#30 tag 24jam
Kolaborasi Multipihak untuk Tata Kelola Perhutanan Sosial
Perhutanan sosial memegang peranan penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan berkelanjutan yang mendukung target iklim nasional. - Halaman all [682] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #perhutanan-sosial #april-group #recoftc-indonesia #ngo #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 09/11/24 10:27
v/17862773/
JAKARTA, investor.id - Perhutanan sosial memegang peranan penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan berkelanjutan yang mendukung target iklim nasional. Pemerintah pun menetapkan target alokasi lahan seluas 12,7 juta hektare untuk redistribusi perhutanan sosial.
“Hingga tahun 2024, lebih kurang telah tercapai 55 persen atau sekitar 7,08 juta hektare izin perhutanan sosial sudah diberikan ke masyarakat,” kata CEO Econusantara, Zulfahmi, dalam talkshow mengangkat tema “How Local Communities Can be Engaged in Nature Conservation and Climate Action” yang digelar oleh organisasi nirlaba dan badan amal terdaftar di Singapura, EB Impact, Kamis (7/11/2024).
Lebih dari 30 persen dari desa yang ada di Indonesia ada di sekitar hutan, di mana sekitar 9 juta masyarakat tinggal di sekitar hutan dan bergantung pada sumber daya hutan.
“Keberadaan masyarakat dekat dengan hutan. Ini hal yg sangat potensial di mana masyarakat bisa langsung berkontribusi dengan target pemerintah dalam target iklim,” lanjut Zul.
Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi masyarakat, di antaranya target yang diberikan kepada sektor hutan untuk memenuhi target swasembada beras, energi dan air serta penurunan emisi.
“Ini tentu menjadi sebuah hal yang sangat penting dengan beban yang besar terhadap kawasan hutan, di mana 13 juta ada di masyarakat. Ini tantangan yang berat untuk masyarakat dengan situasi saat ini,” ujar Zul.
Menurut Director of RECOFTC Indonesia, Gamma Galudra, pemberdayaan sumber daya hutan oleh masyarakat demi peningkatan kesejahteraan saat ini masih dapat ditingkatkan. Perhutanan sosial memberi kesempatan besar bagi masyarakat desa di sekitar hutan untuk meningkatkan kesejahteraannya.
“Melalui perhutanan sosial, masyarakat dapat memiliki akses kelola hutan dan lahan yang setara dan seluas-luasnya. Dengan bentuk pemanfaatan hasil hutan yang sesuai prinsip kelestarian yang ramah lingkungan, maka tujuan konservasi lingkungan dapat sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gamma.
Gamma menuturkan, perlunya kerja sama kemitraan antara kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS) dengan berbagai pihak.
“Di antaranya perusahaan, NGO atau kampus yang kredibel, sehingga tata kelola perhutanan sosial dapat terkelola lebih baik terutama pada aspek peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan maupun pengembangan aspek bisnis,” kata Gamma.
Salah satunya RECOFTC berkolaborasi dengan APRIL Group lewat pengembangan model kemitraan antara hutan kemasyarakatan dan perusahaan untuk rantai pasok yang berkelanjutan. Kegiatan utamanya yakni pengembangan agroforestri dan pengembangan kapasitas untuk hutan kemasyarakatan serta kelompok usaha perhutanan sosial.
Tidak hanya dengan swasta, Gamma juga berharap dapat bekerja sama dengan universitas-universitas untuk menghasilkan evidence-based policy untuk mempengaruhi pemerintah.
“Hasil-hasil kebijakan itu betul-betul meningkatkan hak-hak masyarakat bagaimana masyarakat bisa terlibat dalam pengelolaan hutan. Kerja sama dengan universitas ini untuk mempromosikan perlindungan hak masyarakat dan juga mempromosikan pengelolaan hutan bersama masyarakat,” jelasnya.
Forest Manager Earthworm Foundation, Kasmujiono, turut memberikan perhatian penuh dan mengajak bersama-sama menjaga hutan yang masih tersisa. Baik itu hutan yang masih di area kawasan hutan maupun hutan yang di luar kawasan.
Untuk mempertahankannya, lanjut Kas, harus didekati dengan program-program yang cukup bisa mengakomodir kepentingan banyak orang, salah satunya Program Konservasi Bersama Masyarakat (Community Conservation Program/CCP).
“Kebetulan kita juga saat ini sedang mencoba itu di lima desa, bekerja sama dengan APRIL sudah hampir tiga tahun lebih. Dari program bersama masyarakat, konservasi bersama masyarakat ini memang kita lakukan bersama-sama serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Kita pendekatannya adalah village approach, jadi pendekatannya di desa,” lanjutnya.
Ini merupakan program yang relatif baru yang dikenalkan kepada masyarakat, dan bersama APRIL baru dapat berjalan.
“Jadi program CCP ini menjadi salah satu contoh bagus dalam upaya kita menjaga sumber daya alam yang tersisa di dalam hutan, yang ada di sekitar desa,” pungkasnya.
Melalui Permen LHK P9/2021 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial, pemerintah membuka ruang bagi para pihak untuk membangun kolaborasi. Dalam mendorong kolaborasi ini, pelibatan pemangku kepentingan dari kalangan pemerintah daerah maupun representatif dari pemerintah pusat sangat diperlukan guna meningkatkan akselerasi, komunikasi dan koordinasi para pihak.
Hal ini juga dibutuhkan untuk mendorong para pihak dalam menciptakan inovasi tata kelola kelembagaan, tata kelola kawasan dan tata kelola usaha perhutanan sosial menuju pencapaian tujuan program pengelolaan perhutanan sosial yang berkelanjutan, yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong membaiknya lingkungan hutan, dan mengurangi konflik sosial.
Editor: Yurike Metriani (yurikemetriani@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Cara Vale (INCO) dan RAPP Penuhi Bauran EBT
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) berkomitmen memenuhi target bauran EBT pada 2060. - Halaman all [848] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #vale-indonesia #inco-saham #rapp #april-group #riau-andalan-pulp #bauran-ebt #ebtke #kementerian-esdm #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 09/10/24 10:58
v/16200857/
JAKARTA, investor.id – Target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 72% pada 2060 terus dikejar secara bertahap. Jalan yang tidak mudah membuat bidikan porsi bauran ini direvisi berkali-kali. Walau demikian, perusahaan seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) berkomitmen memenuhi target emisi nol bersih (Net Zero Emission/NZE) pada 2060.
Kepala BBSP KEBTKE Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Harris, menyampaikan, pemerintah menargetkan porsi bauran EBT sebesar 72% pada 2060 dengan menekan emisi energi fosil melalui pemanfaatan teknologi-teknologi penyerap karbon.
“Langkah-langkan sudah disiapkan dalam peta jalan (roadmap). Dari sisi supply, mengganti energi fosil menjadi EBT. Sedangkan, dari sisi demand, mengganti ketergantungan terhadap minyak menjadi listrik dan bahan bakar nabati. Itu merupakan program-program besar yang akan kami capai dan dilaksanakan untuk mengawal Indonesia di NZE ke depan,” jelas Harris pada diskusi bertajuk ‘Developing National Energy Security, While Driving Indonesia's Green Economy’ di BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Terlebih, kata Harris, Indonesia sudah berkomitmen dalam Paris Agreement dan Indonesia sudah mempunyai regulasi mengenai NZE 2060. “Tentu, langkah berkelanjutan ini bakal dilanjutkan pemerintahan berikutnya,” tutur dia.
Vale Indonesia
Dalam mendukung target bauran EBT, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) selaku anggota Holding BUMN Industri Pertambangan atau MIND ID mengklaim, telah menjadi pionir dalam penggunaan EBT. Chief Sustainability and Corp. Affairs Officer Vale Indonesia Bernardus Irmanto menyebut, sejak tahun 70-an perseroan sudah membangun pabrik yang dibarengi dengan mendirikan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
“Kami mengoperasikan tiga PLTA di Sorowako dengan kapasitas green energy sekitar 365 megawatt. Jadi, empat tungku peleburan yang dioperasikan Vale 100% fueled by hydropower. Inilah yang membuat emisi karbon pabrik Vale di Sorowako rendah,” ungkap pria yang dekat disapa Anto itu.
Bahkan, sebelum masuk proses peleburan, pria yang akrab disapa Anto itu menyebut, praktik emisi nol bersih juga Vale terapkan pada proses hulunya seperti penambangan dan pengeringan. “Jadi, ada beberapa hal yang dilakukan seperti efisiensi energi, mem-feeding pabrik dengan bijih yang pas dan melakukan upaya elektrifikasi,” tutur dia.
Di luar itu, emiten bersandi saham INCO tersebut memanfaatkan energi ramah lingkungan seperti biodiesel dan biomassa. Dengan demikian, kata Anto, dukungan Vale terhadap bauran EBT bukan hanya pada level operasional, tetapi juga masuk ke proyek-proyek garapan perseroan.
“Semua proyek itu, kami komitmen untuk sama intensinya. Bahkan, kami memilih teknologi yang metriknya lebih rendah. Kalau bicara teknologi HPAL, semua kerja sama di proyek-proyek kami mempunyai goal NZE pada 2050 sama seperti Sorowako NZE 2050. Di Sorowako, kami punya goal untuk menekan Co2 emission by 33% pada 2030. Jadi, ada banyak upaya yang kami susun dalam roadmap untuk tujuan-tujuan tersebut,” imbuhnya.
APRIL Group
Komitmen terhadap bauran EBT juga diperlihatkan PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP). Unit bisnis APRIL Group tersebut terbukti sudah menghentikan kegiatan deforestasi hutan alam. APRIL Group mendukung, praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan hutan di semua negara di mana perusahaan mendapatkan bahan baku dari alam.
Presiden Direktur PT RAPP, Sihol Parulian Aritonang menyampaikan, upaya keberlanjutan lingkungan memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan dalam jangka panjang.
Ia menyebutkan, manfaat besar itu dalam dua hal. Pertama, secara finansial dan nonfinansial. Dari sisi finansial, keuntungan paling utamanya adalah RAPP mampu menekan biaya karena menggunakan energi alternatif dengan memanfaatkan limbah.
"Sedangkan, secara nonfinansial, ini menjadi nilai lebih bagi positioning kami di APRIL Group karena menerapkan konsep green melalui program keberlanjutan. Kasarnya, jika kami tidak menjalankan program keberlanjutan, maka konsumen bisa boikot produk kami," ungkapnya.
Riset menunjukkan, pengelolaan hutan tanaman yang terkelola dengan baik menghasilkan emisi karbon yang juga lebih baik ketimbang hutan tanpa pengelolaan. “Terbukti, konsumsi EBT kami sudah mencapai 88% per hari ini dari target 90%. Tinggal, dua persen lagi kami bisa capai target," ujar Sihol.
Dirinya menambahkan, sejumlah perusahaan yang menjalankan program keberlanjutan lingkungan pada akhirnya masih memerlukan sokongan pemerintah. Paling utamanya, kepastian berusaha melalui kebijakan yang kondusif.
"Apakah kita mengharapkan insentif pemerintah dari program keberlanjutan ini? Tentu, namun yang penting adalah kepastian berusaha dalam hal kebijakan yang kondusif terkait sektor hijau ini," tuturnya.
APRIL Group berkomitmen menghormati hak asasi manusia serta aspek-aspek lingkungan dalam rantai pasokan perusahaan. Tujuannya, agar perusahaan dapat menjadi tetangga yang baik dan bertanggung jawab dalam lingkup masyarakat lokal, nasional dan global.
Kebijakan APRIL dalam Pengelolaan Hutan Berkelanjutan 2.0 (Sustainable Forest Management Policy/ SFMP) dibuat dengan memperhatikan masukan dari Stakeholder Advisory Committee (SAC) dan para pemangku kepentingan lainnya dari masyarakat sipil (civil society).
Kebijakan ini merupakan sebuah evolusi dari Kebijakan SFMP 1.0, yang diluncurkan pada 28 Januari 2014. Kebijakan ini memasukkan kerangka kerja keberlanjutan (Sustainability Framework) dari Royal Golden Eagle (RGE) 1.
"Komitmen-komitmen yang dibuat dalam dokumen ini berlaku sepenuhnya dan terbatas hanya untuk APRIL, dari level shareholder, manajemen hingga staf ini jadi Key Performance Index kami dalam hal sustainability program," pungkas Sihol.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Dukung Net Zero Emission dan Green Economy, Ini peran Industri Manufaktur Berbasis Kehutanan
APRIL telah mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan di pabriknya. - Halaman all [560] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #ekonomi-hijau #net-zero-emission #april-group #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 08/10/24 21:57
v/16182712/
JAKARTA, investor.id - Sektor industri manufaktur berbasis kehutanan turut ambil bagian dalam upaya mendukung agenda pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat dengan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan efisiensi energi dalam kegiatan operasionalnya.
Salah satu perusahaan yang serius menerapkan prinsip ini adalah APRIL Group, perusahaan yang mengelola Hutan Tanaman Industri (HTI) yang memproduksi pulp dan produk turunannya, seperti kertas dan kertas kemasan yang berlokasi di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau. Salah satu produk flagship APRIL yakni "PaperOne" telah terjual hingga ke 110 negara.
Dalam panel bertemakan "Menuju Ketahanan Energi, Menumbuhkan Ekonomi Hijau" di Investor Daily Summit yang digelar Selasa, (8/10/2024), Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit operasional APRIL Group Sihol Aritonang memaparkan upaya yang dilakukan perusahaan.
Inovasi Energi Terbarukan
APRIL telah mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan di pabriknya. Saat ini, 88,24% energi yang digunakan berasal dari sumber energi bersih dan terbarukan, salah satunya biomassa yang dihasilkan dari by-product seperti black liquor, white liquor, sludge, dan metanol. Untuk memperkuat langkah ini, APRIL juga memasang panel surya berkapasitas 26 MW, yang akan ditingkatkan menjadi 50 MW hingga tahun 2030. "Kami menargetkan penggunaan energi bersih dan terbarukan hingga 90% pada tahun 2030, hanya 2% lagi dari capaian saat ini," ungkap Sihol. Jika target ini tercapai, APRIL akan menjadi perusahaan swasta dengan kapasitas panel surya terbesar di Indonesia. Pengelolaan Hutan yang Berkelanjutan Selain itu, Sihol mengatakan bahwa sains membuktikan emisi dari hutan tanaman industri (HTI) yang dikelola lebih rendah dibandingkan kawasan hutan yang tidak dikelola atau terdegradasi. Oleh karena itu, upaya APRIL untuk meningkatkan produktivitas HTI juga berdampak langsung pada penurunan emisi karbon, sejalan dengan program pemerintah untuk mencapai FOLU Net Sink pada tahun 2030. Selain itu, APRIL terus berkomitmen untuk mencapai target Net Zero Emission melalui Solusi Berbasis Alam. Perusahaan menjalankan komitmen 1-for-1, di mana setiap hektar HTI yang dikelola, APRIL juga akan mengkonservasi dan restorasi area dengan luasan yang sama Saat ini, 80% dari target tersebut telah tercapai, termasuk melalui Restorasi Ekosistem Riau (RER), kawasan hutan rawa gambut seluas 150.000 hektar yang menjadi bagian dari upaya restorasi APRIL. Dukungan terhadap Ekonomi Hijau Merespons tingginya permintaan global akan produk berkelanjutan, APRIL terus berinovasi dengan memproduksi kertas kemasan ramah lingkungan. Pada awal 2024, APRIL memulai uji coba operasional pabrik kertas kemasan berkelanjutan, dengan nilai investasi mencapai Rp33,4 triliun termasuk infrastruktur pendukungnya. Pabrik ini mampu memproduksi 1,2 juta ton kertas kemasan per tahun, dengan merek BoardOne, yang memiliki keunggulan biodegradable dan recyclable. Langkah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar akan kemasan berkelanjutan, tetapi juga memperkuat peran APRIL dalam mendorong ekonomi hijau di Indonesia. Selain itu, APRIL juga menjalankan inisiatif waste to value dengan memanfaatkan sludge dan fly ash untuk mengurangi timbunan limbah dan mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Baca Juga: Ekonom Senior China Optimis Kemampuan China Jaga Stabilitas Inisiatif-inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi APRIL 2030 yang menekankan pertumbuhan berkelanjutan melalui diversifikasi dan circularity, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi hijau. Panel ini juga turut dihadiri oleh Harris, S.T, M.T, Kepala BBSPKEBTKE, Dirjen EBTKE, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bernardus Irmanto, Chief Sustainability and Corp. Affairs Officer, Vale Indonesia, dan dimoderatori oleh Syukri Rahmatullah, Pemimpin Redaksi beritasatu.com & jakartaglobe.id
Editor: Gesa Vitara (gesa@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Luncurkan Laporan Keberlanjutan 2023, Berikut Capaian APRIL Dukung SDGs
Laporan Keberlanjutan APRIL Group 2023 menampilkan capaian sustainable development goals sepanjang 2023 [874] url asal
#april-group #laporan-berkelanjutan #sustainable-development-goals-sdg #sdg01-tanpa-kemiskinan #sdg08-pekerjaan-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi #sdg10-berkurangnya-kesenjangan #sdg11-kota-dan-permukima
(Kompas.com) 28/09/24 08:40
v/15672623/
KOMPAS.com - Sektor swasta semakin dituntut untuk menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dalam kegiatan operasional. Inisiatif ini menjadi salah bentuk kontribusi positif sektor swasta terhadap lingkungan serta masyarakat.
Dalam konteks tersebut, transparansi menjadi sangat penting. Oleh karena itu, laporan kinerja memainkan peran tak terpisahkan dalam implementasi praktik bisnis berkelanjutan. Salah satunya, melalui Laporan Keberlanjutan atau Sustainability Report 2023.
Sebagai informasi, produsen serat, pulp, dan kertas yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau, APRIL Group, baru baru saja merilis laporan keberlanjutan ke-20.
Laporan tersebut merangkum capaian APRIL dalam menjalankan operasional berkelanjutan berdasarkan kebijakan Sustainable Forest Management Policy (SFMP) 2.0. Laporan ini juga memuat pencapaian komitmen keberlanjutan satu dekade perusahaan APRIL 2030 yang juga mendukung target bersama Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.
Sepanjang 2023, APRIL telah melaksanakan berbagai upaya untuk mencapai komitmen tersebut dan telah mencatatkan sejumlah kemajuan.
Meningkatkan penggunaan energi terbarukan
APRIL Group mendukung pencapaian target net zero emission (NZE) 2060 atau lebih cepat yang ditargetkan pemerintah. Inisiatif ini dilakukan melalui pengurangan emisi karbon di fasilitas produksi.
Pada 2023, perusahaan berhasil mengurangi intensitas emisi karbon produk 20 persen ketimbang garis dasar pada 2019. Selain itu, 88 persen kebutuhan energi operasional APRIL bersumber dari energi bersih dan terbarukan. Perusahaan menetapkan peningkatan target menjadi 90 persen pada 2030.
Salah satu langkah untuk mencapai target tersebut adalah melanjutkan instalasi panel surya sebagai solusi energi terbarukan.
DOK. APRIL Group. APRIL Group berkomitmen menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dalam kegiatan operasional.Perusahaan telah memasang panel surya berkapasitas 13,5 megawatt (MW) pada 2022. Kemudian, per September 2024, total panel surya yang telah terpasang mencapai 26 MW. Sebagian instalasi tersebut dilakukan di atas closed landfill. Perusahaan menargetkan peningkatan panel surya menjadi 50 MW pada 2030.
Peringatan 10 tahun komitmen restorasi
APRIL Group memperingati 10 tahun berjalannya komitmen restorasi dan konservasi lewat program Restorasi Ekosistem Riau (RER) pada 2023.
Sejak 2013, APRIL berkomitmen menjaga hutan rawa gambut utuh terbesar di Sumatera, tepatnya di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang. Kawasan ini memiliki luas mencapai 150.000 hektare (ha) atau sekitar dua kali wilayah Singapura.
APRIL melalui program RER mendukung komitmen pemerintah untuk melakukan konservasi dan keanekaragaman hayati di Indonesia. Program ini sejalan untuk menyukseskan target pemerintah dalam Forest and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030.
Program tersebut melakukan berbagai aksinya nyata, seperti restorasi ekosistem terdegradasi, melakukan peningkatan perlindungan terhadap habitat alami dan pelestarian satwa liar, serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Sepanjang 10 tahun berdiri, RER mampu mengidentifikasi 893 spesies flora dan fauna di Semenanjung Kampar, termasuk kelompok spesies yang terancam punah secara global. Selain itu, RER juga mampu menjaga wilayah Semenanjung Kampar dari insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 10 tahun berturut-turut.
Untuk pendanaan program konservasi dan restorasi, APRIL mengalokasikan 1 dollar AS untuk setiap ton serat yang dipasok. APRIL telah menginvestasikan hampir 15 juta dollar AS untuk komitmen konservasi dan restorasi ini pada 2023.
Selain komitmen restorasi, APRIL mendukung kemitraan budi daya dengan masyarakat lokal di lahan seluas 43.471 ha. Kawasan ini digunakan untuk membudidayakan hasil hutan kayu dan nonkayu serta tanaman lain yang mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Prioritaskan kesejahteraan anak
APRIL Group juga berkomitmen terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar area operasionalnya di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah memastikan kesejahteraan anak di bawah usia 18 tahun yang ikut tinggal di estate hutan tanaman industri (HTI) APRIL.
Pada 2023, APRIL Group merilis Kode Praktik Kesejahteraan Anak (Children’s Welfare Code of Practice) untuk memastikan anak-anak di estate mendapatkan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan. Program ini berfokus pada lima pilar, yaitu pengasuhan, pendidikan, perlindungan, kesejahteraan, serta kesehatan dan gizi.
Berdasarkan kode praktik baru tersebut, APRIL Group menyediakan layanan penitipan anak, pendidikan dasar untuk anak usia 2-6 tahun, serta sistem sekolah keliling (mobile school) untuk anak usia 6-18 tahun di Estate Pelalawan dan Teso.
Rencananya, proyek tersebut akan diintegrasikan dengan sekolah negeri dan tempat penitipan anak di seluruh estate APRIL pada 2027.
Pemanfaatan kembali limbah pabrik
Dalam kegiatan produksi, APRIL menerapkan praktik produksi sirkular untuk pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab. Pada 2023, APRIL telah mengurangi 47 persen limbah padat yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA). Perusahaan telah mendaur ulang 323.000 ton limbah untuk digunakan kembali.
DOK. APRIL Group. APRIL Group berkomitmen menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dalam kegiatan operasional.Salah satu cara untuk memanfaatkan kembali limbah adalah mengolahnya sebagai bahan bakar energi atau proses waste-to-energy. Serat cokelat hasil dari produksi pulp dan sludge dari fasilitas pengelolaan air limbah digunakan sebagai bahan bakar boiler.
Bottom ash yang dihasilkan dari boiler pembangkit listrik juga digunakan kembali sebagai campuran dasar untuk jalan dan beton. Selain itu, campuran fly ash dan sludge seng digunakan sebagai pupuk mikronutrien. Produk ini telah diuji coba di hutan tanaman industri (HTI) yang dikelola APRIL.
Pabrik kertas kemasan baru
Sebagai bagian dari upaya diversifikasi, APRIL juga mendirikan pabrik kertas kemasan atau paperboard melalui PT Riau Andalan Paperboard International (RAPI). Pabrik ini diproyeksikan dapat memproduksi 1,2 juta ton kertas kemasan setiap tahun dan menciptakan lebih dari 600 lapangan kerja baru saat beroperasi secara penuh.
Per awal 2024, APRIL telah melakukan uji coba operasional pabrik kertas kemasan baru. Pabrik ini akan memproduksi produk kertas kemasan dengan merek BoardOne dan Silverpak, karton kemasan lipat (folding boxboard), cupstock, dan art board yang dapat digunakan untuk berbagai jenis kemasan dan aplikasi grafis.
Luncurkan Laporan Keberlanjutan 2023, Berikut Capaian APRIL Dukung SDGs
Laporan Keberlanjutan APRIL Group 2023 menampilkan capaian sustainable development goals sepanjang 2023 Halaman all [874] url asal
#april-group #laporan-berkelanjutan #sustainable-development-goals-sdg #sdg01-tanpa-kemiskinan #sdg08-pekerjaan-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi #sdg10-berkurangnya-kesenjangan #sdg11-kota-dan-permukima
(Kompas.com - Money) 28/09/24 08:40
v/15671930/
KOMPAS.com - Sektor swasta semakin dituntut untuk menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dalam kegiatan operasional. Inisiatif ini menjadi salah bentuk kontribusi positif sektor swasta terhadap lingkungan serta masyarakat.
Dalam konteks tersebut, transparansi menjadi sangat penting. Oleh karena itu, laporan kinerja memainkan peran tak terpisahkan dalam implementasi praktik bisnis berkelanjutan. Salah satunya, melalui Laporan Keberlanjutan atau Sustainability Report 2023.
Sebagai informasi, produsen serat, pulp, dan kertas yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau, APRIL Group, baru baru saja merilis laporan keberlanjutan ke-20.
Laporan tersebut merangkum capaian APRIL dalam menjalankan operasional berkelanjutan berdasarkan kebijakan Sustainable Forest Management Policy (SFMP) 2.0. Laporan ini juga memuat pencapaian komitmen keberlanjutan satu dekade perusahaan APRIL 2030 yang juga mendukung target bersama Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.
Sepanjang 2023, APRIL telah melaksanakan berbagai upaya untuk mencapai komitmen tersebut dan telah mencatatkan sejumlah kemajuan.
Meningkatkan penggunaan energi terbarukan
APRIL Group mendukung pencapaian target net zero emission (NZE) 2060 atau lebih cepat yang ditargetkan pemerintah. Inisiatif ini dilakukan melalui pengurangan emisi karbon di fasilitas produksi.
Pada 2023, perusahaan berhasil mengurangi intensitas emisi karbon produk 20 persen ketimbang garis dasar pada 2019. Selain itu, 88 persen kebutuhan energi operasional APRIL bersumber dari energi bersih dan terbarukan. Perusahaan menetapkan peningkatan target menjadi 90 persen pada 2030.
Salah satu langkah untuk mencapai target tersebut adalah melanjutkan instalasi panel surya sebagai solusi energi terbarukan.
DOK. APRIL Group. APRIL Group berkomitmen menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dalam kegiatan operasional.Perusahaan telah memasang panel surya berkapasitas 13,5 megawatt (MW) pada 2022. Kemudian, per September 2024, total panel surya yang telah terpasang mencapai 26 MW. Sebagian instalasi tersebut dilakukan di atas closed landfill. Perusahaan menargetkan peningkatan panel surya menjadi 50 MW pada 2030.
Peringatan 10 tahun komitmen restorasi
APRIL Group memperingati 10 tahun berjalannya komitmen restorasi dan konservasi lewat program Restorasi Ekosistem Riau (RER) pada 2023.
Sejak 2013, APRIL berkomitmen menjaga hutan rawa gambut utuh terbesar di Sumatera, tepatnya di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang. Kawasan ini memiliki luas mencapai 150.000 hektare (ha) atau sekitar dua kali wilayah Singapura.
APRIL melalui program RER mendukung komitmen pemerintah untuk melakukan konservasi dan keanekaragaman hayati di Indonesia. Program ini sejalan untuk menyukseskan target pemerintah dalam Forest and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030.
Program tersebut melakukan berbagai aksinya nyata, seperti restorasi ekosistem terdegradasi, melakukan peningkatan perlindungan terhadap habitat alami dan pelestarian satwa liar, serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Sepanjang 10 tahun berdiri, RER mampu mengidentifikasi 893 spesies flora dan fauna di Semenanjung Kampar, termasuk kelompok spesies yang terancam punah secara global. Selain itu, RER juga mampu menjaga wilayah Semenanjung Kampar dari insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 10 tahun berturut-turut.
Untuk pendanaan program konservasi dan restorasi, APRIL mengalokasikan 1 dollar AS untuk setiap ton serat yang dipasok. APRIL telah menginvestasikan hampir 15 juta dollar AS untuk komitmen konservasi dan restorasi ini pada 2023.
Selain komitmen restorasi, APRIL mendukung kemitraan budi daya dengan masyarakat lokal di lahan seluas 43.471 ha. Kawasan ini digunakan untuk membudidayakan hasil hutan kayu dan nonkayu serta tanaman lain yang mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Prioritaskan kesejahteraan anak
APRIL Group juga berkomitmen terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar area operasionalnya di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah memastikan kesejahteraan anak di bawah usia 18 tahun yang ikut tinggal di estate hutan tanaman industri (HTI) APRIL.
Pada 2023, APRIL Group merilis Kode Praktik Kesejahteraan Anak (Children’s Welfare Code of Practice) untuk memastikan anak-anak di estate mendapatkan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan. Program ini berfokus pada lima pilar, yaitu pengasuhan, pendidikan, perlindungan, kesejahteraan, serta kesehatan dan gizi.
Berdasarkan kode praktik baru tersebut, APRIL Group menyediakan layanan penitipan anak, pendidikan dasar untuk anak usia 2-6 tahun, serta sistem sekolah keliling (mobile school) untuk anak usia 6-18 tahun di Estate Pelalawan dan Teso.
Rencananya, proyek tersebut akan diintegrasikan dengan sekolah negeri dan tempat penitipan anak di seluruh estate APRIL pada 2027.
Pemanfaatan kembali limbah pabrik
Dalam kegiatan produksi, APRIL menerapkan praktik produksi sirkular untuk pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab. Pada 2023, APRIL telah mengurangi 47 persen limbah padat yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA). Perusahaan telah mendaur ulang 323.000 ton limbah untuk digunakan kembali.
DOK. APRIL Group. APRIL Group berkomitmen menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dalam kegiatan operasional.Salah satu cara untuk memanfaatkan kembali limbah adalah mengolahnya sebagai bahan bakar energi atau proses waste-to-energy. Serat cokelat hasil dari produksi pulp dan sludge dari fasilitas pengelolaan air limbah digunakan sebagai bahan bakar boiler.
Bottom ash yang dihasilkan dari boiler pembangkit listrik juga digunakan kembali sebagai campuran dasar untuk jalan dan beton. Selain itu, campuran fly ash dan sludge seng digunakan sebagai pupuk mikronutrien. Produk ini telah diuji coba di hutan tanaman industri (HTI) yang dikelola APRIL.
Pabrik kertas kemasan baru
Sebagai bagian dari upaya diversifikasi, APRIL juga mendirikan pabrik kertas kemasan atau paperboard melalui PT Riau Andalan Paperboard International (RAPI). Pabrik ini diproyeksikan dapat memproduksi 1,2 juta ton kertas kemasan setiap tahun dan menciptakan lebih dari 600 lapangan kerja baru saat beroperasi secara penuh.
Per awal 2024, APRIL telah melakukan uji coba operasional pabrik kertas kemasan baru. Pabrik ini akan memproduksi produk kertas kemasan dengan merek BoardOne dan Silverpak, karton kemasan lipat (folding boxboard), cupstock, dan art board yang dapat digunakan untuk berbagai jenis kemasan dan aplikasi grafis.
Menperin Beri Penghargaan Perusahaan Industri Hijau Kinerja Terbaik kepada RAPP
RAPP dinilai berhasil menerapkan prinsip industri hijau yang berkelanjutan dalam kegiatan operasionalnya di Pangkalan Kerinci, Riau. [371] url asal
#industri-hijau #industri #april-group #update-me
(Katadata - EKONOMI HIJAU) 19/09/24 20:10
v/15252952/
Produsen pulp dan kertas, APRIL Group menerima penghargaan Industri Hijau Kinerja Terbaik dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui unit operasionalnya, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
Capaian ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mendukung target net zero emission (NZE) pemerintah pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Penghargaan diberikan dalam rangkaian acara Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) yang berlangsung di Jakarta, Kamis (19/09/2022). AIGIS bertujuan memperkuat komitmen nasional dalam mengurangi emisi industri, mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan, dan menciptakan ekosistem bisnis berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan penghargaan Industri Hijau kepada Rita Alim, Deputy Director of External Relations APRIL Group, mewakili PT RAPP.
RAPP dinilai berhasil menerapkan prinsip industri hijau yang berkelanjutan dalam kegiatan operasionalnya di Pangkalan Kerinci, Riau dengan fokus pada peningkatan efisiensi energi dan pengelolaan hasil sisa produksi melalui teknologi ramah lingkungan.
"Apresiasi setinggi-tingginya kepada perusahaan yang meraih penghargaan industri hijau kinerja terbaik. Penghargaan ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mencapai efisiensi sumber daya serta dalam memitigasi emisi dan limbah yang lebih baik," kata Agus, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (19/9).
Dalam kesempatan tersebut, Agus menekankan target Kemenperin dari sektor manufaktur untuk mencapai target NZE) melalui dekarbonisasi pada 2050, sepuluh tahun lebih cepat dari target nasional.
Upaya RAPP, bagian dari APRIL dalam mendukung penurunan emisi gas rumah kaca dilakukan melalui instalasi panel surya berkapasitas 26 MW dari target pemasangan 50 MW hingga 2030.
Tak hanya itu, APRIL melakukan efisiensi pemakaian energi melalui penggunaan recovery boiler yang memanfaatkan kembali sisa produksi yang tidak terpakai menjadi biomassa.
Saat ini, 88 persen kebutuhan energi operasional APRIL di Riau dipenuhi dari sumber energi bersih dan terbarukan dan akan terus ditingkatkan menjadi 90 persen hingga 2030 sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan APRIL2030.
"Penghargaan ini memacu kami untuk terus mengembangkan produk berkelanjutan dan berkualitas, sejalan dengan semangat pemerintah untuk mewujudkan ekonomi hijau serta mendukung komitmen Kemenperin untuk mencapai Net Zero Emission pada 2050,” kata Direktur Utama RAPP Sihol Aritonang.
Dalam operasionalnya, PT RAPP menerapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek operasionalnya yang mengacu pada kebijakan Sustainability Forest Management Policy (SFMP) 2.0.
Perusahaan telah mengantongi Sertifikasi Industri Hijau (SIH) sejak 2019 dan terus berkomitmen menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kontribusi APRIL Group Tekan Kemiskinan Ekstrem Warga Lokal
APRIL Group menyatakan komitmennya terhadap masyarakat, iklim, dan alam demi bisnis yang berkelanjutan. [262] url asal
#april-group #kemiskinan-ekstrem
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 08/08/24 17:30
v/13810705/
Jakarta - APRIL Group menyatakan komitmennya terhadap masyarakat, iklim, dan alam demi bisnis yang berkelanjutan. Beragam program dijalankan, salah satunya upaya menekan kemiskinan ekstrem di sekitar lokasi perusahaan.
Dainar Rifai, Senior CDO Mill Area APRIL Group mengatakan, pihaknya berupaya mengurangi angka kemiskinan ekstrem di radius 50 kilometer (km) di sekitar pabriknya. Dalam hal ini APRIL Group turut menggandeng pemerintahan setempat.
"Upaya APRIL mulai mengembangkan 50 km radius dari mill, pusat pabriknya itu bagaimana mengurangi yang namanya kemiskinan ekstrem. Jadi ke depan itu tidak ada lagi lah namanya kemiskinan ekstrem di wilayah perusahaan dan juga bagaimana program ini bersinergi terus dengan pemerintah setempat," ujarnya di Booth APRIL Group di Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan dan Energi Baru Terbarukan (Festival LIKE 2) di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2024).
APRIL Group turut membuka 5.000 lapangan pekerjaan dan membantu meningkatkan pendapatan bagi mitra UMKM. Perusahaan juga berkontribusi memberi pendamping online bagi 218 mitra binaannya.
Di bidang pendidikan, APRIL Group memberikan pelatihan vokasi yang 100% pesertanya sudah bekerja. Tercatat ada 184 peserta yang ikut sejak tahun 2017. Perusahaan juga menyalurkan 250 beasiswa untuk jenjang SMA dan 85 beasiswa untuk jenjang S1.
Dari sisi lingkungan, langkah penanaman pohon akasia dinilai mampu berdampak positif menjaga lingkungan yang berkelanjutan. Menurutnya upaya itu menghasilkan kualitas udara yang lebih baik.
Ia menambahkan, pihaknya melalui inisiatif APRIL 2030 berkomitmen memberikan dampak positif bagi iklim, alam, dan masyarakat sambil tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.
"Sebenarnya kita konsepnya lebih ke community development pemberdayaan masyarakat. Kita ada komitmen di APRIL memberikan dampak positif bagi iklim dan masyarakat sekitar, sambil memperhatikan aspek keberlanjutan," pungkasnya.
(ily/ara)
RAPP Restorasi 150 Ribu Hektare Hutan Gambut
Total ada lebih dari 150 ribu hektare hutan gambut yang terdegradasi yang berhasil dipulihkan di Semenanjung Kampar dan Pulau Pedang. [348] url asal
#anugerah-ekonomi-hijau #ekonomi-hijau #rapp #april-group
(detikFinance) 01/08/24 13:22
v/12875730/
Jakarta - Perusahaan dan lingkungan menjadi dua unsur yang tidak dipisahkan dan saling memberi timbal balik. Perusahaan tetap membutuhkan peran alam demi keberlanjutan roda perekonomian. Seperti yang dilakukan PT RAPP (Riau Andalan Pulp & Paper) dengan melakukan restorasi terhadap lahan-lahan yang terancam terdgradasi.
Atas upaya pelestarian alam tersebut PT RAPP menadapat Anugerah Ekonomi Hijau untuk Perusahaan yang Berkontribusi dalam Pelestarian Lingkungan melalui Program CSR.
Selain itu, perusahaan juga turut membantu mengembangkan bisnis dan usaha masyarakat setempat. Pengusaha lokal diberi pelatihan, dukungan dan bantuan finansial untuk membantu mereka mendirikan usaha, terutama di bidang-bidang usaha yang sejalan dengan kebutuhan PT RAPP, seperti penyedia tenaga kerja dan transportasi.
Dilansir dari situsnya, PT RAPP telah membantu lebih dari 180 pengusaha lokal, menyediakan ribuan lapangan pekerjaan di berbagai bidang seperti bengkel otomotiff dan katering.
Petani juga diberi dukungan melalui Sistem Pertanian Terpadu, sebuah program yang mengajarkan mereka teknik hortikultura modern untuk meningkatkan hasil panen dan menanam tanaman baru. Para petani mengelola 2.400 hektar lahan dan menerima pelatihan di pusat pelatihan.
Pelestarian budaya Indonesia dilakukan melalui sejumlah program demi menghidupkan kembali kerajinan tradisional, seperti program yang mendorong wanita setempat meningkatkan pendapatan keluarga lewat membatik. Para wanita juga diberdayakan melalui program kerajinan kain tenun.
(ily/ang)
Menilik Dampak Investasi APRIL Group di Pangkalan Kerinci
Transformasi Pangkalan Kerinci dari dusun kecil menjadi produsen pulp dan kertas dunia dalam tiga dekade berkat investasi APRIL Group. Halaman all [624] url asal
#lapangan-kerja #tenaga-kerja #pulp #april-group #pabrik-kertas #sdg01-tanpa-kemiskinan #sdg08-pekerjaan-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi #sdg10-berkurangnya-kesenjangan #sdg11-kota-dan-permukiman-yang-be
(Kompas.com) 30/07/24 18:48
v/12673222/
KOMPAS.com – Pangkalan Kerinci, Ibu Kota Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, telah mengalami transformasi besar dalam tiga dekade terakhir.
Dari sebuah dusun kecil dengan 200 kepala keluarga dan akses terbatas, kota tersebut kini telah berkembang menjadi salah satu pusat kontribusi ekonomi berkelas dunia.
Perubahan signifikan itu tidak terlepas dari kehadiran APRIL Group, produsen kertas PaperOne, yang membangun pabrik pulp dan kertas di Pangkalan Kerinci pada 1994.
Riau Kompleks, lokasi operasional APRIL di Pangkalan Kerinci, kini menjadi rumah bagi berbagai unit produksi terafiliasi APRIL. Selain pulp dan kertas, unit produksi lainnya mencakup pabrik rayon viscose dan pabrik kertas kemasan yang menjadi fasilitas terbaru perusahaan.
Selama periode 1994-2020, total investasi APRIL sedikitnya mencapai Rp 100 triliun. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pengembangan Pangkalan Kerinci.
Serap ribuan tenaga kerja
Investasi APRIL memiliki kontribusi terhadap perekonomian nasional dan daerah. Salah satu aspek paling menonjol adalah penciptaan lapangan kerja.
Saat ini, APRIL mempekerjakan lebih dari 14.000 karyawan secara langsung di berbagai kegiatan operasional, mulai dari pabrik pulp dan kertas, pengelolaan hutan tanaman industri (HTI), hingga program konservasi dan restorasi.
Selain serapan tenaga kerja secara langsung, keberadaan APRIL juga turut membuka kesempatan kerja di berbagai sektor yang terkait dengan operasional perusahaan, seperti transportasi kayu, penyediaan pasokan listrik, hingga penjualan produk.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), untuk periode 2016-2022, operasional perusahaan diperkirakan telah menciptakan kesempatan kerja bagi 257.436 orang di tingkat nasional dan 146.986 orang di Provinsi Riau.
Dok. APRIL Group Fasilitas produksi pulp, kertas, rayon dan kertas kemasan di kompleks APRIL di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau.Efek berganda pada perekonomian masyarakat sekitar
Kegiatan operasional APRIL juga memiliki efek berganda pada perekonomian masyarakat setempat, terutama sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Melalui program Community Development, APRIL memberdayakan 242 mitra UMKM yang terkait langsung dengan operasional perusahaan. Para mitra UMKM ini menciptakan sekitar 6.000 lapangan kerja.
Selain itu, APRIL melakukan pendampingan terhadap 109 mitra UMKM di luar operasional perusahaan yang bergerak di bidang kerajinan, mode, kuliner, dan bidang jasa lain.
Contoh konkret dampak positif tersebut terlihat di Estate Ukui, Kabupaten Pelalawan. Usaha milik masyarakat setempat menyediakan lapangan kerja untuk penanaman dan pemanenan tanaman serta penyedia kebutuhan air bersih bagi operasional perusahaan.
APRIL juga mendorong pengembangan UMKM yang tidak berkaitan langsung dengan operasional perusahaan, seperti UMKM Ratu Penyengat di Kampung Penyengat, Kabupaten Siak, Riau.
UMKM tersebut kini menjadi pelopor nastar premium di Kampung Penyengat berkat pelatihan diversifikasi produk nanas yang diberikan oleh perusahaan.
Dok. APRIL Group Contoh produksi kertas kemasan berkelanjutan yang akan dihasilkan dalam merek BoardOne.Dorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau
Komitmen APRIL untuk terus mendukung perekonomian daerah dan nasional semakin diperkuat dengan realisasi investasi terbaru.
Pada awal 2024, perusahaan melakukan uji coba operasional pabrik kertas kemasan atau paperboard melalui PT Riau Andalan Paperboard International (RAPI).
Investasi untuk pabrik baru itu beserta fasilitas penunjangnya mencapai Rp 33,4 triliun. Hal ini menjadikannya salah satu investasi manufaktur terbesar di Sumatera dalam satu dekade terakhir.
Pabrik tersebut diproyeksikan dapat memproduksi 1,2 juta ton kertas kemasan setiap tahun dan menciptakan lebih dari 600 lapangan kerja baru ketika telah mencapai kapasitas operasional penuh.
Efek ganda dari investasi itu pun diyakini akan semakin memperkuat perekonomian, khususnya di Provinsi Riau.
Tak hanya itu, APRIL Group juga berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah melalui pajak. Baru-baru ini, APRIL melalui unit operasionalnya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) meraih dua penghargaan pada Pelalawan Tax Award 2024 sebagai Perusahaan Wajib Pajak Terpatuh dan Perusahaan dengan Kontribusi Pajak Tertinggi di Kabupaten Pelalawan pada 2023.
Transformasi Pangkalan Kerinci dari dusun kecil menjadi pusat industri dalam tiga dekade merupakan bukti nyata dampak positif investasi jangka panjang. Tak hanya berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, tapi juga penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Menengok Investasi di Riau Kompleks, Markas APRIL Group produsen PaperOne
Wajah Pangkalan Kerinci berubah sejak APRIL Group, melalui PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), memulai kegiatan produksi pengelolaan hutan tanaman industri (HTI). [670] url asal
#april-group #riau #hutan #industri #update-me
(Katadata - BERITA) 24/07/24 16:59
v/11945649/
Pangkalan Kerinci, yang terletak di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau awalnya hanya berupa dusun kecil dengan akses yang terbatas. Pada 1993, jumlah penduduk di wilayah ini hanya sekitar 200 kepala keluarga.
Wajah Pangkalan Kerinci secara perlahan berubah sejak APRIL Group, melalui unit operasionalnya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) memulai kegiatan produksi pengelolaan hutan tanaman industri (HTI) dan kegiatan manufaktur untuk memproduksi pulp dan kertas pada 1994. Tak butuh lama, dusun kecil ini berkembang menjadi kabupaten baru dan kini dikenal sebagai markas produksi kertas PaperOne yang terjual hingga ke 110 negara di dunia.
Selama 1994-2020, total investasi di Riau Kompleks, lokasi operasional APRIL di Pangkalan Kerinci, mencapai lebih dari Rp100 triliun dan membuka lapangan kerja kepada lebih dari 14.000 orang karyawan.
Sebagai informasi, Riau Kompleks tidak hanya memproduksi produk kertas saja, melainkan juga terdapat unit produksi atau yang terafiliasi dengan APRIL dan menciptakan berbagai produk sehari-hari yang dibutuhkan masyarakat. Apa sajakah?
1. Pabrik Pulp dan Kertas
Beroperasi sejak 30 tahun lalu, pabrik pulp dan kertas APRIL menjadi pendukung utama berkembangnya kota Pangkalan Kerinci. Pabrik ini mampu memproduksi hingga 4 juta ton pulp dan 1,15 juta ton kertas setiap tahunnya.
Produk pulp yang diproduksi oleh APRIL dapat digunakan untuk berbagai aplikasi seperti tisu, kantong teh dan kertas, termasuk merek kertas PaperOne yang telah dipasarkan ke 110 negara. Seluruh produk APRIL berasal dari Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikelola secara berkelanjutan yang mengacu pada Sustainable Forest Management Policy (SFMP) 2.0, dan telah tersertifikasi PEFC.
Bagi APRIL, bisnis harus berjalan berdampingan dengan keberlanjutan. Pada tahun 2020, perusahaan memperkuat komitmen keberlanjutannya dengan meluncurkan APRIL2030, yang bertujuan memberikan dampak yang lebih positif kepada iklim, alam, and masyarakat. Serangkaian komitmen perusahaan tersebut mencakup empat pilar – Iklim Positif, Lanskap yang Berkembang, Kemajuan Inklusif, dan Pertumbuhan yang Berkelanjutan.
2. Pabrik Viscose-Rayon
Asia Pacific Rayon (APR), sister company APRIL, merupakan produsen viscose-rayon terintegrasi pertama di Asia. Pabrik yang sempat diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2020 ini nilai investasinya mencapai Rp 15 triliun dengan kapasitas produksi viscose-rayon tahunan sebesar 300,000 ton.
Viscose-rayon yang ditawarkan APR merupakan bahan baku produk tekstil yang sifatnya mudah terurai atau biodegradable dan telah memenuhi pasar dalam negeri dan dieskpor ke pasar-pasar tekstil utama di dunia seperti Turki, Mesir, Pakistan, Nepal, Bangladesh, Brazil, dan Vietnam. Dissolving pulp yang menjadi bahan baku APR berasal dari APRIL, tersertifikasi sehingga dapat menjamin kualitas produk yang baik dan berkelanjutan.
Sebagai upaya mendukung industri tekstil Indonesia dalam kapabilitas penelitian dan pengembangan, Asia Pacific Yarn (APY) didirikan di dalam kompleks yang sama untuk memastikan kualitas produk rayon yang dihasilkan APR
APR merilis komitmen keberlanjutan APR2030 pada 2021 yang berdasar pada empat pilar yaitu Dampak Positif terhadap Iklim dan Alam, Manufaktur Bersih, Sirkularitas, dan Kemakmuran Inklusif. Salah satu bentuk komitmen APR dalam Kemakmuran yang Inklusif adalah dengan mendukung pengembangan karya tekstil lokal dengan mengadakan Kelas Berbagi, berkolaborasi dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Riau, untuk mempersiapkan desainer lokal agar mampu bersaing di pasar saat ini. Melalui kolaborasi ini, APR telah membawa perancang dan pengrajin batik asal Riau untuk berkolaborasi ke penghelatan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW).
3. Pabrik Kertas Kemasan Berkelanjutan (Paperboard)
Yang terbaru, APRIL Group terus mengembangkan portofolio bisnisnya dengan membangun PT Riau Andalan Paperboard International (RAPI) yang merupakan pabrik kertas kemasan atau paperboard. Nilai investasi pabrik ini beserta fasilitas penunjangnya mencapai Rp 33,4 triliun, yang diproyeksikan dapat menghasilkan 1,2 juta ton kertas kemasan berkelanjutan setiap tahunnya. Lebih dari 600 lapangan pekerjaan baru akan tercipta ketika kapasitas operasional penuh pabrik ini telah tercapai.
Produk kertas kemasan akan dipasarkan dengan merek BoardOne dan Silverpak. PT RAPI menargetkan untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan mancanegara, termasuk negara-negara di Asia Tenggara, Afrika, dan Asia Selatan seperti India, Bangladesh, dan Pakistan.
Investasi baru ini menjadi salah satu investasi manufaktur yang terbesar di Pulau Sumatera dalam satu dekade terakhir dan diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Pembangunan pabrik kertas kemasan ini merupakan bagian dari komitmen Pertumbuhan yang Berkelanjutan APRIL 2030 yang menekankan pendekatan holistik terhadap diversifikasi, circularity, dan produksi yang bertanggung jawab.
