Wamentan: Tanpa Program Cetak Sawah, Kita Mau Makan Apa? Halaman all
Program cetak sawah menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 24/09/24 22:36 15570219
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan bahwa program cetak sawah menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Sudaryono menyebutkan, program tersebut merupakan solusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya jumlah penduduk.
Ini disampaikan Sudaryono saat memberi arahan pada kongres pertanian Indonesia yang diselenggarakan Ikatan Alumni IPB di Bogor, Selasa (24/9/2024).
UNSPLASH/MARC HASTENTEUFEL Ilustrasi sawah, petani."Tanpa cetak sawah, kita mau makan apa? Coba Anda bayangkan penduduk kita tambah besar, yang makan tambah banyak, sementara sawah kita tambah sedikit. Betul intensifikasi sudah kita lakukan, tapi kita juga harus melakukan ekstensifikasi yaitu cetak sawah, tentunya itu juga untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” kata Sudaryono dalam keterangan tertulis, Selasa.
Sudaryono mengatakan, selain cetak sawah, pemerintah juga tengah sedang mengoptimalisasi lahan rawa sebagai upaya meningkatkan produksi.
Hingga September ini, realisasi program tersebut mencapai 95 persen dari target penggarapan 40 ribu hektar lahan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Optimalisasi lahan rawa itu telah menggunakan mekanisasi pertanian seperti drone, traktor, combain harvester, hingga penggunaan benih.
“Kalau ini berhasil, kita sudah hitung, Indonesia bisa surplus beras secara besar. Karena itu, cetak sawah harus kita lakukan, karena suka tidak suka kita itu kehilangan sawah setiap tahun,” kata Sudaryono.
“Jadi kalau orang bilang cetak sawah itu bukan solusi, maka saya katakan solusi selain cetak sawah itu apa? Kan tidak ada selain cetak sawah, dan tentunya itu untuk menuju swasembada pangan,” tutur politikus Partai Gerindra itu.
#kementerian-pertanian #kebutuhan-pangan #pertanian #cetak-sawah #pompanisasi