Pasar Mobil Hybrid Masih Menjanjikan Meski Tak Ada Insentif
PT Hyundai Motor Indonesia optimistis pasar mobil hybrid di Indonesia masih menjanjikan walaupun tidak mendapat insentif dari pemerintah. - Halaman all
(InvestorID) 11/08/24 18:45 14196228
JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memutuskan tidak akan ada perubahan ataupun penambahan kebijakan baru pada sektor otomotif pada tahun ini. Pemerintah pun tidak akan memberikan insentif atau subsidi terhadap mobil hybrid.
Menurut Airlangga, volume penjualan mobil hybrid naik dua kali lipat dibandingkan penjualan mobil listrik.
“Kalau kita lihat, penjualan mobil hybrid hampir dua kali penjualan BEV, jadi sebenarnya product hub hybrid itu sudah berjalan dengan mekanisme yang ada sekarang,” katanya.
Merespons hal tersebut, Chief Operation Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransciscus Soerojpranoto mengatakan, perusahaan akan mengikuti kebijakan yang pemerintah keluarkan terkait dengan mobil hybrid.
“Intinya kami mencoba untuk mengikuti semua yang jadi aturan pemerintah. Bahkan kalau bicara mengenai hybrid, Hyundai Indonesia sebentar lagi akan meluncurkan salah satu produk hybrid juga,” katanya pada acara Media Gathering pada Jumat (9/8/2024) di Jakarta.
Keputusan pemerintah yang tidak memberikan insentif untuk mobil hybrid dinilai akan mendorong penjualan mobil listrik.
“Jadi sebetulnya dengan adanya aturan pemerintah, kita berterima kasih karena konsumen jadi enggak berpikir lagi setelah membeli kendaraan harganya akan turun jadi ada kepastiannya,” tukas Fransciscus.
Dikatakan Fransciscus, keputusan tersebut membuat konsumen tidak wait and see lagi dalam membeli dan mendorong market (mobil listrik) supaya bisa naik.
“Keputusan pemerintah memberikan kejelasan itu menyebabkan kami sebagai produsen tahu arahnya mau kemana dalam menyusun strategi,” katanya.
Kendati tidak ada insentif untuk mobil hybrid, Fransciscus melihat tetap ada peluang untuk mengembangkan pasar.
“Kalau hybrid tidak mendapatkan insentif, tapi kami melihat di situ ada peluang karena pasarnya 1:3. Pasar mobil hybrid sekitar tiga kali lipat, kenapa Hyundai tidak masuk di pasar itu?” katanya dalam acara Media Gathering pada Jumat (9/8/2024) di Jakarta.
Berdasarkan data tahun 2023, mobil hybrid menyentuh angka 54.179 atau berkontribusi sekitar 5,4% terhadap penjualan mobil nasional. Sementara mobil listrik hanya 17.062 unit atau berkontribusi 1,7% untuk penjualan kendaraan roda empat.
Sementara dari awal tahun hingga Juni 2024, penjualan mobil hybrid menyentuh 25.751 unit. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 49% dibandingkan periode yang sama 2023 yakni sebesar 17.305 unit.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #mobil-listrik #mobil-hybrid #pasar-mobil-hybrid #penjualan-mobil-hybrid #pt-hyundai-motors-indonesia #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/business/369809/pasar-mobil-hybrid-masih-menjanjikan-meski-tak-ada-insentif