Cara Vale (INCO) dan RAPP Penuhi Bauran EBT
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) berkomitmen memenuhi target bauran EBT pada 2060. - Halaman all
(InvestorID) 09/10/24 10:58 16200857
JAKARTA, investor.id – Target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 72% pada 2060 terus dikejar secara bertahap. Jalan yang tidak mudah membuat bidikan porsi bauran ini direvisi berkali-kali. Walau demikian, perusahaan seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) berkomitmen memenuhi target emisi nol bersih (Net Zero Emission/NZE) pada 2060.
Kepala BBSP KEBTKE Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Harris, menyampaikan, pemerintah menargetkan porsi bauran EBT sebesar 72% pada 2060 dengan menekan emisi energi fosil melalui pemanfaatan teknologi-teknologi penyerap karbon.
“Langkah-langkan sudah disiapkan dalam peta jalan (roadmap). Dari sisi supply, mengganti energi fosil menjadi EBT. Sedangkan, dari sisi demand, mengganti ketergantungan terhadap minyak menjadi listrik dan bahan bakar nabati. Itu merupakan program-program besar yang akan kami capai dan dilaksanakan untuk mengawal Indonesia di NZE ke depan,” jelas Harris pada diskusi bertajuk ‘Developing National Energy Security, While Driving Indonesia\'s Green Economy’ di BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Terlebih, kata Harris, Indonesia sudah berkomitmen dalam Paris Agreement dan Indonesia sudah mempunyai regulasi mengenai NZE 2060. “Tentu, langkah berkelanjutan ini bakal dilanjutkan pemerintahan berikutnya,” tutur dia.
Vale Indonesia
Dalam mendukung target bauran EBT, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) selaku anggota Holding BUMN Industri Pertambangan atau MIND ID mengklaim, telah menjadi pionir dalam penggunaan EBT. Chief Sustainability and Corp. Affairs Officer Vale Indonesia Bernardus Irmanto menyebut, sejak tahun 70-an perseroan sudah membangun pabrik yang dibarengi dengan mendirikan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
“Kami mengoperasikan tiga PLTA di Sorowako dengan kapasitas green energy sekitar 365 megawatt. Jadi, empat tungku peleburan yang dioperasikan Vale 100% fueled by hydropower. Inilah yang membuat emisi karbon pabrik Vale di Sorowako rendah,” ungkap pria yang dekat disapa Anto itu.
Bahkan, sebelum masuk proses peleburan, pria yang akrab disapa Anto itu menyebut, praktik emisi nol bersih juga Vale terapkan pada proses hulunya seperti penambangan dan pengeringan. “Jadi, ada beberapa hal yang dilakukan seperti efisiensi energi, mem-feeding pabrik dengan bijih yang pas dan melakukan upaya elektrifikasi,” tutur dia.
Di luar itu, emiten bersandi saham INCO tersebut memanfaatkan energi ramah lingkungan seperti biodiesel dan biomassa. Dengan demikian, kata Anto, dukungan Vale terhadap bauran EBT bukan hanya pada level operasional, tetapi juga masuk ke proyek-proyek garapan perseroan.
“Semua proyek itu, kami komitmen untuk sama intensinya. Bahkan, kami memilih teknologi yang metriknya lebih rendah. Kalau bicara teknologi HPAL, semua kerja sama di proyek-proyek kami mempunyai goal NZE pada 2050 sama seperti Sorowako NZE 2050. Di Sorowako, kami punya goal untuk menekan Co2 emission by 33% pada 2030. Jadi, ada banyak upaya yang kami susun dalam roadmap untuk tujuan-tujuan tersebut,” imbuhnya.
APRIL Group
Komitmen terhadap bauran EBT juga diperlihatkan PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP). Unit bisnis APRIL Group tersebut terbukti sudah menghentikan kegiatan deforestasi hutan alam. APRIL Group mendukung, praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan hutan di semua negara di mana perusahaan mendapatkan bahan baku dari alam.
Presiden Direktur PT RAPP, Sihol Parulian Aritonang menyampaikan, upaya keberlanjutan lingkungan memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan dalam jangka panjang.
Ia menyebutkan, manfaat besar itu dalam dua hal. Pertama, secara finansial dan nonfinansial. Dari sisi finansial, keuntungan paling utamanya adalah RAPP mampu menekan biaya karena menggunakan energi alternatif dengan memanfaatkan limbah.
"Sedangkan, secara nonfinansial, ini menjadi nilai lebih bagi positioning kami di APRIL Group karena menerapkan konsep green melalui program keberlanjutan. Kasarnya, jika kami tidak menjalankan program keberlanjutan, maka konsumen bisa boikot produk kami," ungkapnya.
Riset menunjukkan, pengelolaan hutan tanaman yang terkelola dengan baik menghasilkan emisi karbon yang juga lebih baik ketimbang hutan tanpa pengelolaan. “Terbukti, konsumsi EBT kami sudah mencapai 88% per hari ini dari target 90%. Tinggal, dua persen lagi kami bisa capai target," ujar Sihol.
Dirinya menambahkan, sejumlah perusahaan yang menjalankan program keberlanjutan lingkungan pada akhirnya masih memerlukan sokongan pemerintah. Paling utamanya, kepastian berusaha melalui kebijakan yang kondusif.
"Apakah kita mengharapkan insentif pemerintah dari program keberlanjutan ini? Tentu, namun yang penting adalah kepastian berusaha dalam hal kebijakan yang kondusif terkait sektor hijau ini," tuturnya.
APRIL Group berkomitmen menghormati hak asasi manusia serta aspek-aspek lingkungan dalam rantai pasokan perusahaan. Tujuannya, agar perusahaan dapat menjadi tetangga yang baik dan bertanggung jawab dalam lingkup masyarakat lokal, nasional dan global.
Kebijakan APRIL dalam Pengelolaan Hutan Berkelanjutan 2.0 (Sustainable Forest Management Policy/ SFMP) dibuat dengan memperhatikan masukan dari Stakeholder Advisory Committee (SAC) dan para pemangku kepentingan lainnya dari masyarakat sipil (civil society).
Kebijakan ini merupakan sebuah evolusi dari Kebijakan SFMP 1.0, yang diluncurkan pada 28 Januari 2014. Kebijakan ini memasukkan kerangka kerja keberlanjutan (Sustainability Framework) dari Royal Golden Eagle (RGE) 1.
"Komitmen-komitmen yang dibuat dalam dokumen ini berlaku sepenuhnya dan terbatas hanya untuk APRIL, dari level shareholder, manajemen hingga staf ini jadi Key Performance Index kami dalam hal sustainability program," pungkas Sihol.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #vale-indonesia #inco-saham #rapp #april-group #riau-andalan-pulp #bauran-ebt #ebtke #kementerian-esdm #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/376048/cara-vale-inco-dan-rapp-penuhi-bauran-ebt