Reforma Agraria Harus Pro-Masyarakat Miskin

Reforma Agraria Harus Pro-Masyarakat Miskin

Dalu menilai, hal ini menjadi salah satu kesempatan untuk refleksi hal terkait pengelolaan agraria atau pertanahan. Halaman all

(Kompas.com) 01/10/24 13:00 15808006

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Dalu Agung Darmawan mengutarakan, Reforma Agraria harus menciptakan keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Untuk itu Reforma agraria diharapkan bisa pro terhadap kaum masyarakat miskin.

"Diskusi ini jadi pemantik Reforma Agraria ke depan bisa betul-betul menciptakan kerangka yang pro terhadap kaum rentan, marjinal, terhadap masyarakat miskin,” ungkap Dalu.

Dalu menilai, hal ini menjadi salah satu kesempatan untuk refleksi hal terkait pengelolaan agraria atau pertanahan.

"Seperti halnya melalui hadirnya Peraturan Presiden (Perpres) 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria, tentu saja memerlukan berbagai peraturan perundang-undangan turunannya, yang saat ini kita coba selesaikan,” tambah dia.

Dalu tak menampik jika selama ini pelaksanaan Reforma Agraria masih menemukan banyak tantangan.

Sehingga, dibutuhkan titik temu untuk memutuskan langkah strategis dalam menata Reforma Agraria.

“Tentu saja Pak Menteri juga selalu memberi guideline (panduan) terkait (tantangan Reforma Agraria) ini. Saya harapkan adanya output (keputusan) berupa rekomendasi sebagai bahan pertimbangan keputusan terkait pengelolaan sumber daya agraria,” pungkasnya.

#pertanahan #masyarakat-miskin #tanah #pertanahan-di-indonesia #kementerian-atr-bpn #reforma-agraria

https://www.kompas.com/properti/read/2024/10/01/130000321/reforma-agraria-harus-pro-masyarakat-miskin