Soal Kotak Kosong di Pilkada, AHY: Kalau Boleh Memilih, Bagusnya Kompetisi

Soal Kotak Kosong di Pilkada, AHY: Kalau Boleh Memilih, Bagusnya Kompetisi

AHY beralasan, perlu ada kompetisi pada pilkada agar kandidat yang memenangkan pilkada adalah yang paling dikehendaki oleh rakyat Halaman all

(Kompas.com) 15/08/24 23:03 14464902

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai DemokratAgus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai, pemilihan kepala daerah (pilkada) sebaiknya diikuti lebih dari satu pasang calon atau tanpa kotak kosong.

AHY beralasan, perlu ada kompetisi pada pilkada agar kandidat yang memenangkan pilkada adalah yang paling dikehendaki oleh rakyat.

“Kalau boleh memilih, bagusnya memang adalah kompetisi, kalau saya pribadi. Adalah kompetisi yang sehat. A lawan B. Koalisi A lawan koalisi B, atau dua kandidat atau tiga kandidat, atau berapapun yang memang dikehendaki rakyat,” kata AHY di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2024), dikutip dari YouTube Partai Demokrat.

AHY pun menegaskan, pada prinsipnya, pemilik kuasa dalam demokrasi dan politik adalah rakyat. Namun, ia mengingatkan bahwa ada mekanisme yang harus ditempuh agar seseorang dapat mengikuti pilkada.

AHY mencontohkan, ada ambang batas pencalonan kepala daerah, yakni harus mendapatkan dukungan minimal 20 persen kursi DPRD yang membuka peluang adanya kotak kosong pada pilkada.

“Mungkin seseorang dianggap punya kapasitas dan punya kepantasan untuk menjadi kandidat. Tapi realitasnya, ia tidak didukung oleh partai-partai politik yang cukup memenuhi threshold atau tidak bisa mencukupi persyaratan, tidak bisa memenuhi persyaratan, maju sebagai calon independen. Akhirnya terjadi kotak kosong,” kata AHY.

Potensi pilkada diikuti oleh calon tunggal melawan kotak kosong terbuka di sejumlah daerah, termasuk Jakarta.

Peluang pilkada dengan kotak kosong pada Pilkada Jakarta terbuka seiring dengan wacana pembentukan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

KIM Plus merupakan koalisi partai politik yang beranggotakan anggota KIM ditambah partai politik di luar anggota KIM.

Apabila KIM Plus terwujud, Pilkada Jakarta dapat diikuti oleh satu pasang calon gubernur dan wakil gubernur saja.

Sebab, tidak ada partai politik yang dapat mengusung calon tanpa berkoalisi.

#agus-harimurti-yudhoyono #calon-tunggal #kotak-kosong #pilkada-jakarta #pilkada-2024 #pilkada-serentak-2024 #partai-demokrat

https://nasional.kompas.com/read/2024/08/15/23033401/soal-kotak-kosong-di-pilkada-ahy-kalau-boleh-memilih-bagusnya-kompetisi