Wamentan Usul Bulog dan Pupuk Indonesia di Bawah Kementan, Akan Ajukan Perpres ke Prabowo Halaman all
Wamentan Sudaryono mengusulkan agar Perum Bulog dan Pupuk Indonesia di bawah kendali Kementerian Pertanian (Kementan). Halaman all
(Kompas.com) 27/09/24 20:44 15648720
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengusulkan agar Perum Bulog dan Pupuk Indonesia di bawah kendali Kementerian Pertanian (Kementan).
Sudaryono menyebutkan, usulannya itu tidak akan mengubah organisasi Perum Bulog dan Pupuk Indonesia.
“Intinya organisasi tetap ada di situ semua tapi \'ketua kelasnya\' adalah Menteri Pertanian. Karena selama ini, pupuknya yang ngurus Menteri BUMN, perdagangan pupuknya Menteri Perdagangan. Kemudian si petani yang ngurus pertanian. Begitu panen, Bulog punya BUMN lagi. Kita tidak bisa perintah Bulog untuk menyerap hasil panen petani," kata Sudaryono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/9/2024).
Dok. Kementan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan bahwa program cetak sawah menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Ini disampaikan Sudaryono saat memberi arahan pada kongres pertanian Indonesia yang diselenggarakan Ikatan Alumni IPB di Bogor, Selasa (24/9/2024).Sudaryono menginginkan Kementan menjadi leading sector pangan, mulai dari hulu hingga ke hilir. Sebab, menurut dia, selama ini lembaga-lembaga di bidang pangan terkesan berjalan sendiri-sendiri.
Sudaryono menyebutkan, usulan tersebut rencananya bakal diajukan melalui Peraturan Presiden (Perpres) kepada presiden terpilih Prabowo Subianto pada tahun depan.
"Tahun depan kami coba mengajukan Perpres di mana nanti Pupuk Indonesia, termasuk Bulog dan Kementerian Pertanian menjadi satu (perintah),” ujar politikus Partai Gerindra tersebut.
Dia juga berharap, Pupuk Indonesia sebagai perusahaan negara agar tidak hanya mencari keuntungan saja.
Ia berharap Pupuk Indonesia juga bertanggungjawab dalam menggenjot produktivitas pertanian nasional. Terlebih, alokasi kuota pupuk subsidi pada tahun 2024 telah ditambah dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton.
"Tanggung jawab Pupuk Indonesia tidak hanya cari untung, tapi bagaimana juga tanggung jawab produktivitas pertanian kita naik," kata Sudaryono.