Penyerapan Beras Bulog Capai 908.000 Ton, Bapanas Optimistis Lampaui Tahun Sebelumnya

Penyerapan Beras Bulog Capai 908.000 Ton, Bapanas Optimistis Lampaui Tahun Sebelumnya

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, penyerapan beras dalam negeri menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir. Halaman all

(Kompas.com) 27/09/24 14:42 15628521

JAKARTA, KOMPAS.com -Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, penyerapan beras Bulog atau dari dalam negeri sudah mencapai 908.000 ton pada tahun ini.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, penyerapan beras dalam negeri menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir.

“Realisasi penyerapan beras dalam negeri Bulog pun kian meningkat. Grafiknya itu pada 2022 capai 994.000 ton. Lalu, 2023 berhasil sampai 1 juta ton. Nah pada tahun ini sampai minggu ketiga September sudah 908.000 ton, sehingga kami bisa optimistis akhir 2024 nanti, penyerapan Bulog bisa terus meningkat," kata Arief dalam keterangan tertulis, Jumat (27/9/2024).

dok. Humas Perum Bulog Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi.

Arief menambahkan, selama ini, pemerintah konsisten menjaga kesejahteraan petani dalam negeri.

Ia mengatakan, Badan Pangan Nasional bersama Bulog membantu penyerapan produksi beras hasil petani yang kemudian kami salurkan ke berbagai program intervensi, termasuk bantuan pangan beras di Paser, Kalimantan Timur, Kamis (26/9/2024).

Penyaluran bantuan pangan tersebut turut dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Arief juga mengeklaim bahwa pendapatan petani masih terjaga baik dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Ini turut menandakan ekosistem pangan yang dibangun mulai dari hulu sampai hilir, berjalan cukup baik. Kita meyakini apabila semangat produktivitas petani terus menggebu, tentu ketercukupan kebutuhan konsumsi pangan dari pasokan domestik mampu terwujud, sehingga kemandirian pangan nasional pun kian kokoh,” kata Arief.

FREEPIK/FREEPIK ilustrasi beras

Mengutip publikasi terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023 Tahap II, rata-rata pendapatan usaha pertanian perorangan di Indonesia mencapai Rp 66,82 juta per tahun.

Sementara itu, jika menurut Survei Pertanian Terintegrasi (SITASI) tahun 2021, rata-rata unit usaha pertanian perorangan memperoleh pendapatan sebesar Rp 15,41 juta dalam setahun.

BPS turut melaporkan bahwa dari seluruh usaha pertanian di Indonesia pada 2023, sebanyak 68,10 persen termasuk dalam kategori petani skala kecil.

Dari kategori itu, secara nasional pada 2023, petani skala kecil di Indonesia disebutkan mampu memperoleh pendapatan sebesar 8,50 dollar AS PPP (Purchasing Power Parities), di mana 1 dollar AS PPP sama dengan Rp 5.239,05 sehingga menjadi setara dengan Rp 44.507 per hari kerja.

Di sisi lain, pada 2023, petani yang tidak termasuk kategori petani skala kecil dilaporkan mampu memperoleh pendapatan sebesar 368,34 dollar AS PPP atau setara dengan Rp 1.929.764 per hari kerja.

Data ini signifikan karena pada 2021, menurut hasil SITASI, petani kategori ini kala itu hanya mampu menghasilkan pendapatan sebesar 106,54 dollar AS PPP atau setara dengan Rp 506.983 per hari kerja.

#beras #beras-bulog #kesejahteraan-petani #penyerapan-beras #badan-pangan-nasional #beras-dalam-negeri

https://money.kompas.com/read/2024/09/27/144209226/penyerapan-beras-bulog-capai-908000-ton-bapanas-optimistis-lampaui-tahun