Tingkatkan Serapan Tenaga Kerja Industri Pengolahan, PT GNI Terus Beri Peluang bagi Masyarakat

Tingkatkan Serapan Tenaga Kerja Industri Pengolahan, PT GNI Terus Beri Peluang bagi Masyarakat

PT GNI terus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal yang dibarengi dengan dukungan bagi pengembangan SDM di Morowali Utara.

(Kompas.com) 27/09/24 15:40 15638082

KOMPAS.com – Kebutuhan tenaga kerja di industri pengolahan berkembang seiring dengan meningkatnya investasi dan ekspansi perusahaan di sektor tersebut.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), per Agustus 2023, industri pengolahan menyerap 19,35 juta orang atau 13,83 persen dari total jumlah penduduk dengan usia kerja. Sektor ini menyumbang serapan tenaga kerja terbanyak ketiga setelah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Dikutip dari Kompas.id, Head of Center of Industry, Trade, Investment Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho mengatakan bahwa industri pengolahan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan tinggi. Namun di sisi lain, kualitas SDM di Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut belum mencukupi.

“Hilirisasi, misalnya, itu lebih banyak menyerap tenaga kerja yang keterampilannya lebih tinggi untuk mengoperasikan mesin teknologi tinggi dan mahal. Dampaknya, industri ini tidak bisa menyerap banyak tenaga kerja (dengan keterampilan minim),” terang Andry.

Peran pendidikan untuk tingkatkan kualitas SDM

Tantangan kualitas tenaga kerja tersebut tak terlepas dari peran pendidikan, baik akademik, vokasi, maupun pelatihan-pelatihan terpadu. Pendidikan yang layak dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan yang layak pula.

Di wilayah yang dekat dengan industri pengolahan, pendidikan yang layak juga dapat membantu meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal yang lebih banyak. Hal ini yang terjadi di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Seiring dengan terbukanya peluang di industri smelter di Morowali Utara, masyarakat di wilayah tersebut merasakan dampak penyerapan tenaga kerja yang cukup besar dari salah satu industri smelter yang beroperasi di sana, yaitu PT Gunbuster Nickel Industry (GNI).

Sejak awal berdiri, PT GNI telah menyerap tenaga kerja lokal dengan lebih dari 80 persen dari total tenaga kerja perusahaan. Penyerapan tenaga kerja lokal ini juga dibarengi dengan dukungan bagi pengembangan SDM di wilayah Morowali Utara.

Di pendidikan sekolah, PT GNI bersama dengan PT Stardust Estate Investment (SEI) untuk memberikan beasiswa bagi masyarakat Morowali. Mengusung tema “Menyemai Mimpi, Sambut Prestasi”, beasiswa pendidikan tersebut menyasar dua desa lingkar industri, yaitu Desa Tanauge dan Desa Tokonanaka.

Selain beasiswa, PT GNI dan SEI juga memberikan bantuan sosial berupa peralatan penunjang kegiatan belajar bagi siswa, mulai dari tas, alat tulis kerja (ATK), hingga buku paket.

PT GNI juga menyadari pentingnya peran mahasiswa yang berpotensi mengisi kebutuhan tenaga kerja perusahaan di masa depan. Oleh sebab itu, PT GNI berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (FTTM ITB) mengadakan pelatihan di bidang pirometalurgi bagi mahasiswa FTTM ITB.

Head of Corporate Communication PT GNI Mellysa Tanoyo mengatakan, kolaborasi PT GNI dan ITB merupakan wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa di bidang pirometalurgi.

“Kami menyadari pentingnya hilirisasi mineral bagi kesejahteraan masyarakat. Dalam pengembangannya, industri ini juga membutuhkan banyak penyerapan tenaga kerja ahli di bidang tersebut, sehingga kami bekerja sama dengan ITB dalam pengembangan kompetensi mahasiswa," kata Mellysa dalam keterangan tertulis.

Dukung pengembangan karyawan

#tenaga-kerja #morowali-utara #pt-gni #sdg10-berkurangnya-kesenjangan

https://money.kompas.com/read/2024/09/27/154053326/tingkatkan-serapan-tenaga-kerja-industri-pengolahan-pt-gni-terus-beri-peluang?utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner