Usai Kisruh Revisi UU Pilkada, Istana: Luar Biasa, Demokrasi Masih Berjalan

Usai Kisruh Revisi UU Pilkada, Istana: Luar Biasa, Demokrasi Masih Berjalan

Pihak istana juga mengapresiasi kerja lembaga legislatif dan yudikatif, serta peran media, civil society, masyarakat, hingga mahasiswa. - Halaman all

(InvestorID) 22/08/24 21:59 14646256

JAKARTA, investor.id – Pihak istana menyampaikan respons dinamika politik imbas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan manuver Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait upaya merevisi Undang-Undang (UU) Pilkada. Istana menyebut dinamika politik belakangan ini adalah sesuatu yang luar biasa sekaligus bukti bahwa demokrasi di Tanah Air masih berjalan.

“Hari ini kita melihat proses demokrasi yang luar biasa sedang terjadi di negara kita, tak hanya di Jakarta tapi juga di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/8/2024).

Ia pun mengapresiasi lembaga yudikatif dan legislatif, serta pihak-pihak yang telah menjalankan dan mengambil peran terkait penyempurnaan UU Pilkada ini.

“Kita lihat MA dan MK sudah menjalankan peran mereka dalam sisi yudikatif, kita juga melihat DPR sudah menjalankan peran pembentukan UU dan kita juga lihat peran teman-teman media, peran civil society, masyarakat, mahasiswa yang memainkan peran mereka sebagai aktor demokrasi. Kita lihat ini sebagai sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

Hasan Nasbi juga merespons terkait dibatalkannya revisi UU Pilkada. Dia menegaskan bahwa pemerintah akan mengikuti ketentuan yang ada.

“Tadi DPR sudah menyatakan pernyataan bahwa tidak ada mengesahkan RUU Pilkada. Jika sampai tanggal 27 Agustus ini tidak ada pengesahan, artinya DPR akan mengikuti peraturan yang terakhir. Pemerintah juga berada pada posisi yang sama seperti sebelumnya, yaitu mengikuti aturan yang berlaku,” tegasnya.

Hasan menambahkan bahwa pemerintah menjamin kebebasan berpendapat.

“Demokrasi di negara kita ini sangat terbuka, tapi kita berharap semua peran kita dalam demokrasi bisa dijalankan dengan cara-cara yang baik dengan memikirkan kepentingan umum. Kita berharap semua menghindari disinformasi, menghindari fitnah, apalagi kebencian yang bisa memunculkan hal-hal tidak baik,” kata Hasan.

Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #revisi-uu-pilkada #ruu-pilkada #putusan-mk #istana #demokrasi-indonesia #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/national/371097/usai-kisruh-revisi-uu-pilkada-istana-luar-biasa-demokrasi-masih-berjalan