Bagaimana Sirekap Dapat Mengurangi Potensi Kegaduhan Pascapemilu?
Sirekap dapat menjadi instrumen kunci dalam menjaga kepercayaan publik dan meredam potensi konflik pascapemilu jika tak mengalami kendala teknis. Halaman all
(Kompas.com) 27/09/24 05:45 15613149
JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) berpotensi besar mengurangi kegaduhan pascapemilu jika tidak mengalami kendala.
Dengan transparansi tinggi, sistem ini diyakini mampu menyajikan hasil Pilkada secara cepat dan akurat. Namun, beberapa kendala teknis masih perlu disempurnakan agar sistem ini benar-benar efektif dalam menjaga stabilitas proses pemilu.
Praktisi keamanan siber Alfons Tanujaya menilai Sirekap sudah cukup baik dalam memberikan gambaran hasil Pilkada yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Sirekap sebenarnya cukup membantu dalam memberikan gambaran hasil Pilkada yang cukup akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," kata Alfons saat dihubungi pada Kamis (26/9/2024).
Meski begitu, masalah teknis seperti kesalahan pembacaan pengenalan karakter optis (Optical Character Recognition) dan logika data yang belum sempurna, dapat memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap hasil Pilkada.
Alfons menekankan, kesalahan seperti jumlah total suara lebih kecil dari salah satu pasangan calon dapat menimbulkan kecurigaan publik.
"Jumlah total suara bisa lebih kecil dari jumlah salah satu paslon dan data tersebut tetap ditampilkan," ujar Alfons.
Ketepatan data menjadi kunci utama agar hasil Sirekap tidak menimbulkan kegaduhan. Alfons menyarankan screening otomatis dan penyempurnaan logika sederhana dalam tabel data sebelum hasil ditampilkan ke publik.
Hal ini bisa mencegah kesalahan logis dan memastikan data yang tampil sudah sesuai dengan kenyataan.
Selain itu, transparansi dalam pengelolaan data juga menjadi faktor penting. KPU harus memastikan Sirekap bebas dari intervensi manual. Intervensi hanya dilakukan dalam kondisi tertentu, dengan kontrol ketat dari pihak independen dan masyarakat.
Perbaikan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menghadapi Pilkada 2024 memberi harapan besar. Komisioner KPU Idham Holik menjelaskan simulasi Sirekap di Depok dan Maros berhasil mencapai akurasi 99 persen.
"Waktu kami simulasi di Depok dan Maros, akurasinya mencapai 99 persen. Kami yakini ke depan akan lebih baik," kata Idham dalam rapat di Gedung DPR, Jakarta, pada Rabu (25/9/2024).
Dengan perbaikan signifikan yang dilakukan oleh KPU, Sirekap dapat mengurangi potensi sengketa pemilu yang sering kali menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Asalkan kendala teknis teratasi, Sirekap dapat menjadi instrumen kunci dalam menjaga kepercayaan publik dan meredam potensi konflik pascapemilu.
#pilkada-2024 #komisi-pemilihan-umum #pilkada-serentak-2024 #sirekap-akan-dipakai-lagi-di-pilkada-2024