20,08 triliun dari yang sudah disetujui oleh Komisi I dan Badan Anggaran (Banggar) DPR senilai Rp 14,84 triliun. Sebagian besar anggaran yang diusulkan untuk penyediaan, operasional, dan maintenance infrastruktur TIK, termasuk BTS 4G.
“Mohon dukungan Komisi I DPR RI terkait usulan anggaran dimaksud. Besar harapan kami agar Pemilu 2024 dapat berjalan lancar, aman, dan damai, serta prioritas-prioritas nasional lainnya yang perlu didukung oleh Kemenkominfo dapat mencapai hasil yang optimal,” kata Menkominfo Budi Arie Setiadi, dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI untuk Penyesuaian RKA Kemenkominfo RI TA 2024 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.
Masalah Korupsi
Terakhir, pembangunan BTS 4G di area 3T sempat terganggu oleh kasus korupsi yang melibatkan mantan Menkominfo Johnny G Plate dan mantan Dirut Bakti Anang Ahmad Latief.
Johnny G Plate pun sudah divonis 15 tahun, denda Rp 1 miliar, dan uang pengganti Rp 15,5 miliar pada November 2023. Begitu juga, Anang Latief divonis 18 tahun, denda Rp 1 miliar, dan diminta uang pengganti Rp 5 miliar.
Dalam laporan 2022, Kemenkominfo sempat menyebut bahwa Bakti telah membangun BTS 4G di 5.410 desa wilayah 3T pada 2020-2022. Namun, audit BPKP, atas permintaan Kejaksaan Agung (Kejakgung), menyimpulkan, baru terdapat 985 BTS 4G di area 3T yang telah dibangun dan bisa melayani masyakarat pada 2020-Maret 2023.
Kerugian negara pun ditaksir Rp 8,1 triliun, sehingga memidanakan Johnny G Plate dan Anang Latief. Kasus korupsi ini sempat menghentikan proyek BTS 4G di area 3T karena menjadi alat bukti sepanjang akhir 2022 hingga menjelang akhir 2023. Proyek baru bisa dilanjutkan menjelang akhir 2023 pada era Menkominfo Budi Arie Setiadi.
"Karena itu, layanan sinyal dari site BTS yang telah tercatat menjadi aset Bakti agar bisa dinyalakan dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara optimal,” ujar Budi Arie pada Desember 2023.
Editor: Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #bts-4g #3t #bakti #anggaran #korupsi #geografis #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/business/369708/proyek-9113-bts-4g-di-area-3t-tidak-bisa-dituntaskan